
...Terimakasih telah mampir jangan lupa like dan komen...
Dalam keadaan sangat genting Mulan benar benar merasa tertekan, melihat ibunya yang masih di bawah ancaman Putri Mulani dan ayahnya juga sudah terancam oleh belati di tangan Bram jadi jadian. Bergerak sedikit saja maka nyawa ibu Susanti dan pak Sekda jadi taruhannya.
Mulan memandang putri Mulani mencoba melakukan negosiasi untuk membebaskan ayah dan ibunya.
"Putri Mulani ... kami tidak punya permusuhan dengan kalian, apa sih sebenarnya yang kalian mau, katakan saja tapi lepaskan ibu dab ayah Mulan" ucap Mulan.
Putri Mulani terkekeh melihat perubahan sikap Mulan.
"Hik hik hik hik, Saudari Mulan kami butuh tempat untuk menguasai Dunia. Kami harus hidup sebagai manusia untuk mencapai keinginan kami. Kami harus menggantikan diri kalian di dunia, untuk itu kalian harus kami singkirkan" Kata putri Mulani kegirangan.
Mulan tak habis pikir dengan keinginan putri Mulani untuk hidup sebagai manusia tetapi kenapa harus menyingkirkan keluarganya.
"Putri Mulani kami tidak pernah melarang kalian hidup di dunia kami, kalian boleh memiliki tanah pertanian atau membuka usaha, tanpa harus menggangu manusia lainnya, kan?" kembali Mulan meminta penjelasan putri Mulani.
Putri Mulani kembali terkekeh.
"Hik hik hik"
"Mulan... kami tak menginginkan ada dua Mulan, juga tak ingin ada dua sekda dan juga tak ingin ada dua wakil gubernur dan dua gubernur hidup di wilayah yang sama dan waktu yang sama, makanya kami tak akan membiarkan kalian hidup dengan tubuh kalian sekarang, termasuk ke dua ajudan pak sekda dan ibu susanti yang terlanjur melihat keberadaan kami" ucap putri Mulani.
Lalu putri Mulani beralih menghadap ratu Ledisya.
__ADS_1
"Bunda ratu borgol dia" pinta putri Mulani pada ratu Ledisya.
Ratu Ledisya yang masih sempoyongan di bantu dua orang Tiraw segera mengepung Mulan, sekalipun Mulan tak bergerak namun mereka masih ragu untuk mendekat.
"Gunakan bola bola ajaib" perintah ratu Ledisya.
Seketika ratu Ledisya dan kedua pembantunya telah menegang seutas tali yang kedua ujung ujungnya tergantung dua bola sebesar telor ayam. Ketiganya memutar mutar bandul yang terikat tali semakin lama semakin kencang, di barengi gerakan memutar mengelilingi Mulan. Mulan meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan serangan mendadak dari ratu Ledisya dan dua orang pembantunya.
"Hmmmmm" Mulan menggeser kakinya ikut melangkah sambil tetap memperhatikan putri Mulani. Namun sejauh ini mulan tak melihat celah menyerang putri Mulani yang masih dalam posisi mengancam ibu Susanti.
"Wer Wer Wer" bandul bola di tangan ratu Ledisya dan kedua pembantunya berputar semakin kencang di iringi gerakan mereka yang makin cepat, sehingga mereka hanya terlihat sebagai sebuah bayangan mengurang Mulan.
"Hiaaat...." tiba tiba ratu Ledisya memekik nyaring, suaranya memenuhi ruangan memwkakkan telinga. Lalu tubuhnya bergerak bagai bayangan hitam ke arah Mulan. Hanya selisih satu atau dua detik pembantu ratu Ledisya ikut menerjang ke arah Mulan.
Mulan bukan lagi Mulan yang lemah tapi Mulan yang telah mewarisi ilmu kesaktian Ratu Mas, tokoh legendaris di benua Hindia ribuan tahun silam. berkat bimbingan Albara dan latihan tenaga dalam di bawah air terjun di goa Tiraw, membuat Mulan memiliki kesakitan yang sukar di cari tandingannya. Tenaga dalam dan ilmu peringan tubuhnya terlihat ada di atas ratu Ledisya.
