Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 84


__ADS_3

Melihat tubuh anggota gengsnya terlontar dari dalam markas dalam kondisi muntah darah, wajah Fahmeed menjadi pucat kakinya gemetaran rasa takut mulai menghinggapi jiwanya. Untuk menjaga wibawanya Fahmeed berdiri seakan masih menghadapi musuh yang lemah. kembali dia mita dua orang anggota geng Pendekar Kuda Besi untuk memeriksa markas.


Dua orang pria berotot penuh tato di lengannya memasuki markas dengan hati hati, untuk menekan rasa takut yang mengguncang jiwanya mereka berdua mengeram seperti anjing ganas yang akan menggigit mangsanya.


"Orang asing berani sekali kalian memasuki rumah kami tanpa izin...." terdegar salah satu dari anggota geng pendekar kuda besi berteriak.


Lalu teriakannya seperti terputus oleh suara seseorang di gebuki.


"Aaaa.... Aaaaa, bruuuk ... bruuuk" dua kali terdengar teriakan ngeri dari anggota geng Pendekar Kuda Besi, detik berikutnya tubuh mereka melayang keluar markas jatuh tumpang tindih di depan Fahmeed.


Lima orang berseragam hitam dengan lambang bintang bersulam benang emas di dada kiri atas baju mereka, melangkah dengan tenang keluar markas, tak lama setelah tubuh anggota geng Pendekar Kuda Besi tergeletak lemah di deoan Fahmeed. Wajah mereka tertutup kain coklat terang hampir menyerupai warna kulit mereka.


"Sungguh tak di sangka sangka kalau kita harus bertemu Fahmeed dan genknya. Mungkin ini merupakan jodoh yang di atur Tuhan untuk kita, tadi mereka mengusir kita dari rumah makan sekarang mereka mau mengusir kita saat istirahat tidur siang" kata salah satu orang yang berpakayan hitam melirik teman temannya.


"Orang asing, kau mengenal ku, dan kau berani menyapaku memasuki markas ku tanpa seizin ku, apa kau kira dirimu memiliki seratus nyawa" Di tangan Fahmeed sudah tergenggam pistol revolver yang di todongkan ke arah lima orang berseragam hitam. Fahmeed yang emosinya sudah memuncak mengarahkan pistol kearah orang terdekat.


"Tar..." terdengar suara ledakan nyaring saat pelatuk pistol di tarik.


Peluru dari pistol revolver melesat sangat cepat, membidik dadakiri pria berseragam hitam di depannya.


"hehe Hehehe" pria berseragam hitam terkekeh hanya dengan satu gerakan ringan peluru di tepis, hanya seperti mengusir lalat.


Suatu yang luar biasa terjadi seperti main sulap saja peluru berbalik menuju salah satu pengawal Fahmeed yang paling tinggi ilmu bela dirinya. Pria berseragam hitam seperti sudah bisa mengukur ketinggian ilmu bela diri pengawal Fahmeed, dan membidik yang paling tinggi tingkat ilmunya.


Sukar di percaya peluru tersebut bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Sebagai ahli silat pengawal Fahmeed sudah bisa melihat ini merupakan keahlian silat sangat tinggi. Tapi terlambat dia menyadarinya peluru yang berbalik telah menembus kening hingga tembus kebelakang kepslanya, meninggalkan luka bolong yang cukup besar. Otaknya berhamburan meninggalkan rongga kepalanya, tubuhnya jatuh kemudian berkelonjotan tak bernyawa.

__ADS_1


"He he he hee" kembali pria berseragam hitam terkekeh kegirangan. Memandangi anggota geng motor yang sudah gemetaran ketakutan.


Empat pengawal Fahmeed yang berilmu tinggi sangat marah melihat temannya tewas. Seperti di komando Keempat mereka segera maju menerjang dengan bersenjatakan dobel stik. Keempat mereka adalah master kungfu yang telah melewati alam supra natural level satu. Serangan mereka bukanlah serangan kosong, tapi serangan ganas yang di sertai tenaga dalam tinggi.


Pria berseragam hitam paling depan menjadi sasaran serangan ke empat pengawal Fahmeed, namun pria ini tidak mengelak sama sekali. Bertubi tubi senjata keempat pengawal Fahmeed menghantam tubuh pria berseragam hitam, suara gaduh keempat mereka terdengar tiap kali melakukan serangan.


