
"Kemana den?" tanya sopir taksi pada Albara.
"Jalan aja dulu pak!" pinta Albara.
Sopir taksi langsung menginjak gas, mobilpun melaju meninggalkan hotel.
"Antar ke Albara Hotel pak" Anita memberikan alamat yang harus di tuju sopir taksi.
Albara makin lega saat taksi makin jauh meninggalkan hotel.
"Ouhhh... Ohhh" Anita terlihat gelisah dan berlaku agak aneh.
"Anita gerah, kencangin ac nya pak sopir" pinta Anita, tingkahnya mulai tidak terkontrol terkadang seperti ingin membuka bajunya. Bicaranya mulai ngelantur dalam bahasa melayu malaysia tapi masih bisa dimengerti Albara. Rupanya Anita dalam keadaan mabuk berat dari mulutnya tercium bau alkohol yang sangat menyengat.
"Kakak ganteng... siapa nama kakak" Anita terus nyerocos.
Albara yang tidak pernah melihat perempuan lagi mabuk, tak mampu bicara, tak tau apa yang harus di perbuat.
"Pacar tuan sepertinya mabuk berat, mungkin juga sudah mengkonsumsi obat perangsang yang sangat berbahaya" kata pak sopir yang melihat Albara bingung harus melakukan apa.
"Apa yang harus saya lakukan pak sopir?" tanya Albara.
"Secepatnya untuk mencari tepat nginap" kata pak sopir.
Anita terus nyerocos tak karuan, terkadang memaki, terkadang merayu Albara dengan pantun.
"Mata genit beradu pandang
Senyum abang mengoda Anita
Ayolah abang kita melayang
Menuju negri jauh di Malaysia." tangannya mulai meremas paha Albara.
"ha ha ha Haha" sopir taksi tertawa ngakak mendengar Anita yang makin lama seperti tidak mau diam.
"Pasang sabuk pengaman tuan, jaga pacarnya juga, di belakang kita geng motor gede sepertinya membuntuti kita" sopir mengingatkan.
__ADS_1
"Aduh... sial" maki sopir taksi, setelah melalui jalan tikus rombongan motor gede masih terus mengikutinya. Gas di injak taksi melaju dengan kencang saat masuk jalan tool. Sopir bernapas lega saat rombongan motor gede sepertinya tidak lagi mengikuti mereka.
"Apa tuan ada masalah dengan geng motor gede?"
"Sepertinya kita di ikuti geng motor PENDEKAR KUDA BESI"
"Tidak pak sopir, saya orang baru di sini, tidak bermasalah dengan geng motor manapun" kata Albara.
"Mereka mengikuti kita, kalau bukan tuan pasti nona yang mereka cari, mereka adalah geng motor yang di takuti di Jakarta bahkan hingga ke daratan Eropa"
"Mereka sangat sering terlibat aksi kekerasan dan kejahatan di dalam dan luar negri" sopir terus menginjak gas.
"Cabang mereka sudah ada di berbagai daerah khususnya kota besar, bahkan ada di 40 Negara atau lebih, sangat sulit untuk lolos dari kejahatan mereka"
"Laporan resmi pemerintah Jerman baru baru ini, Berdasarkan penelitian lembaga riset Jerman, geng motor Pendekar Kuda Besi termasuk dalam jajaran klub motor pelanggar hukum terbesar di Jerman"
"Laporan remi negeri Jerman juga mengatakan kalau Presiden Pendekar Kuda Besi divonis 15 tahun penjara oleh pengadilan Belanda karena tindak pencucian uang" sopir makin membawa mobil gila gilaan.
"Wah tindakannya beda bagat dengan namanya, pak" Albara menimpali.
"Ya benar... Sejak Presiden mereka di tahan di Jerman pimpinan mereka di pegang oleh orang Indonesia keturunan Malaysia"
Sopir taksi menghentikan mobil di salah satu rest area.
"Sepertinya bapak cuma berani membawa tuan dan nona hingga ke rest area, selanjutnya tuan cari taxi lain atau cari tempat nginap saja" kata sopir taksi yang sudah ketakutan.
"Mohon maaf Sekali lagi.. tuan dan nona harus turun di sini" kata pak sopir lalu turun membukakan pintu untuk Albara dan Anita.
****
Albara dan Anita berganti taxi di rest area menuju Albara Hotel. Di sepanjang perjalanan banyak sekali menemukan pengendara motor gede memepet taksi taksi yang sama dengan taksi yang mereka tumpangi sebelumnya.
Saat mereka cukup dekat dengan Albara Hotel, di depan mereka terlihat ada kemacetan hal yang tidak biasa pada tengah malam begini. Mobil mulai merayap akhirnya berhenti sama sekali.
Sopir taksi di depan mereka keluar menghampiri taksi mereka lalu bicara dengan sopir taksi yang di tumpangi Albara.
