Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 147


__ADS_3

Ibu Susanti merasa cukup puas dengan keterangan Aza dan Lena, lalu memanggil Mela ajudannya.


"Mel panggilkan pak Sekda, beliau perlu dengar keterangan Aza dan Lena" ucap ibu Susanti.


Tak lama setelah mela keluar pak Sekda masuk di ikuti ustadz Soleh dan pak Bhukari. Setelah mereka duduk ibu Susanti menceritakan apa yang dia dengar dari Aza dan Lena.


"Tadi pagi saat Lena mau masuk gerbang universitas Kota Tapus, Lena juga lihat Mulan di kejar kak Albara, Lena juga heran saat melihat di Mulan yang lain sedang bertepur dengan Devina" cerita lena.


Aza tak mau ketinggalan memberi beberapa keterangan, sementara pak Sekda dan ibu Susanti diam mendengarkan keterangan mereka.


"Mulan yang di kejar Albara itu yang kemarin kerumah Aza, sekarang Doni dan Manto dua sahabat dekat Albara sedang bergabung dengan tim pencari orang hilang memasuki hutan di samping universitas Kota Tapus untuk mencari keberadaan Albara dan Mulan" sambung Aza.


Pak sekda cepat tanggap dengan keterangan Aza dan Lena, segera minta pak Bukhari bergabung dengan tim pencari orang hilang.


"Pak Bukhari bisa gabung dengan tim pencari orang hilang kan?" tanya pak Sekda.


"Bisa pak Sekda" jawab pak Bhukari.


"Sekarang pak Bhukari minta di atar sama sopir ke universitas dan dampingi si Doni dan Manto" kata pak Sekda.


"Siap pak Sekda" ucap pak Bhukari lalu meninggalkan ruangan.


Pak Sekda yang juga sedang bingung, lalu minta pendapat ustadz sholeh.


"Bagaimana menurut ustadz, tentang keberadaan dua Mulan anak kami?" tanya pak Sekda.


"Ustadz masih ingat juga kan, beberapa waktu lalu saya minta pendapat ustadz, saat Albara dengan histeris mengatakan Mulan adalah jelmaan Tiraw" ucap Pak Sekda.


"ya saya ingat, waktu itu saya juga menolak apa yang di ucapkan Albara. tapi hari ini kita melihat kenyataan bahwa ada dua Mulan sama sama mengaku putri pak sekda" ucap ustadz Sholeh.


"Saya pernah dengar kasus anak anak remaja yang mengalami perubahan drastis setelah kembali dari goa Tiraw, Cerita orang orang tua itu terjadi di zaman nenek nenek mereka sendiri belum lahir, hingga cerita itu hanya menjadi cerita dongeng untuk menakuti anak anak" ustadz soleh mulai mengemukakan pandangannya.


"Sebagai muslim saya cendrung memandang kasus seperti ini dari ilmu agama"

__ADS_1


"Agama mengakui adanya mahluk sakral yang hidup bersamaan dengan manusia, menghuni alam semesta, seperti malaikat dan jin dari berbagai jenis"


"Nabi adam dan beberapa Nabi lainnya pernah bertemu Iblis, Nabi Sulaiman memerintah jin, nabi Muhammad pernah ketemu jin" kata ustadz sholeh.


"Tapi kasus ada jin menyamar sebagai manusia juga di kabarkan dalam agama akan terjadi di akhir zaman, saat Dajjal memerintahkan jin untuk menyerupai manusia atau hewan dengan tujuan menyesatkan mereka dari agama yang benar" kata ustadz Sholeh.


"Jauhkan... jauhkan ya Allah" jerit ibu Susanti.


"Aamiin" ucap ustadz sholeh.


"Aamiin, Aamiin, Aamiin" Pak sekda, Aza dan Lena ikut mengaminkan.


Setelah menyadari kalau benar adanya Mulan jadi jadian ustadz Sholeh pun di buat bingung dengan kenyataan yang sedang terjadi, segera dia mengajukan pertanyaan pada pak Sekda atau ibu Susanti.


"Mungkin kita memang sudah berada di penghujung zaman seperti yang di kabarkan Rasulullah" ucap ustadz sholeh lalu menarik napas sejenak.


"Secara pisik apa ada ciri khusus yang biasa di kenali pada Mulan yang asli?" tanya ustadz Sholeh.


