
Dua sosok wanita manusia kerdil yang satu serupa sama persis dengan Mulan sedangkan satunya berwajah sangar mengerikan. Kedua wanita tersebut serempak melakukan serangan ke arah Albara yang sedang lemas. Mulan dan Albara secara naluriah menyadari akan datangnya bahaya yang mengancam nyawa mereka.
Melihat datangnya dua sosok menyambar dengan cepat kearah mereka, Mulan melompat menjauh ke belakang hingga lima langkah. Sedangkan Albara yang sudah kehabisan tenaga saat mengobati Mulan diam di tempat.
"Tikus got, dasar mesum dicari cari tak ketemu, taunya ngumpet di sini" Mulan jadi jadian menerjang melepaskan pukulan yang mengandung tenaga dalam penuh.
Albara yang sudah kehabisan tenaga terpaksa menerima dua pukuluan sakti sekaligus, di kumpulkannya tenaga saktinya yang tersisa lalu si salurkan ke punggungnya.
"Breeet... Buuuk" dua pukulan sekaligus di terima Albara, satu pukulan berupa cakaran dari manusia kerdil merobek pakaian di bahu kanan Albara, sedangkan pukulan Mulan jadi jadian mendarat telak di punggung kiri Albara.
"Bruuuk" Albara terpental jatuh terjerambab di depan Mulan, diam tak bergerak dengan darah segar mengalir dari bibirnya.
"Hik hik hik, Albara yang dipuja puja Anita setinggi langit sebagai pendekar maha sakti, ternyata begini saja kemampuan mu, sekarang terimalah kematianmu" Mulan jadi jadian kembali melepaskan pukulan kearah Albara.
Mulan yang sudah merasa nyaman setelah di obati Albara, kembali naik darah napasnya tidak lagi sesak, melihat Albara tergeletak tak bergerak, hilang rasa lelah yang di rasanya, bangkit amarahnya apalgi teringat akan kelakuan Mulan jadi jadian yang mengurang dirinya di goa Tiraw.
Dengan mata berapi api Mulan menatap dua manusia kerdil di depannya, lalu Mulan mengikat rambutnya yang tadi sempat terurai.
"Manusia Tiraw, jangan sombong kau selagi ada aku, jangan mimpi untuk membunuh Albara" bentak Mulan lalu menerjang maju menerima pukulan Mulan jadi jadian.
"Plakkk..." dua tangan bertemu.
Mulan mencelat mundur hingga tiga langkah, sedangkan Mulan jadi jadian terpental hingga lima langkah. Dalam adu tenaga dalam terlihat Mulan lebih unggul tapi kondisi Mulan yang baru saja sembuh harus menghadapi dua orang manusia kerdil akan menjadi bahaya maut bagi Mulan jika mereka maju mengeroyok.
Mulan tak ingin sembrono menghadapi dua manusia kerdil yang sudah bersiap untuk maju mengeroyok. Seketika Mulan telah berdiri memegang selendangnya untuk dijadikan senjata menghadapi serangan kedua manusia kerdil di depannya.
"Pengecut beraninya main keroyokan, tapi jangan kira aku takut pada kalian" ujar Mulan.
__ADS_1
Mulan marah sekali dengan gerakan sangat cepat tubuhnya melayang di udara seperti burung garuda, selendangnya menyambar menyambar nyambar seakan burung gsruda mencotok dua ekor mangsa yang juga bergerak sangat lincah. Amukan Mulan hebat sekali disertai pekikan melengking yang menggetarkan jiwa, namun lawannya bukanlah orang sembarangan yang dia hadapi adalah dua orang siluman yang memiliki kesakitan tinggi.
Mereka terlibat pertempuran sengit lebih seru dari pertempuran saat Mulan menghadapi Albara. Namun dalam kondisi Mulan yang belum pulih sepenuhnya membuat gerakannya mulai melemah. Setelah lima puluh jurus berlalu mulan mulai kewalahan menghadapi serangan serangan dua orang kerdil yang mengeroyoknya.
Mulan mengerahkan segenap kemampuannya ujung selendangnya bergerak bagai dua ekor ular yang menyambar mengincar dua mangsanya. seketika kacaulah pengeroyokan dua Tiraw yang amat sakti, saat bersamaan dari ujung ujung selendang telah meluncur jarum jarum merah muda.
"Aihhhhh ... Apa hubungan mu dengan Ratu Mas" tanya Tiraw yang berwajah seram.
