
"Artinya tuhan bicara pada insan sebelum di lahirkan atau saat sebelum adanya manusia yang berujud pisik seperti yang kita lihat, lalu manusia di lengkapi dengan pisik yang memiliki pendengaran, penglihatan dan hati, sebagai ujian selama dia hidup" kata prof Lee Shu Wan lalu membacakan dua ayat alquran.
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur."
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban”
"Manusia juga di bekali akal dan ***** sehingga memiliki berbagai potensi yang hebat dan unik, baik lahir maupun batin, bahkan pada setiap anggota tubuhnya. Sebagian ahli menyatakan bahwa manusia memiliki potensi-potensi: IQ (Intelligent Quotient) kecerdasan intelektuil, EQ (Emotional Quotient) kecerdasan emosional, CQ (Creativity Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient) yang tak di milikki mahluk ciptaan tuhan yang ada di bumi" sambung prof Lee Shu Wan.
" Ooo iya.. Tadi pagi kata Albara ada sesuatu yang ingin Albara bicarakan, apa benar?" tanya prof. Lee Shu Wan.
Albara menarik nafas dalam dalam sebelum mengatakan masalah yang dia miliki.
"Benar prof" kata Albara.
"Semenjak saya mengantar cagub sulaiman meditasi di batu diri, saya mengalami suatu yang sangat aneh" Albara mulai bercerita.
"Saya sering mendengar suara gaib, yang sangat asing bagi saya, suara yang tidak menggema di udara tapi menggema di hati Albara, hingga orang lain tidak pernah mendengarnya" ucapan Albara semakin lepas seolah memperoleh tempat curhat yang tepat.
"Puncaknya saat suara itu mengatakan Mulan adalah jelmaan tiraw (mahluk gaib menyerupai manusia kerdil kaki terbalik), tapi Saat saya sampaikan pada orang tuanya mulan, malah Albara di anggap gila dan di usir dari rumah mereka"
"Bisakah prof lee su wan menjelaskan kejadian ini dari ilmu batin?" tanya Albara.
"Bisakah kau contohkan seperti apa suara yang menggema di hatimu, nak Bara?" tanya prof lee su wan.
Albara berpikir sejenak sebum menjawab
"Belakangan saya mendengar suara itu saat tahyat dalam sholat pada saat saya membaca ... . As salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh,... lalu ada suara yang menjawab, suara yang menggema di hati saya menjawab ... SAYA MENYUKAIMU". kata Albara.
__ADS_1
"Perasan Albara tak bisa mendeteksi pemilik suara tersebut, Albara hanya mencoba mereka reka, karena bertepatan dengan mengucapkan salam untuk para nabi mungkin pemilik suara ini adalah Nabi Sulaiman, atau para Nabi yang lain" lanjut Albara.
Prof lee swan termenung sejenak seperti berpikir, lalu mengajukan pertanyaan.
"Pernah kah nak Albara mengkonsultasikan ini dengan ulama?" tanya prof Lee Shu Wan
"Sudah prof, jawaban mereka itu suara setan yang mengganggu kekhusukan sholat Albara. Ada juga ulama yang menuduh Albara sesat bahkan menuduh Albara gila" jawab Albara.
"Kata ulama tidak ada orang mati yang bisa bicara dengan manusia hidup" lanjut Albara.
Profesor Lee Su Wan mengangguk angguk.
"itu karomah untuk mu nak Bara" kata prof Lee Shu Wan.
"Ada beberapa contoh yang bisa di analisa"
"Tentu saja suara te lo let, lebih mengganggu om prof" jawab Albara.
"Kedua, Nabi Sulaiman bisa bicara dengan semut, apakah suara semut menggema di udara hingga terdengar di telinga?" tanya prof Lee Shu Wan lagi.
"Tak mungkin kedengaran di telinga om, walaupun semutnya berteriak kencang" jawab Albara.
"Artinya suara semut juga di dengar Nabi Sulaiman di hatinya, hingga tak di ketahui orang orang yang ada di dekatnya" jelas prof Lee Shu Wan.
