Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 47


__ADS_3

Albara tidak perduli dengan sikap permusuhan, hinaan dan cemoohan orang orang, selagi niat dan perbuatannya baik dan bukan hal yang dilarang agama, dia tidak akan mundur sekalipun nyawa taruhannya.


Dia mengikuti nasehat kakeknya "jangan menari karena nyanyian alam"


Albara juga ingat nasehat Raja Sulaiman "utusan Tuhan tidak berdosa selagi dia melaksanakan perintah Tuhan sekalipun membunuh orang atau melakukan perbuatan yang di anggap hina oleh kebanyakan manusia".


Dia ingat setiap keputusan Raja Sulaiman selalu di mulai dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang, Mengamalkan


Perintah tuhan yang maha esa



surat.... Ayat ....


Dst


Memperhatikan dan menganalisa:


Situasi..


Kondisi...dst


Memutuskan.


.........



Albara mencoba menjadikannya sebagai rujukan dalam kehidupannya, intinya keputusan yang akan di ambil selalu berdasarkan perintah Tuhan dan Sunah Rasulullah.


Albara dengan pedenya memasuki rumah Sekda Kota Tapus, duduk di ruang tunggu bersama beberapa tamu. Tak lama kemudian Mulan keluar menuju ruang tunggu di mana Albara menunggu. Semua orang yang di lewati Mulan memberi hormat dan kagum dengan kecantikan Mulan.

__ADS_1


Albara menggandeng Mulan ke parkiran lalu membonceng mulan dengan motor tuanya, Albara tak terpengaruh lagi dengan ucapan Camat Samsul yang menegurnya.


"Kalau bawak anak pejabat tu gunakan mobil jangan menggunakan motor butut" kata Camat Samsul dengan menghina.


Lima belas menit kemudian Albara sudah memasuki warung pojok kopi jangkat, di sana sudah ada Laila dengan tunangannya Ardi, ada juga Doni yang membawa Yuni pacarnya, dan Manto yang juga membawa Sena pacarnya. Albara merasa sangat lega tanpa melepaskan tangannya terus saja mengandeng Mulan. Albara merasa seperti baru saja ketemu Mulan setelah berpisah selama setahun. Albara juga danfat senang karena Yunita telah memutuskan hubungannya dengan Khoiril, kemudian menerima pinangan Doni sahabatnya. Senna yang masih single juga menerima pinangan Manto sahabatnya.


Laila hanya mengundang mereka bertiga dengan pasangan masing masing. Laila hanya ingin merayakan ulang tahun bersama teman teman kecilnya.


Ardi tunangan Laila kagum melihat Albara menggandeng Mulan. Kecantikan Mulan sangat tersohor siapa yang tidak tau. Ardi benar benar terpukau setelah melihat Mulan, dalam ke kagumannya dia berucap.


"Mulan tidak ubahnya seperti sang Dewi yang turun dari khayangan seharusnya akan ada Dewa yang akan membawanya terbang kembali ke khayangan" Ardi memuji Mulan.


"Saya tidak yakin hubungannya dengan Albara bisa lancar menuju pelaminan, tidak mungkin bagi Albara untuk menjadi menantu sekda, kecuali jika dia punya jabatan atau memiliki gunung emas". sambung Ardi.


Sementara Yuni juga terpana, tak pernah dia duga kalau Mulan anak pejabat Kota Tapus bisa menerima Albara pemuda yang miskin. Doni mencubit lengan yuni yang terus menatap Albara dan Mulan.


"Iiihhh ... Awak nih" kata Yuni malu sambil menepis tangan Doni.


Setelah mereka memesan makanan dan minuman, mereka makan sambil ngobrol. saat asyik ngobrol Manto yang biasanya kritis menanyakan sesuatu pada ardi.


Pak Ardi berdehem kemudian menjawab pertanyaan Manto.


"Versi yang saya ketahui tapi tidak pernah ada dalam buku sejarah, yaitu hasil penelitian doktor Caterine dari Swis baru baru ini. Seorang pakar Arkeologi yang meneliti Batu Larung di Desa Gedang, setelah menggali di beberapa lokasi mereka juga menemukan manik beraneka warna, setelah di uji isotop di eropah di diketahui umur manik manik tersebut berumur 5000 sampai 3000 tahun yang lalu artinya sudah ada sekitar 1000 sampai 2000 sebelum masehi" kata pak Ardi.


