
Mulan seperti kehilangan kendali atas dirinya, Mulan berdiri di depan cermin dia puas memandangi bayangannya dengan penampilannya memakai topeng pemberian ratu Ristie. Tanpa Mulan mampu menghentikannya gejolak biologis di tubuhnya, kakinya telah menuntun dirinya untuk mendatangi padang rumput tempat berkumpulnya manusia harimau yang sedang di landa birahi.
Keinginan Mulan untuk bergabung dengan kawanan manusia harimau terhalang saat dia keluar kamar ratu Ristie sedang menunggunya di meja makan. dua orang pelayan terlihat sedang menyajikan beberapa masakan dengan menu yang tidak berbeda jauh dari menu yang ada di dunia manusia.
"Mulan sini duduk, temani Ristie makan malam" pinta ratu Ristie.
Mulan terlihat agak kesal saat keinginannya terhalang dengan keberadaan ratu Ristie, tapi dengan langkah berat dia menuju ke tempat duduk yang di sediakan ratu Ristie.
"Semoga tidak terjadi sesuatu padamu selama musim birahi kali ini" ucap Ristie seperti mengetahui apa yang sedang di melanda Mulan.
"Luar bisa serbuk hormon gertak birahi yang mereka berikan, hanya dengan mengendus sedikit saja reaksinya sudah cukup menghilangkan akal sehat dan membangkitkan naluri kehewanan seorang wanita" kata Ristie.
Mulan yang tadi agak kesal mulai sadar dengan kejanggalan yang ada pada dirinya.
"Ristie tau apa yang sedang Mulan rasakan, aroma tubuh Mulan sudah cukup mengundang pria untuk mendekat. Naluri pria harimau sangat tajam, dia akan tau perempuan yang sedang birahi hanya dari pandangan matanya" ucap Ristie mulai menasehati Mulan.
"Kamu sedang merasakan kegilaan, kegilaan ingin bercinta bukan?" tanya ratu Ristie.
"Benar Ristie, Mulan merasakan kegilaan itu" jawab Mulan.
"Jujur saja tidak ada yang perlu di sembunyikan di antara kita, Ristie juga merasakannya. Merasakan gejolak yang sudah cukup membuat seekor harimau betina meraung raung, jika Ristie masih belum punya pasangan pasti Ristie akan berlaku seperti wanita di tengah padang rumput tersebut" ratu Ristie menunjukan seorang wanita di tengah padang rumput sedang bersolek sambil bersenandung penuh perasaan.
"Ristie tolong selamatkan Mulan dari kegilaan ini" pinta Mulan mulai menangis, bagaimanapun sebagai manusia dirinya sangat tidak menyukai gejolak pada dirinya. Namun pengaruh hormon gertak birahi telah membangkitkan kebutuhan biologis tubuhnya.
"Kita harus menjauhi mereka selama musim birahi, Ristie sudah tidak bisa menghitung berapa kali musim birahi yang Ristie lalui. Memang suatu yang sangat menyiksa tapi harga kemanusiaan bagi Ristie adalah kesetiaan, itu yang membedakan dari hewan" ucap Ristie.
__ADS_1
"Ayo habiskan makan malam Mulan, kita harus bergegas" ucap Ristie lalu mengenakan topeng yang sama dengan topeng yang Mulan pakai.
"Kita harus keluar malam ini menjauh dari mereka ke suatu tempat, sebelum kaisar dengan balatentaranya menemukan kita dan selama perjalanan Mulan jangan menatap laki laki yang kita temui" ucap resti mengingatkan.
"Baik Ristie" ucap Mulan saat mendengar kegaduhan kegaduhan terdengar dekat dari tembok istana, bahkan sudah ada beberapa pria yang sudah memasuki lingkungan istana, sepertinya meteka sudah mengendus birahi Mulan dan Ristie.
"Ristie sayang... sudah berapa musim birahi aku menantimu, keluarlah berikan aku kesempatan memilikimu sekalipun cuma satu musim birahi saja" seorang pria sepertinya sudah berada di dalam tembok istana.
Tidak hanya Mulan tapi Ristie pun terlihat resah saat sekekiling istana sudah di kepung oleh pria pria yang haus bercinta, tentu mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk berlomba mencoba menjadi pasangan ratu Ristie pada musim birahi kali ini.
