
Sepuluh menit di perjalanan cukup membuat Mulan gelisah, Mulan melompat keluar mobil saat Albara memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit. Dengan langkah tergesa gesa mereka menuju unit gawat darurat di mana ibu Susanti di rawat. Empat orang perawat di dampingi seorang dokter spesialis bedah segera menanggani luka tusukan di lengan kiri ibu susanti yang masih mengeluarkan darah.
"Luka ibu tidak terlalu serius, ibu cuman shock berat dan bayak mengeluarkan darah" ucap dokter Zaini spesialis bedah setelah memeriksa kondisi ibu Susanti.
Perawat membersihkan luka ibu Susanti dan mulai menjahit setelah dokter Zaini menyuntikkan obat bius di sekitar luka tusukan di lengan kiri ibu Susanti.
"Malam ini ibu istirahat di rumah sakit dulu, karena ada obat yang harus di berikan secara injeksi juga" kata dokter Zaini lalu memerintahkan perawat memasang infus.
Melihat ibu Susanti sudah baikan dan di bawa ke ruang viv di dampingi pak Sekda. Beberapa orang berusaha ikut masuk dan setelah di lakukan sterilisasi oleh pihak rumah sakit, hanya beberapa orang pejabat dan ustadz Sholeh saja yang di izinkan masuk keruangan inap ibu Susanti.
"Ya Allah, Ampuni hambamu dosa apa yang kami lakukan hingga cobaan seberat ini" doa ibu Susanti di pembaringannya.
"Sabar buk... tiap manusia tidak akan di bebani dengan beban di luar kemampuannya" ucap ustadz Soleh memberi nasehat.
"Biasanya mahluk mahluk sakral hadir di dunia manusia karena ada yang mengundang" ucap ustadz Sholeh.
"Jangan jangan Andree Lee tu, yang ngundang mahluk laknat tersebut" ucap salah seorang yang hadir.
"Biasa jadi demikian" ucap ustadz Soleh.
Memang semenjak berita Devina membongkar identitas asli putri Mulani sebagai Mulan jadi jadian, kecuriagaan publik makin cendrung pada Andree Lee sebagai biang penyebab bencana terjadi terhadap Mulan putri pak Sekda.
"Nak Bara.... perlu hati hati jaga istrimi mu baik baik, selagi Mulan jadi jadian masih berkeliaran, pasti tidak akan memberikan kalian hidup damai, bahkan ustadz punya pirasat kalau Mulan jadi jadian akan selalu berusaha menyingkirkan istrimu" ucap ustadz Sholeh.
"Terima kasih tadz nasehatnya ustadz akan Albara pegang" ucap Albara.
Setelah ibu Susanti agak tenang Albara dan Mulan minta izin untuk melihat keadaan Budiman dan Riki yang juga di rawat di rumah sakit yang sama. Setelah keadaan Riki sudah mulai membaik dia di pindahkan oleh Laila satu kamar dengan Budiman. Lumayan jauh jarak dari ruang viv ke poli penyakit dalam tempat Budiman dan Riki di rawat.
Saat Albara dan Mulan mendekati gerbang poli penyakit dalam mereka berpapasan dengan Doni, Manto dan Katerin. Mereka juga sedang menuju ke ruang di mana Riki dan Budiman di rawat. Di ruang inap Budiman dan Riki terlihat seirang gadis memakai jaket merah marun dengan setia menyuapi Budiman.
"Devina bagaimana keadaan Budiman?" tanya Albara.
"Eh kak Bara... Budiman sudah baikan besok sudah boleh pulang" ucap Devina.
"Devina... ????!" ucap Doni dan manto berbarengan.
__ADS_1
"Devina yang kemaren membongkar identitas Asli Mulan Andree Lee seperti yang di betitakan media sosial.. kan?" tanya Manto.
"Benar ... habya kebetulan saja Devina bisa melepaskan sepatu Mulan jadi jadian hingga terlihat telapak kakinya yang menyerupai Tiraw" ucap Devina.
Dini melirik Katerin lalu mengenalkan pada Albara dan Mulan.
"Kenalkan ini Katerin ketua expedisi penelitian pilar Belanda di wilayah hutan TNKS, yang tempo hari di beritakan hilang" ujar Doni memperkenalkan Katerin.
"Saya Albara dan ini Mulan istri saya" ucap Albara juga memperkenalkan diri pada Katerin.
"Istri..... ????!" kembali Doni dan Manto kaget.
"Kemaren kalian berkelahi ... sekarang sudah jadi suami istri... bagaimana bisa?" tanya manto penasaran.
"Ya ... maaf tidak sempat ngundang, kami baru saja dinikahkan oleh pak Sekda saat Albara ngantar Mulan pulang, sebelum insiden penusukan terhadap ibu susanti, nanti Albara ceritakan bagaimana kejadiannya" kata Albara.
"Ok nanti cerita ya.. sekarang kita dengarkan cerita Katerin selama mereka menghilang di hutan TNKS... Bagaimana?" tanya Doni.
