
JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT PENULIS DENGAN MEMBERI LIKE, DAN JADIKAN FAVORIT. KASIH JUGA HADIAH DAN VOTE
***
Andree Lee yang duduk di ruang tunggu mendapat pesan WA dari pelayan rumah tangga pak Sekda, yakni pelayan yang sudah di sewa Andree Lee untuk memata matai Mulan.
"Tuan Muda Andree Lee, saat ini non Mulan sudah keluar kamar menuju ruang tamu di mana Albara sedang menunggu" begitu pesan WA mata mata Andree Lee di layar handphonenya.
Semenjak melakukan ritual bersama ki Jaka Baya Andree Lee terlihat sangat optimis untuk menaklukkan Mulan. Hari ini Andree Lee memakai kostum kebesarannya sebagai CEO, dengan jas hitam dasi biru laut, auranya sangat mempesona sebagai CEO muda yang sukses. Dia yakin akan mampu menggandeng mulan dengan pesona dan kekuatan materi yang dia punya. Andree Lee segera bangkit dan masuk ke ruang tamu dengan langkah yang sangat optimis. Bersamaan dengan masuknya Andree Lee ke ruang tamu, Mulan juga memasuki ruang tamu menuju tempat di mana Albara menunggu tanpa mempedulikan Andree Lee yang berjalan ke arahnya.
"Dek Mulan... bang Andree Lee kesini mau jemput dek Mulan, kan sebenar lagi acara ulang tahun dek Mulan akan di mulai" kata Abdree Lee.
"Terima kasih bang Andree... tapi dik Mulan perginya sama kak Albara, abang duluan aja ntar Mulan sama kak Albara nyusul" kata Mulan masih acuh tak acuh.
"Aduuh bagaimana dek Mulan ini ... abang sudah ngomong ibu Susanti, untuk bawa inova barunya untuk antar jemput dek Mulan, emang kamu mau pergi pesta dengan dandanan secantik ini pake motor butut mana panas lagi" kata Andree mulai memaksa.
"Yaah abang tu mobil mau di pakek Mulan, kok malah bang Andree bawak!" protes Mulan.
"Emang untuk keperluan Mulan, abang cuma perginya sama abang" tegas Andree Lee.
"Yah bagaimana kak Akbara?" tanya Mulan minta pertimbangan albara.
"Bang Andree biar pake inova ibuk Susanti, kakak juga bawa mobil untuk jemput non Mulan" kata Albara.
"Eeeh Albara kamu bawak mobil? emang kamu punya mobil?" kata Andree Lee penasaran.
"Ya bang Andree Lee... Mobil minjam sama teman Albara" kata Albara.
"Yaaaah mobil minjam yang benar aja, emang kamu bisa nyopir" kata Andree Lee.
"Nyatanya mobil sudah nyampai di sini bang, kalau kurang yakin nanti abang boleh jadi sopir kami" kata Albara.
"Eh kampret kau pikir aku siapa... udah nanti saya suruh sopir pribadi bang andree yang nyopir" kata Andree lalu meninggalkan Albara dan Mulan.
Mulan bernapas lega setelah Andree Lee meninggalkan ruang tamu.
"Bosan nunggu mulan ya kak" tanya Mulan pada Albara.
Albara diam memandangi mulan dengan gaun warna keabuan sangat cocok dengan bentuk tubuhnya dan hijab juga abukecoklatan membuat penampilan mulan terlihat luar biasa cantiknya.
__ADS_1
"Kok malah diam" kata Mulan.
"Kamu cantik sekali" jawab Albara.
"Gua suka gaya lo begini, kostumnya sudah mencerminkan jiwanya, kamu seperti bidadari yang cantik fisik lahirnya juga canti hatinya" sambung bara lagi.
"Gombal, ayo pergi udah hampir jam 2 acara sudah mau mulai" kata Mulan.
Albara menuju mobil yaris baru warna citrus, kemudian membukakan pintu dan mempersilahkan Mulan masuk, Mulan tertegun sesaat tak percaya dengan penglihatanya. Masak iya ada teman yang mau memberi pinjaman mobil sebaru ini, sama orang yang tak pernah bawa mobil.
"Sepertinya mobil baru ya kak Albara, biar mulan yang nyopir, kasian kak Albara kalau lecet kan ngak enak sama yang punya mobil" kata Mulan.
"Kamu yakin mau nyopir? tanya Albara.
"Ya kak bara, sekalian mau tes mana tau cocok bagi Mulan, nanti kalau cari mobil kan Mulan bisa beli yang begini juga" kata Mulan yakin.
Mulan memperhatikan sopir pribadi Andree Lee yang sudah berdiri di dekat mereka.
"Maaf bang, sepertinya kami tak perlu sopir" kata Mulan.
Albara menyerahkan kunci mobil pada Mulan, lalu mereka menuju ke warung Pojok Kopi Jangkat, meninggalkan sopir Andree Lee yang kebingungan.
