Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 111


__ADS_3

Albara seperti hilang kesadaran larut dalam perasaan memandang Aza tak berkedip ingin sangat dia memeluk Aza melepaskan rindu, hampir saja dia berdiri menghampiri Aza lalu mememeluknya.


"Kak Bara kok memandang Aza gitu, ada apa kak?" tanya Aza mengagetkan Albara.


"Entah kakak juga tidak mengerti, tiba tiba Kakak merasa kangen sana Aza, pengen bangat memeluk Aza" kata Albara.


"Sadar kak.. Aza sahabatnya Mulan" kata Aza.


"Justru itu Aza.. yang kakak rasakan seperti rundunya Mulan pada Aza, keinginan mememeluk Aza sepertinya juga keinginan Mulan" kata Albara jujur.


Andree Lee dan Mulan seperti di komando memperhatikan Albara, mereka memandangi Albara dari kepala hingga ke ujung kaki, seperti tak percaya apa yang baru saja mereka dengar. Sadarkah Albara berucap demikian?, Waraskah Albara? berbagai pikirkan negatif tentang Albara timbul di benak mereka.


"Heh Albara dasar mesum pakek alasan bawa bawa Mulan lagi, kalau Mulan yang pengen memeluk Aza apa susahnya gak perlu kasih tau kamu" bentak Mulan.


"Sudahlah dek Mulan abang pikir kalau bukan mesum, pasti orang gila dia" kata Andree Lee.


"Tapi Aneh Aza juga merasakan hal yang sama, rasanya Mulan pengen bangat memeluk Aza" kara Aza.


"Ehh Aza kamu lebih membela Albara ya, kamu simpati sama Albara ya, atau jangan jangan kamu jatuh cinta pada Albara, kamu memihak Albara di banding sahabat mu sendiri ya, jangan kepedean dari pada memeluk kamu mendingan memeluk bang Andree Lee" ucap mulan lalu seperti tak ada Malu memeluk Andree Lee dengan mesra.


"Ayo bang Andree kita pergi dari sini, lama lama Mulan ikut ketularan gila" Mulan menggandeng Andree Lee keluar kantin.


"Kalau Aza pengen di peluk, minta aja Albara meluk kamu, Aza kan pengen rasakan pelukan Albara" kata Mulan.


Berdesir darah di dadanya Aza saat mendengar ucapan Mulan. Emosinya memuncak ingin rasanya menampar Mulan, namun dia tahan hingga tak terasa air matanya telah meleleh di pipinya.


Di pintu kantin Mulan dan Andree Lee terhalang oleh Doni yang nerobos masuk, seperti tak melihat mereka yang mau keluar kantin.


"Albara kamu kemana saja kok menghilang tak ada kabar berita, lalu tiba tiba muncul bagai mahluk halus" kata Doni saat melihat Albara.


"Albara bukan mahluk halus tapi menghilang karena banyak hutang kali" kata Andree Lee mendorong doni yang menghalangi pintu keluar mereka.


Doni terdorong keluar kantin dengan keras, baru menyadari kalau Andree Lee dan Mulan ada di pintu kantin.


"Andree" tunggu dulu bentak Doni saat Andree Lee berjalan meninggalkan kantin.

__ADS_1


"Kamu mau apa? mau cari gara gara ya?" tuding Andree Lee.


"Heh Andree Lee, jangan mentang mentang ya, kamu orang asing di sini mentang mentang kaya masyarakat pribumi kamu hina seenak perutmu" kata Doni.


"Lantas kamu mau apa" bentak Andree Lee.


Albara bangkit dari tempat duduknya melihat betapa Andree Lee sedang mengerahkan tenaga dalamnya. Sebuah pukulan mengandung tenaga dalam hampir saja menghantam dada Doni.


"Doni jangan ladeni mereka" Albara menarik Doni ke dalam kantin, mengakibatkan pukulan Andree Lee meleset mengenai daun pintu kantin.


"Duaar" daun pintu kantin hancur berkeping keping.


"Ini peringan buat kalian, jangan cari gara gara dengan Andree Lee" kata Andree Lee lalu meninggalkan kantin bersama Mulan.


Doni pucat tak menyangka kalau Andree Lee punya ilmu setinggi ini, Albara lebih kaget lagi saat merasakan aura membunuh dan tenaga dalam yang lebih dahsyat di tubuh Mulan. Tenaga dalam yang sangat kuat terpancar dari tubuh Mulan sekalipun tidak di atas tenaga dalam Albara yang pasti jauh melampaui tenaga dalam Andree Lee. Aza shok berat, Aza yang tadinya sudah berdiri ingin keluar kantin kembali terduduk diam seperti patung.


"Ihhhh setan, kekuatan macam apa ini" kata Doni gemetaran.


