Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 151


__ADS_3

Asap kemenyan mengepul memenuhi ruangan, sehingga dalam ruangan tersebut tercium pekat bau dupa dan kemenyan. Hawa saat memasuki ruangan tersebut membuat bulu kuduk bergidik, ruangan yang gelap, sempit, dan terkesan menyeramkan itu, terdapat satu tempat tidur single bed, satu lemari kecil, dan barang rumah tangga lainnya. Sementara dari ruang praktik dukun yang dipisahkan oleh pintu lagi, banyak benda-benda seperti kendi, bunga, tempat membakar dupa, dan keris.


Di dalam ruangan Devina melihat pria setengah baya sedang duduk bersemadhi sambil komat komit membaca mantra, lalu Ratu Ledisya dan putri Mulani berdiri di depan laki laki tersebut.


"Ki Jaka Baya bangunlah" ucap ratu Ledisya.


Lelaki setengah baya yang dipanggil Ki Jaka Baya oleh ratu Ledisya membuka matanya.


"Ratu Ledisya engkau datang" ucap ki Jaka Baya lalu menghampiri meja persembahan.


"Syukurlah putri Mulani sehat walafiat, aki menghawatirkannya" ucap ki jaka baya memperhatikan putri Mulani


"Ratu Ledisya terimalah sesembahan dari Andree Lee" kata ki Jaka Baya memberikan nasi kuning dengan ayam bakar.


Ratu Ledisya dan putri Mulani juga menghampiri meja persembahan.


"Sesajian di terima" ucap ratu Ledisya.


Ratu Ledisya terlihat menggenggam sesuatu di tangannya.


"Berikan juga pil ini pada Andree Lee untuk mempercepat kesembuhannya" Ratu Ledisya menerima sesembahan dan balik memberikan sebuah pil pada ki Jaka Baya.


Ratu Ledisya dan putri Mulani menyantap sesajian dengan sangat rakus, hingga dalam waktu sebentar saja sesajian telah ludes tanpa sisa hingga ke tulang tulangnya. Hampir saja Devina berdecak melihat kerakusan makan mereka, namun saat menyadari dirinya dalam keadaan tak terlihat membuatnya menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yabg mencurigakan.


"Sekarang sudah hampir tengah malam obat itu harus di berikan sekarang, supaya besok Andree Lee sudah bisa beraktifitas" ucap Ratu Ledisya.


"Hmmm kebetulan Andree Lee sedang di rawat di sini, patah tulangnya baru saja di bidai dia belum bisa bergerak dari tempat tidurnya" ucap ki Jaka Baya.


"Bagus kalau begitu besok pagi setelah Andree Lee bisa bergerak, Aki harus nikahkan dengan putri Mulani" ucap Ratu Ledisya seperti memerintah.


"Baiklah keinginan ratu akan aki laksanakan" ucap ki Jaka Baya.


Mengingat waktu dari kartu menghilang yang bertahan cuma 12 jam, sementara perutnya juga mulai keroncongan minta di isi. Devina segera menyelinap mengikuti ki Jaka Baya dan saat ki Jaka Baya mengantar pengawal Andree Lee keluar rumah, Devina juga ikut menyelinap pergi meninggalkan rumah ki Jaka Baya.

__ADS_1


"Hmmm ternyata kerajaan Tiraw terhubung dengan rumah ki Jaka Baya" pikir Devina.


Setelah keluar dari rumah Jaka Baya, tadinya Devina bermaksud akan kembali ke kebon prof Lee Shu Wan, tapi Devina teringat akan Budiman yang di bawa Sena ke rumah sakit, maka segera saja dia ke rumah sakit untuk melihat Budiman dan berharap Albara ada di sana.


Di rumah sakit Devina justru mendapat kabar dari Sena kalau Albara, terlibat perkelahian dengan Mulan, dan sampai sekarang belum kembali, mengertilah Devina kalau Mulan yang tadi membela Albara mati matian itulah anak Sekda Kota tapus, yang sedang jadi target exsekusi ratu Ledisya.


****


Hari sabtu dari pagi di kediaman Sekda Kota Tapus terlihat ramai para pejabat yang merasa simpati dengan musibah yang tetjadi pada Mulan putri Sekda, secara sukarela mereka membuat persiapan yasinan dalam rangka memohon keselamatan untuk Mulan.


