Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 64


__ADS_3

Sopir yang ketakutan segera tancap gas meninggalkan tubuh Khoiril yang berlumuran darah. Albara yang masih kaget melihat keberadaan prof Husen di sampingnya, seperti terpukau diam dengan mata melotot dan mulut ternganga, bagaimana mungkin tadi dia tidak melihat keberadaan prof Husen di mobil bahkan anggota sindikat menggeledah mobil juga menemukan mobil Kosong tanpa penumpang.


Saat mobil mulai bergerak meninggalkan lokasi kejadian, Albara sempat menoleh keluar memperhatikan tubuh Khoiril yang kaku bersimbah darah, kembali pemandangan aneh dia lihat, di mana laki laki bercadar mendekati tubuh Khoiril, lalu dari tangannya keluar sinar putih menyilaukan di barengi suara petir menggelegar. Sinar putih melesat dengan cepat menghantam tubuh Khoiril, dalam sekejap tubuh Khoiril terbakar membara, hanya dalam waktu sekejap tubuh Khoiril yang terbakar cuma menyisakan abu.


"Ajian petir menggelegar!" kembali Albara berguman.


Semua penumpang mobil terlihat shock berat, gemetar ketakutan semua pucat diam seperti takut melakukan gerakan, hingga sampai di bandara mereka diam membisu. Melihat prof Husen dan ajudannya shock berat, Albara memutuskan untuk menyertai prof Husen hingga ke Jakarta. Kebetangkatan pesawat yang mereka tumpangi di jadwalkan jam 11 siang, jadi masih ada waktu lebih dari satu jam menjelang keberangkatan.


Mereka duduk di ruang tunggu bandara Albara duduk di samping prof Husen yang duduk di tengah diapit oleh ajudanya. Setelah melihat prof Husen agak tenang, Albara mengajukan sebuah pertanyaan.


"Prof Husen. apakah saat mobil kita di geledah para penjahat anda dan ajudan anda meninggalkan mobil?" tanya Albara.


"Oh tidak.... tidak... kami tidak keluar mobil hanya duduk di tempat dengan pasrah, menanti tindakan para penjahat terhadap kami. Tapi saya heran orang yang menggeledah mobil seperti tidak melihat kami" kata prof Husen.


"Hmm saya juga... saat keluar mobil saya tidak melihat prof Husen, tapi saat kembali kemobil tiba tiba prof husen sudah ada di sebelah saya. Tentu prof Husen punya kesaktian menghilang, itu sungguh luar biasa!" kata Albara.


Prof Husen menatap Albara seperti tak yakin lalu bertanya untuk memastikan "Betulkah yang Albara katakan?"


"Itu benar benar saya saksikan prof, kalau boleh tau kesakitan apa yang prof punya, apa sejenis mantra sakti yang di baca, atau ada amalan khusus yang profesor Husen amalkan?" tanya Albara.


"Saya tidak punya kesakitan juga tidak punya mantra tapi kalau amalan sebagai seorang muslim yang khusus dan rutin itu pasti ada" jawab prof husen.


"Saya hanya berusaha berzikir mengingat tuhan setiap saat, bahkan saat kita bicara hati saya tetap berpikir mengingat tuhan, juga saya tetap meyakinkan diri kalau Allah akan melindungi saya, saya tidak pernah putus asa berharap pertolongan dan perlindungannya. Apapun kondisinya saya tetap yakin akan pertolongan Allah, sekalipun pertolongannya tidak sejalan dengan logika saya" lanjut prof Husen menjelaskan amalan yang dia pakai.


Seorang lelaki berumur kira kira 50 tahun yang duduk di sebelah Albara, dengan serius mendengarkan obrolan Albara dan prof Husen. Lelaki di sebelah Albara sangat penasaran dengan apa yang Albara bicarakan dengan prof Husen. Dia seperti ingin menanyakan sesuatu tetapi tidak sempat, karena saat itu panggilan keberangkatan pesawat mereka sudah terdengar menggema di ruang tunggu.

__ADS_1


****


Di pesawat prof Husen duduk di dekat sayap pesawat sebelah kiri, sedangkan Albara yang baru saja pesan tiket harus terpisah jauh di belakang. Albara tidak begitu peduli dengan tempat duduknya selagi dia bisa mengawasi keberadaan prof Husen. Disebelah Albara duduk seorang wanita muda kira kira seumuran Albara, orangnya cukup ramah dan enak di ajak ngobrol.


Tiba tiba laki laki yang tadi duduk mendengarkan obrolan Albara dan prof Husen berdiri mendekati mereka lalu bertanya pada wanita di samping Albara.


"Apakah kalian suami istri?" tanyanya.


"Tidak kami baru saja kenal" jawab wanita di samping Albara.


"Kau pasti menyukai pemuda kampung ini kan?" tanya laki kaki itu lagi.


"Tidak juga, saya sudah punya suami pak tua" kata wanita disebelah Albara mulai ketus.


"Ha ha ha, jangan marah saya hanya ingin berbisnis dengan anda, saya perlu bicara dengan pemuda kampung ini, saya akan ganti harga tiket anda jika anda bersedia bertukar tempat dengan saya" kata lelaki tua tersebut.


