
Seorang laki laki mengunakan jaket kulit duduk persis di depan Gubernur Sulaiman, dia merupakan pemimpin dari orang orang yang baru saja datang membawa kerangkeng perangkap harimau yang dipasang tim BKSDA di pinggir desa Koto Rawang
"Siapa kalian, apa hubungan kalian dengan putri Mulani dan apa maksud kalian?" tanya Gubernur Sulaiman antara marah dan ketakutan.
"Kami adalah warga Cindaku, tidak ada hubungan dengan putri Mulani, saat ini salah satu warga kami tertangkap oleh warga pak Gubernur, saya mengharap tanggung jawab Gubernur untuk urusan ini" katanya.
Tentu saja Gubernur Sulaiman merasa bingung dengan warga yang di maksud mereka, tapi mendengar disebut nya warga Cindaku mengertilah Gubernur Sulaiman kalau yang sedang bicara dengannya adalah harimau jadi jadian.
Lagian tadinya Andree Lee mengatakan kalau yang akan bicara dengan nya adalah putri Mulani dan ratu Ledisya. Tadinya Gubernur Sulaiman menyangka kalau mereka adalah pengawal putri Mulani, tapi ternyata mereka memiliki kepentingan sendiri.
"Apakah maksud kalian wanita yang ada di perangkap tim BKSDA?" tanya Gubernur Sulaiman.
"Benar .. dia adalah ratu kami dalam pepatah adat kami Nyawa di bayar nyawa, artinya jika pemimpin kami kalian tangkap maka Pemimpin kalian juga akan kami tangkap" Ucap lelaki di depan Gubernur Sulaiman.
"Warga Cindaku mengelari saya Macan Terbang yang di beri tugas oleh Kaisar kami, membawa Gubernur menghadap Kaisar kami" ucap Macan Terbang.
Gubernur Sulaiman sudah gemetaran karena jerih nelihat pandangan macan terbang, tentu saja bersedia melepaskan isi Perangkap tim BKSDA tanpa syarat.
"Baiklah... kalian bisa tunggu di sini saya akan perintahkan tim BKSDA melepaskan isi perangkap mereka" ucap Gubernur Sulaiman.
"Cihhhh" Macam terbang justru meludah.
"Pemimpin manusia memang tak pernah bertanggung jawab dengan ulah mereka, mereka hanya bisa menjawab tapi tidak bisa menanggung" ucapnya.
"Sesuai tuntutan hukum karena pemimpin kami kalian tangkap maka Gubernur sebagai pemimpin kalian juga akan kami tangkap dan kami kurung, jika pemimpin kami di kurung selama satu hari, Gubernur juga akan kami kurung selama satu hari" ucap Macan Terbang.
__ADS_1
"Mana bisa begitu harus ada pengadilan yang memutuskan hukuman untuk seseorang" ucap Gubernur Sulaiman.
Macam Terbang terkekeh mendengar ucapan Gubernur Sulaiman yang terasa lucu baginya.
"Dasar manusia pintarnya membantah, membatah dan membantah, sudah dari nenek moyang kita dulu membuat kesepakatan, sekarang kalian mau mungkir" ucap Macan Terbang sudah terlihat emosi.
"Apa kalian mengurang pemimpin kami setelah melalui proses pengadilan?" tanya macan terbang.
"Ayo bantahan apa lagi yang akan kau katakan" ucap Macan Terbang mengancam.
Gubernur Sulaiman diam tak mampu bicara tubuhnya sudah gemetaran melihat taring dan cakar dari Macan terbang sudah tumbuh seolah siap merobek tubuh Gubernur Sulaiman.
"Kami tidak menerima bantahan kami kesini bukan untuk berbantah, tapi kami kesini untuk menuntut balas, bagaimana kalian memperlakukan kami maka begitu juga kami akan memperlakukan kalian" ucap Macan Terbang.
Mulan datang kesini setelah menbuntuti putri Mulani dan ratu Ledisya musuh besarnya. Mulan sudah tak menginginkan hidup setelah menyadari apa yang terjadi pada wajah nya. Tujuannya hanya satu membunuh putri Mulani yang telah merampas hidupnya.
