Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 142


__ADS_3

Albara terus menelusuri pulau di luar goa, namun dia tidak melihat Mulan, tidak juga mendapat jawaban setiap kali manggilnya.


"Ada yang tidak beres" guman Albara saat melewati pulau berpasir di tubuhi tanaman merambat berdaun lebar.


Albara memperhatikan bagian tanaman yang porak poranda, "sepertinya ini tanaman uji rambat" pikir Albara.


Terlihat isi dari ubi rambat di tumpuk tak jauh dari sana, dari bekasnya Albara tau kalau ubi ubi rambat tersebut baru saja di panen dan di cuci. Di samping ubi rambat juga terlihat tumpukan jamur yang baru saja di petik.


"lah Mulannya kemana ya!" guman Albara pada dirinya sendiri.


Albara mencari di setiap sudut yang memungkinkan, hingga ke goa di seberang anak sungai setiap jengkal ruangan telah Albara periksa tapi Mulan tak kunjung di temukan. Bermacam hal buruk yabg mungkin terjadi pada Mulan mulai menghantui pikiran Albara.


Albara mencari ke hulu lembah di mana air terjun yang mengeluarkan ebun tebal membatasi jarak pandangnya. Hawa dingin makin terasa saat melangkah makin mendekati air terjun. Albara terus manggil manggil nama Mulan tapi suaranya kini lenyap di telan gemuruh air terjun.


Saat melewati sebuah batu besar Albara melihat pakaian Mulan berserakan di pulau berbatu, Albara memeriksa di sekitar telaga tapi pandangan nya sangat terbatas oleh tebalnya kabut yang keluar dari air terjun.


Albara yakin kalau Mulan ada di sekitar telaga setelah lama memperhatikan telaga Mulan tak nongol nongol. Albara membuka pakaiannya memutuskan untuk memeriksa kedalam telaga. Memasuki telaga hawa dingin makin terasa okeh Albara hingga menusuk tulang. Air telaga yang sangat bening dimana ikan ikan terlihat berkeliaran di dalam telaga. karena jarak pandang sangat terbatas Albara mencoba mencari hingga mulai mendekati air terjun.


"iiih dinginnya bagai di kulkas" guman Albara terus memeriksa makin mendekati tempat di mana air terjun jatuh.


"Astagfirullah.." teriak Albara saat melihat di depannya samar samar melihat tubuh Mulan mengambang persis di bawah air terjun, terlihat juga puluhan bahkan ratusan ikan bergerombol di sekeliling tubuh Mulan yang tak berpakaian selembar benang pun.


Sekalipun kubut sangat tebal, tapi dalam jarak satu meter Albara bisa memastikan kslau itu Mulan. Tubuh Mulan diam tak bergerak di timpa air terjun.


"Mulaaaaaan, jangan tinggalkan kak bara" jerit Albara.


"apa yang terjadi sampai adek begini" rintih Albara menghambur memeluk Mulan.


Dad4 Mulan yang lembut menempel di dad4 Albara tanpa ada yang membatasinya, hingga hangatnya tubuh Mulan dan detak jantung nya yang teratur terasa oleh Albara.


"Kamu di belum mati, kakak akan menyelamatkan mu" kata Albara lalu mengerahkan tenaga dalamnya untuk membawa Mulan dari terpaan air terjun.


Belum sempat Albara menyentakkan kakinya menarik Mulan keluar telaga, tiba tiba tangan Mulan bergerak mendorong dada Albara, dengan dorongan yang di sertai tenaga sakti yang sangat besar mengalir dari tangannya menghantam dada Albara.

__ADS_1


"Kurang ajar ya, dasar mesum siapa kamu" bentak Mulan kaget.


"Duaar" ledakan terjadi saat dua tenaga sakti bertemu.


Tubuh Albara bagai terbang mencelat keluar telaga karena dorongan tenaga Mulan, dahsyatnya tenaga sakti yang di lepaskan Mulan membuat air terjun sesat seperti berbalik mengalir ke atas. Untungnya Albara sebelumnya juga telah mengerahkan tenaga saktinya kalau tidak pasti dadanya telah hancur berserakan.


"Aiiih dek Mulan sayang" keluh Albara tubuhnya mendarat dengan ringan di pinggir telaga.


