Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 194


__ADS_3

Sang komandan kaget bukan main. "Celaka...!" serunya.


Dia cepat menggunakan gerakan Rajawali membelah awan untuk menghindarkan diri. Ia meloncat, membalik kemudian tangannya bergerak, bukan untuk menjepit pedang karena kecepatan pedang itu membuat Sang komandan ini jeri untuk menjepitnya dengan dua jari tangan, maka sebagai gantinya dia lantas mengebut pedang itu dengan lengan bajunya. Akan tetapi pedang itu menyambar terlalu cepat dan ketika dia kebut dengan ujung lengan baju, masih meluncur terus bahkan ujung lengan bajunya yang buntung.


"Aihhhhh...!" jerit komandan makin kaget.


Sang komandan menjadi pucat melihat pedang itu tadi sudah menyambar dan membabat putus segumpal rambutnya dan kini rambut segumpal bersama kain dengan lengan baju sepotong yang tadi terbabat dan menyangkut pada gagang pedang.


Tenaga dalam sang komandan juga tidak bisa di anggap enteng, sekalipun pedang berhasil membabat rambut dan lengan bajunya, namum pedang berbelok arah menuju pria berjubah hitam yang sedang beradu kekuatan sihir dengan putri Hena.


Pria berjubah hitam sangat kaget menyaksikan hal ini, mau tak mau konsentrasinya terpecah mukanya menjadi pucat. Barulah pria berjubah hitam maklum bahwa Albara merupakan orang yang lihai sekali dan amatlah berbahaya bagi kekuasaan penyihir hitam, kalau tidak segera dibinasakan.


Dengan tongkat sihir masih di tangannya pria berjubah hitam tidak sempat lagi mengelak dengan terpaksa dia menyambut pedang yang meluncur dengan sangat cepat ke arahnya. Tangan kirinya bergerak enteng menepis pedang, saat tangan kirinya bertemu pedang terdengar bunyi nyaring seperti dua potong besi yang beradu.


"Trinnnnngggggg" luar biasa tangan pria berjubah hitam seperti berubah menjadi sepotong baja yang sangat kuat. Sedangkan pedang yang tadi meluncur kearahnya kembali mental keudara patah menjadi empat bagian sebelum rontok keatas tanah.


Saat bersamaan Albara melepaskan pukulan jarak jauh dengan mengarahkan tenanga dalamnya, dari tangan kanannya keluar percikan listrik tegangan tinggi di susul melesatnya sinar biru mengarah ke pria berjubah hitam.


Mau tak mau pria berjubah hitam harus menerima pukulan dengan tongkat sihirnya.


"Duarrt" Terjadi ledakan dahsyat saat pukulan albara tertangkis tongkat sihir pria berjubah hitam.


"Ahhhhhh" jerit pria berjubah hitam dengan tongkat sihir di tangan nya telah hacur menjadi debu sementara itu tubuh pria berjubah hitam terlempar hingga lima meter jatuh terjengkang hilang kesadaran untuk sejenak.

__ADS_1


Sang komsndan segera berlari menyambar tubuh pria berjubah hitam. Lalu berkekelebat lenyap dan demikian pula dengan prajurit yang menyertainya ikut berkelebat meninggalkan tempat tersebut.


"Albara, kelak kita akan saling berjumpa kembali!" Terdengar suara Pria berjubah hitam di kejauhan penuh kemarahan dan dendam.


"Anggiliana .. Anggiriana... ingatlah mulai detik ini, aku pangeran Aroonthai akan mengusir kalian dari kota Rindu Hati kecuali jika kalian bersedia menjadi istriku" sayup terdengar suara pria berjubah hitam masih mengancam.


Anggiliana dan Anggiriana menjadi sangat gelisah setelah melihat munculnya pangeran Aroonthai yang ia tahu merupakan satu-satunya orang yang berbahaya dan terlalu lihai baginya.


Baru monster sihir tadi saja sudah membuktikan bahwa pangeran Aroonthai benar-benar ahli sihir amat lihai. Ilmu silatnya juga sangat tinggi dia memiliki tenaga dalam yang tak teukur, kemudian gerakan gerakan Pangeran Aroonthai ketika menangkis pedang juga membuktikan jelas ketinggian ilmunya.


