Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 50


__ADS_3

Ki Jaka Baya di ikuti Andree Lee menuju ruang belakang, sebuah ruangan yang nyaris tersembunyi dari pandangan hanya orang yang tertentu saja yang tau keberadaannya, ruangan di gunakan oleh ki Jaka Baya sebagai tempat ritual khusus dalam pemujaan mahluk gaib. Ruangan yang terletak di bawah tanah dengan Akses jalan masuk hanya malui pintu rahasia di ruang praktek ki Jaka Baya. Ruangan tersebut berada tepat di samping ruang praktik perdukunan yang dijalankan oleh ki Jaka Baya sehari-hari.


Dari ruang khusus tersebut tercium pekat bau dupa dan kemenyan. Hawa saat memasuki ruangan tersebut membuat bulu kuduk bergidik, berbeda dengan saat menyambangi ruangan lainnya di rumah ki Jaka Baya.


Di ruangan yang gelap, sempit, dan terkesan menyeramkan itu, terdapat satu tempat tidur single bed, satu lemari kecil, dan barang rumah tangga lainnya. Sementara dari ruang praktik dukun yang dipisahkan oleh pintu lagi, banyak benda-benda seperti kendi, bunga, tempat membakar dupa, dan keris.


Jarang sekali ki Jaka Baya membawa kliennya kerungan ini kecuali dalam kasus yang sangat berat. Andree Lee adalah salah satu klien yang di beri kesempatan mengunjungi ruangan ini. Bulu roma Andree Lee sudah berdiri saat memasuki ruangan, dalam suasana pencahayaan yang sangat kurang terlihat remang remang menambah seramnya suasana. Ruangan yang lebih layak di sebut terowongan dengan beberapa prabotan kayu, di tengah ruangan ada meja dari kayu dengan sebuah pedupaan tempat membakar kemenyan. Sebuah almari juga dari kayu menempel seperti menyatu pada dinding di depannya.


"Tempat ini merupakan tempat aki melakukan komunikasi dengan mahluk gaib, saat menangani kasus yang sangat berat" kata ki Jaka Baya memperkenalkan tempat tersebut pada Andree Lee.


Ki Jaka Baya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan mahluk gaib, kemampuan ini diperoleh secara alami tanpa melalui proses belajar, dan menjadi kemampuan yang melekat dengan sendirinya dalam diri ki Jaka Baya.


Kemampuan meramal nasib di masa depan, kemampuan menyembuhkan penyakit, kemampuan berkomunikasi dengan makhluk astral/mahluk gaib adalah beberapa dari kemampuan alami yang di miliki ki Jaka Baya semenjak kecil, dia sendiri tidak dapat memastikan kapan permulaannya hingga ia secara tidak sadar dapat mempergunakan kemampuan tersebut pada dirinya atau pada orang lain, pada suatu waktu.


Namun meskipun dikatakan kemampuan tersebut secara murni merupakan pemberian atau bakat temuan, hal itu tidak serta merta dapat dibenarkan, karena kemampuan itu sebenarnya merupakan bakat yang diwariskan atau diturunkan dari leluhurnya. Hal ini pun dipercayai bahwa tanpa didahului oleh para pendahulu mereka di masa lalu (kakek, kakek buyut, nenek dari kakek, kakek dari kakek buyut, dst.) dengan kemampuan yang sama, tidak mungkin bagi seseorang memilikinya.


Oleh sebab itu, berdasarkan sumber keahlianya, kemampuan gaib ki Jaka Baya tidak dapat dimiliki oleh orang biasa dan hanya dimiliki oleh orang yang terpilih sekalipun orang tersebut merupakan keturunannya. Artinya sekalipun mantara dan cara ritual di ajarkan pada semua keturunannya tapi tidak semua berhasil memperoleh kemampuan tersebut.

__ADS_1


"Aiiih seram sekali suasana di sini ki" kata Andree Lee


"Ini belum seberapa kalau pas malam aki tu sering dengar ada yang nangis atau tertawa dalam ruangan ini. Samar-samar juga terlihat ada sosok orang tinggi besar berdiri, atau sosok manusia kerdil. Kadang aki takut juga sape engga bisa gerak, cuma baca doa aja biar cepat hilang sambil merem," tuturnya ki Jaka Baya.


"Enggak tau apa hanya perasaan aja atau gimana ya, rasanya ada yang sedang mengawasi Andree" tutur Andree pada ki Jaka Baya.


