
Tak terasa air mata Aza menetes memperhatikan keadaan Albara yang sangat memperhatikan, ingin rasanya dia menyapa Albara, tapi melihat penampilan Albara yang seram di tambah lagi kelakuannya yang aneh tertawa lalu menangis sendiri membuat Aza takut dan mengurungkan niat untuk menyapa Albara.
Aza mencoba menelepon Mulan memastikan Mulan ke kampus apa tidak, mereka sudah janjian ketemuan di kampus untuk mendiskusikan tugas kuliah yang di berikan dosen.
"Halo Mulan... kamu jadi ke kampus gak?" tanya Aza.
"Iya jadi lah.. kan udah janjian sama Aza, ini juga sudah hampir nyampe" kata Mulan di telepon.
"Iya Aza tunggu ya, ada suatu hal yang pengen Aza kasih tau Mulan, kamu datang sendiri kan?" tanya Aza.
"Gak... Mulan kekampus sama bang Andree" jawab Mulan.
"Yahh. Gak bisa dong ngomongin hal hal rahasia" kata Aza.
"Emang mau ngomongin apa sih?" tanya Mulan.
"Ada aja, tapi berhubungan dengan mantan Mulan lo" Jawab Aza.
"Iya deh, nanti bang Andree saya suruh pulang dulu, biar Aza bisa ngobrol berduaan sama Mulan" ucap Mulan.
"Siiip, Aza jadi gak sabar nunggu Mulan" kata Aza.
"Ini sudah Sampai" ucap Mulan di telepon.
Sebuah lsmborghini melintas dan berhenti tak jauh dari Albara, penumpang lamborghini tak lain adalah Mulan turun dari mobil, Albara bangkit ingin menyapa Mulan namun langkah kakinya terhenti saat nelihat Andree Lee juga turun dari mobil lalu memeluk pinggang Mulan dengan mesra. Mulan dan Andree Lee bergandengan tangan menghampiri Aza, kembali Albara merasa risih saat melihat Andree mengecup kening Mulan sebelum kembali ke mobil.
Albara yang terlanjur berdiri berjalan menghampiri Mulan, segera balik kanan melangkah menuju kantin. Albara sakit memikirkan Mulan sedang menderita, tapi perasaannya lebih sakit lagi saat melihat Mulan bermesraan dengan Andree Lee.
Aza terlihat masih memperhatikan Albara yang berjalan gonntai menuju kantin kampus.
"Ha ha ha ha" Albara tertawa sendiri saat memikirkan bodohnya dirinya mempercayai perasaannya.
"Ha ha ha ha" kembali Albara tertawa, Saat lamborghini yang di kemudikan Andree Lee meluncur meninggalkan kampus.
"Itu mobil yang aku beli seharga sembilan miliar lebih, untuk hadiah ulang tahun Mulan" guman Albara tersipu malu terus melangkah memasuki kantin sambil tersenyum sendiri, senyum mengejek kebodohannya sendiri.
Sementara itu Mulan yang telah berada di dekat aza, melambaikan tangan di depan muka Aza.
__ADS_1
"Kamu liat apa sih?" tanya Mulan mengagetkan Aza.
"Aduh copot copot" Aza memegang dadanya karena kaget.
"Eh Mulan apa benar kamu tak ada rasa lagi sama Albara?" tanya Aza.
"Kamu kok nanya rasanya Albara, rasa nano nano lebih terasa bagi Mulan di banding rasa Albara, kalau Aza pengen tau rasanya Albara, Aza cicip aja sendiri" jawab Mulan.
"Maksud Aza.. kamu tidak punya rasa cinta lagi sama Albara?" tanya Aza lagi.
"Ngak la ya.. cinta Mulan itu hanya buat bang Andree Lee" kata Mulan.
"Aza merasa kasian aja sama kak Bara, selama ini kak Bara kan baik bangat sama Mulan, tadi Aza liat kak Bara lo" pancing Aza memperhatikan Mulan.
Reaksi Mulan justru di luar dugaan Aza, Mulan tak tertarik sama sekali membicarakan Albara.
"Apa peduli Mulan sama Albara, buang buang waktu mendingan ke kantin yuk, sambil nunggu yang lain nongol" ajak Mulan.
