Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 172


__ADS_3

Mendadak terdengar geraman dari banyak manusia harimau yang terdekat dengan Albara dan Devina, salah satu dari mereka memberi komando menunjuk ke arah Velon Romir, sekelompok dari mereka yang mendapat komando serentak menyerbu ke arah Velon Romir. Lalu komando di tujukan pada Albara dan devina seperti kelompok pertama kelompok kedua yang mendapat komando sudah menyerbu ke arah Devina dan Albara.


"Albara mundurlah.. bawa teman mu ke terowongan, biar paman yang menghadapi mereka" kembali Velon Romir mendesak Albara dan devina untuk menjauhi pertempuran.


Namun karena jumlah mereka sangat banyak maka puluhan dari manusia harimau ada yang lolos dari Velon Romir menyerbu ke arah Albara dan Devina, sehingga pertempuran sekarang pecah menjadi dua kelompok. Pemimpin mereka maju membantu untuk menangkap Devina.


"Cantik... menyerahlah untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu, memukul putra mahkota" ucap pemimpin mereka.


"Enak saja... justru putra mahkota kalian yang harus bertanggung jawab atas penculikan terhadap pak Sulaiman Gubernur kami" bentak Devina marah.


Puluhan manusia harimau yang menyerbu Devina dan Albara merasa kecele, mereka menyangka Albara paling lemah sehingga serangan banyak di tujukan padanya di banding Devina. Hanya dalam beberapa gebrakan saja, beberapa manusia yang tadi seperti berlomba ingin menangkap Albara, terpekik ngeri beterbangan lalu jatuh tindih menindih terkena tendangan Albara.


"Ayo Dev, kita harus melarikan diri dari mereka ingat kak Bara masih punya urusan dengan ratu Ledisya dan teman temannya yang sedang berada di desa Koto Rawang" ucap Albara membawa Devina menuju terowongan di mana tadi Velon Romir telah membawa Albara melewatinya.


Pemimpin manusia harimau kembali memberi komando pada kelompok manusia harimau yang masih segar.


"Kejar jangan biarkan mereka lolos, mereka sangat kuat, gunakan jasad harimau kalian, kita keliru menyangka manusia tidak punya kesaktian" ucap sang komandan.


Puluhan dari mereka serentak berubah ujud menjadi harimau seutuhnya lalu dengan bringas kembali nengepung dan meyerang Albara dan Devina dengan buas.


Melihat Albara dan Devina terkepung puluhan harimau ganas, Velon Romir ngamuk berusaha lepas dari kepungan dia sangat lihai bagai seekor singa yang sedang ngamuk di keroyok segerombolan serigala. Setiap Velon Romir bergerak beberapa manusia harimau sudah tersambar pukulanya, yang terkena sambarannya terpekik dan terbanting dengan keras.


"Hai... kalian lihatlah baik baik... akulah kaisar kalian... ingat sumpah dan kutukan leluhur kita, jika kalian menganggu manusia, membunuh dan minum darah manusia maka dalam waktu empat puluh hari nyawa kalian akan melayang" ucap Velon Romir.


Mendengar teriakan Velon Romir semua mereka menghentikan serangan lalu memandang Velon Romir ragu.


"Siapa kamu ... berani sekali ikut campur urusan kami" ucap pemimpin manusia harimau.


"Lihat baik baik .... akulah Velon Romir kaisar kalian" ucap Velon Romir.

__ADS_1


Saat yang lain kebingungan justru komandan mereka nemerintahkan untuk menangkap Velon Romir.


"Tangkap dia dia adalah pembrontak" teriak pemimpin mereka.


Sebagian tidak mematuhi perintah dan sebagian kembali menyerbu Velon Romir dengan ganas.


Albara manfaat kan kondisi mereka yang sedang bingung, mengajak Devina meninggalkan tempat tersebut.


"Ayo Dev... gunakan peringan tubuh" ucap Albara lalu melesat ke arah goa di ikuti Devina tanpa ada satupun dari manusia harimau yang mengejarnya.


"Maafkan Devina ya kak, saat akan datang bulan Devina terkadang memiliki emosi yang sangat tinggi" ucap Devina.


Albara membawa Devina memasuki lorong goa yang nenembus sisi bukit di sebelahnya.


"Iya gak apa apa, lain kali jangan pergi begitu saja, kamu bikin kakak panik tau" ucap Albara.


