
Kalau menghadapi masalah kenegaraan bagi Sekda Kota Tapus itu hal yang biasa, menghadapi komplik dalam berbagai bentuk itupun tak menjadi beban baginya. Tapi masalah putrinya yang unik sangat memukul mentalnya.
Walaupun ustadz sholeh telah memberikan beberapa nasehat padanya, tetap saja pak sekda menjadi gelisah memikirkan Mulan yang tak tau kepastiannya.
"Pak ustadz bisa ceritakan bagaimana jin beralih rupa menurut hadist Rasulullah di akhir zaman? tanya Aza yang penasaran.
Ustadz Sholeh mengalihkan pandangannya pada Aza.
"Kalian tau rukun iman yang ke enam?" tanya ustadz Sholeh menatap Aza dan Lena.
"Percaya pada hari akhir (hari kiamat)" jawab Aza.
"Benar, jadi mempelajari tanda akhir zaman adalah salah satu bentuk meyakini rukun iman ke enam, mengingkarinaya merupakan suatu kemurtadan"
"Kalian harus tau standar dari kesesatan dan bidah dalam agama adalah rukun iman"
"Jika salah satu saja rukun iman di ingkari, itu sudah berarti menyatakan diri murtad" jelas ustadz Sholeh.
"Di akhir zaman Dajjal datang kepada umat manusia mengaku dirinya tuhan, dan memaksa mereka untuk menjadi pengikutnya. Untuk mensukseskan dakwahnya, dia membuktikan kepada masyarakat dengan berbagai kesaktiannya, bahwa dirinya tuhan. Diantaranya, dia mengaku bisa membangkitkan orang mati dari kuburan" kata ustadz sholeh.
"Dan sejatinya ini hanya tipuan Dajjal. Dia mengaku mampu membangkitkan orang mati yang sudah dikubur. Dan Dajjal menampakkan kemampuan ini dengan bantuan setan. Karena setan dan Dajjal memiliki satu misi yang sama" lanjut Ustadz.
"Dalam hadis dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan beberapa tipuan Dajjal" Ustad sholeh lalu mengutip hadits.
“Di antara fitnah Dajjal, dia menawarkan seorang Arab badui, ‘Renungkan, sekiranya aku bisa membangkitkan ayah ibumu yang telah mati, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku adalah Rabbmu?’ Laki-laki arab tersebut menjawab, ‘Ya.’ Kemudian muncullah 2 setan yang menjelma di hadapannya dalam bentuk ayah dan ibunya. Keduanya berpesan, ‘Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dia adalah Rabbmu.’”
"hadist dari HR. Ibnu Majah 4077, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Jaami’us Shogir sangat layak untuk di jadikan patokan keimanan" jelas ustadz sholeh.
"Wah seperti ada kesamaan dengan kasus mulan tadz. Aza yakin Mulan yang selama ini bersama Andree Lee bukan yang asli, Sifatnya beda jauh dengan Mulan yang dulu Aza kenal" kata Aza.
"Sejak kapan Aza menyadari perbedaan tersebut" tanya ustadz sholeh.
__ADS_1
"Sejak kami mengunjungi goa Tiraw, ya kan Len" Aza minta pendapat Lena.
"Iya benar tadz" ucap Lena pasti.
"Bisa jadi pernyataan Albara benar ada Tiraw yang berusaha menyerupai Mulan, kalau benar demikian saat menyadari keberadan Mulan yang asli dia pasti berusaha melenyapkannya" ucap ustadz Sholeh.
"Bagaimana baiknya ya tadz?" ibu Susanti kelihatan cemas.
"Pak sekda dan ibu susanti, kita perlu melakukan pengawasan pada kedua Mulan. Mungkin paling tepat dengan menikahkan meteka. jika Mulan menyukai Albara nikahkan sama Albara, jika ada Mulan yang menyukai Andree Lee nikahkan sama Andree Lee dengan demikian mereka akan menjaga dan mengamati hingga terungkap siapa yang asli dan siapa yang palsu" saran ustadz Sholeh.
"Baiklah tadz saran ustadz kami pertimbangkan" ucap pak Sekda.
Pak Seka mencoba menerapkan nasehat ustadz Sholeh untuk menyerahkan urusannya pada keyakinan.