"Itu masalahnya Mulan.. kak Bara sepertinya sedang di kantin, kondisinya sangat memprihatinkan, Aza lihat kak bara ketawa sendiri lalu nangis sendiri manggil manggil Mulan" kata Aza menceritakan apa yang baru saja di lihatnya.
"Ayo kekantin mulan lapar" ajak Mulan.
"Kamu tidak takut ketemu kak Bara dikantin?" tanya Aza mengikuti langkah Mulan.
"Sudahlah Aza, kita kan mau sarapan bukan mau lhiat Albara" kata Mulan agak jengkel.
****
Di kantin kampus universitas kota tapus terlihat sepi pengunjung, maklum saat wabah copid mahasiswa pada tidak ngampus karena mereka mengikuti kuliah secara daring. Albara duduk sendiri menatap kopi pesanannya di meja yang sedari tadi belum dia minum. Pandangannya kosong wajahnya sayu tanpa gairah, membuat orang yang memandangnya merasa kasian.
Tiba tiba handphone Albara berdering, Albara meraih handphone nya terlihat notipikasi panggilan dari Doni sahabatnya, segera Albara mengangkat teleponnya.
"Halo don" kata Albara menyapa doni di telepon.
"halo Bara.. kamu ke mana aja kok menghilang seperti mahluk halus" kata doni di telepon.
"Iya bara lupa kasih kabar kalau Bara sekarang bekerja jadi tukang kebon, di situ tak ada sinyal buat teleponan" kata Albara.
__ADS_1
Saat itu Mulan dan Aza memasuki kantin dan duduk di meja tak jauh dari Albara. Seperti terhipnotis Albara memandang Mulan tak berkedip.
"Don Bara ada di kampus kamu bisa ke sini gak?"tanya Albara.
"Di kampus... ok tunggu doni ya" kata doni.
"Ok... Bara tunggu di kantin" kata Albara lalu mematikan teleponnya.
Saat Aza memesan menu untuk mereka, Mulan yang merasa di tatap Albara balik menatap menatap Albara, sampai lama mereka saling tatap. Tatapan Mulan tersa meningkatkan semangat Albara, membangkitkan dirinya dari tumpukan duka nestapa, seperti daun yang layu karena kemarau panjang tiba tiba mendapat setetes embun.
"Apa kamu liat liat" bentak Mulan saat Aza kembali duduk di sampingnya.
"Mulan..." desah Albara kaget.
"Mulan kamu baik baik saja kan?" tanya Albara.
"Eh Albara apa pedulimu, pedulikan saja dirimu, lihatlah dirimu yang menjijikkan, sepertinya kamu yang sedang tidak baik baik" jawab Mulan ketus.
"Maaf non Mulan.. " kata Albara.
"Maaf non.. Albara baru sadar kalau Mulan sudah bukan Mulannya Albara" sekali lagi Albara minta maaf.
"Mulannya Albara? Eh Albara kamu tu ngaca ya, kalau cari jodoh, ya cari yang layak di judu, tahu diri dong" bentak Mulan.
"Kalau miskin ya cari jodoh sama sama miskin. tapi mulan rasa gembel pun tak akan mau jadi istri kamu" ujar Mulan.
Bukan hanya Albara yang kaget Aza temannya Mulan ikut kaget dengan sikap Mulan. Rasanya Mulan yang bicara seperti bukan Mulan yang mereka kenal.
Hampir saja emosi Albara meledak mendengar ucapan Mulan, untungnya saat itu sebuah lamborghini berhenti di depan kantin, Andree Lee terlihat turun memasuki kantin lalu duduk di dekat Mulan.
"Kok bang Andree kesini?" tanya Mulan.
"Gak abang cuma kuatir dek Mulan kenapa napa, tadi ada laporan anak buah abang kalau pasien kopid sedang keliaran di kampus" kata Andree Lee menatap Albara.
Albara mrngalihkan padangannya saat di tatap Andree Lee. Pandangan Albara terhenti saat menatap Aza, entah kenapa dia merasa lega memandang Aza seperti memandang seorang sahabat baik yang baru saja berjumpa. Kembali perasaan Albara menjadi asing Albara merasa Mulan melihat apa yang dia lihat.
"Ini tidak benar... mana mungkin" guman Albara saat melihat Mulan sedang menggenggam tangan Andree Lee dengan mesra, terlalu jauh perbedaan tentang apa yang Albara rasakan tentang Mulan dengan kenyataan yang sedang dia lihat.
__ADS_1