"Mulai sekarang kita harus berhati-hati. Sebelum manusia itu merencanakan sesuatu, lebih baik kita tinggalkan tempat ini, kita tidak akan tenteram bagiku selama berada di sini," kata Kata Sngggiliana kepada Putri Hena dan teman temannya.


"Kenapa khawatir?" kata putri Hena masih memandang rendah.


"Dengan kepandaian kita bertiga belum tentu kita kalah olehnya. Apa lagi di sana ada Albara dan Devina orang rekan kita yang berilmu tinggi." ucap putri Hena.


"Benar saudari setahu Anggiriana hanya putri Hena yang memiliki kekuatan mujizat yang mampu menahan kutukan penyihir hitam, Apakah hubunganmu dengan putri Hena?" tanya Anggiriana.


"Sayalah putri Hena" ucap putri hena.


"Apa... putri Hena!" ucap Anggiliana dan Anggiriana kaget. Memang sedari tadi mereka belum berkenalan dan pokus mereka hanya menjemput Albara.


"Gawat kita dalam masalah, penyihir hitam pasti tak akan melewatkan peluang mekeyapkan tuan putri setelah menemukan keberadaan tuan putri" ucap Anggiriana.

__ADS_1


"Mereka tidak akan kehabisan akal jika sudah memiliki target, apalagi target mereka kali ini adalah putri Hena dan Albara yang dianggap berbahaya untuk istana penyihir hitam"


"Apalagi mereka sekarang di bantu bangsa Jarjud manusia manusia kristal yang nemiliki persenjataan canggih, tentu jika mereka ikut membantu mereka mebggempur kota Rindu Hati, bisa di pastikan kalau mereka dengan mudah menundukkan kota sekalipun jendral Kahlien dan penyihir putih maju bersama"


Ucapan Anggiriana itu sedikit banyak membuat hati putri hena merasa gentar, sehingga pitri hena menerima tawaran mereka untuk melanjutkan perjalanan ke kota rindu hati, benar saja belum jauh mereka meninggalkan tempat tersebut terlihat sebuah panah api melesat dari lembah, melesat sangat cepat menuju kuil tempat mereka tadi beristirahat.


"Hmmm panah Nagapasya" guman Devina.


"Buuuuum" ledakan dahsyat terjadi saat panah nenghantam kuil, tanah yang mereka injak terasa bergetar bola api membubung tinggi di sertai asap hitam tebal.


"Panah Nagapasya, bukankah panah indrajit yang pernah mengalahkan Rama dalam cerita mahabarata?" tanya Albara.


"Entahlah, setau Devina panah tersebut di lengkapi hulu ledak nuklir yang daya ledaknya mampu menghancurkan satu Kampung" jelas Devina.


"Waduhhh ..... celaka jika panah tersebut di arahkan pada kota rindu hati pasti kota rindu hati akan lenyap dalam semalam" ucap Anggiriana.


"Mudah mudahan pria bumi yang di ramalkan menyelamatkan kota Rindu Hati, benar Albara ya kak" ucap Anggiliana terus mengemudikan kereta menuju kota rindu hati.


Malam hari itu juga kereta mereka merayap menyelinap di antara kegelapan malam menuju kota Rindu Hati, perjalanan mereka harus ekstra hati hati karena pasukan musuh sudah hapir mengepung kota, mereka menanti saat baik baginya selagi para peronda baru saja lewat, lalu melanjutkan perjalanan mengambil jalan menghindari pasukan musuh.


Memasuki lerenng sebelah barat bukit Rindu Hati, dari kejauhan sudah terlihat suasana kota yang megah, di hiasi lampu lampu gemerlapan.


Dari zaman dahulu berbagai kerajaan gaib di Indonesia masih dipercaya memiliki keeksistensiannya, salah satunya adalah kerajaan gaib manusia Bunian di Sumatra.

__ADS_1


Sebuah daerah yang didominasi oleh hutan belantara di pedalaman Sumatra  banyak yang mempercayai jika kerajaan gaib Bangsa Bunian merupakan kerajaan yang menyimpan harta karun emas, bahkan terdapat istana yang terbuat dari emas pulai.


Bukan hanya itu, peradaban di kerajaan ini juga disebut-sebut sebagai wilayah yang sangat maju. Demikian halnya di kota Rindu Hati sebuah Kota negri bunian yang sangat elok penuh pesona, tidak salah kalau kota ini di sebut kota Rindu Hati.


__ADS_2