Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 121


__ADS_3

Seminggu kemudian Albara terlihat duduk di sebuah ruangan kantor di sebuah gedung lantai tiga yang terletak di Kota Tapus. Inilah gedung Kota Tapus Indah Plaza, sebuah pusat perbelanjaan milik Albara yang akan dibuka dua bulan yang akan datang. Gedung Kota Tapus Indah Plaza tidaklah memiliki ukuran yang terlalu besar di banding mal di kota kota besar, namun gedung ini memiliki luas lahan yang cukup luas, dengan luas lahan lebih kurang dua belas hektar memungkinkan untuk perkembangan masa yang akan datang.


Mal Kota Tapus Indah Plaza hanya memiliki enam lantai. Selain itu eksterior masing-masing outlet brand di sini dirancang berbeda sehingga menjadikannya terlihat unik dan bervariasi. Gerai di dalamnya juga sangat beragam yang dirancang berisi berbagai gerai mulai dari toko fesyen,supermarket, toko buku, hingga hiburan.


Bangunan ini juga terhubung dengan sebuah hotel dua belas lantai yang hanya di pisahkan oleh gedung bangunan tiga lantai yang di peruntukkan sebagai Bank Wakap di lantai satu, perkantoran Mal Kota Tapus Indah Plaza di lantai dua. dan tempat tinggal karyawan di lantai tiga.


Gedung yang baru saja selesai di bangun, dirancang bernuansa Eropa, dibangun dengan desain arsitektur mediterranean ala Paris. Mengusung konsep lopen air, mall yang berada di Jalan Depati Kota Tapus ini memiliki banyak ruang terbuka yang asyik untuk dijadikan tempat nongkrong atau sekadar berjalan-jalan.


Lahan yang cukup luas juga di rancang untuk tempat parkir juga di konsep sebagai taman hidup yang mengusung konsep hijau dengan udara segar, di lengkapi kolam Renang dan tempat tempat santai bagi pengunjung.


Di lantai dua dimana Albara duduk merupakan sebuah gedung yang terhubung dengan pusat perbelanjaan Kota Tapus Indah Plaza di kiri dan Albara2 Hotel di sebelah kanan. Ada tiga kantor di lantai dua bangunan ini, yakni kantor Kota Tapus Indah plaza, Kantor Bank Wakap dan Kantor Albara2 Hotel, dan sebuah ruang khusus Presiden Direktur yang merupakan pimpinan dari ketiga kantor yang lain.


"tok tok tok" seseorang mengetok pintu ruangan presiden direktur Kota Tapus Indah Plaza di mana Albara duduk.


"Masuk aja" kata Albara.


Saat pintu di buka terlihat Doni, Manto, Yunita, dan Laila masuk.


"Kamu sudah duluan di sini Bara?" tanya Doni lalu duduk di kursi tamu di ikuti yang lain.


"Kita semua dapat panggilan untuk wawancara dengan presiden direktur Kota Tapus Indah Plaza, malah yang ada di ruangannya cuma Albara apa gak salah?" tanya Laila.


"Kalian Benar, Albara di minta Rolan Direktur Utama Albara Group mewakilinya mewawancarai kalian, Jadi hari ini Albara berperan sebagai Presdir Kota Tapus Indah Plaza Apa kalian siap untuk wawancara?" tanya Albara.


"Kami siap kamu mau nanya apa biar saya jawab he he" kata Doni tertawa.


Mereka yang tadi tegang mulai santai setelah tau yang mewawancarai mereka adalah Albara.

__ADS_1


"Albara cuma mau memastikan keseriusan kalian bekerja di sini, Ada beberapa posisi yang ditetapkan dan telah di terima oleh pihak Albara Group, kebetulan yang terpilih adalah kalian semua" Albara menyerahkan lembaran hasil seleksi yang di teken Mr Rolan Direktur Utama Albara Group, pada mereka masing masing.


Terlihat formasi tempat mereka dalam lembaran hasil seleksi tersebut yakni:


Presiden Direktur Dikosongkan,


Direktur Utama Kota Tapus Indah Plaza Laila,


Direktur Utama Bank Wakaf Doni,


Direktur Utama Albara2 Hotel Manto. Wakil Direktur Kota Tapus Indah Plaza Yunita.


