
"Sungguh berbahaya, untungnya ilmu silatmu sangat tinggi dan tenaga dalam mu mampu menahan hawa panas hingga tidak merusak jantungmu, kalau tidak tubuhmu pasti sudah jadi abu sekarang" Samiri berkata lirih.
"Ahhh untung engkau datang ketua, sekali lagi nyawaku terselamatkan" ujar Khoiril yang baru saja terlepas dari maut untuk ke sekian kalinya.
"Khoiril kemajuan silatmu maju pesat, sekarang engkau layak jadi wakil ke dua pengikut agama rahasia, aku mengikuti mu kesini untuk penobatan jabatan barumu, aku harap kamu tidak menolak" ucap Samiri.
"Tapi ketua... saya telah gagal menyelesaikan misi yang di berikan ketua" Khoiril mengeluh pasrah.
"Ah tidak usah di pikirkan misi tersebut telah lama ditutup ribuan tahun yang lalu" ucap Samiri memandang Khoiril.
Samiri tersenyum melihat Khoiril yang terlihat cemas "Kamu tidak usah kuatir, cincin di tangan Albara sudah tidak berharga, kamu tidak akan di hukum karena kegagalan, sekarang terimalah ini"
Samiri memberikan sebuah cincin berlian di ikat perak lalu memasangkan di jari manis tangan kiri Khoiril "Sekarang bersiap untuk penobatan"
"Baik ketua" kata Khoiril penuh gairah.
"Ikuti kata kata saya" kata Samiri
"Saya bersedia menjadi wakil ketua dua dari lord of Chipman, saya akan taat dan setia pada Lord of Chipman sebagai ketua agama rahasia"
"Saya bersedia menjadi wakil ketua dua dari Lord of Chipman, saya akan taat dan setia pada lord of chiefman sebagai ketua agama rahasia" Khoiril mengikuti ucapan Samiri.
"Mulai saat ini kamu resmi menjadi wakil ketua dua, dan mulai saat ini panggil saya Lord of Chipman" perintah Samiri saat menjabat tangan Khoiril.
"Baiklah Lord" ucap Khoiril nurut.
"Sekarang mari kita aktifkan chip cincin mu" Lord of Chipman memegang jari manis Khoiril di mana cincin berlian terpasang.
Lord of Chipman menyalurkan energi kedalam cincin lalu dari cincin keluar sinar membentuk monitor di depan Khoiril. sebuah notifikasi muncul di layar monitor
"Aktifkan chip... ok... cancel"
"Tunjuk ok" kata Lord of Chipman.
Khoiril menonjuk tanda ok di monitor, lalu muncul lagi notifikasi untuk memasukkan data pengguna. Khoiril mengikuti semua perintah Lord of Chipman, saat program diaktifkan jari manis Khoiril terasa seperti terhisap cincin, gagang cincin seperti bergerak makin menempel di jari manisnya. Lalu Khoiril merasa ada sesuatu yang menusuk jarinya, tusukan yang terasa seperti gigitan nyamuk detik berikutnya Khoiril merasa ada strum yang sangat kuat membuat tubuhnya kehilangan kontrol.
__ADS_1
"Pemasangan chip berhasil" terlihat notifikafisi di layar monitor.
Khoiril duduk bersemedi setelah mampu menguasai dirinya.
"Untuk saat ini kamu segera ke sebuah perkebunan sawit di Sumatra, dimana kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan mu" Lord of Chipman memberikan alamat yang harus di tuju Khoiril.
"Chip akan menuntun tugasmu selanjutnya di sana, biar saya yang membereskan Albara" ucap Lord of Chipman, lalu tubuhnya seperti menghilang begitu saja dari hadapan Khoiril.
"Siap Lord, Khoiril laksanakan perintah" ucap Khoiril.
*****
Lord of Chiefman berdiri menatap Albara yang tidak sadarkan diri. Di depan Lord of Chipman tokoh maha sakti sepanjang zaman Albara sudah tak berdaya. Jika Samiri yang sekarang berganti nama menjadi Lord of Chiefman menghendeki cincin pintak pinto atau nyawa Albara sekalipun pastilah dia bisa dengan mudah melakukannya. Lord of Chiefman menghampiri Albara lalu menyalurkan gelombang kejut ketubuh Albara untuk menyadarkannya.
Albara mulai sadar sekalipun dia belum siuman sepenuhnya namun naluri silatnya masih bekerja dengan baik, Albara merasa ada seseorang yang berdiri di dekatnya sedang memperhatikannya.
