
Albara kembali seperti meriang semangat hidupnya tiba tiba hilang saat menjauh dari Aza. Kesedihan yang dia tidak tau kenapa, kesedihan yang tak bisa ditepis dari perasaannya. Perasaan yang sepenuhnya telah menguasai dirinya, perasaan yang telah mengubah pribadinya bahkan perasaan itu juga telah mengubah tingkah lakunya.
Persaan yang dia rasakan sebagai sosok kepribadian dari Mulan kekasihnya. bagaimanapun dia mencoba menyakinkan dirinya kalau Mulan baik baik saja tidak seperti yang dia rasakan. Bahkan saat perasaan itu muncul Albara berusaha mensugesti dirinya dengan membayangkan Mulan bermesraan dengan Andree Lee, "Mulan sedang berbahagia" ucap Albara dalam hatinya berulang ulang.
"Mulan sedang berbahagia, Mulan sedang bermesraan dengan Andree Lee" ucap Albara meyakinkan dirinya.
Namun yang terjadi dirinya menjadi tegang, perasaan tersebut seperti terbendung, bagaikan mata air yang dia coba halangi untuk mengalir, lalu berubah menjadi waduk siap tumpah sebagai banjir bandang. Begitupun perasan yang dia rasakan terasa menyesakkan dadanya dan siap tumpah kapan saja. Albara makin tegang, bahkan semakin dia masalahkan semakin tegang pula dirinya.
"Kak Doni sini sebentar" panggil Aza.
"Bara tunggu di rumah Doni ya, Doni antar motor dulu" kata Doni lalu menghampiri Aza.
"Kak jangan biarkan kak Bara nyetir, Aza kuatir kondisi kak Bara kurang konsen" kata Aza memperingatkan Doni, lalu menceritakan apa yang dia lihat dengan tingkah aneh Albara tadi pagi.
"Ok Terimakasih Aza telah di ingatkan" kata Doni lalu menyusul Albara.
"Kasian kak Bara orang sebaik dia harus berakhir menyedihkan" guman Aza sendirian.
****
Sekitar jam Sebelas siang Doni yang mengemudikan mobil Albara, memasuki tempat parkir puncak goa Tiraw. Di taman puncak goa Tiraw yang terletak di pinggir jalan umum terlihat sepi, memang tempat ini tidak ada penjaga, pengunjungpun biasanya hanya di sore hari untuk sekedar selfie itupun jika cauaca cerah. Para wisatawan Luar Kota tidak menjadikan tempat ini sebagai target yang di kunjungi. Dalam arti lain puncak goa Tiraw hanya di manfaatkan oleh remaja penduduk lokal untuk ngabuburit di sore hari.
Hanya ada Albara dan Doni terlihat mengunjugi goa Tiraw hari ini, mereka menuju taman goa Tiraw berjalan dengan hati hati menelusuri pinggir taman yang curam. Albara memeriksa setiap sudut tapi tidak menemukan jalan untuk turun menuju goa, setelah menelusuri pinggir jurang cukup lama akhirnya Albara menemukan celah yang bisa di lewati.
__ADS_1
"Aku akan turun melihat goa kamu tunggu di puncak ya don" pinta Albara pada Doni.
"Kamu yakin mau turun sendiri?" tanya Doni terlihat jerih.
"Ya saya akan turun" jawab Albara.
"Apa tidak sebaiknya cari jalan lain yang, menghindari jurang securam ini, mungkin kita bisa ambil jalan dari sisi lain puncak yang tidak curam lalu memutar menuju goa Tiraw" kata Doni.
Bagi doni menerjuni jurang setinggi sepuluh meter merupakan hal yang sangat sulit untuk di lakukan, tapi bagi Albara merupakan hal yang gampang kalau dia mau sekali lompat dia akan sampai di dasar jurang dengan selamat. Albara mengerti kekuatiran Doni lalu meminta Doni menunggu di puncak goa Tiraw.
