Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 145


__ADS_3

...Baca juga novel yang mengisahkan kehidupan keluarga Albara dengan judul...


...FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI...


***


Mulan seperti ragu untuk memarkirkan mobilnya lalu balik arah mencari tempat parkiran lainnya. Setelah melajukan mobilnya agak jauh di sebuah tempat parkir di depan nasjid raya Kota Tapus, barulah Mulan memarkirkan mobilnya.


"Kok Mulan parkir di sini, kenapa tidak parkir di depan pertokoan tadi?" tanya Albara heran.


"Kakak gak liat mobil pajero sport di samping kita tadi, mobil yang sama Mulan lihat keluar dari tempat pemesanan perlengkapan pernikahan" kata Mulan.


"Iya kaka lihat, saat kita masuk mereka keluar kan?!" ucap Albara.


"Iya itu pajero milik Andree Lee, kak" kata Mulan.


"Kalau yang punya menang Andree Lee, emang kenapa?" tanya Albara.


"Mulan takut kebawa emosi jika ketemu Andree Lee, niatan mau belanja malah bisa berantem nantinya" jelas Mulan.


"Iya ya" Angguk Albara mengerti.


"Dek Mulan, belum mau turun?" tanya Albara


yang sudah keluar mobil.


Mulan menarik napas dalam dalam lalu memdongak.


"Semoga tidak berjumpa meteka di sana" ucap Mulan lalu keluar mobil.


"Kita sholat zuhur dulu ya kak" pinta Mulan.


"Kakak maunya juga gitu mumpung dekat masjid" ucap Albara.


****


Selera belanja Mulan jadi kendor setelah dua kali memergoki mobil Andree Lee, pertama kali di tempat pesanan pernikahan. kedua kalinya di parkiran pusat perbelanjaan Kota Tapus.


"Menurut kak Bara, perlu apa Andree Lee ke tempat pesanan paket nikahan?" tanya Mulan yang masih terusik dengan kehadiran mobil Andree Lee.


Albara berpikir sejenak lalu menggandeng Mulan menuju deretan pertokoan penjual pakayan.


"Mungkin sama seperti kak Bara, cuma ngantar kekasihnya mau naya nanya paket dekorasi pelaminan" ucap Albara asal tebak.


"Ya sudah, ngak usah mikir Andree Lee lebih baik sekarang Mulan cari pakaian untuk ganti dan keperluan lainnya, sebelum ketemu pak Sekda" ucap Albara mengelus punggung Mulan.


"Ya kak" ucap Mulan agak lega lalu memasuki toko khusus penjual busana wanita.


Mulan memilih beberapa buah stelan kekinian yang dirancang untuk tampil shopan. lalu pakaian dalam, dan keperluan lain yang diperlukan. Mata mulan akhirnya tertuju ke sebuah jaket parka warna merah marun dengan tudung kepala yang bisa di lipat atau di lepas.

__ADS_1


"Ini jaket parka model terbaru mbak, ini sedang trendi di kalangan remaja wanita maupun pria" ucap pemilik toko menawarkan jaket yang di lihat Mulan.


Kota Tapus merupakan Kota pegunungan beriklim sejuk, di sini jaket bukan sebagai gaya saja tapi sudah merupakan kebutuhan masyarakat yang tinggal di Kota Tapus.


"Berapa harganya mbak?" tanya Mulan.


"Kalau model ini cuma enam ratus ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah" ucap pemilik toko.


"Pengen sih tapi uang nya segitu mahal" ucap Mulan coba melirik jaket lainnya dengan model yang sama.


"Kalau yang itu mbak" tanya Mulan menunjuk sebuah jaket dengan model dan warna yang nyaris sama.


"Yang ini harganya dua ratus lima puluh ribu" ucap pemilik toko.


"Dah yang itu aja mbak" ucap Mulan.


Diam diam Albara meminta pemilik toko juga memasukan jaket yang pertama di tawar mulan ke belanjaan Mulan.


"Hitung dulu mbak, kalau uangnya kurang kami titip dulu biasa ya mbak" tanya Mulan.


"Boleh... tapi jika adek punya kartu ATM BRI di sini bisa di gesek kok" ucap pemilik warung.


"Baiklah kalau gitu hitung aja lagi mbak" kata Mulan.


Pemilik toko lalu menghitung semua belanjaan Mulan.