"Setuju" jawab yang lainnya.
Katerin segera bergabung dengan Mulan Devina.
"Sangat pengen" ucap Manto.
"Senang berjumpa kalian, juga Katerin senang melihat Kak Riki juga Selamat" ucap Katerin.
"Katerin satu tim dengan kak Riki dan Ardi kan?" tanya Albara.
"Benar... kami mengalami kecelakaan di lembah tambun tulang, satu anggota kami secara miterius telah berubah menjadi tulang belulang hanya dalam satu menit" ucap Katerin.
"Untungnya kami di selamatkan oleh Aditya seorang mabusia siluman harimau" ucap Katerin.
"Aditya.... apa dia juga cerita asal usulnya?" tanya Devina penasaran.
"Ada ... dia bilang berasal dari bangsa Jarjud dari dunia kristal, apa Devina mengenalnya" ucap Katerin.
__ADS_1
"Pernah ketemu sih" ucap Devina matanya teihat ceria mendapat kabar tentang Aditya.
"Lalu dimana dia?" tanya Devina penasaran.
Katerin menarik napas panjang wajahnya kembali murung.
"Kami di datangi tiga pesawat ruang angkasa, satu di antaranya mengalami nasib seperti Julian, semua meleleh di atas lembah timbun tulang hanya menyisakan tulang belulang penumpang nya" ujar Katerin.
"Dua pesawat datang dari arah berbeda, kami melihat penumpang perawat berhamburan keluar sebelum pesawat meleleh di atas lembah tambun tulang"
"Penumpang pesawat tersebut mendarat tidak jauh dari posisi kami berada, jumlah mereka semuanya ada sepuluh orang semuanya adalah wanita, mereka menyerbu kearah aditya, lalu Aditya menjauhi kami hingga terjadilah perempuaran yang sangat seru, kami lihat pertempuran yang belum pernah kami saksikan dahsyatnya selama ini"
"Sekalipun di keroyok oleh sepuluh orang Aditya sepertinya bisa menyelamatkan diri, dia terus berlari menjauhi kami, tapi Lima orang pengeroyok mendatangi kami menangkap kami dengan mudah lalu melesat pergi dengan sangat cepat"
"Kami tidak tau bagaimana nasib Aditya, kami hanya mendengar kalau mereka bilang temannya agak kesulitan menangkap Riki yang punya ilmu bela diri, menurut mereka teman mereka tewas oleh pukulan Aditya sementara Riki melarikan diri kedalam hutan" Katerin menceritakan pengalaman mereka.
"Hmmm jadi pesawat mereka juga hancur di lembah tambun tulang" ucap Devina.
"Lalu bagaimana dengan Ardi, Alan dan Claira" tanya Riki telah duduk di pembaringannya.
"Kami di bawa ke kota Elfania di kerajaan Bunian, setelah menitipkan kami pada penguasa kota Elfania, orang yang membawa kami kembali ke untuk membantu temannya yang bertarung melawan Aditya. Sementara itu di kota Elfania terjadi pertempuran antara penyihir hitam dan penyihir putih"
"Katerin Tertawan penyihir putih untuk di korbankan, dalam membangkitkan kota Endaria sebuah kota mati di negri Bunian timur, yang merupakan wilayah kekuasaan penyihir putih"
"Di sini saya bertemu dengan Pak Bukhari, Doni dan Manto, dan kami di selamatkan oleh putri raja Bunian" ujar Katerin.
"Kami juga melihat Raja dan Ratu bunian beserta pengikutnya yang di kutuk menjadi batu, juga ada raja Dwarfa yang di khianati permaisurinya juga di kutuk jadi batu" kata Katerin.
"Sedangkan Alan, Ardi dan Claira nasih di tahan di kota Elfania sebagai tahanan penyihir hitam" ucap Katerin.
"Dimana saya bisa menemukan tempat raja Bunian dan raja Dwarfa yang sedang dikutuk?" tanya Devina.
"Nanti saya coba buatkan peta perjalanan kami saat pulang, sekalipun tidak akurat tapi bisa di jadikan pedoman" ucap Katerin.
"Baiklah saya harap peta tersebut bisa di buat dalam dua hari ini" pinta Devina.
__ADS_1
"Kak Bara... kemaren Devina telah mengikuti Mulan jadi jadian bersama ibunya, ternyata Mulan jadi jadian adalah Putri Mulani dan ibunya adalah ratu Ledisya yang menghianati raja Dwarfa, Saat ini mereka memiliki kerja sama dengan Lord of Cip man, Raja Jarjud dan Raja Bunian" ucap Devina
"Mereka sedang menargetkan pasangan gubernur SUSU, Sekda Kota Tapus dan Mulan untuk di ganti dengan Tiraw cip. Kita harus membebaskan raja Bunian dan raja Dwarfa lalu minta bantuan mereka menggagalkan rencana Ratu Ledisya" ucap Devina.