"Tenang aja tuan Andree, jangan terlalu tegang yakinkan saja mereka tidak akan mengganggu" kata ki Jaka Baya.


Ki Jaka Baya membawa Andree Lee duduk di kursi dekat meja yang menghadap ke almari yang menyatu dengan dinding di belakangnya. Setelah menyiapkan beberapa ramuan untuk ritual pemanggilan mahluk halus, ki Jaka Baya memberi isyarat pada Andree Lee.


"Tuan andree sudah siap?" tanya ki Jaka Baya.


"Mana photo mereka" pinta ki Jaka Baya.


Andree Lee mengeluarkan photo Albara berduaan dengan Mulan dari sakunya, lalu di serahkan pada ki Jaka Baya. Oleh ki jaka baya photo Albara dan Mulan di letakan di atas dupa tempat membakar kemenyan. Ki Jaka Baya menghadap Andree Lee lalu mengusap muka Andree Lee tiga kali sambil komat kamit baca mantra.


"Tuan Andre... rilek .... rilek .... rilek .... apapun yang tuan lihat nanti, tuan jangan takut apalagi berteriak, supaya tidak membuat marah mahluk yang aki panggil untuk di minta pertolongannya" kata ki Jaka Baya sambil mengusap muka Andree Lee tiga kali.

__ADS_1


'Baiklah ki" jawab andree Lee terlihat rilek.


Ki jaka baya mulai membakar kemenyan dan sambil komat kamit, anggota tubuhnya ikut bergerak seolah sedang memanggil seseorang, kemudian ki Jaka Baya bangkit mendekati almari di depannya membawa ramuan sesajen dan dupa membakar kemenyan yang ada photo Albara dan Mulan di dalamnya. Almari di buka terlihat di dalamnya seperti ruangan tepatnya gua sedalam satu meter persegi. Sesajen dan dupa kemenyan di letakkan di dalamnya kemudian pintu almari di tutup kembali.


Ki Jaka Baya kembali kesamping Andree Lee mulutnya terus komat kamit membaca mantra. Tidak berapa lama kemudian terdengar bunyi krasak krusuk di dalam Almari, sesekali terdengar tawa nyaring yang menegakkan bulu roma. Tiba tiba pintu almari terbuka pelan pelan tanpa menbulkan bunyi, tapi terlihat jelas oleh mereka. Dari dalam almari keluar sosok perempuan dengan tubuh kecil mungil sebesar anak anak kelas 3 arau 4 sekolah dasar, tapi wajahnya terlihat seperti wajah perempuan dewasa, rambutnya terurai hingga ke bawah pinggulnya.


Wanita itu terus berjalan hingga berdiri di depan ki Jaka Baya, terlihat sangat jelas oleh Andree Lee kalau kakinya memiliki kelainan di mana terlihat jari kakinya tumbuh di tumit, sementara ujung kakinya yang biasanya tempat jari jari kaki terlihat membulat menyerupai tumit. "inikah mahluk yang di sebut orang dengan tiraw atau manusia kate kaki terbalik?" timbul semacam pertanyaan atau praduga di otak Andree Lee.


Ketakutan Andree Lee mereda saat mahluk di depannya berbicara pada ki Jaka Baya sebagaimana manusia umumnya.


"Apa ki Jaka Baya baya sudah menemukan pengantin laki lakinya?" tanya mahluk di depan mereka.


"Coba perhatikan photonya apa nini berkenan?" tanya ki Jaka Baya menunjukkan photo di tangan mahluk itu.


Mahluk yang dipanggil Nini oleh ki Jaka Baya melipat photo di tangannya sehingga satu sisi menjadi photo Albara dan sisi yang lain photo Mulan. Nini memperhatikan photo sambil membolak balikkannya.


"Yang perempuan sangat cocok tapi yang laki laki sangat berbahaya, di cincinnya ada kekuatan yang sangat besar" kata mahluk yang di panggil Nini.

__ADS_1


Nini mendekati Andree Lee hingga tubuhnya hampir bersentuhan, Andree Lee mencium bau yang kurang sedap dari tubuh Nini, tapi dia tidak berani melakukan reksi tutup hidung.


"Ini tuan muda Andree Lee bermaksud mengambil yang perempuan, dan yang laki laki silahkan Nini bereskan" kata ki Jaka Baya.


__ADS_2