Wakil Direktur Bank Wakaf dikosongkan.


Wakil Direktur Albara2 Hotel dikosongkan.


Dst semua dikosongkan.


"Hari ini kalian bisa teken kontrak kerja, jika kontrak di setujui kalian akan hitung mulai bekerja bulan ini dengan gaji perbulan masing masing kalua Rp 10 juta untuk tahun pertama dan di bayar penuh di akhir bulan" Albara memberikan surat kontrak untuk masing masing mereka.


Setelah membaca kontrak semua mereka setuju dan teken kontrak lalu kontrak di serahkan kembali ke Albara.


"Kalian hari ini sudah bisa lihat lihat ruangan kalian, dan untuk merekrud karyawan di serahkan sepenuhnya pada kalian semua jabatan yang masih berbunyi dikosongkan ini di maksudkan untuk di pilih sendiri oleh kalian sebagai panitia, pilihlah karyawan kalian masing masing seminggu dari sekarang, saya sudah bisa menerima nama nama mereka, untuk di laporkan ke Jakarta" kata Albara.


"Siap pak Presdir" kata Doni.


"Merekrud karyawan kami lakukan sendiri sendiri atau bagaimana?" tanya Yunita.

__ADS_1


"Sekaligus aja bentuk panitia lalu posting di media sosial, kirim keteman teman yang kalian anggap layak, setelah di seleksi dan di tes, masing masing di Diretur silahkan berembuk, pilih karyawan yang di rasa sesuai dan bisa kerja sama dengan kalian, lalu laporanya serahkan Albara untuk di kirim ke Rolan di Jakarta" kata Albara.


"Untuk posisi Sena silahkan Manto yang atur, sebagai wakil direktur Doni atau Manto sendiri" kata Albara.


"Satu lagi kalian jangan panggil Bara Presdir deh, dan jangan bilang saya Presdir di sini, karena Albara hanya sementara saja menjelang Presdir di datangkan dari Jakarta" kata Albara.


"Satu lagi saat peresmian Kota Tapus Indah plaza, masing masing direktur akan menerima mobil Dinas, untuk itu silahkan kalian ajukan jenis mobil yang kalian inginkan pada Albara" kata Albara.


"Wah mantap, kapan peresmianya bara?" tanya Doni jadi tidak sabar.


"Kalian rekrut dulu karyawannya kalau sudah ada karyawan barulah bisa operasi" kata Albara.


"Ok lah secepatnya kami laksanakan" kata doni lagi.


"Hari ini kan Anita Sabah mengadakan Acara di Universitas Kota Tapus, kita jadi kan melihat lihat acaranya" kata Manto.


"Boleh tapi besok pagi kalian sudah di absen di kantor masing masing, Albara masih harus laporan dulu sama Rolan kalian pergi aja dulu nanti Albara Nyusul" kata Albara.


"Oo iya di media sosial ada kabar kalau Kak Riki di temukan dalam keadaan sangat lemah, saat ini sedang di rawat di ruang icu Rumah Sakit Kota Tapus" kata Manto memperhatikan handphonenya.


Semua menatap Handphone Manto, terlihat photo Riki saat di temukan di tengah hutan dengan kondisi sangat kurus, hampir menyerupai mayat hidup.


"Ayo kita kerumah sakit aja liat kak Riki" kata Doni.


"Ayo ayo ayo" spontanitas mereka semua setuju, khususnya Laila dengan sangat bersemangat melangkah menuju rumah sakit.


****

__ADS_1


Di Universitas Kota tapus terlihat polisi berjaga jaga sebagian mereka memblokir jalan jalan masuk ke Universitas. Para tokoh kungfu dari berbagai perguruan di Kota Tapus maupun dari luar Kota Tapus sudah banyak yang hadir membawa murid murid mereka yang berbakat untuk di jadikan lawan latih tanding Anita Sabah, yang acaranya di rencanakan berlangsung selama satu minggu.


Mengadakan keramaian saat pandemi kopid bukan hal yang mudah, selain harus melalui prosedur kesehatan yang ketat juga harus punya izin pemerintah. Namun bagi Anita Sabah untuk mendapat izin pemerintah bisa di minta dan berkat lobi yang di lakukan AKBP Bintang izin di berikan oleh Kapolri sendiri.


__ADS_2