
Tubuh Albara bergetar tanganya terkepal menahan marah, dalam kemarahannya dia merasa ada kekuatan asing yang mengalir di tubuhnya menjalar ketangannya yang sedang terkepal, Albara tersentak saat melihat tangannya sudah diselimuti cahaya biru, seperti ada aliran listrik yang sangat kuat siap nenghantam apa saja yang dia inginkan. Sena mencoba menahan Albara untuk tidak menemui Mulan, dia takut Mulan akan menghajarnya seperti menghajar Budiman.
"Bara jangan... Mulan itu hebat sekali, Sena takut kamu kan kenapa kenapa" ucap Sena cemas, saat mendengar Albara bertekat mengadu nyawa dengan Mulan.
Sena yang ada di lokasi kejadian sudah menyaksikan bagaimana hebatnya Mulan, dan betapa kejamnya Mulan bahkan menghadapi bocah ingusan seoerti Budiman dia tak segan segan menurunkan tangan kejamnya menghajarnya.
"Sena sudah lihat betapa lihainya Mulan, bahkan dia juga sangat kejam, Anita yang sudah menjuarai kungfu tingkat dunia belum tentu bisa menandinginya" ucap Sena makin cemas.
"Kalian jangan kuatir Albara cuma ingin menyelesaikan kesalah pahaman antara kami berdua, Albara cuma ingin minta maaf pada Mulan, lalu memohon agar Mulan tidak mengganggu Albara lagi" ucap Albara menenangkan hati teman temannya.
"Albara titip Budiman ya, hanya Budiman satu satunya keluarga Albara sekarang, tolong jaga dia untuk Albara" kata Albara lalu pergi menuju warung Aneka Rasa milik Andree Lee, meninggalkan teman temannya yang dilanda rasa cemas.
Doni terlihat sangat gelisah setelah Albara benar benar pergi menuju warung Aneka Rasa milik Andree Lee, memenuhi tantangan Mulan.
"Di warung aneka rasa banyak sekali tukang pukul Andree Lee yang berilmu tinggi, Doni kuatir terjadi apa terhadap Albara" kata Doni setelah Albara meninggalkan mereka, Doni tak mampu lagi menahan rasa cemasnya lalu berdiri memanggil Manto.
"Manto kamu ikut Doni kita harus susul Albara ke Warung Aneka Rasa" pinta Doni pada Manto.
Manto sama seperti Doni, dua tidak bisa menahan kecemasannya terhadap Albara, segera bangkit menyetujui ajakan Doni, untuk menyusul Albara ke Warung Aneka Rasa.
"Manto juga sangat kuatir, ayo kita susul" ucap Manto.
"Sen kamu sama Laila tunggu disini ya! jaga Budiman ya" pinta Manto pada Sena.
__ADS_1
"Iya" kata Sena pasrah, tak mungkin baginya untuk menghalangi jepergian doni dan manto.
"Don tunggu.. Laila harus ikut" kata Laila menghentikan langkah Doni dan Manto.
"Doni sama Manto cuma satu motor Lai" ungkap Doni terlihat agak keberatan jika Laila ikut.
"Laila kan juga bawa motor" kata Laila berkeras ingin ikut.
Doni berpikir sejenak
"Ayo pergi" kata doni.
****
Di luar warung terlihat ada sepuluh orang tukang pukul berjaga jaga, ada juga yang mengatur pengunjung untuk memenuhi protokol kesehatan. Di dalam warung semua meja terisi penuh, sehingga yang datang harus menunggu di tempat duduk yang di sediakan menunggu pelanggan lain meninggalkan Warung. semua yang datang di ukur suhu tubuhnya, lalu di minta cuci tangan menggunakan anti septik. Beberapa orang yang sedang berjaga jaga memperhatikan sebuah mobil yang masuk lalu menuntunnya ke tempat parkir.
Sebuah toyota yaris warna citrus metalik memasuki Warung Aneka Rasa dan berhenti di parkiran, Albara turun dari mobil menuju warung. Para penjaga yang selalu di sugesti oleh Andree Lee untuk menahan Albara jika memasuki warung Aneka Rasa, segera mengepung Albara yang akan memasuki warung. Salah satu dari mereka mencoba mencegah Albara memasuki warung.
