Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 122


__ADS_3

Ada dua alasan kenapa Anita Sabah mengadakan acara latih tanding di Kota Tapus, yang pertama karena kebetulan sedang memiliki bisnis membuka usa perkebunan di wilayah Sumatra, alasan yang kedua karena sangat ingin ketemu Albara.


Sudah empat bulan semenjak berpisah dengan Albara, dia tidak bisa menghubungi Albara Wa dan telepon Albara tidak pernah aktif. Timbul pikiran yang bukan bukan di benak Anita kalau sesuatu hal yang buruk telah terjadi terhadap Albara. Anita menghubungi Rolan menanyakan kabar tentang Albara, jawaban Rolan sama handphone Albara tidak bisa di hubungi. Rolan hanya memberikan alamat Albara di Kota Tapus pada Anita.


Demikianlah karena keinginan yang sangat kuat untuk berjumpa Albara akhirnya Anita Sabah memilih Universitas Kota Tapus sebagai tempat latih tanding untuk persiapan kejuaraan kungfu tingkat dunia.


Sinar matahari mulai meninggi menyinari seluruh Kota Tapus, mengusir kabut yang menyelimuti Kota. Hati Anita mulai tegang dan gembira bukan saja karena marahari yang bersinar mengusir hawa dingin kota pegunungan itu, tapi katena Anita juga penuh harap akan segera bertemu Albara yang di rindukannya selama ini. disisi lain Anita juga tegang memikirkan acara yang yang akan segera dimulai. Tokoh tokoh perguruan kungfu terkemuka dari Kota Tapus mulai berdatangan membawa murid murid pilihan mereka. Ini kesempatan bagi mereka untuk mengenal kehebatan Anita Sabak yang sudah berkali kali menjuarai even Internasional.


****


Senentara itu di rumah sakit Kota Tapus Albara dan teman temannya di berikan izin mennjenguk Riki secara bergiliran. Albara yang kebagian giliran pertama memasuki ruang ICU, terlihat Riki terbaring takbergerak di pembaringan, slang inpus terpasang di tangan kirinya, di layar monitor terlihat detak jantung Riki masih normal.


"Kak riki ini Albara" kata Albara sambil memegang tangan Riki.


Jari tangan Riki terasa bergerak gerak seakan mendengar ucapan Albara.


"Albara bawakan obat untuk kak Riki, nanti obatnya di telan ya" kata Albara.


Kembali riki menggerakkan jarinya, seolah setuju dengan keinginan Albara. Mata Riki hanya terpejam, tapi seolah melihat ketika Albara memberikan obat yang di sodorkan ke bibirnya, riki membuka bibirnya sedikit sehingga obat masuk ke mulut Riki. Tak lama kemudian Albara melihat Riki menelan ludahnya hingga beberapa kali. Pertanda obat ajaib yang di berikan Albara telah mencair di mulut Riki.


"Nyebut ya kak Riki, Semangat ya kak Riki, Albara butuh kakak untuk menjadi komandan keamanan di Kota Tapus Indah Plaza" kata Albara.


Riki menggangukkan kepala dan menggerakkan jarinya yang sekarang terasa lebih kuat di banding sebelumnya, bibirnya terlihat bergerak mengucapkan kalimat tauhid. Albara melepaskan genggaman tangannya lalu meninggalkan ruangan ICU untuk memberikan kesempatan bagi temannya yang lain.


Saat keluar dari ruang ICU handphone Albara bergetar, di layar monitor terlihat panggilan dari ibunya.


"Halo mi, bagaimana kabar umi?" tanya Albara kegirangan, sambil menjauh dari teman temannya.

__ADS_1


"Umi baik baik, kakek mu bilang tunangan Albara telah memutuskan hubungannya dengan nak Bara dan memilih laki laki yang sangat kaya. Karena itu umi ingin nak Bara menikah dalam waktu dua bulan akan datang, jika nak bara tidak punya pilihan umi akan kirim gadis Suriah untuk nak bara nikahi, Umi yakin lebih cantik dari tunangan nak bara, nanti umi kirim photonya ya" kata umi Sarah di telepon.


"Albara baik baik saja umi, kalau urusan pasangan hidup Albara masih punya banyak gadis pilihan yang cocok menurut Albara. Kalau sudah waktunya Albara akan kabari umi" kata Albara.