Mulan menghentikan mobil lalu memandang Albara di sebelahnya
"Kenalan kakak yang kemaren kakak temui di penginapan mau membangun pusat perbelanjaan di Kota Tarus, dia berikan uang untuk membelikan mobil ini untuk digunakan mengawasi proyeknya" kata Albara menjelaskan untuk menghilangkan keraguan Mulan
Mulan percaya kemudian melanjutkan perjalanan dengan santai menuju warung Pojok Kopi Jangkat, di perjalanan Mulan kembali bertanya menyelidik tentang siapa kenalan Albara yang membelikan mobil untuk di pakai Albara.
"Emang siapa kenalan kakak yang mau memberikan mobil untuk kakak, seharusnya kalau mobil untuk operasional project ya bukan city car begini kakak"
"Namanya Rolan dulu pernah kakak bantu saat dia ingin bermeditasi di batu diri, dia berhasil memperoleh apa yang dia inginkan, mangkanya sekarang ingin mengembangkan bisnisnya di Kota Tapus" kata Albara
Albara juga mengatakan dia seorang kaya bergerak di bidang bisnis expor import mau buka cabang bisnis di sini jelas Albara.
"Orangnya sangat kaya bahkan zakat hartanya saja bisa puluhan milyar" lanjut Albara
****
Di warung kopi jangkat sambil menunggu Mulan datang, Camat Samsul terlihat berdiri di depan sebuah mobil LAMBORGHINI URUS warna abu metalik, mengambil photo lalu di upload, tamu yang mulai berdatangan minta izin pak Camat ssul untu photo bersama di depan mobil tersebut terutama mahasiswi kenalan Mulan, yang datang menghadiri undangan ulang tahun Mulan, mereka senang sekali berphoto dengan Camat Samsul di depan mobil mewah.
__ADS_1
"Ini mobil mewah, saya baru kali ini melihatnya, mungkin satu satunya di Kota Tapus, boleh tau berapa harganya pak Camat?" Tanya seorang mahasiswa pada Camat Samsul.
"Kalau yang tipe ini harganya Cuma 9,4 milyar" ucap pak Camat Samsul acuh tak acuh.
Saat bersamaan mobil yaris baru warna citrus masuk, melihat yang ada di dalam mobil adalah Mulan, pak Camat Samsul langsung menuntun mobil yaris untuk parkir persis di samping lamborghini urus warna abu abu metalik. Tidak ada yang curiga kalau yaris yang membawa Mulan adalah milik Albara. Semua orang pasti menganggap mobil milik Mulan apa lagi yang nyopir saat itu adalah Mulan.
Saat Albara dan Mulan turun dari mobil seseorang bicara sambil melirik Camat Samsul di samping lamborghini.
"Seharusnya pemilik lamborhini yang menjadi pendamping pemilik yaris di sampingnya" ucap seorang tamu undangan.
Camat samsul hanya tersenyum masam matanya tak lepas dari Mulan yang digandeng Albara masuk ke warung pojok kopi jangkat.
"Ayo semua masuk, acara akan segera kita mulai" kata camat samsul.
Setelah pembukaan acara oleh pak Camat, dan doa selamat, para tamu di persilahkan menikmati hidangan. sambil beramah tamah mereka di hibur dengan musik organ tunggal, beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang berbakat juga berpartisipasi menyumbangkan lagu. Tak ketinggalan Andree Lee dan Camat Samsul menyambungkan lagu yang mengutarakan persaan hatinya pada Mulan.
Saat Pak Camat meminta Albara menyambungkan lagu seolah permintaan dari Mulan sendiri. Seperti yang di harapkan camat samsul kalau Albara tentu tidak bisa menyanyikan sebuah lagu pun, Albara menolak untuk naik ke atas pentas tapi semua tamu berteriak memaksa akhirnya Albara menyangupinya. Hal yang tak di sangka ternyata Albara memiliki bakat dalam seni tarik suara. Akbara menyambungkan tiga lagu sekaligus dan suaranya sangat menghibur para undangan yang hadir.
Albara membawakan lagu yang di tujukan khusus untuk mulan.
dengan judul
****
Bidadari tak bersayap
Bidadari tak bersayap datang padaku Dikirim Tuhan dalam wujud wajah kamu Dikirim Tuhan dalam wujud diri kamu
Sungguh tenang ku rasa saat bersamamu Sederhana namun indah kau mencintaiku Sederhana namun indah kau mencintaiku
Sampai habis umurku, sampai habis usia Maukah dirimu jadi teman hidupku Kaulah satu di hati, kau yang teristimewa Maukah dirimu hidup denganku
Diam-diam aku memandangi wajahnya Tuhan ku sayang sekali wanita ini Tuhan ku sayang sekali wanita ini
Sampai habis nyawaku, sampai habis usia. Maukah dirimu jadi teman hidupku. Kaulah satu di hati, kau yang teristimewa. Maukah dirimu hidup denganku
Katakan yes, I do, jadi teman hidupku Dududududu dududududu dududu
Sampai habis nyawaku, sampai habis usia. Maukah dirimu jadi teman hidupku Kaulah satu di hati, kau yang teristimewa Maukah dirimu hidup denganku
__ADS_1
Katakan yes, I do. Jadi teman hidupku Katakan yes, I do. Hiduplah denganku Jadi teman hidupku
****