"Bawa mereka ke goa" perintah putri Mulani pada andree lee dan ki Jaka Baya menunjukkan kedua ajudan pak Sekda dan ajudan ibu Susanti.
Andree Lee dan ki Jaka Baya menyeret ajudan Sekda dan ajudan ibu Susanti ke balik almari yang menempel di dinding, saat pintu Almari terbuka terlihat sebuah terowongan gelap yang tak terlihat ujungnya. Mulan merinding melihat terowongan di belakang Almari teringat dia saat memasuki goa Tiraw, yang menyebabkan dirinya harus tinggal dalam goa hingga beberapa bulan.
Bulu kuduk Mulan merinding saat membayangkan kejadian yang dialaminya bakal menimpa ajudan pak sekda dan ajudan ibu Susanti.
"Andree Lee... ki Jaka Baya lepaskan mereka, aku bersumpah akan membunuh kalian jika terjadi hal buruk pada mereka" teriak Mulan emosi.
__ADS_1
Andree Lee dan ki Jaka Baya tak menghiraukan terus menyeret ajudan pak sekda dan ajudan ibu Susanti lalu menghilang di kegelapan terowongan.
"Bawa juga pak Sekda dan wagub Susanti" ucap putri Mulani menyerahkan ibu Susanti yang telah tertotok pada salah satu pembantu ratu Ledisya.
Saat pak Sekda dan ibu Susanti di seret ke dalam terowongan, seperti di komando putri Mulani, ratu Ledisya dan salah satu pembantu nya yang tersisa menyerang Mulan dengan serangan yang sangat ganas.
"Bagus .. ayo kita main main sebentar" ucap putri Mulani di tangannya juga sudah memegang bandul bola seperti ratu Ledisya
Kembali Mulan harus melayani serangan tiga ekor Tiraw yang ilmu kesaktian tidak bisa di remehkan. Dengan lincah Mulan bergerak cepat menghindari serangan ganas yang si sertai tenaga dalam penuh.
"Hik hik hik... kau bisa menghindar dari serangan kami, tapi tak mampu menghindari racun pelumpuh sayaraf" putri Mulani menghujani mulan dengan pukulan beracun, dari tangan nya seperti berhembus angin berbau menyengat.
"Kalian benar benar keji" ucap Mulan saat merasakan angin serangan putri Mulani yang mengandung racun ganas.
"huuuuuh" Mulan mengeluh saat angin serangan putri Mulani terhirup membuat kepalanya pusing.
Kalau melawan mereka di lapangan terbuka, sekalipun putri Mulani mengunakan racun yang sangat keji, sekalipun Mulan tidak bisa menang dengan mudah tapi dia pasti bisa menjaga diri jauh lebih baik di banding bertempur dalam ruangan yang terbatas dan pengap.
Perhitungan putri Mulani ternyata memeset sampai waktu yang dia perkirakan menjatuhkan Mulan sudah lama berlalu namun mulan masih berdiri seperti tidak terpengaruh hawa beracun yang dia lepaskan.
"Huh menyesal aku tak menghabisi Mulan di goa Tiraw tempo hari, tak disangka dia malah memperoleh kesaktian luar biasa di sana" gerutu pitri Mulani membatin.
Sekalipun Mulan menerapkan teknik napas suci tetap saja dia merasa pusing setelah menghirup udara beracun dari tangan putri Mulani. Merasa semakin sulit mengontrol kesadarannya Mulan menjadi nekat bertarung hidup atau mati melawan putri Mulani dan ratu Ledisya.
__ADS_1
"Aku akan nengadu nyawa dengan kalian" ucap Mulan, lalu tiba tiba tubuhnya bergerak cepat sekali melakukan serangan dengan langkah ajaib yang di pelajarinya di goa Tiraw, saking cepatnya serangan Mulan membuat putri Mulani dan ratu Ledisya terdesak hebat.
Langkah ajaib yang di pelajari Mulan benar bebar hebat tidak saja membuat Mulan dengan mudah menghindari serangan riga pengeroyoknya, bahkan tiga pengeroyoknya di buat bingung. seringkali serangan mereka meleset mengarah teman mereka sendiri.