Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 69


__ADS_3

Saat manager Luna bersama Albara meninggalkan ruangan dengan expresi yang sangat kesal, melihat gelagat ini direktur utama Rolan berpesan.


"Manager Luna.... dandani dia serapi mungkin kalau masih ingin bekerja di sini" ancam direktur utama Rolan.


"Siap pak Direktur" sahut manager Luna.


Maneger Luna merupakan lulusan terbaik Universitas Muhammadiah Jakarta, baru saja menyelesaikan program studi megister of Management. Baru lima bulan lebih melepaskan status pengangguran, yaitu saat di tetima bekerja di Albara Group. Nasibnya cukup bagus Albara group yang baru saja bangkit saat itu kekurangan banyak tenaga ahli hingga teknisi. Saat melamar kerja di Albara group Luna lansung mengisi jabatan manager kepegawaian.


Tentu saja mendengar ancaman direktur utama Rolan membuat Luna sangat ketakutan. Sikap kesalnya pada Albara menjadi lunak dan berganti sikap yang manis.


"Waduh ... dek Bara ke kantor kok kostumnya begini sih. Kalo gue yang jadi direktur, lo udah gue pecat" kata manager Luna.


"Lo kerja di bagian apa sih, kok gue baru lihat?" tanya manager Luna.


"Saya hari ini baru kali inu kesini kakak, katanya mau di jadikan direktur megis Albara Group" jawab Albara asal jawab.


"Direktur Megis..! yang benar lo ngomong, gue ini manager kepegawaian, belum pernah degar adanya direktur megis gitu" kata manager Luna.


Albara tidak menanggapi perkataan manager Luna, Saat mereka memasuki lorong yang menghubungkan dengan bangunan di sebelahnya, bangunan yang merupakan pusat perbelanjaan. Albara di bawa ke suatu tempat tidak jauh dari lurong tersebut, sebuah tempat bagi Albara seperti salon kecantikan yang biasanya hanya di kunjungi para wanita.


"Kakak kenapa saya di bawa kesini" protes Albara.


"Udah lo nurut sama gua, kalau gak ntar lo diusir lagi sama pak Direksi" kata manager Luna.


Albara akhirnya mengikuti apa yang di inginkan Manager Luna terus memasuki salon. Luna berbicara dengan seorang meminta merapikan rambut Albara, lalu maneger luna menelepon seseorang untuk membawa sepasang sepatu ukuran 42, satu stel jas, dasi dan kemeja dengan ukuran L sesuai ukuran Albara.


Tiga puluh menit kemudian seseorang datang membawa pesanan maneger Luna. Lalu di serahkan pada Albara untuk di pakai. Kembali manager Luna dibuat kesal saat Albara yang kesulitan mengenakan dasinya, manager Luna akhirnya terpaksa membantu.


Albara memandang bayangannya di cermin dengan jas abu abu kebiruan, dasi berwarna gelap yang sangat serasi dengan postur tubuhnya. Hampir dia tak percaya kalau itu dirinya, manager Luna sama seperti Albara hampir tak percaya kalau pemuda yang berdiri di depannya, adalah pemuda yang tadi terlihat kumal bersandal jepit.


Luna yang bengong menatap Albara, lalu di kagetkan oleh suara Albara.


"Ada yang beda dari Albara apa kakak bisa tebak" kata Albara.


"Bisa dong" jawab manejer luna terlihat mulai senang.


"Apa ayo tebak" kata Albara.


"Kostumya beda" tebak Luna.


"Apa lagi?" tanya Albara.

__ADS_1


"Sendalnya juga beda kan" tebak Luna lagi.


"Bukan itu maksud saya, kak" kata Albara.


"Saya tau," kata tukang salon.


"Sssst jangan bilang kakak" pinta Albara sama mbak pegawai salon.


"Ni saya kasih satu juta tapi jangan bilang ya!" kata Albara sambil menyerahkan uang satu juta, yang di ambilnya dari cincin pintak pinto.


"Ok bosss" jawab mbak pegawai salon kesenangan menerima uang satu juta Rupiah dari Albara.


Manager Luna heran melihat ditangan Albara, tiba tiba sudah memegang uang satu juta lagi di tangannya.


"Kalau kakak bisa tebak, saya kasih satu juta" kata Albara memperlihatkan uang satu juta di tangannya.


"Kakak nyerah, apa dong yang beda?" tanya manager Luna.


"Coba kakak perhatikan, tadi betel saya kan kekiri tapi mbak salon bilang betelnya di ubah ke kanan biar gantengnya kayak Nabi yusuf kata kakak ini" Albara menunjuk mbak salon di sampingnya.


"haaa ha ha, bisa aja mbak Rani, tapi gue suka lihat betel lo kayak gini" kata manager Luna.


"Sekarang saat nya kopi break, udah kita ke kantin aja dulu gue laper" ajak manager Luna.