"Pokoknya umi tunggu dalam jangka waktu dua bulan, kalau tidak umi akan bawakan gadis Suriah untuk nak Bara nikahi. Umi ingin kamu lebih dulu menikah dari mantan tunangan nak Bara" kata umi Sarah terbawa emosi.


"Tapi mi bagaimana mungkin Albara menikahi gadis yang sama sekali belum Albara kenal" protes Albara.


"Nak dengarkan umi, Niat seorang muslim untuk berkeluarga itu ibadah mengamalkan sunah Rasulullah jangan dengan niat yang lain" kata umi Sarah.


"Rasul bilang menikahi seseorang itu karena beberapa hal yaitu karena dia kaya, karena dia anak orang terhormat dan terdidik, karena dia cantik dan karena dia baik beragamanya. Nah umi sudah punya calon anak orang terhormat, terpelajar, taat beragamanya, dan dia cantik lagi" kata umi Sarah.


"Ok lah mi, Albara akan pikirkan" kata Albara.


"ya nak, kabari umi segera ya, ini umi kirim photonya" ucap umi Sarah.


Memang Negri Suriah beberapa tahun belakangan sedang dalam perang yang berkepanjangan sehingga Negara tersebut mulai krisis laki laki. Banyak dari pejabat, pengusaha yang mulai mencarikan jodoh anak gadis mereka di luar Negri. Demikian halnya dengan kenalan Abu Daud, seorang pengusaha asal Suriah yang minta di carikan jodoh anak gadisnya yang masih kuliah di universitas Al Azhar Mesir.


Hati Albara yang di tawari umi Sarah belum bisa menerima, entah kenapa hatinya seperti sedang tertutup untuk urusan cinta. Namun karena desakan orang tuanya, dan berpikir kalau Mulan sudah bahagia dengan Andree Lee, memaksa Albara untuk merubah sikapnya.


"Lai bisa bicara sebentar" kata Albara pada Laila.


Laila mengangguk setuju, Albara lalu mengajak Laila ke pojok rumah sakit yang sepi.


"Bara mau bicara Apa?" tanya Laila.


"Mau memastikan sikap Laila, tentang hubungan kita, apa Laila yakin mau menjadi istri Bara?" tanya Albara.

__ADS_1


Laila menatap Albara dengan pandangan mata sayu.


"Bara... " panggil Laila


"Kenapa Lai" ucap Albara.


"Apa kamu cinta sama Laila" ucap Laila.


"Belum Lai, tapi berkeluarga kita bisa niatkan untuk melaksanakan sunah Rasulullah" kata Albara.


"Cium Laila bara" pinta Laila.


Albara merangkul Laila dengan lembut lalu mengecup kening Laila, Lalu mengecup bibir Laila membuat napas Laila makin memburu lalu membalas ******* bibir Albara, napas Laila makin tak teratur. Namun tiba tiba Laila mendorog dada Albara, hingga dia lepas dari pelukan Albara.


"Kamu janji dulu apa pun keputusan Laila, kita masih akan menjadi sahabat" pinta Laila.


"Ok Lai, Albara janji" ucap Albara.


"Maaf Bara, Laila masih belum bisa mupakan kak Ardi, Laila bersedia menjadi gadis tua sampai kabar kak Ardi jelas hidup atau mati" kata Laila.


"Ok Lai, Albara menghormati sikap Laila, Albara salut dengan kesetiaan Laila, jangan sungkan sungkan berlakulah seperti biasanya karena kita masih tetap sahabat" kata Albara.


Mungkin benar kata prof Lee Shu Wan kalau jodoh itu urusan Tuhan, takdir sedang mempermainkannya, Ada yang mau tapi dirinya belum mau, saat dia mau malah ditolak gadis yang dia pinang. Terkadang Albara merasa capek, Albara ingin menyerah sepenuhnya pada takdir. Sampai takdir menjadi lelah mempermainkan dirinya. Albara sudah pasrah apapun yang terjadi dia akan terima.


Berpikir tentang pilihan umi Sarah ibunya, juga bukanlah hal yang buruk. "Umi benar Berkeluarga cuma perlu niat mengamalkan sunah Rasulullah" pikir Albara.


"Pokoknya niat aja dulu, mana tau dengan niat baik tuhan beri jodoh yang baik juga" pikir Albara membulatkan tekatnya untuk berkeluarga.

__ADS_1


****


__ADS_2