Devina mengangguk juga menyesal atas perbuatannya.


"Jadi semua mereka yang ada di bawah pohon tadi, harimau jadi jadian?" tanya Albara.


"Iya.... kecuali tiga ekor harimau yang Devina banting" ucap Devina.


"Devina dengar percakapan mereka kalau ratu Ledisya di bantu duta bangsa Jarjud sedang rerencanakan menangkap Mulan di desa Koto Rawang" ucap Devina.


"Kalau begitu kita harus segera kesana" ucap Albara.


Saat Albara dan Devina keluar dari goa hari hari sudah hampir senja, maka dengan menggunakan peringan tubuh, mereka kembali lari cepat melesat bagai anak panah berkelebat dari pohon ke pohon melompati jurang menuju desa Koto Rawang.


*****

__ADS_1


Kita lihat keadaan di desa Koto Rawang di mana para pejabat provinsi dan pejabat Kota Tapus semua hadir. Dari pasangan Gubernur terpilih hingga camat setempat berkumpul mengikuti kunjungan kerja Gubernur yang bertepatan dengan kejadian banyaknya ternak penduduk yang di mangsa harimau.


Segabis sholat dzuhur Mereka berkumpul di rumah kades dimana pak Gubernur Sulaiman sedang berramah tamah dengan warga setempat.


"Masyarakat tidak perlu resah percayalah pemerintah akan berlaku bijak, sekalipun petugas PNPB melarang membunuh harimau yang sudah mereka tangkap tapi juga tidak akan membiarkan masyarakat terancam oleh harimau tersebut" ucap Gubernur.


"Bukankah berbuat baik pada hewan liar termasuk perintah tuhan, ya kan pak ustadz?" tanya pak Sulaiman pada seorang ustadz yang hadir.


Ustadz yang di tanya hanya diam tapi pak Gubernur juga tidak memerlukan jawaban pertanyaannya. Gubernur terus melanjutkan pidatonya hingga selesai.


Acara berikutnya adakah ramah tamah tiba tiba Andree Lee yang merupakan tim ses pak Sulaiman membisikan sesuatu, pak Sulaiman mengangguk angguk lalu menyerahkan acara ramah tamah di pimpin ibu susanti wakil gubernur terpilih beserta pejabat teras provinsi dan Kota.


"Saya mohon maaf... saat ini saya harus menjumpai seseorang untuk membicarakan sesuatu sehubungan dengan keamanan warga khususnya warga desa Koto Rawang, utuk acara selanjutnya saya serahkan pada wakil gubernur untuk memimpin" ucap Gubernur Sulaiman lalu bersama Andree Lee meninggalkan tempat pertemuan menuju keluar desa Koto Rawang.


"Maaf pak Gub, mereka tidak menginginkan pembicaraan dengan bapak di ikuti para ajudan apa lagi di ikuti petugas kepolisian" ucap Andree Lee.


Pak Sulaiman pun sebenarnya tak begitu peduli dengan pengawalan, dia setuju saja dengan keinginan mereka tanpa ada rasa curiga.


"Baiklah saya setuju tapi nak Andree juga harus bersama bapak" ucap pak Sulaiman.


"Siap pak ... " ucap Andree Lee.


Mereka terus memasuki sebuah kebun warga tidak jauh dari desa. Jalanan menuju kebun sangat sepi maklum semenjak peristiwa banyaknya ternak warga, yang di terkam harimau, warga tidak berani ke kebun bahkan tidak berani meninggalkan desa.


Andree Lee membawa Gubernur Sulaiman memasuki sebuah pondok kebun warga yang sudah tak di huni. melihat tidak ada siapa siapa Gubernur Sulaiman mulai merasa tak nyaman.


"Nak Andree yakin mereka mau bicara di sini?" tanya Gubernur Sulaiman penuh selidik.


"Yakin pak" ucap Andree Lee.

__ADS_1


Tak lama kemudian tiga orang lelaki tegap memasuki halaman pondok setelah mereka masuk, Putri Mulani dan ratu Ledisya juga juga masuk. Setelah mereka duduk Gubernur Sulaiman yang sudah merasa tak nyaman membuka pembicaraan.


"Kalian siapa, ada masalah apa meminta saya datang kesini?" tanya Gubernur Sulaiman.


__ADS_2