"Terima kasih paman telah menyelamatkan nyawa Albara" ucap Albara matanya masih terpejam, dalam ingatannya orang di depannya adalah Adzriel tukang obat keliling yang tadi memberinya pil ajaib.
"Tidak usah pangil paman segala, tapi panggil saya Lord of Chipman" kata Samiri.
"Samiri" ucap Albara setelah melihat dengan jelas siapa yang berdiri di depannya.
"Kamu masih mengingat ku" Samiri tersenyum pahit.
"Iya .. aku tau isi hatimu tentu kau mencari ku untuk urusan cincin pintak pinto kan" ucap Albara pasrah.
"Ha ha kamu benar tapi aku juga menginginkan nyawamu, kecuali sekarang kau panggil aku Lord of Chipman, biar aku ampuni nyawamu" ujar Lord Chipman.
Albara diam tak menjawab membuat Lord of Chipman makin marah.
"Ayo pangil aku Lord"
"Lord" ulang Lord of Chipman.
"Aku tidak ada waktu mempermasalahkan panggilan mu.. Baiklah saya akan panggil mr Chipman" Albara mencoba berdiri.
__ADS_1
"Panggil aku Lord" sekali Lord of Chipman meminta Albara untuk memanggilnya Lord.
"Maaf tidak ada yang harus di bicarakan dengan anda mr. Chipman, saya permisi" Albara melesat meninggalkan Samiri alias Lord of Chipman.
Lord of Chipman makin jengkel dengan sikap Albara yang berani membangkang petintahnya. Lord of Chipman juga dibuat heran biasanya seseorang pasti akan tiduk setelah memandang matanya, tapi Albara seperti tidak terpengaruh sama sekali.
Menyadari hipnotisnya gagal terhadap Albara, Lord of Chipman mencoba untuk membujuk Albara.
"Albara kita masih harus bicara" Lord of Chipman sudah berdiri menghadang jalan Albara.
"Bicaralah, aku lagi buru buru" ucap Albara.
"Berirahu saya amanah Apa yang di berikan raja Sulaiman padamu?" tanya Lord of Chipman.
Albara berpikir sejenak perlukah dia mengatakan pesan raja Sulaiman pada Samiri. Namun Albara tidak bisa berbohong untuk menjawab pertanyaan Samiri.
"Saya diminta memberikan cincin pintak pinto pada seorang pemimpin yang adil di akhir zaman" jawab Albara jujur.
"Lakukanlah... nak raja Sulaiman benar" ucap Lord of Chipman terdengar santun.
"Jika ada kendala hubungi saya, saya akan membantu urusanmu, apa Raja Sulaiman juga menjelaskan ciri ciri pemimpin tersebut pada nak Bara?" tanya Lord of Chipman lagi.
"Oo tidak.. Raja Sulaiman hanya mengatakan kalau takdir akan mempertemukan kami" jawab Albara.
"Dia benar, takdir yang sudah di gariskan Tuhan untuk terjadi pasti terjadi tidak ada yang mampu menghalanginya" ucap lord of Chipman.
"Kamu juga sedang dalam keadaan terluka dalam yang hebat akibat strum tegangan tinggi, beberapa organ tubuhmu rusak berat, jika kau paksakan untuk bergerak nyawamu tidak akan tertolong" kata Lord of Chipman seperti melihat apa yang di derita Albara.
Albara tidak percaya begitu saja apa yang di ucapkan Lord of Chipman, kembali dia kumpulkan tenaga dalamnya lalu meloncat meninggalkan tempat tersebut. Namun yang di katakan lord of Chipman benar adanya, saat kakinya dihentakkan tubuhnya bukannya melesat meninggalkan tempat tersebut tetapi malah roboh dengan muntah darah segar.
"Sudah kubilang jangan memaksakan diri, sekalipun strum tinggi di tubuhmu mampu dinetralkan tapi organ tubuhmu sedang rusak berat harus di pulihkan dulu" Lord of Chipman kembali mengingatkan Albara.
"Ulurkan tanganmu biar saya obati" kata Lord of Chipman.
Sekalipun Albara meragukan niat baik Lord of Chipman, tetap saja dia ulurkan tangannya "toh kalau dia inginkan membunuh Albara apa susahnya dalam keadaan dirinya tak berdaya" pikir Albara.
__ADS_1