
Cukup lama mereka memeriksa ruangan tersebut tapi yang terlihat hanyalah tumpukan harta dan beberapa benda pusaka seperti pedang, busur panah dan juga senjata senjata modern terlihat dalam ruangan.
"Berapa lama baterai akan bertahan jika alat ini terus menyala?" tanya Albara saat mereka berpindah untuk melihat ruangan lainnya.
"Benda ini tidak akan berhenti menyala, kecuali batrenya di cabut kak" ucap Devina.
"Kok bisa?" tanya Albara heran.
"Benar kak... bangsa kami tidak lagi menggunakan batre basah atau batre kering yang memiliki masa berlaku saat terpakai, tapi kami menggunakan batre abadi yang tak habis habisnya walaupun di pakai " jelas Devina.
"Cara kerja batre abadi mirip dengan cara kerja genetor pembangkit listrik, sebagaimana kita tahu, generator listrik adalah perangkat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Sebenarnya, generator tidak menciptakan energi listrik, melainkan hanya menggunakan energi mekanis yang dipasok untuk mengerakkan muatan listrik"
Devina menjelaskan cara kerja batre alat yang di pegangannya, sambil terus mengikuti putri hena yang berjalan di depannya.
"Prinsip kerja generator sinkron berdasarkan induksi elektromagnetik, yang prinsipnya hanya terdiri dari magnet dan gulungan kawat tembaga"
"Setelah rotor diputar oleh penggerak mula (prime mover), maka kutub-kutub magnet pada rotor akan berputar. Apabila kumparan kutub disuplai oleh tegangan searah, pada permukaan kutub akan timbul medan magnit yang berputar"
Albara mengangguk mengerti.
"Kak Bara pernah belajar dalam ilmu fisika di SMU kalau generator modern bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik, yang pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday pada tahun 1831. Faraday menemukan bahwa aliran listrik dapat diinduksi dengan menggerakkan konduktor listrik, seperti kawat yang mengandung muatan listrik, ke dalam medan magnet. Sehingga, gerakan ini dapat menciptakan perbedaan tegangan antara kedua ujung kabel atau penghantar listrik, yang nantinya terjadi muatan listrik mengalir dan menghasilkan arus listrik" Albara ikut berkomentar.
"Penemuan Faradai inilah yang akhirnya berkembang menjadi Genertor AC (Alternating Current) adalah alat mesin yang digunakan untuk menghasilkan arus listrik bolak-balik. Biasanya, generator AC memiliki dua buah kabel dengan polaritas kutub positif dan negatif. Dengan rangkaian itu, memungkinkan kedua ujung kumparan tidak saling bersentuhan, karena terkoneksi dengan satu slip ring saja" Ucap Albara.
Lalu bagaimana dengan batrai Abadi yang kalian ciptakan?" tanya Albara.
__ADS_1
ilustrasi pembangkit listrik dengan magnet bolak balik yang di masukkan ke dalam gulungan kawat tembaga.
"Hampir sama dengan generator pembangkit listrik yang ada di bumi, cuma bedanya generator kalian bekerja dengan magnet yang berputar dengan menggunakan mesin, dengan tujuan memutar kutub magnet dari utara menjadi selatan atau sebaliknya. Kecepatan putaran mesin menentukan kecepatan pertukaran kutub magnet dan menentukan besarnya arus listrik yang di hasilkan"
Devina menjeda penjelasannya saat di sebuah ruangan yang sangat luas terdapat banyak sekali patung batu prajurit bunian yang juga terkena kutukan.
"Di dunia kami pembangkit listrik tidak lagi menggunakan alat pemutar magnet. tapi kami telah bisa menciptakan Magnet yang kutub kutubnya bisa bolak balik sendiri dari utara - selatan ribuan kali perdetik. Jika magnet ini jika di masukan ke dalam gulungan kawat tembaga maka dari kawat tembaga tersebut akan keluar arus listrik bolak balik" ucap Devina.
"Cik cik cik kalian memang manusia super" puji Albara.