Mulan bersembunyi di luar pondok menunggu kesempatan untuk mencegat putri Mulani dan ratu Ledisya yang juga ada di dalam pondok. Mulan mencoba mendengarkan setiap pembicaraan yang terjadi di dalam pondok. Sayup sayup Mulan mendengar seseorang memerintahkan menangkap Gubernur Sulaiman.
"Ayo tunggu apa lagi tangkap dan masukkan Gubernur Sulaiman ke dalam kurungan" perintah Macan Terbang.
"Tunggu" tiba tiba ratu Ledisya sudah melesat menghalangi anak buah Macan Terbang yang berusaha menangkap Gubernur Sulaiman.
Lalu dengan belati terhunus mencoba nenusuk bagian tubuh Gubernur Sulaiman. Macan terbang seperti mengerti apa yang akan di lakukan Ratu Ledisya, seketika Macan Terbang melompat berdiri di depan Gubernur Sulaiman mencegah serangan ratu Ledisya.
"Trak trak trak" belati di tangan ratu Ledisya tertahan cakar cakar tajam Macan Terbang
__ADS_1
"Ratu Ledisya jangan mencampuri urusan kami, Kami sudah tau apa yang kalian lakukan pada bangsa manusia, kami sudah tau apa yang kalian lakukan pada keluarga sekda Kota Tapus, walau bagaimapun hubungan kami dengan bangsa manusia lebih dekat, saya tak akan memberikan setetespun darah Gubernur Sulaiman pada kalian, kalau kalian memaksa maka kalian bangsa Tiraw akan berhadapan dengan bangsa kami" ucap macan terbang.
Di alam bebas bangsa Tiraw dan bangsa harimau jadi jadian tidaklah memiliki hubungan yang baik, menyadari hal ini tentu saja Ratu Ledisya harus menggunakan cara diplomasi untuk mengambil Gubernur Sulaiman dari tangan manusia harimau.
"Saya akui .. Kami juga memerlukan Gubernur Sulaiman, saya dengar kalian juga membutuhkan isi dari lembah timbun tulang, kami memiliki kunci untuk menuju kesana dengan aman" ucap ratu Ledisya.
Macan terbang tersenyum sinis menanggapi tawaran ratu Ledisya.
"Apa maksud mu, apa kami harus melepaskan Gubernur Sulaiman lalu kami akan mewarisi kunci memasuki wilayah timbun tulang?" tanya Macan Terbang.
Selama ini memamg Harimau jadi jadian berusaha menguasai lembah timbun tulang, namun sejauh ini memang tidak ada mahlukpun yang mampu menguasai apa yang ada di wilayah timbun tulang. Kabarnya orang yang bisa menguasai lembah tambun tulang akan memiliki power untuk menguasai dunia atau menghancurkan dunia.
"Ratu Ledisya... jangan membual kami juga tau berapa banyak Tiraw yang telah menjadi tulang belulang di bawah tanah dalam berusaha menggali terowongan di sekitar lembah tambun tulang" ucap macan terbang.
"Pangeran Khuludan" ratu Ledisya menyebut nama asli Macan Terbang.
"Kali ini kami tidak berbohong, karna kami baru saja menerimanya dari bangsa Jarjud" ucap ratu Ledisya.
Pangeran Khuludan berpikir sejenak mempertimbangkan permintaan ratu Ledisya.
"Untuk saat ini kami akan membalas perlakuan manusia terhadap ratu kami, jika ratu Ledisya butuh Gubernur Sulaiman datanglah ke bukit goa harimau dengan membawa ratu kami dalam keadaan hidup sekalian bawa kunci lembah timbun tulang" ucap pangeran Khuludan si Macan Terbang.
Pangeran Khuludan menggerakkan tangannya kearah Gubernur Sulaiman, seketika tubuh Gubernur Sulaiman menjadi lemas, lalu kedua pembantunya memasukan Gubernur Sulaiman ke dalam kerangkeng.
"Beginilah manusia memperlakukan ratu kami" ucap Macan Terbang mengiringi pembantunya membawa kerangkeng yang berisi Gubernur Sulaiman.
__ADS_1