Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 73


__ADS_3

Mulan terus mengejar anak kecil di depannya hingga jauh ke dalam goa.


"Adek.... kembali nanti mamanya kehilangan" teriak Mulan.


"Gak mau .... mama jahat" balas anak di depannya.


Mulan berusaha menggapai anak kecil di depannya tapi tetap saja tidak dapat. Mereka terus memasuki goa yang makin gelap, hingga jauh kedalam goa tidak ada lagi yang bisa di lihat di dalam goa. Mulan hamya Merasakan dinding dinding goa yang agak lembab dan lantai goa yang berpasir.


Mulan mulai merasa takut tapi nalurinya mengatakan anak kecil yang dia kejar ada sangat dekat di depannya. Juga naluri Mulan masih ingin menyelamatkan anak kecil di depannya.


Setelah sekian lama menyelusuri goa yang sempit dan gelap di ujung goa terlihat cahaya remang remang, bayangan anak kecil di depan Mulan mulai kelihatan saat memasuki ruangan goa yang cukup luas.


Saat Mulan masuk ke dalam goa yang cukup luas, hawa sejuk dengan semilir angin lembut mulai terasa. Hal ini dikarenakan goa yang cukup luas, sehingga tak lembab dan pengap seperti lorong goa yang kecil yang di lewatinya tadi. Semakin memasuki ke dalam perut goa, suasana sejuk pun makin terasa.


Sebelumnya Mulan memang ada niat memasuki goa tapi saat melihat ruangan goa yang gelap dia urungkan niatnya, namun saat dia mencemaskan anak kecil yang menabraknya di mulut goa berlari memasuki goa, memaksa Mulan untuk ikut memasuki goa.


"Lain kali saya harus membawa alat penerangan mengingat kondisi goa yang sangat gelap". pikir Mulan.

__ADS_1


Mulan cukup terpukau melihat keindahan di dalam goa, saat sampai diruangan yang cukup lebar dan agak terang, suasana mistisnya masih sangat terasa hingga membuat bulu romanya merinding, tapi anak kecil yang dia cari masih berjalan sangat dekat di depannya membuat rasa takut Mulan menjadi sirna.


Keindahan di ke dalaman goa yang belum terjamah manusia membuat misteri alami goa yang masih terjaga. Hal ini justru menarik hati bagi Mulan, dengan keindahan yang khas, batu karang yang kokoh berdiri, lantai goa yang berpasir dengan kemiringan memantai yang menepi menuju bibir goa membuat indahnya Goa Tiraw. tak hanya terlihat keindahannya tetapi juga seperti memiliki nilai sejerah yang kuno, sepertinya dulu merupakan tempat tinggal manusia di zaman purba kala.


Bagian Goa yang cukup luas dan memuliki akses cahaya ini memiliki luas yang mencapai lebih kurang 200 meter persegi, dengan lebar 10 meter dan ke dalaman sekitar dua puluh meter. Sedangkan lebar pintu goa bagian depan sekitar 4 meter, dan pada pintu bagian belakang mencapai 14 meter.


Disepanjang perut goa, Mulan banyak menemukan berbagai stalakmit dan stalaktit dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Pada goa ini juga ditemukan batu cavalier yang berguna untuk pembentukan stalaktit dan stalakmit. Pada dinding goa, juga dapat dijumpai ceruk-ceruk yang terbentuk akibat dari rembesan air. Selain itu, ditemukan pula semacam grafiti yang menghiasi dinding.


Lantai Goa makin ke bibir goa merupakan pasir putih dari bebatuan, sehingga tak licin membuat Mulan pun bisa merasa nyaman saat menyusuri goa. Didalam perut goa Mulan tidak menjumpai binatang apapun, tidak seperti goa kebanyakan yang menjadi tempat tinggal bagi kelelawar dan burung walet. Di sini tidak ditemukan sarang-sarang walet ataupun komunitas kelelawar.


Keunikan lain, goa ini juga memiliki struktur bawah tanah yang unik dan rumit menyerupai sebuah labirin. Selain itu terasa seperti terdapat ada sungai bawah tanah yang mengalir tepat dibawah goa. Didalam goa juga terdapat beberapa ruangan yang memiliki ukuran dan luas berbeda.