"Geng motor Pendekar Kuda Besi, ngamuk di depan Albara Hotel mereka mencari seseorang, memeriksa semua taksi yang lewat menurunkan penumpang, bahkan mereka memukuli sopir sopir taksi"
__ADS_1
"Sebaiknya penumpang di turunkan di sini aja, biar gak dapat masalah" katanya mengingatkan sopir taksi.
Mendengar ini Albara tanpa di minta sopir turun dari taksi.
"Biar kami turun di sini pak sopir" sambil menyerahkan dua ratus ribu pada pak sopir.
"Terima kasih den... maaf cuma bisa anter kesini doang"
Albara membimbing Anita yang sempoyongan karena pengaruh alkohol.
"Kakak gendong Anita" pinta Anita dalam keadaan mabuknya.
Albara menggunakan kemampuan lari cepatnya berkelebat dalam kegelapan malam, Anita di gendongannya makin mempererat pegangannya seperti tak ingin terlepas dari Albara. Awalnya Albara sangat risih dengan tubuh Anita yang nempel di punggungnya, bagaimanapun bagian tubuh Anita sangat terasa bagi Albara, sentuhan yang sangat merangsang kelekakian Albara, seperti ada sensasi rasa yang indah mengalir di tubuh Albara.
Albara tidak mempedulikan perasaannya yang penting saat ini adalah menyelamatkan Anita sampai di Albara Hotel. Albara menyelinap berkelebat dari kegelapan yang satu ke kegelapan lainya, menghindari beberapa geng motor yang bersiaga di sepanjang jalan.
Jam satu malam Albara dan Anita akhirnya tiba di Albara Hotel. Anita memberikan kunci kamar hotelnya pada Albara, saat memasuki kamar hotel Albara membaringkan Anita di tempat tidur hotel. Saat Albara akan beranjak meninggal kan Anita yang terbaring lemah, tiba tiba Anita memanggilnya.
"Kakak ganteng kenalin namanya dong" Anita mengulurkan tangannya.
Albara juga mengulurkan tangannya rasa aneh kembali menjalar di sekujur tubuh Albara, saat tangan mereka saling menggenggam.
"Albara" ucap Albara dengan suara gemetar.
"Albara.... ! kedengeran seperti nama hotel ini ya kakak, terlalu gampang untuk di ingat" bicara Anita seperti sudah sadar dari pengaruh alkohol.
Anita menarik tangan Albara berusaha untuk duduk. Wajah Anita begitu dekat dengan Albara, baru kali ini Albara memperhatikan Anita secara seksama, betapa cantiknya Anita. Persaan Albara sempat bergetar memandang wajah Anita, wajah yang sangat cantik dengan kulit putih mulus dengan bodi tinggi atletis. Albara seperti pernah melihat Anita tapi dia lupa dimana.
Setelah lama berpikir Albara baru ingat kalau Anita pernah menghadiri kejuaraan taek won do mahasiswa se Asean yang di selenggarakan di universitas Kota Tapus enam bulan yang lalu. Anita berhasil menjuarai kejuaraan tersebut setelah mengalahkan beberapa jago taek won do dari Negara Asean lainnya.
Tak salah lagi Anita di depannya pastilah Anita yang sangat terkenal dengan julukan "Anita Sabah" karena dia memang kelahiran kota Sabah Malaysia. Anita Sabah sangat terkenal bahkan dunia mengenalnya karena sudah dua kali menjuarai taek won do Asian games, Asia games dan menjuarai Olimpiade.
Sebagai atlit taek won do bodi Anita sangat terbentuk, bodinya yang tinggi, parasnnya yang cantik dengan mata indah dan kulit putih mulus, pasti banyak pria yang menginginkannya. Salah satu pria yang menggilai Anita adalah Fahmeed, seorang CEO muda yang sukses dan sekarang juga menjadi presiden geng motor Pendekar Kuda Besi.
Dalam usahanya mendapatkan Anita Fahmeed harus bersaing dengan Bintang seorang perwira muda, anak seorang jendral yang sedang menjabat posisi penting di militer Indonesia. Untuk itu Fahmeed menjebak Anita dalam sebuah perjamuan makan malam dengan memberi Anita minuman beralkohol. Anita sebenarnya tidak asing dengan minuman beralkohol, tapi minuman yang di sungguhkan pada Anita kali ini sudah di bubuhi obat perangsang.
Menyadari ada yang tidak beres dengan apa yang dia minum, Anita minta di antar ke penginapannya di Albara Hotel, tetapi ternyata Fahmeed membawa anita ke hotel tempat Fahmeed menginap. Demikianlah akhirnya Anita di selamatkan Albara.
__ADS_1
Hal yang tak terduga bagi Albara dimana pengaruh obat perangsang di tubuh Anita semakin aktif. Anita sedang mengalami gejolak sekseal yang sangat tinggi, melihat wajah Albara yang sangat dekat Anita secara spontan mendekatkan wajahnya hingga bibirnya menyentuh bibir Albara.