"Dak dik duk... dak dik duk" bunyi dablel stik bertemu tubuh pria berseragam hitam makin sering terdengar, kalau tidak memiliki keahlian bela diri tinggi pasti lah tubuhnya sudah hancur dengan tulang pada remuk.


Pria berseragam hitam bukanlah tandingan dari pengawal Fahmeed, mereka hanya seperti jago level 10 bertemu jago level 100.


"Haha. Hahaha. Haha. Haha" kembali pria berserangam hitam tertawa kesenangan.


Salah satu pengawal Fahmeed seperti terbang melancarkan sebuah tendangan dengan kaki kanannya mengincar pelipis kiri pria berseragam hitam yang sedang tertawa terbahak bahak.


"Prak prak prak" tiga kali terdengar benturan saat kepala orang yang diputar bertemu kepala ketiga temannya. Ketiga pengeroyok roboh dengan kepala pecah diam tak bergerak lagi, nasib orang yang di jadikan senjata lebih tragis lagi dengan kepala hancur tak berbentuk lagi.


Kejadian berikutnya membuat Fahmeed jatuh pingsan tubuhnya roboh tak jauh dari mayat kelima mayat pengawalnya, pistol di tanganya terbanting dengan keras, saat orang berseragam hitam menumpukkan kelima korbanya hanya dalam satu gerakan. Lalu orang berseragam hitam mundur satu langkah, kemudian dari tangannya seperti keluar cahaya putih menyilaukan menyambar tumpukan mayat di depannya. Dibarengi suara guntur metobek cakrawala.


Suara petir yang menggelegar saja sudah mengakibatkan semua yang ada di sekitar markas terduduk lemas dengan jantung seperti berhenti berdetak sesaat. sementara kelima mayat temannya sudah terbakar meninggalkan tumpukan debu yang berserakan.


"Ha ha ha ha apa kalian mesti di basmi semuanya?" tanya orang berseragam hitam saat melihat Fahmeed sadar dari pingsannya.


"Fahmeed kau kira kami orang macam apa apa kau masih ingin melawan" kata pria berseragam hitam.


"Supaya kau dan teman teman mu tidak mati penasaran, saya perkenalkan nama saya adalah Khoiril di kenal dengan julukan si Pencuri Sakti, ke empat teman ku adalah Anurak dari Thailand, Daichi dari Jepang, Khuyen dari Vietnam, Dan Anugrah dari Indonesia" Khoiril memperkenalkan nama teman temannya.

__ADS_1


"Siapa lagi yang ingin main main, berdiri" teriak Khoiril.


"Ampun tuan, Ampuni kami" Fahmeed merangkak memegangi kaki Khoiril.


"Fahmeed sekarang kalian harus melayani kami, atau kalian akan musnah menjadi debu" Khoiril menginjak kepala Fahmeed menekannya ke tanah.


"Baiklah tuan katakan saja apa keinginan tuan kami akan penuhi" Kata Fahmeed gemetaran saat kepalanya seperti akan retak di injak Khoiril.


"Pertama siapkan semua kebutuhan kami selama di sini"


"Kedua kami memerlukan tenaga kalian untuk mencari keberadaan seseorang" Apa kau sanggup.


"Baik tuan kami akan laksanakan sebaik mungkin" ujar Fahmeed.


"Saya mencari seseorang yang berasal dari Kota Tapus pedalaman Sumatra, dia ke Jakarta seminggu yang lalu, coba perhatikan ini photonya" Khoiril memberikan photo Albara pada Fahmeed.


"Tugas kalian mencari keberadaan Albara kalau bisa membawanya kesini, jika tidak tunjukkan di mana keberadaannya" kata Khoiril.


"Jika kalian ada yang menolak akibatnya kepala kalian akan terpisah dari tubuh kalian" ancam Khoiril.


"Ampun tuan kami tidak akan menolak keinginan tuan" Fahmeed benar benar memelas.


"Bagus Sekarang sediakan kami makanan dan minuman yang enak, juga lima orang wanita penghibur, selanjutnya kalian cari di mana keberadaan Albara" Khoiril melepaskan kakinya dari kepala Fahmeed.


Semenjak itu Khoiril tinggal di markas geng Pendekar Kuda Besi di layani langsung oleh Fahmeed dan anak buahnya. Sedangkan anggota geng Pendekar Kuda besi di kerahkan untuk mencari keberadaan Albara.

__ADS_1


__ADS_2