Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 81


__ADS_3

Di restoran Albara Hotel beberapa orang yang sepertinya sangat mengenal wanita di depan Albara, banyak dari mereka berusaha untuk mendekat hanya sekedar untuk photo bersama. Memang sudah lumrah bagi artis cantik menghadapi hal seperti ini, makanya sekretaris pribadinya telah mengantisipasi dengan meminta bantuan waiter restoran untuk menghalangi para pegemarnya untuk tidak mengganggu sarapan tuannya.


"Bagaimana sarapannya enak kak?" tanya wanita yang memakai batik pada Albara.


"Kalau sarapannya bersama gadis cantik tentu saja enak" kata Albara gugup.


"Tapi kakak makanya seperti tidak berselera" komentarnya lagi.


"Bukan tidak selera tapi malu" jawab Albara jujur.


"Oya ... Kenalkan saya novi"


"Saya Albara" balas Albara.


"Kakak Albara kalem benar, gak di tanya gak ngomong. Sendirian di sini kak?" tanya Novi lagi.


"Gak juga .. Albara lagi nunggu teman"


Mendengar Albara sedang menunggu seseorang Novi melirik wanita di sebelahnya, mereka saling berpandangan seakan tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Cewek apa cowok temanya kak Bara?" tanya Novi lagi.


"Cewek" jawab Albara.


"Pacarnya ya kak... pasti cantik orangnya"


"Bukan pacar tapi saudara, ya cantik tapi lebih cantik temannya Novi" kata Albara melirik temannya Novi.


Tiba tiba dua orang lelaki memaksa masuk keruangan tempat mereka, lalu berdiri samping kedua wanita di depan Albara.


"Bang tolong photoin kita" sambil menyerahkan handphone yang siap untuk di jepretkan pada Albara.


Albara lalu menjepret mengambil beberapa phose mereka lalu menyerahkan handphone pada laki laki tersebut.


"Terima kasih Anita" kata laki laki tersebut sambil berlalu.

__ADS_1


"Bukankah Novi sudah bilang kalau kamu hanya akan jadi sasaran penggemar kamu bahkan mungkin sasaran netizen negeri jiran kalau photo photo mereka di upload di dunia maya, itu lantaran pakaian yang kamu kenakan" Novi mengingatkan kembali.


"Tapi ada untungnya mereka banyak yang tidak mengenal saya" balas wanita di sebelah Novi sambil melirik Albara.


Albara yang agak kikuk melihat handphonenya, ada wa dari Rolan.


"Dik bara di tunggu di ruang pertemuan khusus Albara Hotel, ada sesuatu yang sangat penting untuk di bicarakan"


"Baik bang .. Saya akan hadir tapi jangan ungkapkan identitas saya" balas Albara.


"Ok lah" balas Rolan.


Saat itu seorang pegawai hotel menghampiri wanita di depan Albara.


"Nona Anita?" tanya pegawai hotel, kembali Albara mendengar orang memanggil wanita di depannya dengan panggilan Anita.


"Ya saya" jawab wanita tersebut.


"Direktur utama Albara group menunggu nona di ruang pertemuan khusus, untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting berhubungan dengan keselamatan nona"


"Baiklah saya bersedia" jawab Anita lalu mengikuti petugas hotel.


"Anita tunggu, saya akan mengawal anda" Teriak Albara.


"Gak usah nanti temannya marah" balas Anita.


"Teman yang saya tunggu ya kamu... Anita tapi saya benar benar pangling Anita yang saya lihat semalam beda bagat sama Anita yang saya lihat sekarang"


"Wajar kak Bara jadi gak kenal, tadi sebelum kerestoran nona Anita ke salon dulu minta di mikeup terlebih dahulu" kata Novi.


*****


Diruang pertemuan khusus Albara Hotel telah hadir beberapa petinggi hotel, hadir juga di situ, Atuk Presiden geng motor Peduli Sesama dan seorang perwira polisi. Albara duduk di sebekah Anita yang di dampingi Novi sekretaris pribadinya.


Rolan mengutarakan apa permasalahan yang sedang mereka hadapi dan perlu penanganan segera.