"Totalnya dua juta empat ratus tiga puluh ribu" ucap pemilik toko.


"Dek Mulan... pakek ini aja" kata Albara.


"Pakek ATM Mulan aja kak, Mulan juga masih mau nyari baju ganti buat kakak" ucap Mulan.


"Pake ini dulu... kalau kurang nanti baru pakek ATM dek Mulan" Albara memegang tangan Mulan lalu menyerahkan ikatan uang seratusan masih utuh berjumlah sepuluh juta rupiah.


"Terima kasih kak" ucap Mulan lalu membayar tagihan belanjaaannya.


"Titip dulu ya mbak, kami mau cari keperluan lain dulu" ucap Mulan setelah menerima nota pembelian.


"Boleh" kata pemilik toko lalu menyimpan belanjaan Mulan.


"Ayo kak kita ke sebelah dulu, cari pakaian ganti untuk kakak" ucap Mulan mengandeng tangan Albara.


Mereka memasuki toko sebelah yang khusus menjual busana pria, Mulan milih beberapa potong baju, celana hingga pakaian dalam untuk Albara.


"Yang ini bagaimana kak" ucap Mulan menunjukan sebuah kemeja lengan panjang warna putih.


"Mulan suka gak?" tanya Albara.


"Kakak coba dulu" kata Mulan

__ADS_1


Albara mencoba kemeja yang di pilihkan Mulan


"Bagaimana?" tanya Albara.


"Pas bangat, senang Mulan lihatnya" ucap Mulan.


Mata Mulan beralih ke stelan jas pengantin pria, lalu melihat sebuah jas warna hitam dengan dasi warna keemasan yang model dan dasarnya terlihat mewah di banding yang lainya.


"Ini juga jas untuk pengantin ya pak?" tanya Mulan.


"Kalu yang ini serba guna dek, di samping untuk pengantin juga bisa untuk pesta, untuk kerja, juga di pakai para pejabat pada acara acara resmi" ucap pemilik toko.


"berapa harga nya pak?" tanya Mulan.


Pemilik toko melihat harga yang tertera di belakang kerah jas.


"Dua juta empat ratus ribu rupiah" ucap pemilik toko.


"ya bungkus pak, sekalian hitung jumlah semuanya" ucap Mulan tanpa ragu.


Setelah dihitung dan Mulan membayar semua tagihan, merekapun bersiap untuk kembali ke toko sebelah untuk mengambil belanjaan yang tadi dititip.


****


"Bang.. Mulan juga masih pengen sauna dan spa dulu" ucap Mulan saat memasuki toko khusus penjual busana pria.


"Abang Andree cuma mau beli jas pengantin untuk acara pernikahan kita, tapi kita masih ada ritual di rumah ki Jaka Baya Bagaimana jika sauna nya nanti sehabis menjalani ritual di rumah ki jaka baya" kata Andree Lee.


"iya tapi setelah itu Mulan harus sauna dan spa" ucap Mulan dengan nada memaksa.


"Ya iya.. abang Andree minta ajudan kakak boking tempat aja dulu" kata Andree Lee sambil berjalan tengkak tengkak, kakinya yang patah tulang saat bertempur dengan Anita Sabah masih memakai gip bidai untuk patah tulang.


Albara menarik Mulan ke belakang punggungnya saat melihat Andree Lee dan Mulan jadi jadian lewat memasuki toko. Pengawal Andree Lee berdiri di depan Albara memberi jalan majikannya memasuki toko.


Untungnya sebagian besar wajah Albara dan Mulan tertutup hingga luput dari perhatian rombongan Andree Lee. Saat Andree Lee dan Mulan jadi jadian sibuk dengan pemilik toko, Albara menarik Mulan meninggalkan toko.


****


Selera belanja Mulan benar benar hilang saat melihat Andree Lee dan Mulan jadi jadian.


"Kak Bara, belanjanya sudah aja ya" pinta Mulan.


Albara mengerti akan kegalauan Mulan setelah melihat Andree Lee dan Mulan jadi jadian.


"Ok" kata Albara.


"Kajak lagi yang nyetir, Mulan lagi gak konsen" ucap Mulan lirih.


"Baiklah... kita cari makan dulu, lalu mandi dan ganti baju, terus ketemu ayah Mulan, bagaimana?" tanya Albara..

__ADS_1


"Hhhhhhmmm hmmmm" Mulan mengangguk setuju.


__ADS_2