"Waduh hancur Kantin ku" ratap pemilik kantin.


Aza akhirnya sedikit tenang setelah Mulan dan Andree Lee benar benar meninggalkan kampus. Di hati Aza lebih suka jika Mulan masih bersama Albara, semenjak Mulan bersama Andree banyak sekali perubahan sifat dan sikap Mulan, tidak seperti dulu Mulan terasa sangat familiar namun semenjak bersama Andree Lee sikap dan ucapan Mulan sering menyakitkan hati.


"Kak Bara mendingan lupakan saja Mulan, yakin deh kalau jodoh tidak akan kemana mana" kata Aza yang merasa iba melihat kondisi Albara.


"Bukan hanya kak Bara yang kehilangan, kami sahabat Mulan juga sudah merasa kehilangan sahabat baik" kata Aza lagi.


"Semenjak kapan Mulan berubah seperti ini Za?" tanya Albara.


Entah kenapa perasaan Albara secara aneh berubah lagi ada kegembiraan yang sangat saat ngobrol dengan Aza, seolah kesenangan hati Mulan yang ikut ngobrol bersama mereka. Namun Albara tidak berani mengatakan perasaannya apalagi Aza sendiri melihat kalau Mulan tidaklah seperti perasaan Albara.


"Sepertinya semenjak Mulan dekat dengan Andree Lee, tepatnya semenjak kami habis mengunjungi taman wisata goa Tiraw" Ucap Aza


"Goa Tiraw?" kembali Albara bertanya memastikan, Albara ingat dua bulan yang lalu Mulan menelepon minta di vidio call. Albara ingat waktu itu Mulan sangat bersemangat memperlihatkan kondisi goa, namun tiba tiba sosok anak kecil menabrak Mulan lalu sambungan telepon mereka terputus.


"Iya kak" jawab Aza.

__ADS_1


"Apa kamu memasuki goa Tiraw juga?" tanya Albara.


"Tidak kak kami di peringatkan orang tua untuk tidak memasuki goa Tiraw, menurut orang tua tua bayak kejadian, saat remaja yang memasuki goa Tiraw sering di ganggu mahluk halus, Ada yang jadi bisu, bibir minyong dan juga orang yang kerasukan saat memasuki goa Tiraw" kata Aza.


"Jangan jangan mulan memasuki goa Tiraw lalu di ganggu mahluk halus" kata Doni.


"Sebentar, Aza baru ingat kalau saat itu Mulan sempat menghilang, kabarnya di temukan Andree Lee di goa Tiraw dalam keadaan shock berat, sejak saat itu Mulan hanya berkurung di kamar hanya mau bicara sama Andree Lee" kata Aza.


"Seminggu lebih Mulan seperti itu, bahkan jika Aza mengunjunginya selalu di tolak, kabarnya itu juga alasan orang tua Mulan menjodohkannya dengan Andree Lee" jelas Aza.


"Albara merasa memang ada yang tidak beres dengan Mulan, terakhir Mulan vidio call Albara saat dia berada di goa Tiraw" kata Albara.


Jeda sejenak.


"Don temani Albara ke goa Tiraw ya, Albara ingin menyeliduki apa yang terjadi dengan Mulan di goa Tiraw" pinta Albara.


"gak usah Bara bahaya, jangan jangan nanti kita lagi yang di ganggu mahluk penunggu goa" cegah Doni.


"Ayolah Doni please, nanti Doni tunggu aja Albara di puncak goa Tiraw, biar Albara yang masuk ke goa Tiraw jika Albara tidak kembali dalam waktu satu jam doni bisa menghubungi orang untuk minta bantuan mencari Albara" pinta Albara memelas.


"Ok lah.. Doni temani sampai ke taman goa Tiraw, kemudian menunggu kamu di puncak goa Tiraw" kata Doni.


"Apa perlu kita ajak Yunita juga untuk teman Doni di puncak goa Tiraw menunggu Albara?" tanya Albara.


"Gak ah... takut ntar malah Yunita ketularan aneh kayak Mulan" kata Doni.


"Ok Ayo pergi" teriak Albara gembira.


"Bang hitung semua makan kami" kata Albara pada pemilik kantin.


"Biar Aza yang bayar semuanya kak" kata Aza mengeluarkan uang seratus ribuan.


"Biar kakak yang bayar sekalian ganti rugi pintu yang hancur kena pukulan Andree Lee" kata Albara.


"Cuma kakak minta tolong Aza yang urus semuanya, pakek uang kakak aja" Albara menyerahkan uang lima juta pada Aza.

__ADS_1


"Jika kurang nanti hubungi kakak atau kak Doni" kata Albara meninggalkan kantin bersama Doni.


__ADS_2