Sekalipun acara di adakan sehabis sholat isa tapi para pejabat sudah mengkondisikan acara semenjak pagi, tenda segera di pasang, undangan di cetak lalu hari itu juga di bagikan, sebagian menyiapkan konsumsi mulai dari katering hingga membeli buah buahan di lakukan semenjak pagi.


Ajudan pak sekda terlihat hilir mudik di antara kesibukan pekerja yang sedang menghias tenda. Setelah tenda di hias lalu kursi didusun rapi, meja prasmanan juga di tata rapi.


Di tengah ramenya pekerja terlihat seorang gadis duduk agak menyendiri terpisah dari keramayan, Ajudan sekda yang dari tadi memperhatikan segera menghampiri tempat di mana gadis tersebut berada.


"Ini mau yasinan apa mau nikahan, bang" canda seseorang gadis berjilbab dengan kaca mata hitam, memakai jaket parka warna merah marun dengan masker hampir menutupi semua mukanya, dengan tudung jaket menutupi kepalanya, saat Ajudan sekda berdiri di dekatnya.


"Yasinan sekalian nikahan abang dengan adek ha ha ha" ajudan sekda balik bercanda.


"Bang hape nya bunyi tuh" kata gadis tersebut seperti tak senang jadi perhatian Ajudan sekda.


Ajudan sekda mengangkat handphonenya saat melihat panggilan dari Andree Lee.


"Assalamualaikum, bang Andree" sapa Ajudan Sekda.


"Waalaikum salam Hasan... bisa berikan handphone kamu ke pak Sekda gak san?" tanya Andree Lee di handphone.


"Waduh gak bisa bang Andree, bapak lagi ada tamu penting" kata Hasan ajudan Sekda.


"Itu makanya saya hubungi Hasan, karena Hasan kan bebas masuk keruang tamu pak sekda, katakan ini sangat penting" Andree Lee memaksa.


"Emang kenapa bang Andree" tanya Hasan.

__ADS_1


"Katakan Mulan ingin bicara" kata Andree Lee


"ya bang, bisa bang, siap bang" kata Hasan lalu bergegas ke ruang tamu sekda.


"Izin pak sekda.... Ada telepon dari Andree Lee, katanya Mulan mau bicara" kata Hasan memberikan handphone nya pada sekda.


"Iya sini san" kata sekda menerima telepon Hasan.


"Hallo nak Andree ini pak Sekda, ada kabar apa ndree" tanya Sekda Kota Tapus.


"Ini Mulan mau bicara om" kata Andree Lee di telepon.


"Iya... mana Mulan nya" kata Pak Sekda.


Tak lama kemudian suara Mulan terdengar di telepon.


"Selamat pagi pa" suara Mulan terdengar di telepon.


"Pagi nak, kamu sehat?" tanya Sekda.


"Sehat kok pa" jawab Mulan.


"Pa.... Hari ini Mulan mau nikah dengan Andree Lee" kata Mulan tanpa minta pendapat sekda Kota Tapus.


"Apa?..... mau nikah? Andree Lee aja belum ngelamar kamu mana bisa begitu" ucap Sekda.


"Pokoknya Mulan hari ini mau nikah, biar kami urus sendiri, Mulan cuma mau kasih tau direstui atau tidak Mulan akan tetap menikah" kata Mulan memaksa.


"Jangan begitu Mulan... negri ini punya adat istiadat, masalah pernikahan bukan urusan sepele, harus di bicarakan dulu dengan suku tenganai, nenek mamak, tuo tau cerdik pandai dan Alim Ulama" ucap pak Sekda agak emosi.


"No no no.... Jangankan suku temganai dan lainya papa pun tak ada hak mengatur kehidupan Mulan titik" kata Mulan lalu sambungan telepon telah terputus.


Wajah sekda kota tapus merah padam menahan amarah, ucapan Mulan begitu menusuk perasaannya.

__ADS_1


"Benar kata Aza dan Lena, kalau Mulan yang sekarang beda jauh dengan Mulan yang dia kenal dulu" keluh pak Sekda lalu menyerahkan handphone Hasan.


__ADS_2