Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 56


__ADS_3

"Hati hati ada seseorang yang menginginkan nyawa mu" hinga tiga kali suara itu bergema.


Suara itu menggema di hati Albara tentu saja tidak terdengar oleh Mulan di sampingnya. Albara tidak bisa mendeteksi pemilik suara tersebut, seperti dia sedang di ruang tunggu bandara, hanya mendengar sara dari mikropon dia tidak tau dimana dan siapa pemilik suara tersebut. Perasaan nya jadi tidak enak, segera dia pamit pulang pada Mulan, setelah Mulan mencium tangannya Albara bergegas menuju mobilnya.


Di perjalanan Albara di kagetkan dengan pemandangan di jari manisnya, batu cincin pintak pinto bersinar dan berlahan berubah warna menjadi marna hijau bening seperti warna zamrut. Albara merasa nyaman seandainya orang yang menginginkan Nyawa nya sangat sakti, dia masih bisa melawan apalagi dengan adanya senjata sakti pedang si tajam hulu tembembesi dan panah api neraka milik Raja Sulaiman yang tersimpan di dalam cincin pintak pinto.


Sepanjang perjalanan pulang Albara meningkatkan kewaspadaannya namun tidak ada satu pun yang mencurigakan, tapi sampai di rumah Albara kaget dengan isi rumahnya yang Berantakan, seluruh kamar di obrak abrik dan isi semua almari juga telah berserakan, sepertinya maling baru saja memasuki rumahnya. Albara hanya berpikir "Mungkin kejadian ini ada hubungannya dengan pembelian mobil tadi siang, orang lain mengira Albara orang kaya yang menyimpan uang di rumahnya". Ini resiko jadi orang kaya pikir Albara, sambil membenahi rumahnya yang berantakan.


Paginya dia bangun agak kesiangan, di hpnya sudah ada 4 kali panggilan tak terjawab dari Mulan dan sebuah pesan wa juga dari Mulan.


"Kak Albara nanti ada seminar di kampus jadwalnya jam 9.00 Wib, jemput Mulan jam 8 ya"


Diliriknya jam sudah pukul 7 pagi, Albara segera mandi dan sholat dhuha, Setelah sarapan mi, dia segera menjemput Mulan kebetulan hari ini dia tidak punya jadwal kuliah. Albara juga berniat mengikuti seminar yang di adakan kampus ekonomi, tema seminar sangat menarik baginya yaitu tentang "Sistim Keuangan dan Riba". Pembawa makalah dalah profesor Husein seorang ahli ilmu akhir zaman yang berasal dari new york.


****


Kita lihat dulu keadaan Andree Lee setelah acara ulang tahun Mulan, Andree Lee terlihat sangat kecewa keyakinan dirinya akan status dan kekuatan materi yang di milikinya, seperti tak ada artinya di depan Mulan. Apalagi mengingat Albara yang bersinar sangat cemerlang pada pesta ulang tahun Mulan membuat hatinya semakin sakit.

__ADS_1


Berbeda dengan Camat Samsul yang sudah menyerah pada kenyataan, sebaliknya Andree Lee makin membulatkan tekadnya untuk merebut Mulan dari Albara. Harapan Andree Lee saat ini hanya tinggal pada dukun sakti ki Jaka Baya, tapi ki Jaka Baya hingga hari ini belum memberi kabar akan kelanjutan ritualnya.


Berpikir hanya ki Jaka Baya yang masih bisa di andalkan, tanpa disadari Andree Lee sudah melajukan mobilnya ke rumah ki Jaka Baya. Kebetulan pasien ki Jaka Baya lagi sepi, melihat Andree Lee datang dengan wajah kusut, ki Jaka Baya meminta pembantunya untuk tidak menerima tamu lagi, lalu kembali menemui Andree Lee.


Ki Jaka Baya sudah bisa menduga kalau Andree Lee dalam keadaan tidak baik. Dari padang mata Andree Lee yang tajam seperti menembus dada orang yang dipandangnya, bola matanya tak bergerak dengan kelopak yang tak pernah berkedip, menandakan otaknya yang sedang bekerja keras.


