Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 138


__ADS_3

"Maaf juga kalau putri Hena tidak mampu menyelamatkan kalian, justru putri Hena membuat kalian terkkurung di sini" ungkap Putri Hena penuh penyesalan.


Kunang kunang yang mereka ikuti terus terbang mengitari patung manusia Tiraw lalu hinggap di mahkota Raja Tiraw (Manusia kerdil dalam bahasa internasional di kenal sebagai dwarf), membuat mahkotanya terlihat berkilauan memancarkan sinar kebiruan.


"Oh ternyata kunang kunang merupakan piaraan raja Tiraw" ucap pak Bukhari menunjukkan sekumpulan kunang kunang di mahkota raja Tiraw.


Kembali seekor kunang kunang terbang dari mahkota Raja Tiraw melewati atas kepala mereka lalu hinggap di dinding sisi kiri pintu masuk.


"Bisa jadi kunang kunang ini di pelihara sebagai petunjuk jalan dalam kegelapan goa" komentar pak Bukhari terus memperhatikan tingkah laku kunang kunang.


Kunang kunang terus terbang bolak balik dari mahkota Raja Tiraw ke dinding sisi kiri pintu masuk secara bergiliran. pak Bukhari menghampiri dinding di mana kunang kunang hinggap, lalu di ketuk ketuk di beberapa bagian.


"Hmmm sepertinya di bagian sini ada ruangan di balik dinding" ucap pak Bukhari mengetuk bagian dinding yang menimbulkan bunyi nyaring.


"Insyaallah kita akan keluar dari tempat ini" ucap pak Bukhari.


"Braaaaaak" dinding yang di ketok ketok pak Bukhari jebol saat pak Bukhari mengucapkan Insyaallah.


"Mantra apa itu, yang mampu menjebol dinding goa" ucap putri Hena kaget.


"Hena baru ingat kalau ayah pernah cerita bahwa bangunan kuil suci akan terhubung dengan dunia manusia dan dunia Tiraw, Sepertinya itu pintu menuju dunia manusia, kalian boleh pergi tinggal kan Hena sendiri di sini" pinta putri Hena.


Doni, Manto, pak Bukhari dan Katerin segera menuju goa di belakang dinding yang baru saja jebol oleh mantra pak Bukhari. Sebelum pergi Doni memandang putri Hena seakan tidak tega meninggalkan putri Hena sendirian.


"Putri Hena kamu yakin untuk tinggal di sini?" tanya Doni.


"Iya Hena tidak akan meninggalkan ayah dan bunda Hena dalam keadaan seperti ini" ucap putri Hena.


"Ok lah kalau begitu keputusan putri hena, jika putri hena butuh bantuan cari saja kami di Kota Tapus" ucap Doni.

__ADS_1


Putri Hena mengangguk.


"Baiklah, niat baik kalian akan Hena ingat" kata putri Hena.


Pak Bukhari berjalan di depan di ikuti Doni, Manto dan Katerin, mereka menelusuri goa yang terasa menurun. Setelah perjalanan sepuluh menit di depan goa terlihat cahaya yang merupakan mulut goa. Setelah mereka keluar goa, terlihat mulut goa seperti tertutup di balik batu lebar yang hampir menyertai bangunan pondok batu, yang berada di lereng bukit di tengah hutan lebat.


Setelah keluar goa mereka pak Bukhari mencabut parangnya mulai merambah kayu kayu kecil untuk menandai jalan yang mereka lalui.


"Nona Katerin, bagaimana ceritanya hingga nona berada di kerjaan bunian?" tanya pak Bukhari, pada Katerin yang berjalan di belakangnya.


Katerin tidak menjawab tapi terus mengikuti langkah pak Bukhari mulutnya tak hentinya berguman, sikapnya terlihat agak aneh dan binggung. Katerin bicara sendiri berguman mendesis matanya memperhatikan setiap pohon pohon kecil yang dirambah pak Bukhari. Pak Bukhari tidak melanjutkan pertanyaan nya saat melihat keanehan tingkah Katerin, terkadang seperti menghitung pohon pohon lalu mendesis berguman dalam bahasa Swis yang tidak di mengerti pak Bukhari, Doni dan Manto.


****


Kita lihat keadaan Albara dan Mulan setelah bertempur mati matian di pedalaman hutan di samping universitas Kota Tapus. Tatapan mata Mulan makin sayu, air matanya menetes deras memandang Albara, senyum Mulan mengembang saat Albara memeluknya dengan mesra. Barulah Albara sadar kalau Mulan di pangkuannya adalah Mulan kekasihnya.