"Maksudnya tadz" tanya ibu Susanti.


"Gak ada pak ustadz" kata ibu Susanti.


"Itu susahnya, kalau menurut saya untuk saat ini terima saja mereka anggap saja mereka saudara kembar" saran ustadz Sholeh.


"Cuma pak sekda dan ibu susanti juga orang orang yang bergaul dengan Mulan mesti hati hati, saya yakin Mulan yang palsu akan selalu berusaha membawa setiap orang ke jalan kesesatan menjauhi agama yang benar, sesuai dengan hadist" ucap ustadz sholeh.


"Astagfirullah, ampuni kami ya Allah" ibu susanti makin cemas dengan penjelasan ustadz Sholeh.


"Kalian juga sahabatnya Mulan jangan sampai tertipu dengannya, berpeganglah dengan Alquran dan sunnah Rasulullah" ustadz juga menasehati Aza dan Lena.


"Terima kasih nasehat ustadz" ucap Aza.


"Satu lagi pendapat saya mengenai siapa yang asli, kita bisa menilai dalam sikap dan tingkah lakunya. Pertama di didikan masa kecil oleh orang tua akan cenderung memiliki kesamaan sifat dengan ibu atau ayahnya. Kedua nalurinya sebagai anak pasti tidak pernah ingin melihat ayah ibunya celaka" kata ustadz sholeh.

__ADS_1


"Masuk akal" guman pak Sekda.


"Secara naluriah ada ikatan batin antara orang tua dengan anaknya, ada naluri untuk saling menyayangi"


Ustadz Sholeh memandang Aza dan Lena.


"Umpama jika mereka berdua sebagai Mulan Asli dan Mulan palsu" Ustadz Sholeh menunjuk Aza dan Lena.


"Umpama jika ibu atau bapak mengetahui si Aza adalah Mulan asli, dan Lena adalah Mulan palsu. apa pak Sekda dan buk Susanti tega jika polisi menangkap si Lena karena telah membuat kepalsuan?" tanya ustadz sholeh.


"Tentu saja tega kan" ustadz sholeh menjawab sendiri.


Pak Sekda dan ibu Susanti hanya mengangguk paham.


"Sebaliknya jika polisi menangkap Aza sebagai Mulan yang Asli dengan tuduhan yang sama, apa pak sekda dan ibu susanti tega?" tanya ustadz Sholeh lagi.


"Tidak pak ustadz, biarlah ibu yang di penjara asal jangan Mulan" jawab ibu susanti.


"Seperti itu juga sebaliknya, Mulan yang Asli anak kandung ibu Susanti pasti takkan rela ibunya di penjara, Sebaliknya mulan yang palsu pasti punya misi dengan menyerupai Mulan, dia rela nemgorbankan ibu atau bapak asal tujuannya berhasil" saran ustadz Sholeh.


"Apa yang harus kami lakukan pak ustadz" tanya pak sekda.


"Bersabar pak Sekda, minta petunjuk yang maha kuasa, jangan putus asa dalam berdoa yakinlah semua ada hikmahnya" kata ustadz.


"Saya juga akan melakukan sholat tahajud selama empat puluh hari mohon pada Tuhan membatu menyelesaikan masalah pak sekda yang sangat berat menurut saya" kata ustadz.


"Sangat berat pak ustadz, rasanya tak tertanggungkan lagi pak ustadz, kalau mikir masalah putri kami saya rasanya pengin mundur sebagai Sekda, lalu pensiun tinggal di samping masjid" keluh Sekda.


"Sama sama kita berdoa pak Sekda, Ada pendapat dari ilmuan yang samgat terkenal


Menghadapi masalah terlalu berat dan di luar logika maka serahkan pada keyakinan


semoga masalah pak sekda segera terselesaikan" kembali ustadz Sholeh memberi nasehat.

__ADS_1


"Terima kasih banyak ustadz, ooo ya bu ustadz mau melaksanakan tahajud selama empat puluh hari, kasih beli rokok kopi ustadz selama melakukan melaksanakan tahajud" lalu pak sekda membisikan sesuatu pada ibu Susanti.


Ibu Susanti meninggalkan ruang tamu tak lama kemudian kembali menyerahkan amplop warna coklat yang isinya cukup tebal pada ustadz sholeh.


__ADS_2