"Ada apa pak Suruyo menyusul saya?" tanya manager Luna.


"Direktur Personalia meminta saya membantu manager Luna" kata lelaki separuh baya yang di panggil pak Suryo.


"Tapi saya juga perlu bantuan manager Luna" kata pak Suryo agak gugup.


"Bantuan bagaimana yang pak Suryo butuhkan?" tanya manager Luna.


"Anak saya mau kuliah, untuk daftar ulang harus bayar lima belas juta, dengan tempo pembayaran tinggal dua hari lagi, Bapak sudah ngajukan pinjaman ke Direktur keuangan tapi karena banyaknya peminjam bapak harus ngantri untuk bulan depan" Kata pak Suryo sangat sedih seperti ingin meneteskan air mata.


Albara membatalkan niatnya untuk minum, segera diletakkannya kembali gelas yang tadi sudah di anggkatnya.


"Saya bisa bantu kak" kata Albara.


"Ayo kak Luna dan pak Suryo kita kembali ke ruang meeting, saya akan usulkan Albara group memberikan beasiswa bagi anak karyawan yang sedang kuliah" kata Albara.


****

__ADS_1


Albara, manager Luna dan pak Suryo memasuki ruang meeting saat acara hampir selesai. Abu Daud Direksi (Presiden direktur atau pemilik Albara group) masih bicara.


"Saya tetapkan perusahaan PT. Lancang Kuning TBK, sebagai mitra pengiriman barang kedepan" kata Abu Daud.


"Ada beberapa poin penting yang bisa kita lakukan dalam kerja sama dengan PT. Lancang Kuning"


"Pertama mereka juga memiliki kapal kargo yang tergolong baru dan terwat, bisa menutupi kekurangan kapal Albara group"


"Kedua pemulik PT. Lancang kuning adalah seorang perwira polisi aktif yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden, dia juga sedang menjabat jabatan strategis di Negara, setidaknya kita akan mendapatkan kemudahan dalam urusan bisnis kedepan" kata Abu Daud.


"Selanjutnya saya serahkan pada direktur utama memimpin pertemuan sesi tambahan mengenalkan seseorang yang ada hubungannya dengan Albara group, sekalian mengakhiri pertemuan ini" kata Abu Daud.


Rolan segera mengambil alih pimpinan rapat lalu melihat ke arah Albara yang duduk di samping pak Suryo.


"Kamu kesini" katanya pada Albara .


Albara maju ke depan dan duduk kembali di kursi Direksi Albara group.


"Bapak bapak bapak ... ibu ibu sekalian hari ini kita kedatangan tamu terhormat, seorang pewaris Albara group, yakni putra sulung pak Abu Daud, Namanya Albara Daud" kata Rolan.


"Owwww.....". manager Luna setengah berteriak sambil menutup mulutnya yang ternganga.


Tidak hanya manager Luna yang kaget tapi semua yang hadir sangat kaget, pemuda yang tadi kumal bersandal jepit ternyata pewaris Albara group.


"Saya silahkan dik Albara mengenalkan diri" kata Rolan pada Albara.


Albara menyapa dan menyalami semua hadirin kemudian mengenalkan diri.


"Nama lengkap saya Muhammad Albara Daud, nama belakang Daud merupakan nama temuan yaitu nama ayah saya Abu Daud. Saya tinggal dan besar di kota kecil tepatnya Kota Tapus, saat ini saya kuliah di universitas Kota Tapus insyaallah satu tahun lagi tamat" kata Albaranya.


"Tadi saya sudah mengenal Pak Suryo, bisa kesini pak Suryo" pinta Albara.


"Siap Tuan Muda.." jawab pak Suryo bergegas ke dekat Albara.


"Saya degar Pak Suryo lagi butuh uang untuk anaknya yang lagi kuliah, ini saya kasih dua puluh juta untuk daftar ulang anak pak Suryo di Universitas" Albara seperti tak melakukan gerakan apa apa lalu memberikan uang dua puluh juta pada pak Suryo.


"Terima kasih banyak tuan muda" kata pak Suryo penuh suka cita.


Setelah pak suryo kembali ketempat duduk semula Albara melanjutkan.


"Saya berniat memberikan beasiswa sebanyak setatus juta bagi setiap anak karyawan yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Bagaimana pendapat kalian?" tanya Albara pada yang hadir.

__ADS_1


Semua berteriak setuju, tetapi manager Luna mengacungkan tangan lalu memberikan pendapat.


"Maaf pak direksi saya setuju dengan ide tuan muda Albara, tapi jumlahnya kita rembuk dan di sesuaikan dengan keuangan perusahaan, saya lihat tuan muda sangat mudah mengeluarkan uang. saya takut nanti Albara group akan terganggu dan kembali terpuruk di masa depan karena kemurahan hati tuan muda" kata manager Luna.


__ADS_2