"Bertahanlah Mulan, kakak akan membantu menyembuhkan luka dalam Mulan" air mata Albara juga mulai menetes penuh penyesalan.


"Kak Bara... maafkan semua kesalahan Mulan" ucap Mulan terputus putus seperti berbisik.


Albara mengangguk lalu menggengam tangan Mulan yang mulai terasa dingin.


"Kak Bara, jika Mulan mati maukah kakak menikahi Aza sahabat Mulan" pinta Mulan.


Tanpa disadari air mata Albara menetes melihat keadaan Mulan yang mulai sekarat.


"Tidak Mulan kamu tidak boleh mati, kakak akan menikahi Mulan, kita akan berbulan madu ke Bali, atau kemana saja Mulan mau" ratap Albara teringat keinginan Mulan untuk berbulan madu ke Bali.


Albara mencoba mengerahkan tenaga sakti ke telapak tangan Mulan, hingga hawa sakti mengalir sa ke tangan Mulan lalu menjalar ke sekujur tubuh Mulan.

__ADS_1


"Gunakan napas suci kakak akan membantu penyembuhan luka dalam Mulan" bisik Albara.


Mulan tak bergerak napasnya makin sesak hanya matanya yang bergerak menyatakan harapan untuk ingin hidup bersama Albara. Setelah lima menit tangan Mulan mulai terasa hangat, napasnya mulai teratur.


"Kak Bara benarkah kakak ingin menikahi Mulan?" tiba tiba Mulan bicara lemah.


"Iya Mulan, kakak belum mau kamu mati kecuali setelah menjadi istri kak bara" bisik Albara bersemangat.


"Kenapa kakak tidak bilang sejak tadi, cita cita Mulan setelah keluar dari goa Tiraw, hanya ingin melayani kak Bara sebaik mungkin, tapi sekarang rasanya tak mungkin lagi, Mulan ikhlas jika kak Bara menikahi perempuan lain" ucap Mulan.


"Mulan Merasa ada aliran listrik di tubuh Mulan yang tak bisa Mulan kendalikan. Jika Mulan mati Mulan akan menunggu kak Bara di sorga kita bulan madunya di sorga ya kak" pinta Mulan.


"Bertahanlah Mulan, kakak akan menikahi Mulan sekalipun cuma satu jam, biar bulan madunya di sorga" Kata Albara menyemangati Mulan.


"Sudah tak mungkin kak" ucap Mulan lirih.


Albara ingat teknik pengendalian hawa panas dan dingin yang di ajarkan ki Barata saat nyasar ke masa lalu. Albara minta Mulan duduk dan mengajarkan teknik pengendalian tenaga panas dan dingin.


"Mulan duduk ya... kakak akan bantu mengendalikan kekuatan listrik yang ada di tubuh Mulan" pinta Albara.


Mulan berusaha duduk membelakangi Albara lalu mengikuti semua intruksi dari Albara. Mulan membiarkan Albara membuka baju belakang Mulan, lalu kedua telapak tangan Albara di tempelkan bersentuhan langsung dengan kulit punggung Mulan yang halus. Albara dan Mulan sama sama merasakan saat kulit mereka bersentuhan, ada hawa aneh yang mengalir di tubuh mereka selain hawa sakti.


Kekuatan rasa cinta yang dirasakan Mulan menyertai hawa sakti dari telapak tangan Albara mengalir hingga kesemua sell di tubuh Mulan. Hawa cinta yang menghidupkan semangat Mulan ternyata lebih manjur dari obat manapun. Hawa cinta yang Mulan rasakan membuat dia mampu bertahan, melupakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Setelah lebih dari satu jam Albara mengalirkan hawa sakti ke tubuh Mulan sambil memberi petunjuk pada Mulan untuk mengendalikan semua tenaga sakti di tubuhnya. Albara mulai merasa lemah karena energinya terkuras, peluh mengucur deras dari dahinya, tenaga sakitnya makin melemah.


"Cukup kak bara" kata Mulan.


Tubuh Mulan kembali terkulai di pangkuan Albara saat Albara melepaskan tangannya. Albara juga tergeletak lemah kehabisan tenaga, menerima tubuh Mulan lalu memeluknya dengan mata terpejam.

__ADS_1


Dua pasang mata yang dari tadi mengintai, melihat kesempatan bagus saat Albara kehabisan tenaga. Tiba tiba melompat keluar dari persembunyiannya. Dua sosok wanita manusia kerdil yang satu serupa sama persis dengan Mulan sedangkan satunya berwajah sangar mengerikan. Kedua wanita tersebut serempak melakukan serangan ke arah Albara.


__ADS_2