Anak kecil di depan Mulan terus berjalan menelusuri goa menuju bibir belakang goa. Mulan mulai merasa tidak nyaman saat memperhatikan bahwa anak kecil tersebut sangat mengenal goa tersebut, anak kecil tersebut berjalan seperti sangat mengenal jalan dalam perut goa tersebut. Pikiran jelek mulai menghantui otak Mulan.


"Jangan jangan anak kecil ini adalah penghuni goa" pikir Mulan hingga rasa takutnya kembali menghantui perasaannya.


"Jangan jangan anak kecil ini bukan manusia" berpikir demikian Mulan makin takut, seluruh bulu romanya kembali merinding.

__ADS_1


Mulan mempercepat langkahnya menuju mulut goa bagian belakang, Mulan ingin secepatnya Keluar dari dalam goa. Mulan akhirnya merasa lega setelah keluar dari sisi belakang goa. Di belakang goa merupakan lembah yang sempit dengan lebar kira kira 60 meter dan panjang sekitar 300 meter. Lembah tersebut di kelilingi oleh tebing sangat curam setinggi lebih dari 100 meter.


Pemandangan yang sangat indah tetlihat di luar goa di tengah lembah ada sungai kecil yang mengalir dari air terjun setinggi lebih dari seratus meter di hulu lembah, terus mengalir ke sebuah tebing di hilirnya. Sepertinya dihilir sungai kecil tersebut mengalir di bawah tanah melalui lobang dibawah tebing yang tinggi tebingnya lebih dari seratus meter. Di kedua sisi sungai merupakan dataran berisi pasir dan batu yang memulau.


Anak kecil yang di ikuti Mulan lebih dulu keluar goa menyeberangi sungai kecil di tengah lembah menuju sebuah goa di tebing yang bersebrangan. Terlihat di sana ada perapian yang terletak di mulut goa, Aroma ikan bakar juga sudah tercium oleh Mulan saat mendekati tempat tersebut.


Tiba tiba Anak kecil tersebut berbalik ke arah Mulan, terlihat dengan jelas oleh Mulan wajahnya seperti wajah orang dewasa tapi sangat menakutkan, mulutnya menyeringai dengan ganas seperti akan menyerang Mulan. Mahluk itu berlari melewati Mulan menuju ke arah air terjun kemudian menghilang di balik asap air terjun yang sangat tebal.


"Aoooow, toloooong" teriak Mulan saat menyadari kalau mahluk yang dikutinya bukan manusia, tapi mahluk penghuni goa.


Mulan berteriak sekencang kencangnya dalam ketakutan yang sangat, Mulan berbalik ke dalam goa berusaha untuk kembali ke depan goa, tapi karena sangat takutnya Mulan gemetaran, kakinya mulai kemad, pandangannya mulai gelap akhirnya tubuhnya ambruk di lantai goa tak sadarkan diri.


****


Setelah waktu zuhur pengunjung taman wisata Puncak goa Tiraw, satu persatu meninggalkan tempat wisata puncak goa Tiraw kembali ke rumah masing masing. Saat hari hampir senja penjaga taman pun meninggalkan tempat tersebut setelah memastikan tidak satupun lagi pengunjung yang masih berada di lokasi taman wisata puncak goa Tiraw. Putugas juga memastikan tidak ada barang pengunjung yang tertinggal atau tercecer di lokasi taman wisata puncak goa Tiraw.


Saat senja memasuki malam taman wisata puncak goa Tiraw terlihat sepi dan sunyi, suara jangkrik dan binatang malam mulai terdengar memecah kesunyian senja yang sudah makin larut. Saat itu terlihat seseorang memasuki kawasan wisata puncak goa Tiraw. Seorang pemuda dengan pakaian serba hitam dengan sesajen di tangannya, terus berjalan sambil memperhatikan dan memastikan tidak ada orang yang melihatnya.

__ADS_1


Pemuda tersebut adalah Andree Lee, dia terlihat berjalan mengendap ngendap menuju bagian sisi lereng tebing puncak goa Tiraw yang curam. Andree Lee terus berjalan menusuri tebing melewati semak semak menuju ke arah goa Tiraw berada. Setelah menempuh perjalanan yang agak sulit Andree Lee akhirnya sampai juga di goa Tiraw.


__ADS_2