"Kamu tunggu aja Albara di puncak, Doa kan Albara selamat sampai tujuan, dan yakin sama Albara kalau Albara akan kembali tepat waktu" kata Albara mulai merayap menuruni tebing curam.
"Baiklah Doni tunggu di puncak, hati hati ya" kata doni lalu menuju puncak goa Tiraw setelah Albara menghilang di antara semak yang tumbuh di sela sela tebing.
"Kenapa juga Mulan sampai ke tempat seperti ini" guman Albara keheranan.
Setiap goa yang di masuki Albara sepertinya tidak menunjukan hal hal yang aneh goa yang memiliki kedalaman tiga sampai lima meter saja. "Goanya buntu apa ada goa lain yang di masuki Mulan ya, dalam video call waktu Mulan di goa Tiraw terlihat kalau goa terlihat sangat dalam tak terlihat batas belakangnya" pikir Albara.
Saat Albara memasuki goa terakhir tiba tiba perasaan Albara sangat gembira seolah Mulan ada di dalam goa menunggu Albara, entah kenapa perasaan itu sangat kuat seolah Mulan tau kalau Albara sedang ada di depan goa.
"Aneh" guman Albara.
"Perasaan semenjak di kampus tadi Mulan seolah tau apa yang akan dia lakukan, seolah Mulan tau apa yang dia pikirkan, apa Albara memang dalam keadaan kurang baik" pukir Albara.
__ADS_1
Albara memeriksa goa yang cukup dalam dan agak gelap, Namun di dinding belakang goa terlihat jelas sama seperti empat goa sebelumnya alias buntu.
"Awww" jerit Albara kaget saat kakinya tersandung sesuatu.
"Kak Bara" jerit seseorang sangat sayup, jeritan yang tak akan terdengar di telinga orang biasa.
Albara yang telah berlatih napas suci tentu bisa mendengarnya, naluri silatnya sudah bisa mendeteksi suara yang sangat lemah sekalipun, bah kan buyi desiran sebutir pasir yang jatuh dari atap goa bisa dia dengar.
Albara mencoba bersemedi dengan menerapkan napas suci.
"Kak bara Mulan ada di dalam goa, selamatkan Mulan kak" kembali jeritan yang sangat sayup di balik dinding goa terdengar.
"Jeritan Mulan" guman Albara.
Albara memeriksa dinding dan lantai goa kalau ada semacam alat yang bisa menutup atau membuka mulut goa, setiap batu yang menonjol di goyang goyangkan berharap dinding belakang goa akan terbuka, namun hingga dua puluh menit berlalu tidak terjadi apa apa.
Di periksanya lantai goa di mana kakinya tadi tersandung sesuatu.
"Aiihhh ini tasnya Mulan, dan ini handphone nya mulan" jerit Albara saat menemukan tas dan handphone yang telah berserakan karena terbanting kesing bekakang dan baterainya sudah lepas dari handphone.
"Benar benar Mulan pernah kesini, jangan jangan Mulan masih terjebak di dalam goa" Guman Albara yang sangat yakin ada jeritan dari balik dinding goa, bahkan Albara masih mendengar jarit tangis di balik dinding goa. Jerit tangis yang jelas terdengar bagi Albara sebagai tangisan mulan kekasihnya.
Disimpannya handphone Mulan kedalam tas, lalu mencoba kembali mencari cari sesuatu berharap bisa membuka dinding belakang goa, namun usahanya tak kunjung membuahkan hasil. Dalam ksputus asaan Albara ingat cerita orang tua tua kalau kakeknya dulu pernah terperangkap dalam goa Tiraw selama sembilan bulan. Saat kakeknya Sultan Murod memasuki goa Tiraw, tiba tiba mulut goa menutup di dalam goa ada bagian yang sangat luas di aliri sungai dimana hidup spesies ikan langka yang sangat berkhasiat untuk kesehatan, selama sembilan bulan dalam goa kakek Albara bertahan hidup dengan nengkonsumsi ikan langka tersebut.
__ADS_1