
Ardi menyeduh kopi lalu memberikan segelas kopi pada Aditya setelah dia menghabiskan sarapan paginya.
"Ini obat yang sangat manjur untuk penghilang rasa sakit dan anti infeksi" Alan mengeluarkan dua butir pil lalu di serahkan pada Aditya.
"Segera di minum biar cepat sehat" ujar Alan pada Aditya.
"Tidak usah saya punya obat yang lebih manjur bisa mengobati luka" tolak Aditya lalu meraba cincin di jari manis kirinya tau tau dia sudah memegang sebutir pil.
"Bantu saya dengan segelas air putih" pinta Aditya.
Aditya menelan pil ditangannya lalu minum segelas air putih yang di berikan Ardi. Setelah minum obat Aditya duduk bersila melakukan semedi sebuah keajaiban kembali terlihat di mana daging bekas luka Aditya pelan pelan bertumbuh hingga semua luka menutup tanpa meninggalkan bekas.
"Obat yang Ajaib" guman Alan.
Mereka semua melotot tak berkedip memandang Aditya seolah mereka sedang nonton sulap atau sihir yang jauh di luar logika.
Riki di buat terpana tiga kali dudah dia menyaksikan keajaiban dari Aditya. Riki pernah dengar mitos tentang siluman harimau yang merupakan sekelompok penganut ilmu sihir yang mempunyai tujuan sbg mempertahankan diri dari serangan harimau nyata. Penganut Ilmu yang ditekuni siluman harimau di kenal di berbagai daerah di Sumatera
Penganut Ilmu siluman harimau ini kabarnya turun-temurun ke generasi berikutnya. Dari beberapa mitos yang berkembang di masyarakat Sumatra seoerti suku Melayu, suku Minang dan suku Ranjang menceritakan kalau ilmu tersebut di anut Raja-raja pada zaman seratus bahkan ribuan tahun dahulu.
Dari cerita mitos mengatajan di Sumatera dahulu kaka banyak yang memiliki ilmu harimau secara turun-temurun. Di Jawa Barat, suku Sunda juga memiliki mitos yang bahwa Prabu Siliwangi juga adalah pemilik ilmu siluman harimau, dan sekarang Prabu Siliwangi di yakini masih memerintah di alam goib.
Di zaman moderen siluman harimau di kabarkan hidup membentuk kerajaan di alam gaib. di kisahkan kalau mereka sering muncul de alam nyata sebagai bentuk kemarahan karena Manusia telah melanggar adat setempat.
Beda dengan Riki yang terobsesi dengan motos setempat, Alan, Julian, Katerin dan Claira lebih terobsesi oleh pemikiran barat mideren, sehingga sugesti diri pikiran alam bawah sadarnya mengatakan kalau Aditya adalah mahluk super dari luar angkasa.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya anda, apakah ada bukan berasal dari bumi lalu dari planet mana anda berasal?" tanya Alan spontan.
"Nama saya Aditya Jarjud, bisa di katan berasal dari bumi bisa juga tidak" jawab Aditya.
"Jarjud adalah nama kebangsaan kami, bangsa kami juga merupakan cucu Adam dan Hawa yang hidup di bumi. Dalam sejarah Kami bangsa Jarjud pada zaman dahulu adalah suku yang sangat unggul di dunia. Sehingga suku suku seperti kalian apa dia merah, putih, hitam atau kuning hanyalah sebagai jajahan".
"Di bidang teknologi kami telah mengenal ilmu nuklir yang sangat dahsyat, hingga suatu saat salah satu dari pembesar suku Jarjud membrontak, mereka dipimpin oleh pendekar maha sakti bernama Marjud hingga mereka di kenal dengan bangsa Marjud"
"Pertempuran dahsyat bangsa Jarjud dan bangsa Marjud berlangsung dalam waktu yang lama. Seluruh penduduk bumi kena imbasnya banyak wilayah musnah berubah jadi lautan dan padang pasir luas karena hantaman senjata canggih watu itu."
"Karena perang yang berkepanjangan membuat kedua bangsa Jarjud maupun Marjud menjadi lemah. Kesempatan ini di manfaatkan oleh seorang Raja kecil dari suku ketiga untuk bangkit. Di bawah kepemimpin Raja zulkarnain kedua bangsa Jarjud maupun Marjud di kurung di sebuah tembok yang sangat tinggi"
"Seperti kisah Yakjud dan Makjud" kata pak Ardi.