"Aduuuh kak Bara maaf, habis Mulan kaget" teriak Mulan di sela gemuruh air terjun yang sudah berbalik jatuh.


Mulan keluar dari air terjun mulai menepi, dengan tubuh dari leher hingga kaki masih terendam dalam telaga.


"Kak bara jangan mendekat" kata Mulan malu saat melihat Albara berdiri di pinggir telaga memandangi dirinya yang sedang tak berpakaian.


Beningnya air telaga membuat Albara masih bisa melihat samar samar tubuh telanjang Mulan di dalam telaga. Albara menjadi jengah segera berbalik memungut pakaiannya sendiri, kembali kedalam goa hanya dengan celana ****** yang basah.


*****


Mulan ikutan duduk di dekat perapian merebus ubu jalar dan jamur untuk santap pagi mereka. Albara membantu menambah kayu bakar lalu mengipas ngipas perarapian supaya apinya menyala.


"Dek Mulan tadi kenapa? bikin kakak cemas tau" tanya Albara.


"Kakak sih ngagetin dek Mulan, kalau pengen mandi bareng ngomong dulu dong, biar Mulan mandinya ngak telanjang gitu" ucap Mulan malu.


"Ge eran kamu, siapa juga yang pengen mandi bareng, tadinya kakak tu kuatir habis dek Mulan di cari kemana mana gak ketemu kakak pikir dek Mulan sudah tengelam di telaga" ucap Albara.


"Nasip kakak Bara aja lagi apes, mau nolong malah di pukul di tuduh mesum lah, dimaki kurang ajar lagi" protes Albara.


Mulan menatap Albara setelah lama barulah Mulan menyadari kalau dia berendam di air terjun dari pagi buta hingga matahari beranjak tinggi.


"He he he Hehehe" Mulan tertawa merasa lucu sendiri.


"Na dek Mulan kenapa lagi malah ketawa apa senang di peluk kakak tadi ya" ucap Albara nyagil.

__ADS_1


"Mulan merasa lucu aja kak, tadi Mulan kira kakak masih sakit jadi Mulan gak pengen ganggu tidur kakak, makanya Mulan melatih tenaga dalam di bawah air terjun" kata Mulan.


"Kalau latihannya lama gitu, setidak nya kasih tau dong, biar kakak gak salah paham sampe meluk adek sedang bugil gitu" ucap Albara.


"Awas kak bara ya, Kakak sudah peluk Mulan dalam keadaan bugil, Mulan akan laporkan sama papa Mulan untuk minta tanggung jawab kakak" kata Mulan serius.


"Laporin aja, siapa takut" kata Albara.


"Benaran ya kak... dek Mulan lapor" ucap Mulan.


"Ntar aja lapornya sekarang urusan lapar, ini udah jam sembilan" ucap Albara memandangi ponselnya.


"Ini sudah matang kak" ucap Mulan menyajikan ikan bakar, rebusan ubi rambat dan jamur.


"Saos dan kecap Mulan campur bumbu mi instan ya kak?" tanya Mulan.


"iya iya Boleh juga tu di coba" anguk Albara setuju.


"Wiih enak" kata Albara mencoba ikan bakar dengan bumbu yang di racik Mulan.


"Habis sarapan kita langsung pulang ya dek" kata Albara.


Mulan diam wajahnya yang tadi ceria kini berubah murung.


"Mulan belum siap untuk kembali tinggal di rumah dinas papa, ntar Mulan di usir lagi" ucap Mulan sedih.


"Kalau di usir Mulan bisa tinggal tempat kak Bara bagaimana?" tanya Albara.


"Mulan pengen pulang kenudian tinggal sama kak Bara aja lagi" ucap Mulan serius.


"Kalau gitu kita pulang ketemu pak Sekda dulu, lalu Mulan lapor ke pak Sekda, kalau Mulan sudah tidur dengan kak Bara, dan kak Bara sudah peluk Mulan dalam keadaan bugil bagaimana?" tanya Albara lagi.


"Ide kakak bisa juga, lalu Mulan mita papa nuntut pertanggung jawaban pada kakak supaya menikahi Mulan" ucap Mulan serius.

__ADS_1


__ADS_2