
Saat bibir Anita mengecup bibirnya, jiwa Albara terasa bergejolak, suatu gejolak yang tak tertahankan. Albara merasakan gejolak ingin bercinta, secara refkek Albara membalas kecupan Anita. Mendapat balasan kecupan dari Albara membuat Anita menjadi histeris menciumi Albara, sementara tangannya memeluk Albara dengan erat.
Perlakuan Anita pada Albara sangat merangsang kelelakian Albara, jiwanya makin bergejolak tanpa Albara sadari tangannya sudah bergerak sendiri menggerayangi tubuh Anita, meraba bagian bagian sensitif dari Anita. Napas mereka makin memburu, Anita yang sedang dalam pengaruh obat perangsang makin histeris, gerakannya makin agresif.
Saat napsu Albara makin nenggelora kesadarannya berbisik di hatinya, kalau apa yang sedang dia lakukan adalah perbuatan dosa. Perasan takut Albara pada murka tuhan membuat dia ingin mengakhiri apa yang sedang mereka lakukan, tapi Anita yang makin kesetanan membuat Albara pasrah menikmatinya.
Pada saat yang sama Albara ingat Mulan, hati Albara sudah terpaut pada Mulan kekasihnya, Albara sepertinya tidak bisa pindah ke lain hati. Albara kumpulkan semua kesadarannya, di dorongnya rubuh Anita dengan lembut.
"Maaf Anita ... saya bukan buaya" Albara menjauhi Anita yang sedang terangsang hebat.
"Kakak.... Anita tidak butuh buaya tapi Anita butuh laki laki" Anita mulai melepaskan pakaiannya.
Albara mengambil obat anti racun dari cincin pintak pinto, lalu di masukkan ke segelas air. Hanya dalam waktu sekian detik obat telah larut dalam air, membuat harapan Albara makin besar untuk kesembuhan Anita.
"Kamu minum dulu" kata Albara menghampiri Anita yang sudah tak berpakayan.
Anita minum air yang telah di beri obat penawar racun oleh Albara.
"Kakak jangan siksa Anita, lakukan saja Anita rela kakak" Anita makin memelas.
"Sebentar... coba Anita duduk bersila dulu" Albara mencoba mengulur waktu menunggu reaksi obat.
Anita menurut lalu duduk bersila tanpa pakaian, Albara juga duduk bersila di belakang Anita kedua telapak tangannya di tempelkan di punggung Anita, mencoba mempercepat pengaruh obat. Albara mengumpulkan tenaga murninya, lalu berlahan menyalurkan ke telapak tanggannya. Albara mencoba membuka titik kultivasi Anita yang masih tertutup, saat titik titik itu terbuka Albara merasakan adanya hawa murni dari tubuh Anita yang bergejolak hebat.
Tenaga murni yang sangat dahsyat dalam tubuh Anita, ini karena adanya pengaruh obat perangsang dan obat anti racun dari cincin pintak pinto milik Albara, hingga tenaga murni Anita menjadi tiga kali lebih kuat di banding manusia biasa.
Albara hampir saja terbanting kalau saha dia terlambat melepaskan tangannya dari punggung Anita.
"Kamu punya tenaga dalam yang sangat hebat, maukah Anita saya ajarkan cara mengendalikan tenaga dalam?" tanya Albara.
__ADS_1
Anita menggangguk tanda setuju dia tak bicara napasnya masih memburu kencang, kesadarannya mulai pulih air mata Anita meleleh deras.
"apakah kamu yakin tidak ingin berpakayan dulu!" Tanya Albara.
"Sudah terlambat kakak sudah melihat segalanya. huuuu huuuu huuuu" tangis Anita meledak saat menyadari apa yang baru saja terjadi lalu mengenakan kembali pakaiannya yang berserakan.
Setelah Anita berpakayan dan tangisnya mereda, Albara mulai mengajari Anita cara melatih napas suci dan mengendalikan tenaga murni seperti yang di ajarkan si Tajam Hulu Tembesi. Saat Anita melatih napas suci, dia terlihat tenang sekali bahkan seperti tak menyadari Albara yang sudah pergi meninggalkannya.
****
Karena terlalu lelah Albara tertidur sangat lelap, jam setengah enam pagi Albara terbangun. Setelah sholat subuh biasanya Albara merasa tenang tapi hari ini pikirannya sangat kacau kejadian tadi malam sangat menghantuinya.
Ada perasaan berdosa atas apa yang dia perbuat dengan Anita, ada perasaan bersalah terhadap Mulan seolah dia telah melakukan penghianatan terhadap cinta Mulan. Ada juga keinginan yang sangat kuat untuk kembali mengulangi apa yang dia lakukan dengan Anita.