"Area sayap pesawat diyakini akan sedikit terpengaruh oleh turbulensi. Jadi, posisi tempat duduk di pesawat pada bagian sayap ini cocok untuk Anda. Bagian sayap pesawat akan mendekatkan Anda ke pusat massa pesawat dari kekuatan daya angkat torsi, angin, gravitasi, daya seret dan daya dorong adalah tempat terbaik untuk perjalanan yang mulus" kata pak tua itu lagi.


"Ok kita berbisnis, tapi saya minta bayar di muka" kata wanita di sebelah Albara.


Lelaki tua tersebut tanpa ragu mengeluarkan uang dan membayar ganti rugi tiket pesawat wanita di samping Albara.


"Ha ha maaf anak muda mengganggu hal yang tentu menyenangkan perjalanan anda, siapa nama mu?" tanya pak tua itu setelah duduk di samping Albara.


Albara memang sudah sangat toleran dengan berbagai perlakuan orang yang kurang baik pada dirinya. Begitupun dengan sikap pak tua ini sekalipun dia sedikit tersinggung tapi tidaklah dia ambil hati, tetap saja Albara berlaku baik padanya.

__ADS_1


"Saya Albara, Bapak ini siapa? apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Albara.


"Ya kenalkan nama bapak prof Lee su wan, saya penulis buku dasar dasar ilmu batin. Saat ini saya sedang menulis tentang ilmu ilmu kebatinan terapan. Saya sudah lima tahun di tinggal di Sumatra sengaja membeli kebon sawit sambil mencari beberapa hal yang berhubungan dengan buku yang akan saya tulis" kata prof Lee Su Wan.


"Nak Bara, ceritakan kembali apa yang kalian alami dengan prof Husen tadi, saya sangat ingin mendengarkannya untuk bahan tulisan saya" kata prof Lee Su Wan.


Albarapun bercerita sangat detil apa yang di alaminya bersama prof Husen tadi, prof Lee Su Wan bercerita tentang sangat tertarik saat mendengarkan Albara saat menceritakan bagaimana prof Husen seperti menghilang dari pandangannya dan tak terlihat oleh penjahat yang memeriksa mobil mereka. dan terlihat kembali saat Albara memasuki mobil mereka.


"Cik cik cik." prof Lee Su Wan berdecak kagum.


"Bagaimana pendapat prof Lee Su Wan, di lihat dari ilmu kebatinan" tanya Albara.


"Ini namanya karomah atau di kenal dengan anugerah ilahi/dewata (persembahan)" prof Lee Su Wan mengomentari cerita Albara.


"Dari penelusuran sejarah yang saya lakukan, terdapat banyak cara yang ditempuh seorang untuk memperoleh kekuatan magis"


"Dalam kisah Ken Angrok kita mendapati kekuatan magis itu sebagai anugerah dewata. Bisa juga seperti Suradi Bledeg yang rajin bersemedi atau si Pitung dan Bang Pi’i yang mendalaminya di pesantren". kata prof Lee Su Wan


"Di Jawa, secara general cara-cara seorang jago memperoleh kesaktian disebut sebagai “laku". seperti puasa selama waktu tertentu atau bersemedi adalah cara yang umum dilakukan".


"Tapi kekuatan magis sekuat apapun punya batasan dan seorang jago harus tahu cara-cara mengatasinya. makanya seorang jagoan harus mengetahui kelemahan-kelemahan ilmunya. Ilmu tersebut dapat hilang kesaktiannya apabila seseorang jagoan terkena sabetan benda tertentu, seperti daun pepaya, daun kelapa yang kering (blarak) atau daun kelor," .


"Cara lain yang bisa ditempuh seorang jagoan untuk memperoleh kesaktian adalah mendatangi seorang dukun. Dalam sejarah sering di temukan Seorang jago yang merangkap sebagai dukun. Jika seseorang menjadi dukun, ia nantinya bisa membimbing para jago untuk memperoleh kesaktian".


“Adalah hal yang umum, misalnya, seorang jago dan pengikutnya mengunjungi Gunung Jatibening di Banten untuk melakukan ritual demi memperoleh kekebalan. Si pemohon berendam dalam air suci, lalu dibakarlah kemenyan dan dibacakan ayat-ayat Qur’an. Ritual ini dianggap berhasil jika dukun yang memimpin ritual gagal mencincang si pemohon dengan pedang tajam,".

__ADS_1


"Tapi urusan jago pergi ke dukun sebenarnya tak terbatas pada soal-soal sihir. Mantra pemikat dan penguat gairah seksual adalah hal lain yang biasa diminta seorang jago dari dukun. Melalui dukun pula seorang jago bisa meminta kekuatan gaib untuk menghancurkan saingannya".


“Dengan perhitungan yang rumit, seorang jagoan tidak hanya dapat memperkirakan apakah aksinya akan berhasil, namun ia juga tahu kapan dirinya harus berangkat dan dari arah mana ia harus mendatangi sasarannya,".


__ADS_2