"Ustadz ... saya juga mohon bantuan pak ustadz Sholeh memimpin pembacaan yasin di sini sehabis Magrib nanti" pinta pak Sekda penuh harap.
Ustadz Sholeh senang dengan ide pak sekda segera saja menyetujui permintaan pak sekda.
"Maaf pak sekda saya mau nanya sesuatu yang mungkin agak kurang berkenan bagi pak sekda, Apa pak Sekda pernah minta jasa dukun atau semacamnya sehubungan dengan Mulan putri pak Sekda?" tanya ustadz Sholeh.
Pak sekda saling pandang dengan ibu susanti, sementara Lena dan Aza salah tingkah mendengar pertanyaan ustadz Sholeh yang agak sensitif. Lena mencolek Aza sebagai tanda untuk mereka segera pamit.
"Tabte, om, ustadz, hari sudah sudah terlalu sore Aza dan Lena pamit permisi dulu" kata Aza.
Ibu Susanti tersadar dari pikirannya mendengar Aza dan Lena pamitan.
"Ya .. ya... nak Aza, nak Lena" jawab ibu susanti gugup.
"Besok kesini lagi ya, ibu rasanya terhibur kalau kalian ada di sini. Jika orangtua kalian boleh, Aza dan Lena nginap sini deh, pake aja kamarnya Mulan" pinta ibu Susanti penuh harap.
"Insyaallah tante" ucap Aza.
__ADS_1
Ibuk Susanti berdiri mengatur Aza dan Lena keluar ruang tamu, setelah memastikan Aza dan Lena keluar, ibu susanti kembali keruang tamu di mana pak sekda dan ustadz Sholeh masih berbincang bincang.
"Kalau dari kami tidak pernah pak ustadz, entah pihak lain" jawab pak sekda setelah Aza dan Lena pergi.
"Nenang selama kami di hebohkan dengan hubungan Mulan dan Albara kami pernah minta ustadz doang untuk mencoba memisahkan meteka, kalau sama orang lain seperti dukun ataupun ahli santet, tidak pernah" kata pak sekda pasti.
"Saya kadang punya kecurigaan kalau apa yang menimpa Mulan ada hubungannya dengan praktek ilmu sihir atau sejenisnya" ujar ustadz Sholeh.
"Kalau benar kecurigaan ustadz Sholeh, kami harus melakukan apa tadz?" tanya pak Sekda.
"Kita coba bacakan yasin niatkan untuk keselamatan Mulan, usahakan undangan minimal 40 orang hadir, Jika perlu kita laksanakan hingga 40 malam" kata pak ustadz.
"Baiklah pak ustadz nanti saya atur" kata pak sekda.
"Pak Sekda dan ibu Susanti coba istirahat dulu, saya juga mau permisi, insyaallah sehabis magrib saya ajan datang" ucap ustadz Sholeh lalu berdiri meninggalkan ruangan.
****
Kira lihat lagi keadaan Devina yang menghadang Mulan Jadi Jadian dan seorang manusia kerdil saat mereka mencoba membunuh Albara dan Mulan.
Setelah mempercayai kalau Mulan berusaha melindungi Albara dari keroyokan Mulan jadi jadian dan manusia kerdil, saat melihat Mulan sudah sangat lelah dan tetdesak dia menyambut serangan kedua pengeroyok.
kembali ke belakang
"Dukkkk, Dukkk" dua kali terdengar benturan hebat tau tau Devina entah dari mana datangnya sudah berdiri menyambut datangnya dua serangan kedua manusia kerdil.
Tubuh Devina terhuyung kuda kudanya tergempur dua tenaga sakti wanita kerdil, sebaliknya kedua wanita kerdil melayang bagai layang layang putus dari talinya, jatuh terbanting dengan keras dengan darah segar menyebur dari mulutnya pertanda mereka terluka dalam hebat.
Devina sedari tadi juga sudah memperhatikan pertempuran mereka, dan taulah Devina kalau Mulan mati matian membela Albara. Saat melihat Mulan mulai terdesak hebat Devina maju menyambut serangan dua musuhnya.
"Saudari... tolong selamatkan kakak Albara biar kedua wanita siluman ini Devina bereskan" ucap Devina pada Mulan.
__ADS_1