Sekalipun semua jarum senjata rahasia dapat dia rontokkan, tapi serangan susulan dari dua ujung selendang Mulan sepat menyerempet lambung kedua manusia Tiraw.
"Aihhh sialan" kembali Tiraw yang berwajah seram mengumpat. lambungnya terasa panas sekalipun cuma terserempet tapi pukulan yang mengandung hawa sakti memberikan dampak yang cukup serius.
"He kalian, kalau sudah tau siapa yang kalian hadapi kenapa tidak lekas lekas menggelinding pergi" ucap Mulan.
"Keparat kau bukan Ratu Mas, siapa peduli pada mu" bentak Mulan jadi jadian.
"Hait ..." Mulan molompat ke udara lalu jungkir balik menghindari serangan yang amat ganas.
Mulan turun kembali keatas tanah, namun serangan kedua manusia kerdil, sudah menerjang mengincar lambung dan dada Mulan, hebat bukan main serangan mereka membuat Mulan mulai terdesak hebat, tenaganya makin melemah Jangankan mau membalas serangan untuk menghindari serangan Mulan terpaksa menggelinding di atas pasir.
"Hik hik hik, wanita cabul, kau pun akan menerima kematianmu bersama teman cabulmu" Mulan jadi jadian tertawa girang melihat Mulan mulai terdesak hebat.
"Wanita siluman, aku akan mengadu nyawa dengan kalian" ucap Mulan sudah berdiri bersiap menyambut serangan kedua wanita kerdil yang menerjang sangat ganas.
"Dukkkk, Dukkk" dua kali terdengar benturan hebat tau tau Devina entah dari mana datangnya sudah berdiri menyambut datangnya dua serangan kedua manusia kerdil.
Tubuh Devina terhuyung kuda kudanya tergempur dua tenaga sakti wanita kerdil, sebaliknya kedua wanita kerdil melayang bagai layang layang putus dari talinya, jaruh terbanting dengan keras dengan darah segar menyebur dari mulutnya pertanda mereka terluka dalam hebat.
__ADS_1
Devina sedari tadi juga sudah memperhatikan pertempuran mereka, dan taulah Devina kalau Mulan mati matian membela Albara. Saat melihat Mulan mulai terdesak hebat Devina maju menyambut serangan dua musuhnya.
"Saudari... tolong selamatkan kakak Albara biar kedua wanita siluman ini Devina bereskan" ucap Devina pada Mulan.
Mulan segera memanggul tubuh Albara setelah mendapat aba aba dari Devina, lalu dengan mengerahkan peringan tubuhnya berlari cepat, berkelebat memasuki hutan.
*****
Mulan mengerahkan seluruh kemampuannya berlari cepat berkelebat menghilang di kedalaman hutan. Pertemuannya dengan Albara membuat Mulan makin bersemangat berlari memanggul tubuh kekasihnya. Mulan terus berlari keluar hutan, menelusuri anak sungai, hingga senja mulai memasuki malam Mulan berhenti di sebuah batu lebar, terus memasuki sebuah goa yang terlindung di belakangnya.
Saat malam menjelang terlihat Mulan keluar dari belakang air terjun terus menuju kesisi pulau di pinggir sungai memasuki sebuah goa yang cukup lebar. Albara di baringkan di dalam goa dengan hati hati sekali.
Albara terlihat menghela napas berkali kali lau membuka matanya. Dalam kegelapan malam Albara masih bisa mengenali siapa yang sedang merawatnya dengan mesra.
"Mulan... kita ada di mana?" tanya Albara.
"Kakak sudah sadar ya? Mulan membawa kakak ke goa Tiraw" jawab Mulan.
"Ah Mulan, tidak baik berduaan di tempat seperti ini, kenapa tidak bawa kakak ke kota tapus?" tanya Albara.
"Mengapa tidak baik kak? kakak lagi sakit perlu perawatan serius" ucap Mulan.
"Kak, takdir telah mempertemukan kita, Mulan bersedia hidup di tempat seperti ini asal bersama kak Bara, sekarang Mulan bahagia dan bertekat hanya kak Bara lah yang harus Mulan dampingi selamanya" ucap Mulan.
"Kakak juga demikian, tapi kakak harus halalin Mulan dulu" kata Albara.
"Janji ya kak, kalau kakak bakal halalin Mulan" pinta Mulan.
__ADS_1
"Iya kakak janji, saat kita kembali ke Kota Tapus, kakak akan langsung melamar Mulan" kata Albara berjanji.