
Seiring perkembangan zaman sekaligus menjawab tantangan masyarakat urban, semakin banyak gedung perkantoran baru yang menawarkan konsep one stop solution. Demikian halnya dengan Gedung Albara group dibangun berdekatan atau terintegrasi langsung dengan bangunan residensial dan komersial lainnya.
Gedung bertingkat ini didesain sedemikian rupa agar terintegrasi dengan berbagai bangunan komersial milik grup Albara lainnya seperti Albara Hotel, Ciputra Artpreneur, serta Lotte Shopping Avenue. Albara group adalah bangunan 50 lantai yang mengacu pada acuan green building design, sekalipun terletak di kawasan industri tapi suasanananya terasa alami dengan udara bersih seperti di pegunungan.
Jika ada pecinta seni, konsep gedung ini akan membuat Anda seperti berada di tempat yang paling Anda suka. Instalasi seni tak hanya berada di dalam gedung, karena pengelola juga memanfaatkan area luar gedung untuk mengekspos karya-karya terbaik para seniman. Gedung yang berkonsep hijau dengan taman seluas 4 hektar di apit oleh bangunan Konersil lainya masih milik Albara Group.
Albara yang ternganga menatap gedung dalam kebingungan tak tau harus kemana menemui Rolan, saat di hubungi handphone Rolan sedang non aktif. Saat itu sebuah mobil mewah Porsche 718 Cayman yang berharga sekitar Rp 2,5 miliar memasuki area parkir.
Seorang wanita cantik memakai jas berwarna merah bata, dengan kerudung coklat terang, Wajahnya putih berseri di hiasi kaca mata hitam, turun dari mobil berjalan dengan anggun. Dari kostum yang di pakai, Di mata Albara gadis ini terkesan sebagai direktur sebuah bank dia tidak saja cantik, dari cara berjalanya bisa di tebak jika dia adalah orang penting di perusahaan Albara Group.
Albara mencoba mendekati wanita tersebut untuk menanyakan sesuatu.
"Permisi kak, boleh saya tanya sesuatu?" tanya Albara.
Wanita tersebut memandang Albara seperti nemeriksa dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Seperti ingin memastikan pria yang ada di depannya seorang karyawan Albara Group atau bukan.
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya nya pada Albara.
"Saya ada janji ketemu Abang Rolan, di mana saya bisa menemuinya?" tanya Albara.
"Direktur Rolan..." ekspresi wajahnya seperti kaget.
"Kamu lapor aja sama security Albara group" wanita itu menunjuk seseorang yang sedang berdiri di pintu masuk utama, lalu dia berlalu tak menoleh lagi.
Albara mendekati security yang berdiri di pintu utama, security tersebut mencegat Albara saat mendekati pintu utama.
"Adek siapa? dari mana? Ada keperluan apa?" tanyanya beruntun.
__ADS_1
"Saya ada janji ketemu Pak Rolan, apa saya bisa menemuinya?" tanya Albara.
Mendengar Albara mengatakan ada janji ketemu Rolan, sicurity segera mengarahkan alat pengukur suhu tubuh ke kening Albara, setelah nelihat angka 35 di alat, lalu mempersilahkan Albara masuk.
"Nanti di dalam lapor ke reseosionis, tapi cuci tangan dulu ya" kata security tersebut.
Ternyata untuk memasuki Gedung tersebut tidak mudah mulai dari pengecekan suhu tubuh, pakai masker yang benar, cuci tangan pokoknya harus sesuai pritokol kesehatan. Albara juga harus melewati petugas yang berlapis lapis. Di resepsionis setelah di catat namanya, keperluannya lalu Albara di arahkan utuk naik ke lantai delapan gedung.
Albara yang baru kali ini ke Ibukota dan baru kali ini harus naik lift, berdiri bingung di depan lift hanya memandangi orang keluar masuk. Seorang security yang memperhatikannya mendekati Albara, menyadari Albara yang kebingungan dia bertanya.
"Ada masalah dengan lift nya dek?" tanya security.
