
Saat Khoiril jatuh bergulingan menghindari sabetan anak panah di tangan kanan Albara yang menyerempet bahu kirinya, kesempatan ini di gunakan Albara melepaskan anak panahnya yang telah di bidikkan kearah Khoiril. Anak panah berubah menjadi sinar biru melesat kearah Khoiril. Namun Khoiril yang kaya pengalaman menyadari kalau Albara membindiknya dengan anak panah, dia menyadari betapa bahayanya panah api neraka baru terserempet saja dia merasakan panas luar biasa di bahunya.
"Albara... cukup kita main main, Aku bersumpah akan melenyapkan mu sebelum mengambil cincin pintak pinto dan panah api neraka dari mu" Khoiril menyeringai buas.
Tak mau ambil resiko Khoiril secepat kilat berdiri dengan kedua kaki di tekuk, dari tangannya kuar sinar putih menyilaukan menyambar anak panah Albara yang sudah berubah menjadi warna biru. detik berikutnya dari tangan kirinya tiga buah pisau terbang melesat mengincar tiga titik mematikan di tubuh Albara.
Suara petir memekakkan telinga terdengar saat Khoiril melepaskan ajian guntur petus merobek cakrawala, diikuti ledakan dahsyat saat kilatan petir bertemu anak panah Albara yang telah berubah menjadi sinar biru.
"Duaaaar" ledakan dahsyat membuat Albara terlempar hingga empat meter, bersamaan dengan meluncurnya tiga buah belati terbang. Albara menyabetkan busur panahnya kearah belati terbang.
"Trak trak" Dua belati terbang rontok bertemu busur panah Albara.
"Crasss" satu belati masih melesat tau tau telah merobek lengan baju kiri Albara. membuat gores kecil di lengan Albara. Kondisi Khoiril tidak jauh berbeda dengan Albara, tubuhnya terpental sampai empat meter, berdiri sempoyongan.
Saat mereka bersiap melanjutkan pertempuran, empat bayangan hitam terlihat berkelebatan menghampiri mereka saat berikutnya keempat mereka sudah berdiri di samping Khoiril.
"Tahan dia jangan sampai lolos" perintah Khoiril pada ke empat kawannya.
Ke empat teman Khoiril segera mengepung Albara, lalu serentak maju menyerang.
Kembali Albara sibuk dengan serangan empat teman Khoiril, Albara mengunakan ilmu peringan tubuhnya menggerakkan tubuhnya berkelebatan seperti bayangan, tubuhnya bagai terbang saja mengitari ke empat pembantu Khoiril. Hanya dalam satu gerakan keempat teman Khoiril hanya seperti memukul angin, tiba tiba mereka sudah terkena pukulan Albara.
"Aduhhh, ahhhhh ahhhh ahhhhh" keempat teman Khoiril menjerit kesakitan tubuh meteka terlempar melayang di udara lalu terbanting dengan keras di lantai puncak gedung.
Albara kembali melepaskan panahnya ke arah Khoiril yang juga sedang bersiap melepaskan ajian guntur petus merobek cakrawala. Anak panah melesat meninggalkan busurnya berubah menjadi sinar biru. Saat bersamaan Albara mencelat ke gedung sebelah mencoba untuk kabur dari Khoiril dan teman temannya.
"dessss, Seeeer duaaaar" kembali ledakan dahsyat terdengar saat dua kekuatan bertemu.
__ADS_1
Albara terus berkelebatan dari gedung ke gedung, tubuhnya seperti bayangan yang terbang dari gedung satu ke gedung lainnya. Khoiril yang tak ingin Albara lepas dari tangannya terus mengejar sambil menghujani Albara dengan ajian guntur petus merobek cakrawala, yang di balas Albara dengan melepaskan panah api neraka.
Hari mulai gelap lampu lampu sudah pada hidup menambah indahnya pemandangan. Sekalipun cuaca sangat cerah tapi terlihat kilat sambar menyambar di songsong oleh sinar biru. Dua bayangan terlihat berpindah dengan sangat cepat dari satu gedung ke gedung lainnya, dibarengi suara petir memekakkan telinga di susul ledakan dahsyat saat kilat dan sinar biru bertemu.