*****
Kita tinggalkan dulu Mulan dan ratu Ristie yang sedang terjebak dalam kepungan pria manusia harimau yang sudah seperti gila ingin menjadi pasangan mereka. kita lihat keadaan Albara dan Devina saat mencari mencari mulan justru bertemu Suparta.
Albara tadinya tidak ingin berurusan dengan Suparta yang dia tau Suparta memiliki ilmu bela diri sangat tinggi, Albara sudah merasakan bagaimana dirinya dan Ratu Mas tak mampu mengalahkannya sekalipun mereka telah maju bersama. Namun saat mengetahui kalau Suparta juga sedang memburu Mulan istrinya mau tak mau dia harus menghadapinya.
"Tak.." rating di tangan Akbara bergetar hebat saat berbenturan dengan sesuatu, Albara melompat kebelakang saat merasakan tenaga yang sangat besar menindih tenaganya.
"Devina" jerit Albara ketika mengetahui yang menangkis serangannya adalah Devina.
"Kak Bara tunggu, Devina masih ada urusan dengan manusia satu ini" ucap Devina.
"Suparta ternyata aku tidak susah susah mencarimu untuk membereskan urusan lama" ucap Devina.
"Ha ha ha namamu Albara, saya ingat kamu Albara yang dulu telah membuat Ratu Mas berpaling dari ku kebetulan sekali, tapi siapa pula gadis ini sepertinya cukup adil jika kau berikan dia pada ku, dan aku akan mengampuni mu" ucap Suparta tertawa gembira.
__ADS_1
"Suparta pendeta cabul, hari ini aku Devina akan Melaksanakan pesan ayah mengambil kembali keahlian yang kau dapat dari kitab yang di curi dari Davendra" bentak Devina.
Suparta ingat dua tahun yang lalu dia bertemu Davendra seorang bangsa Markjud. Devendra sedang menjalani hukum buang di bumi manusia hanya karena dia menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Dengan tipu muslihatnya Suparta mampu memperdaya Suparta dan mencuri kitab kirab kesaktian bangsa Marjud.
"Nona apa mukah Devendra?" tanya Suparta.
"Dia ayah Devina, bersiaplah menerima kematianmu" ucap Devina ditangannya sudah menegang sebuah pedang siap menyerang Suparta.
Suparta sudah merasakan bagaimana kesakitan Devendra, tentu anaknya juga punya kesakitan yang sama sekalipun kemungkinan tidak berada di atas keahlian ayahnya, mengingat hal ini suparta tidak berani main main segera di cabutnya pedangnya.
"Kalian berdua sepertinya harus di lenyapkan supaya tidak menjadi duri dalam daging, ayo majulah nona kalau tidak sayang nyawamu" ucap Suparta.
"Devina ... jangan" ucap ucap Albara mengkhawatirkan keselamatan Devina.
Tapi terlambat karena Devina telah maju menyerang dengan pedang menyambar tubuh Suparta.
"Awas serangan" bentak Devina, pertempuran sengit pun terjadi seketika tubuh mereka sudah bergerak cepat berkelebat sehingga mereka hanya terlihat seperti dua bayangan yang saling serang.
Suparta memang hebat bagaimana pun cepatnya pedang Devina menyambar nyambar, Suparta selalu dapat menangkisnya.
"Devina, kau betul betul mengagumkan lebih berbahaya dari Ratu Mas" puji Suparta jujur.
Setelah semua serangannya dapat di tangkis bahkan terkadang Suparta melakukan serangan balasan dengan jurus yang sama, Devina mulai berpikir untuk menggunakan jurus rahasia keluarganya.
"Sekarang terimalah ini" teriak Devina mengubah jurusnya. Perubahan jurus yang hebat dan berbahaya tetapi gerakannya sangat indah bahkan terkesan seperti gerakan orang menari.
__ADS_1
"Aiiih... indah sekali" jerit Suparta kagum saat ujung pedang hampir saja menggorok lehernya.
Suparta berusaha sekuat tenaga melindungi tubuhnya dari sambaran pedang Devina yang sangat lihai. Sambil mencari celah melakukan serangan balasan.