Muka Albara memerah karena malu, dia memang tidak bisa menggunakan lift. lebih baik dia terus terang pada security pikirnya.
"Saya mau ke lantai delapan tapi saya belum bisa menggunakan lift, bisa bantu saya pak!" pinta Albara.
"Mari dan perhatian saya, kalau mau naik tekan tombol naik, tunggu hingga pintu lift terbuka, lalu masuk dan tekan tombol lantai yang di tuju kemudian tekan tombol tutup, setelah lift naik perhatikan jika lift berhenti di nomor yang di tuju, saat pintu lift terbuka kamu keluar" kata security.
Setelah mengikuti petunjuk security Albara akhirnya sampai di lantai delapan. Albara segera mencari ruang Direktur Utama sesuai petunjuk resepsionis. Setelah menemukan ruang yang di maksud Albara juga masih harus berurusan dengan security dan Ajudan Rolan. Albara di silahkan duduk di ruang tamu, Ruang direktur utama yang terkesan seperti kantor, bagi Albara bahkan terkesan seperti kantor polisi.
"Direktur utama sedang ada rapat, adek boleh menunggu atau kembali besok pagi" kata security.
"Saya sudah janji hari ini, tolong sampaikan sama bang Rolan kalau saya ada di ruangannya." kata Albara memaksa.
"Emang pak direktur bilang begitu?" tanya security.
"ya..." jawab Albara memperlihatkan chat wa nya dengan Rolan.
__ADS_1
Security segera menghubungi Ajudan Rolan, mengatakan kalau Albara yang di tunggu Direktur utama sudah ada di ruangan. Lima menit kemudian Ajudan Rolan menghubungi security, meminta membawa Albara ke lantai lima puluh, tempat di mana Rolan sedang melakukan pertemuan dengan karyawan Akbara group.
"Mari saya antar dek" kata security.
Security merasa heran Direktur Utama Rolan mengizinkan Albara menjumpainya saat melakukan pertemuan penting dengan para pejabat karwanan Albara Group. Hanya karyawan tertentu saja yang di bolehkan memasuki ruangan tapi Albara pemuda kampung yang terkesan kumal malah di minta menghadiri pertemuan.
Diperjalanan security bertanya penuh selidik tentang hubungan dan keperluan bertemu Rolan. Albara cuma bilang kalau Rolan kebetulan pernah dia bantu, pertemuan mereka hanya sekedar silaturahmi saja.
Meeting seperti berhenti sejenak saat Albara memasuki ruangan. Di depan terlihat Direktur utama Rolan duduk di dampingi empat orang yang berpakayan necis layaknya direktur sebuah perusahaan. Rolan membawa Albara duduk di kursi di sebelahnya, Ada lebih dari seratus pasang mata yang hadir diruangan tersebut, memandang Albara tak percaya dengan dengan penomena ini.
Saat ini mereka sedang pertemuan dengan direksi Abu Daud CEO Albara Group via zoom tapi Rolan membiarkan seorang pemuda yang terkesan kumal duduk di kursi kehormatan yang di peruntukkan bagi direksi Abu Daud. Setelah Albara duduk Abu daud langsung bicara melalui layar tv besar di sebuah sisi dinding ruangan.
"Direktur personalia.. Siapa yang bertanggung jawab mengurus keperluan karyawan?" taya Abu Daud pada Direktur Personalia.
"Manejer Luna... tuan Abu Daud" jawab direktur personalia.
"Manejer Luna ada?" tanya Abu Daud.
Seorang wanita cantik yang di lihat Albara di parkiran berdiri.
"Saya... tuan" kata wanita tersebut.
"Manejer Luna ... kamu bawa pemuda disamping Rolan keluar. Ini forum resmi hanya orang yang berpakaian pantas memasuki ruangan ini" kata Abu Daud.
"Manejer Luna.. kamu urus kostumnya dan bawa dia kembali ke ruangan ini setelah berpakaian pantas untuk duduk di kursi direksi" kata Abu Daud memerintah.
"Siap yang mulya Direksi" jawab Manejer Luna.
__ADS_1
Manager Luna membawa membawa Albara keluar ruangan