"Ketiga Nabi Muhammad saw bicara dengan para nabi di langit saat isrok dan mikrat. Saat itu Para Nabi tersebut masih hidup apa sudah meninggal?!"
"Sudah meninggal om prof" jawab Albara.
__ADS_1
"Jiwa dalam ilmu kebatinan itu ada 4 macam, pertama jiwa normal semua orang mengalaminya. Kedua jiwa yang bergejolak di alami orang yang punya masalah. Ketiga jiwa yang berantakan di alami orang stres atau gila. Ke empat jiwa paranormal hanya di alami orang tertentu" kata prof Lee Shu Wan.
"Ini pertanyaan kunci, Apakah suara tersebut bergema di hati nak Bara, saat jiwa nak bara Sedang bergejolak?" tanya prof Lee Shu Wan.
"Tidak om, justru saat jiwa Albara sedang tenang, pertama kali datangnya saat Albara sedang asik ngobrol dengan pacar Albara. tiba tiba suara itu bergema mengatakan Seseorang sedang menginginkan nyawamu. Lalu Alabara bergegas pulang kerumah dan menemukan rumah Albara sudah berantakan oleh seseorang" cerita Albara.
"Berarti itu benar karomah keilahian untuk nak Bara" ucap prof Lee Shu Wan.
"Seperti yang terjadi pada prof Husen saat di hadang orang tak di kenal saat ke bandara, dalam kepasrahannya tiba tiba dia tak terlihat oleh orang yang mengincarnya, bahkan tak terlihat oleh nak Bara yang berada di luar mobil, hanya yang maha kuasa yang mampu melakukan hal seperti itu" kata prof Lee Shu Wan
"Tapi sebaiknya Albara tidak terlalu kepo dengan gejala kejiwaan, apalagi peduli yang akan membuat Albara terjebak di alam rasa" prof lee Shu wan menasehati Albara.
"Nasehat om untuk nak Bara, jangan di permasalahkan gejala kejiwaan seperti itu, karena itu juga pitrah yang di alami beberapa orang sholeh dan para Nabi. Tapi jangan jadikan alam rasa sebagai tempat berurusan, jangan jadikan alam rasa sebagai lapangan pekerjaan, ingatlah urusan manusia dalam agama apapun adalah mensucikan jiwa, dan mperbagus ahlak serta berbuat sesuatu yang bermanfaat dalam dunia nyata" kata prof Lee Shu Wan memberi nasehat pada Albara.
Albara merasa ucapan prof Lee Shu wan sangat tepat, dan dia langsung menerapkannya, seketika itu juga Albara merasa mampu mengendalikan dirinya dalam bersikap tanpa memasalahkan perasaannya yang sedang bergejolak.
"Terima kasih om, nasehat om sangat membantu Albara mengendalikan sikap tanpa terpengaruh oleh perasaan" ucap Albara.
"Satu lagi om Albara pengen pendapat om Lee Shu Wan, masih tentang pengalaman kejiwaan yang di alami Albara" kata Albara.
"Pengalaman apa lagi, kalau soal kebatinan om jadi penasaran" ucap prof Lee Shu Wan.
"Nah... nah... malah yang kasih nasehat yang kepo" ucap tante Vania ikut nimbrung.
"Hee hee teruskan nak Bara" kata tante vania sepertinya ikutan kepo.
"Tadi pagi saat ke Kota Tapus Albara teringat Mulan mantan Albara, tapi tiba tiba perasaan Albara jadi aneh Mulan terasa seperti mengawasi Albara, dia seperti tau Albara kemana, Mulan seolah tau apa yang Albara pikirkan, bahkan Mulan seperti tau isi hati Albara" cerita Albara.
__ADS_1
"Sebaliknya Albara seperti tau apa perasaan Mulan, Albara merasa tau kalau Mulan sedang sedih, bahkan kangennya Albara terasa seperti kangennya Mulan, sedih dan tangis Albara terasa seperti tangisan Mulan" kata Albara.