Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 133


__ADS_3

Pak Bukhari mengambil sebongkah batu sebesar betis orang dewasa lalu di lemparkan ke sebelah pohon tumbang yang menghalangi jalan tepat di mana jejak harimau terlihat baru saja melewati pohon.


"Auuuummm" terdengar suara auman di balik pohon.


"Astagfirullah.. Aummannya terdengar sangat jelas" seorang anggota polisi setengah berteriak sambil melangkah mundur, sambil mengarahkan senjatanya siap menembak.


"Hati hati jangan ceroboh" kembali pak Bukhari mengingatkan.


"Dor door" terlambat polisi sudah menembak kearah di mana suara auman terdengar.


"Aummm" sosok harimau sangat besar melompat berdiri di atas pohon besar yang tumbang menatap polisi yang baru saja melepaskan tembakan.


Semua tim menjadi heboh semua berpencaran mencari tempat berlindung, sebagian mencoba memanjat pohon terdekat, dengan kaki gemetaran lalu merosot kembali, mencoba memanjat lagi lalu merosot lagi begitulah berulang ulang hingga mereka pasrah diam di tempat.


"Pak Bukhari lakukan sesuatu" teriak polisi yang tadi menembak, tubuhnya gemetar hebat pistonya terjatuh lalu jatuh berlutut, saat harimau besar menatapnya tak berkedip.


Pak Bukhari duduk bersila membakar kemenyan, mulutnya komat komit membaca mantra. detik berikutnya dari arah belakang mereka terdengar sesuatu menderu dengan sangat cepat mendekati tempat di mana tim sedang tertunduk gemetaran.


"Suuuut, syuuut" suara desauan dedaunan terdengar di lewati sesuatu yang bergerak sangat cepat.


Tak lama kemudian terlihat seekor harimau lainnya yang tak kalah besarnya datang dari belakang mereka, semua orang seperti terpukau oleh rasa takut luar biasa, kaki kaki mereka gemetar hebat tak sanggup lagi menahan tubuhnya, semua terjatuh dalam kondisi berlutut.


Harimau lewat melompati mereka langsung menerkam harimau yang sedang menatap salah satu polisi yang tadi menbakkan pistolnya.


Kejadian ini sangat mengejutkan yang datang tiba tiba, membuat suasana menjadi makin mencekam. Semua orang diam seribu bahasa hanya terdengar erangan dari dua ekor harimau yang saling terkam, saling cakar, saling gigit dan saling banting di balik pohon besar yang menghalangi pandangan mereka.


Sesekali mereka melihat dua harimau melambung di udara, lalu terlihat bulu bulu yang beterbangan seperti kapas di tiup angin. Suara erangan kedua harimau bergema terdengar di seluruh lembah. seluruh binatang membisu diam menilih bersembunyi menunggu pertarungan kedua harimau itu berakhir.


Hingga satu jam perkelahian dua ekor harimau yang sangat menegangkan terjadi sangat dekat dengan tim penyelamat hanya di batasi sebuah pohon besar. Makin lama pertarungan kedua harimau semakin menjauh, erangannya makin sayup dan akhirnya menghilang.


"Ssssshhhhh" terdengar semua orang menarik napas lega, seolah paru paru dan jantung mereka baru saja mulai bekerja.

__ADS_1


"Ayo kita periksa" pak Bukhari berdiri.


Namun tak satu pun dari mereka yang bergerak dari tempatnya.


"Ayo kita periksa saya yakin harimau tadi menyembunyikan msngsanya di sini" ulang pak Bukhari sekali lagi saat melihat semua anggota tim masih diam mematung.


Barulah semua orang sadar dan ikut berdiri dengan rasa takut masih menghantui mereka, tapi mereka tetap berjalan mengikuti pak Bukhari mendekati pohon besar yang menghalangi jalan. Pak Bukhari memeriksa bagian kiri dan kanan setelah cukup jauh menusuri pohon besar tiba tiba pak Bukhari berteriak hingga terlompat.


"Aiiiih sadisnya" teriak pak Bukhari yang hampir saja menginjak mayat polisi yang tadi di terkam harimau.


Di balik semak semak terlihat mayat pak polisi dengan seragam sudah compang camping di cakakar harimau, di lehernya terlihat luka menganga hingga kepala hampir terlepas dari badannya.