"Maaf bang.. selama pandemi kopid pihak warung Aneka rasa terpaksa membatasi pelanggan, untuk itu dengan sangat menyesal kami terpaksa meminta bang Albara meninggalkan warung" kata penjaga warung.
Albara yang sedang emosi makin tersulut oleh penolakan penjaga warung, dipandanginya penjaga warung satu persatu seolah ingin mengukur kekuatan mereka, lalu membentak mereka.
"Siapa bilang aku pelanggan kalian, aku ke sini ingin menemui Mulan calon calon kalian, jika kalian keberatan aku memasuki warung kalian, ayo kalian panggil si Mulan tuan kalian, katakan Albara menunggunya di luar" bentak Albara.
__ADS_1
"Tidak sopan sekali, he Albara di sini aturan kami yang berlaku jika kami bilang kamu harus pergi ya kamu pergi, atau kami akan memaksamu untuk pergi" seorang laki laki berotot balas membentak Albara, lalu berjalan menghampiri Albara, dengan tangan terkepal mengancam Albara.
"Ha ha ha ha majulah, jika kau merasa mampu memaksa Albara" Albara tertawa menghadapi ancaman si penjaga warung.
Belum berhenti tawa Albara, penjaga di depannya sudah menyerang semua serangannya mengandung tenaga dalam tinggi, berapa kali dia melepaskan tendangan yang disertai bunyi mencicit di setiap tendangannya.
"Hmmmm ternyata Andree Lee memiliki pembantu berilmu tinggi, pantas dia semakin sesumbar menyebar ancaman pada setiap orang yang dia tidak suka" kata Albara sambil bergerak santai menghindari setiap serangan yang dilancarkan penjaga warung.
Kembali penjaga warung menejang dengan ganas, dengan mengerahkan seluruh tenaga dalamnya melakukan serangan serangan berbahaya, kembali terdengar suara mencicit dan sweran angin berdengung dengung menyertai tendangan kakinya yang susul menyusul dengan cepat.
"Kalau sudah tau berhadapan dengan orang hebat kenapa tidak segera merangkak pergi" kata sang penjaga makin mempercepat serangannya.
Gerakan penjaga warung sangat cepat tapi gerakan Albara lebih cepat lagi, hanya dalam lima jurus penjaga warung sudah terdesak hebat lalu terdengar bunyi gedebuk yang amat keras.
"Buuuk" entah apa yang terjadi tidak ada yang bisa melihat dengan jelas tau tau tubuh penjaga warung terbanting dengan keras tak mampu bangun karena kedua kakinya sudah cedera. Penjaga warung langsung merasa ciut, dengan merangkak dia berusaha memasuki warung menjauhi Albara.
"Katakan pada Mulan calon majikanmu kalau Albara menunggu di luar" kata Albara pada penjaga nyang dengan sesah payah merangkak memasuki warung.
Para tamu yang masih ngantri menjadi heboh dengan kejadian tersebut, tanpa di komando satu persatu mereka mulai meninggalkan lokasi keributan. Para penjaga yang lain seperti terpukau melihat kejadian tersebut mereka tak menduga kalau Albara sehebat itu. Setelah sadar dari kagetnya serentak seperti di komando lima orang berseragam hitam mengurung Albara.
Kelima mereka adalah pengawal khusus Andree Lee yang tingkat ilmu bela dirinya jauh di atas penjaga warung. Albara merasakan aura tenaga dalam mereka sudah memiliki kultivasi yang sangat baik. Khususnya seorang yang berdiri di depan Albara, yang bertindak sebagai pemimpin mereka.
"Eh gembel miskin, jangan coba coba buat keributan di sini ya, sekali lagi kami ingatkan segera berlutut dan pergi dari sini" bentaknya.
__ADS_1
Albara memperhatikan kelima pengawal Andree Lee, jantungnya berdebar debar saat megetahui kalau kelima mereka adalah orang berilmu tinggi yang tak bisa di anggap enteng. Sangat berbahaya jika mereka maju bersama mengeroyok Albara. Kelima pengawal Andree Lee juga berpikir sama jika Albara bukan lawan enteng maka tanpa sungkan sungkan mereka mengeluarkan dobel stek, yang merupakan senjata andalan mereka.