"Bisa jadi bangsa kalian adalah bangsa Gong and Magong" kata Alan.
"Apa kalian percaya sebuah benda kecil bisa menyimpan benda yang lebih besar?" tanya Aditya.
"Itu tidak mungkin" kata Katerin.
"Nah itulah hasil dari ilmu teknik dimensi ruang yang di ajar kan oleh malaikat pada bangsa Jarjud" kata Aditya.
"Coba lihat cincin saya, permata batu yang terikat pada cincin ini bisa menyimpan berbagai barang" Aditya memegang cincinnya mengambil sesuatu tiba tiba tangannya sudah memegang belati.
"Wow... Luar biasa benar benar trendi" teriak Ardi kaget.
__ADS_1
Aditya menyimpan belatinya tapi di tangannya terlihat sebuah batu kristal berwarna ungu terong sebesar ibu jari, dengan panjang kira kira sejengkal ujungnya runjing seperti prisma. Badannya persegi delapan semakin ke pangkal semakin kecil seperti wortel.
"Ada yang tau ini apa?" tanya Aditya.
Claira mengarahkan alat deteksinya lalu membaca hasilnya.
"Kecubung ungu bersusia 10 000 tahun" jawab Claira.
"Benar sekali" kata Aditya.
"Jika kecubung ungu ini di olah menjadi tempat penyimpanan maka dia mampu menyimpan sebuah tata surya" ujar Aditya.
Semua mereka melongo mendengar kisah Aditya.
"Wah wah wah" Ardi berdecak kagum.
"Lalu apa hubungannya dengan bangsa Jarjud?" tanya Julian.
"Demikianlah kristal yang berumur ribuan tahun sangat baik untuk dimensi ruang penyimpanan. Jenis kristal terbaik adalah jenis intan biru berumur lebih dari sepuluh ribu tahun"
"Waktu itu raja kami bangsa Jarjud memiliki kristal dari intan biru berumur ribuan tahun, sebuah kristal sebesar telur anggsa. Dengan kerja sama kedua bangsa Jarjud dan Marjud di buatlah intan tersebut sebagai dimensi ruang, dengan bantuan malaikat sebuah galaksi di pindahkan ke dalam kristal intan biru tersebut. Perhitungan waktu di terapkan dengan menyuntikkan kalam kedalam kristal, dengan gerakan kalam yang bergerak dari pangkal kristal hingga ke ujung kristal. pertumbuhan galaksi akan berkembang sesuai gerakan kalam (Jenis benda ke ilahian yang di bawa makaikat) di dalamnya, jika kalam mencapai ujung kristal maka galaksi akan ikut berhenti bergerak" Aditya berhenti sejenak.
"Dengan mulainya gerakan kalam dalam kristal tersebut Aktipitas pun di mulai, sebagai tanda awal zaman perhitungan alam galaksi kristal. Dari galaksi yang di pindahkan ada seribu tata surya dengan seribu planet menyerupai bumi. Awalnya planet tersebut hanya di huni hewan malata seperti reptil, dinosaurus dan lainnya. Kemudian malaikat mulai memindahkan bangsa Jarjud dan Marjud setelah ada kesepakatan kalau bangsa Jarjud menguasai 600 tata surya dan bangsa Marjud menguasai 400 tata surya" Aditya melanjutkan ceritanya
"Demikianlah akhirnya kami mulai hidup di bumi yang baru, Walaupun masih di bumi karena kristal yang berisi galaksi dan tata surya kami tersimpan di perut bumi. Selama ini kami hidup sangat aman, dengan fasilitas serba canggih, tapi semenjak semua tata surya kami tersa penuh, komplik mulai tarjadi antara dua bangsa yang pada awalnya memang sudah bermusuhan. Untuk mengemdalikan penduduk penguasa kami menanam chip di setiap penduduk, chiep yang di susupi gen harimau sehingga karekter harimau juga menjadi bagian dari karakter bangsa Jarjud" lanjut Aditya.
__ADS_1
"Perang antariksa mulai terjadi antara bangsa Jarjud dan Marjud salah satu medan perang adalah tata surya kami, hingga saat ini banyak penduduk mencoba menembus antariksa hingga keluar dari kristal lalu terdampar di muka bumi" kata Aditya.