__ADS_1


"Semua yang hadir di sini sudah sama mengetahui bahwa tadi pagi Albara Hotel, di sabotase sekelompok pengendara motor gede. Mereka memukuli dua orang security Albara Hotel dan menikam seorang polisi yang kebetulan melihat kejadian".


"Menurut pantauan terakhir polisi yang mereka tusuk tewas sebelum sampai ke rumah sakit, polisi juga sedang menyelidiki kasus ini pihak Albara Hotel juga di minta keterangan mengenai kejadian tersebut"


"Mereka mengaku sebagai geng Pendekar Kuda Besi. Kerusuhan sudah mereka lakukan semenjak tadi malam, mereka keblokir jalan yang merupakan jalan masuk menuju Albara Hotel".


Tadi pagi mereka mendatangi security Hotel mengultimatum Albara Hotel untuk menyerahkan seorang pelanggan kita. Hal yang tidak akan mungkin kami pihak Albara Hotel lakukan, Apapun permasalahan mereka dengan pelanggan Albara Hotel bukanlah urusan Albara Hotel". Rolan menyampaikan pokok permasalahan yang sedang di hadapi.


"Kami pihak Albara Hotel memutuskan tidak akan menyerahkan pelanggan kami, sekalipun dengan memenuhi tututan mereka dengan denda dua miliar untuk Satu jam keterlambatan"


"Untuk itu saya mohon pendapat dan dukungan dari yang hadir akan keputusan Albara hotel. Juga pendapat dari orang yang bersangkutan dalam masalah ini yaitu nona Anita"


Atuk angkat bicara memberi pandangan.


"Saya kira kita perlu hati hati, saya yakin ada modus lain dengan melibatkan pihak Albara Hotel, mereka itu sangat licik dan jahat, kami punya banyak pengalaman pahit dengan mereka, sebaiknya Albara hotel tidak usah terlibat dengan urusan mereka" kata Atuk.


"ya maksud saya juga demikian, kami Albara hotel akan mencoba negosiasi dengan mereka, konsekwensinya mungkin membayar upeti pada mereka" kata Rolan.


"Masalah kedua dengan pelanggan yang jadi target mereka, nona Anita kami pihak Albara Hotel menyarankan anda untuk kembali ke negara anda sesegera mungkin, kami juga telah mengundang seorang perwira polisi yaitu KOMPOL Norman. Jika nona setuju kami akan meminta bantuannya untuk pengawalan nona Anita selama di sini hingga ke bandara." usul Rolan.


"Bagaimana nona?" tanya Rolan pada Anita.


"Saya pikir Albara Hotel tidak perlu memberikan apa pun utuk geng motor Pendekar Kuda Besi karena saya, biarkan saya selesaikan sendiri, juga Albara hotel tidak perlu memberikan pengawalan pada saya" kata Anita.


"Cuma saya perlu bantuan pihak manapun untuk mengatur pertemuan dengan Presiden mereka" kata Anita.


Atuk kembali menyampaikan pendapatnya "Saat ini wakil presiden geng motor peduli sesama adalah karyawan Albara Group, ada empat puluh anggota kami berstatus karyawan Albara Group. Kami bisa membantu dengan syarat nona Anita di anggap anggota geng motor peduli sesama"


"Kita akan atur pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan antara Dua geng, tapi jika kami kalah tetap saja tututan mereka untuk menyerahkan nona Anita harus di lakukan"


"Kami juga sekarang kekurangan jago untuk di adu dalam duel, jadi sangat sulit untuk memenangkan mereka. dua tahun terakhir mereka memiliki banyak jago jago muda bahkan berasal dari luar Negri. Keahlian bela diri mereka sudah di luar logika" tutur Atuk.


"Kakau begitu biar saya menantang duel presiden mereka jika saya kalah saya bersedia mengikuti kemauan mereka, tapi jika dia kalah dia harus menyerahkan jabatannya pada saya" tantang Anita.


"Apa nona yakin dengan apa yang nona katakan?" tanya Atuk.

__ADS_1


"Yakin.. Yang bermasalah saya biar saya yang menyelesaikan" kata Anita pasti.


"Anita sudah terbiasa bergaul dengan geng motor di Malaysia, geng kami juga menjadi rival Pendekar Kuda Besi, itung itung menyelesaikan utang piutang lama" kata Anita seperti tidak punya rasa takut.


__ADS_2