Banyak orang menatap pemandangan ajaib ini dengan mata melotot dan mulut terngaga, banyak juga yan mencoba megabadikan adegan pertempuran tersebut dengan vidio kamera handpon mereka. Hingga pukul delapan malam pertempuran seru tersebut belum mereda jalanan menjadi macet karena orang orang pada berhenti untuk menonton.
"Apa yang terjadi?" orang orang hiruk pikuk saling bertanya tentang apa yang mereka lihat.
"Keliatannya seperti ada dua bayangan yang sedang bertempur, mungkin dewa petir dan dewa perang sedang bertempur" ucap salah seorang sedang asik mengabadikan pemandangan tersebut.
"Yahhhh belum setengah menit mereka sudah menjauh dan hilang dari pandangan" keluh yang lain kecewa dan tegang.
***
Kita tinggalkan bayangan Albara yang sedang berlari dengan cepat di ikuti bayangan Khoiril yang berkelebat membuntutinya. kita lihat dulu keadaan Anita dan anggota geng motor peduli sesama yang menyertainya saat meninggalkan markas geg motor Pendekar Kuda Besi.
Beberapa orang anggota geng pendekar kuda besi melakukan hal yang sama kemudian membuntuti mereka. Aksi Kejar kejaran terjadi antara Geng motor Pendekar Kuda Besi dengan kelompok geng motor Peduli Sesama, anggota Geng Pendekar Kuda Besi yang mengejar Areil dan anggotanya terlihat membawa senjata tajam samurai dan double stik bahkan ada beberapa mereka membawa pistol.
"Kejar kejar kejar" teriak Fahmeed pada anggotanya saat Anita dan geng motor Peduli Sesama tancap gas meninggalkan markas Pendekar Kuda Besi.
"Tangkap atau bunuh yang perempuan dan biarkan polisi mengamankan laki lakinya" Fahmeed mencoba berdiri.
"Ahhhh" Fahmeed meringis kesakitan saat menyadari kedua pahanya patah tulang.
"Aduh tolong" teriaknya pada para pengawalnya.
Anggota geng motor pendekar kuda besi segera memapah Fahmeed ke dalam markas. Sementara sebagian mereka menyusul teman mereka yang telah dulu mengejar Anita dan geng motor Peduli Sesama. Tanpa menghiraukan keselamatan diri dan pengguna jalan lain, para anggota geng motor Pendekar Kuda Besi tancap gas dengan ugal-ugalan saat mengejar Ariel dan teman temanya.
__ADS_1
Anita dan teman temannya meliuk liuk di jalan raya saat mendahului beberapa kenderaan di depan mereka, mereka makin mempercepat laju kendaraan mereka saat mengetahui penguntit mereka masih terlihat di belakang.
"Ambil lorong sebelah kiri 200 meter dari sini" kata Ariel mengingatkan Anita.
Anita yang ada di belakang terhalang sebuah mobil marcedes band saat akan memasuki lorong.
"Ciiiit Tiet" suara rem dan klakson terdengar bersamaan tapi mobil di depannya seperti terlihat bingung harus bagai mana.
Anita nekat kembali melakukan wheeling dengan gas mentok lalu gear di naikkan, kali ini di barengi dengan mengerahkan tenaga dalam.
"Draaaannnnnng" suara motor meraung melompat lalu terbang di atas mobil di depannya.
"Waaaaaaaw" Anita berteriak kaget sendiri, saat merasakan motor seperti sangat ringan waktu dia mencoba meloncat membantu motornya melompat.
"Tap " motor mendarat dengan manis lalu melaju mengikuti Ariel di depannya.
"Luar biasa" teriak Ariel kaget.
Orang orang pada menghindar memberi jalan, saat melihat geng mereka lewat dengan kecepatan tinggi. Namun di sebuah persimpangan terlihat belasan motor gede anggota geng Pendekar Kuda Besi menghadang mereka.
"Kita lewat mana?" tanya Anita di samping Ariel.
"Ambil jalan lurus" jawab Ariel singkat.
Draaaannnnnng" kembali Anita menaikan gas motornya, motor melaju mendahului Ariel dan temannya.
Saat jarak lima meter dari anggota geng Pendekar Kuda Besi di depannya. Anita menggerakkan tangan kanannya seperti melambai menyapa mereka. Dari tangannya mengalir kekuatan dahsyat yang membuat udara di sekitar bergerak cepat berpusing menerjang anggota geng Pendekar Kuda Besi.
__ADS_1