Dalam kegalauannya albara coba menyibukkan diri dengan hand phonenya. Albara membuka sebuah situs internet tentang kisah Nabi Yusuf. Dalam kisah Nabi Yusuf, Albara menemukan bahwa apa yang dia lakukan sudah benar. Kejadian antara Albara dengan Anita sama seperti yang di alami Nabi Yusuf saat mendapat godaan Zulaiha istri pembesar kerajaan Mesir.
Perbuatan nabi Yusuf di puji Tuhan hingga di abadikan dalam Alquran kitab suci agama Islam.
Jadi keinginan untuk begituan tidak dosa, bahkan Tuhan memuji orang yang tidak mau melakukannya,karena takut dosa, pikir Albara. Keinginan itu sudah fitrah yang di anugrahkan tuhan bahkan nabi pun punya keinginan demikian.
Contoh lain di ceritakan dalam kisah Malaikat yang diberi fitrah seperti manusia, dia juga punya keinginan untuk berzina saat di goda wanita cantik bahkan dia terjerumus ke perbuatan zina dengan wanita penggodanya. Berbeda dengan Nabi Yusuf yang mampu menolak godaan Zulaiha, Malaikat yang di beri pitrah seperti manusia justru mengikuti kemauan wanita penggodanya, yang menyebabkan dia di hukum gantung di antara langit dan bumi hingga hari kiamat.
Berpikir kalau apa yang dilakukannya sudah benar, Albara kembali jadi tenang, segera dia menghampiri kamar Anita. di perhatikannya Anita yang masih terlihat duduk dengan tenang dalam posisi bersila seperti semalam.
"Anita ... Ayo kita sarapan dulu kakak sudah lapar" ajak Albara membuayarkan konsentrasi Anita.
Saat Anita melihat Albara sudah berada di kamarnya, muka Anita yang tadi terlihat berseri penuh pesona, sekarang berubah merah menahan malu. Anita berdiri meminta Albara keluar kamarnya.
"Kakak keluar dulu tunggu di luar.. Anita mau mandi dan ganti baju"
__ADS_1
"Sembarangan masuk kamar wanita tanpa izin" Anita menutup pintu kamarnya.
"Tadi malam saya sudah meraba segalanya kamu tidak marah, sekarang aku masuk mau ajak sarapan kamu malah marah" protes Albara.
"Tadi malam beda Anita sedang dalam pengaruh obat, ayo keluar atau saya akan tendang pantat kamu" ancam Anita mukanya makin merah, Anita benar benar marah kayaknya.
"Ok .... aku tunggu di restoran" Albara meninggalkan Anita menuju restoran di lantai dua.
****
Saat menunggu Anita yang akan mengganti baju, Albara duduk di ruang terbuka yang menghadap ke jalan raya. Terlihat di jalan raya di depan Albara Hotel sekitar enam orang polisi sedang berjaga jaga. Mungkin pengaruh kerusuhan yang di lakukan geng motor Pendekar Kuda Besi tadi malam. Mereka terlihat siaga dengan motor patroli terparkir tidak jauh dari mereka.
Tiba tiba rombongan motor gede sekitar 30 motor, melaju dengan kecepatan tinggi memasuki area Albara Hotel. melihat gelagat kurang baik dua orang security hotel menghampiri mereka menanyakan keperluan mereka.
Lima orang turun dari motor langsung menghajar 2 orang security Hotel yang mendekat, security hotel berusaha melawan dengan sengit. Mereka adalah anak buah Rolan yang merupakan ahli ilmu bela diri handal, mereka juga terlatih ala militer. namun karena kalah jumlah mereka jadi terdesak dan mulai menerima hujan pukulan dari lawannya.
Seorang polisi segera mendekati keributan sambil berteriak.
"Berhenti ... berhenti ... berhenti" sang polisi mencoba melerai.
Lima orang anggota geng motor Pendekar Kuda Besi terus memukuli security Albara Hotel, menghiraukan polisi yang berusaha melerai.
Seseorang kembali turun dari motor mendekati polisi yang sedang berusaha melerai, dengan pisau terhunus dia langsung menusuk polisi hingga 4 tusukan. Pak polisi yang tadi berusaha melerai sekarang tersungkur bersimbah darah.
Kembali salah seorang anggota geng motor turun dari motornya mendekati security Albara Hotel yang telah roboh, lalu melemparkan photo Anita dan indentitasnya.
"Katakan pada pemilik Albara Hotel, mereka harus menyerahkan wanita di photo ini dalam waktu 2 kali 24 jam"
"Presiden kami menunggu di markas geng Pendekar Kuda Besi"
__ADS_1
"Tiap 1 jam keterlambatan mereka akan di denda 2 miliyar"
Kemudian 30 orang pengendara motor meninggalkan Albara Hotel tanpa mempedulikan polisi yang sedang berkelonjotan mandi darah. Security Albara Hotel bangkit mendekati polisi yang sudah terbujur kaku bersimbah darah.