"Bukan begitu kak Bara itu semata mata karena perbedaan waktu yang ada di dunia kalian dengan dunia kristal, dimana waktu setahun di dunia kalian sebanding dengan tiga puluh tahun di dunia kristal. Artinya teknologi di dunia kristal telah maju selama tiga puluh tahun sedangkan dunia bumi mengalami kemajuan satu tahun. Coba bayangkan jika kemajuan bumi kalian selama seratus tahun maka dunia kristal mengalami kemajuan selama tiga ribu tahun"
"Jika kak Bara pergi ke dunia kristal hidup disana selama tiga puluh tahun kemudian kak bara kembali ke bumi, maka kak Bara sudah berumur lima puluhan tahun sedangkan teman teman kak Bara di sini tidak akan mengalami perubahan karena usia mereka hanya bertambah satu tahun" ucap Devina.
"Sudah satu tahun lebih" ucap Devina.
"Wah wah wah tak terbayangkan jika devina kembali ke dunia kristal, isinya pasti generasi generasi baru" ucap Albara.
"Benar kak, jika devina kembali ke dunia kristal sekarang maka anak anak yang baru lahir saat Devina pergi ke Bumi umurnya sudah di atas empat puluh tahun. sedangkan usia devina sekarang baru dua puluh satu tahun" ucap Devina.
"Lihat ini" ucap putri Hena saat melihat sebuah kampak dua mata, kampak yang mirip dengan kapak sakti 212 milik wiro Sableng.
"Tunggu puti Hena jangan lakukan itu..." teriak Devina mencegah saat putri Hena mencoba mengambil kampak yang terbenam di dinding goa.
__ADS_1
Devina lalu mendekat memperhatikan keadaan kampak.
"Coba di putar setengah lingkaran seperti tanda panah yang ada di sisi kampak" pinta devina menunjukkan tanda panah setengah lingkaran searah jarum jam.
Benar ternyata kampak tersebut dengan mudah digerakkan saat di putar, sekarang posisinya jadi terbalik dengan ganggang du sebekah atas. Dua detik kemudian terdengar bunyi krotokan lembut makin lama makin keras, seluruh ruangan terasa bergetar lalu suara krotokan berganti deritan seperti benda berat yang sedang bergeser.
Diding ruangan di depan mereka terlihat bergeser pelan pelan menampakkan sebuah lorong yang sangat luas dan panjang, sebuah lorong yang sangat lebar seukuran sepuluh meter lebih dengan kubah yang bercahaya sehingga dilihatlah lantai lorong yang sangat datar.
Dari kejauhan terdengar suara yang sangat halus tapi tidak pernah terputus.
"Syuuuuuuuuut" suara tersebut makin terdengar jelas makin lama makin dekat.
Tiga menit kemudian sebuah sinar menyilaukan terlihat di ujung lorong seperti sebuah titik atau seperti sebuah bintang di langit.
"Syuuuuuuuutttt" suara itu semakin jelas bersamaan dengan makin besarnya titik cahaya di ujung lorong.
"Sembunyi" ucap Devina pada Albara dan putri Hena.
"Kedengeran seperti flying car" ucap Devina.
Flying car merupakan sebuah kendaraan canggih seperti model mobil sport yang di lengkapi sayap bundar di sisi sisinya, sehingga tampilan flying car atau mobil terbang ini lebih mirip dengan piring terbang.
Devina, Albara dan putri Hena berhamburan menuju sebuah peti kayu di sudut ruangan berhadapan dengan lorong yang baru saja terbuka. Dari balik kotak kayu mereka melihat dengan jelas kalau titik cahaya di ujung lorong makin membeser hingga terlihatlah sebuah kendaraan canggih mirip piring terbang berhenti tidak jauh dari pintu lorong.
Dari kendaraan yang berukuran mini, kira kira seukuran toyota Agya, bahkan lebih kecil lagi, keluar delapan manusia kerdil dengan masing masing masing membawa kampak bermata dua di tangan mereka.
__ADS_1
"Ayo bergegas sepertinya ada seseorang telah memasuki tempat kutukan maha raja Daffin" teriak seorang kerdil yang berjenggot putih sedada memberi komando.