Seluruh anggota tim mendekat dan begindik ngeri menyaksikan mayat pak polisi yang tergeletak nyaris tak bisa di kenali.


"Ayo masukkan kantong mayat" kata ketua tim memberi komando.


Saat hari mulai gelap barulah mayat selesai di masukkan ke kantong mayat, semua tim mulai bersiap untuk kembali dengan membawa mayat yang baru saja mereka temukan.


"Pak Bukhari, saya merasa kita berada di dunia yang berbeda, tidak seperti keadaan kita waktu pergi tadi, apa kita salah jalan?" tanya Doni.


Pak Bukhari menarik nafas berat wajahnya terlihat tegang membuat dia terlihat makin tua di Banding umur sebenarnya.


"Iya bapak juga merasa demikian, sepertinya hutan ini memang memiliki banyak misteri yang tersimpan" kata pak Bukhari.


Ketua tim yang menyimak percakapan pak Buhkari ikut nimbrung.


"Kita sepertinya sudah mengikuti jalan yang salah, tadi kita selalu lewat di hutan lebat, tidak pernah melewati perbukitan bebatuan seperti ini" uharnya.


Seorang polisi yang berjalan di depan tiba tiba menghentikan langkahnya


"Berhenti di sini dulu" terdengar komando dari salah seorang anggota kepolisian, setelah melihat tempat yang sangat datar, tempat yang di penuhi batu batu pipih yang cukup lebar, tersusun rapi seolah di lakukan oleh orang orang memiliki ilmu arsitek tinggi.

__ADS_1


Semua berhenti memilih tempat duduk sendiri sendiri. Lama sekali mereka berhenti di situ seperti sepakat untuk tidak lagi beranjak dari tempat duduk mereka, rasa letih yang mereka alami setelah perjalanan hampir seharian membuat mereka makin malas untuk bergerak.


Tiba tiba seperti suara desau angin yang lewat di sekitar mereka, kadang terdengar di depan, kadang terdengar di belakang, terkadang terdengar di kiri, terkadang terdengar di kanan. Desauan yang di dengar oleh semua orang, mereka saling pandang satu sama lain kembali mereka di hantui rasa takut yang luar.


Beberapa orang menyalakan senter mereka, senter senter mereka menyorot sekeliking mereka tapi cahaya senter juga terhalang oleh kabut putih, sementara desauan masih tetap saja terdengar sangat dekat dari mereka.


"Sepertinya tempat ini berpenghuni" ucap ketua tim dengan senter terus menyala.


"Ooiiiii Oiiiii Oiiii" terdengar seperti ada suara orang memanggil, agak sayup dari depan mereka.


"Oiii Oiiii Oiiii" balas salah seorang anggota kepolisian.


"Oiiiii Oiiii Ooooiiiii" kembali terdengar suara seakan menyahuti.


"Kalian tunggu di sini dulu kami anggota kepolisian akan memeriksa di depan, sepertinya ada orang, yang bisa di minta bantuan" Komandan memerintahkan seluruh anggotanya untuk mengikuti nya dengan pistol siap di tembakkan.


"Apa yang haus kita lalukan pak Bukhari" kata Doni setelah semua anggota kepolisian pergi.


"Kalau menurut bapak kita bermalam dulu di sini, hingga besok pagi barulah berusaha mencari jalan dan arah yang benar" kata pak Bukhari.


Suara desauan kembali terdengar makin dekat, tapi tak terlihat satupun mahluk yang muncul.


"Batrai senter sudah mulai memudar sebaiknya kita susul pak polisi di depan" kata ketua tim penyelamat.


"Jangan dulu" kata pak Bukhari mencoba mencegah.


Namun semua tim penyelamat seperti tak menghiraukan ucapan pak Bukhari, seperti di komando serentak meninggalkan pak Bukhari, Doni dan Manto yang masih duduk.


"Nak Doni, nak Manto.. ayo kita susul mereka kata pak Bukhari.


Doni, Manto dan pak Bukhari setengah berlari segera menyusul tim penyelamat yang baru saja menghilang di balik kabut hanya cahaya senter mereka samar samar terlihat. Anehnya hingga sepuluh menit mereka berlarian hingga sinar senter juga menghilang di depan mereka, namun tim penyelamat tak juga bisa mereka susul.

__ADS_1


__ADS_2