"Tuan Andree Lee sedang memiliki gejolak jiwa yang sangat menegangkan, bayangan Mulan seperti membekas pada bola mata tuan. Aki tau kalau Albara sangat berat untuk di singkirkan, dia juga memiliki kekayaan yang tersembunyi. Sekalipun demikian tuan Andree Lee jangan terlalu khawatir" kata ki Jaka Baya seperti mengetahui apa yang di alami Andree Lee.


Andree Lee tercengang mendengar omongan ki Jaka Baya, alangkah benarnya apa yang di ucapkannya, Andree Lee terkenang akan segala upayanya selama ini, menggunakan ketampanan, kekayaaan bahkan dia rela menjilat pak Sekda dan ibu Susanti, namun hubungan Mulan dan Albara seperti tak terpengaruh bahkan semakin intim.


Mengingat akan suasana hatinya saat ini seperti ada gejolak yang makin membara membuat Andree Lee merasa tertekan dan tegang. Gejolak yang tidak mampu dia hilangkan dengan menghibur diri, gejolak yang membuat apa yang dia punya menjadi semu tak bisa mendatangkan kebahagiaan sedikitpun. Jiwa Andree Lee makin terbakar saat mengingat dia telah kalah dari Albara yang di anggapnya hanya seorang pecundang miskin. Apalagi mengingat Mulan yang seperti tidak pernah tergiur sedikitpun dengan kekayaannya.


"Tidak mudah.,... tidak mudah" ki Jaka Baya berucap seperti di tujukan pada dirinya sendiri sambil menerawang photo Albara dan Mulan di tangannya.


"Ayolah ki apapun syaratnya akan saya coba penuhi" Andree Lee memelas.


Ki jaka baya masih mengeleng ngelengkan kepala dia kembali memperhatikan photo Albara dan Mulan yang telah di lipat oleh nini Tiraw. Setelah lama menerawang akhirnya ki Jaka Baya menatap Andree Lee.

__ADS_1


"Tuan andre kesini sendirian kan?" tanya aki Jaka Baya juga seperti sudah bisa menebak.


"ya ki" Andree Lee mengangguk membenarkan tebakan ki jaka baya.


Ki Jaka Baya berdiri lalu bicara dengan beberapa pembantunya kemudian kembali menemui Andree Lee.


"Tuan Andree Lee mari ikut aki" kata ki Jaka Baya sambil memegang pergelangan tangan Andree Lee.


Andree Lee yang merasa sungkan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman ki Jaka Baya. Namun tangan ki Jaka Baya seperti lengket bagai menyatu dengan tangannya. Melalui pintu belakang rumahnya Ki Jaka Baya terus melangkah dengan langkah lebar di ikuti Andree Lee yang seperti terseret makin lama gerakan ki Jaka Baya makin kencang. Mengertilah Andree Lee kalau ki Jaka Baya sedang menggunakan kesaktianya.


Menyadari betapa saktinya ki Jaka Baya timbulah keinginan Andree Lee untuk mengenalnya lebih dekat lagi.


"Ki Jaka Baya kenapa tidak mengajarkan saya cara berlari secepat ini. supaya saya tidak lagi diseret seret seperti ini" kata Andree Lee.


"Untuk saat ini tuan jagan berpikir yang lain lain kita perlu bergerak cepat" kata ki Jaka Baya.


Tak lama kemudian mereka telah meninggalkan Kota Tapus, mulai memasuki hutan menyusupi semak belukar, naik turun bukit. Terkadang Andree Lee berpikir kalau dia sedang di culik tetapi karena keras hatinya untuk mendapatkan Mulan dia terus saja mengikuti ki Jaka Baya.

__ADS_1


Ki Jaka Baya terus berlari membawa Andree Lee yang seperti terseret, hingga memasuki senja saat hari mulai gelap mereka sampai di sebuah sungai yang airnya jernih, di tepi sungai tampak olehnya sebuah bukit yang bersih di tata rapi seperti taman yang indah. Ki Jaka Baya terus menuju bukit tersebut menuju sisi bukit yang curam di tumbuhi semak belukar. setelah dekat terlihat di atas tebing sebuah goa yang terletak kira kira lima meter dari dasar tebing.


__ADS_2