"Artinya Kota tapus sudah di huni sebelum Kerajaan Solomon, setidaknya Di perkirakan seumur dengan Kerajaan Solomon di Yarussalem. Batu Larung itu sendiri di duga sebagai tanda tempat penyimpan benda pusaka zaman dahulu kala" kata pak ardi.


Semua mengangguk mengerti penjelasan dari Pak Ardi, mantan guru sejarah mereka.


"Waah wah wah .... ternyata nenek moyang kita sudah berkebudayaan tinggi semenjak ribuan tahun lalu" sambung Laila.


"Keasikan ngobrol terus kapan mau ngucapin Selamat pada Laila" kata Doni.

__ADS_1


Setelah cukup ngobrol Acara pun di akhiri dengan mengucapkan selamat pada Laila sekalian pemberian hadiah, Mulan telah menyiapkan kado untuk di serahkan Albara pada Laila. Pak Ardi merupakan orang yang terakhir memberikan hadiah, pak Ardi langsung membuka hadiahnya yang ternyata sebuah cincin dan di kenakkan langsung ke jari manis Laila. Laila terlihat sangat senang dan bahagia, di ikuti oleh lagu selamat ulang tahun oleh pak ardi di ikuti yang lainya.


"Kapan undangan nikahannya Lai" celetuk Manto. Setelah lagu selamat ulang tahun berakhir.


Pipi laila memerah kemudian melirik Ardi.


"Pengennya segera di lamar" kata Laila.


Ardi juga menanggapi celetukan Manto.


"Kita lagi dalam persiapan, terutama dalam hal materi, sekecilnya pesta pernikahan di Kota Tapus, pihak laki laki yang bertanggung jawab menyediakan Kerbau dan biaya pesta mulai dari tenda dan lain lain minimal lima puluh juta" kata Ardi.


Suasana mencekam mereka sama sama melirik Albara. Seakan dalam pikiran mereka, jika biaya standar orang biasa begitu mahalnya, bagaimana dengan standar anak Sekda?. Tanpa nemperpanjang permasalahan akhirnya mereka mulai meninggalkan tempat mereka masing masing. Tinggal Albara dan Mulan masih belum mau beranjak dari tempat mereka, seakan mereka baru saja bertemu setelah berpisah sekian tahun, mereka menikmati kebersamaan mereka hingga lupa waktu.


Saat mereka asik bersenda gurau Ajudan pak Sekda, di ikuti Andree Lee masuk di samping Andree Lee terlihat dua orang muda sepertinya adalah tukang pukul atau tepatnya pengawal Andree Lee. Albara merasakan kalau kedua pengawal dari Andree Lee bukanlah orang sembarangan. Dari cara jalannya sudah bisa Albara deteksi kalau mereka miliki tenaga dalam dan ilmu peringan tubuh yang sangat tinggi.


Mereka duduk di meja tidak jauh dari Albara dan Mulan, melihat Mulan dan Albara yang asik bersenda gurau, Andree Lee menyapa Mulan.


"Ada dik Mulan ... ayo gabung sini ngobrol sama bang Andree" ajak Andree Lee.


"Terima kasih bang Andree, kayaknya kami sudah selesai ni juga sudah mau pulang" jawab Mulan.


"Ooo ya gak apa apa, Abang juga lagi nunggu seseorang, abang harap lain waktu Mulan bisa temani abang" sambung Andree Lee.


Tak lama kemudian Khoiril masuk dengan seorang tua setengah baya, dari kostum yang di pakai sepertinya beliau seorang dukun di jarinya penuh cincin batu akik dari berbagai jenis batu. Andree Lee melbaikan tangan ke arah Khoiril dan temannya, Khoiril dan lelaki setengah baya temannya tersebut menuju meja Andree Lee lalu duduk bersama mereka.


Albara cukup kaget melihat kehadiran Khoiril, rasanya dia juga pernah menyaksikan Khoiril saat Albara berada di masa lalu. Bagaimana mungkin dia lupa karena Khoiril yang betjuluk "Khoiril si Pencuri Sakti" sangat terkenal di wilayah Kerajaan Saba, bahkan Albara sudah menyaksikan bagaimana hebatnya Khoiril saat menghadapi pengawal Datuk Wirya. Tapi Khoiril yang berjalan ke arah mereka seperti tidak memiliki kehlian bela diri tinggi.


Sebaliknya Mulan kaget melihat lelaki setengah baya di samping Khoiril yang di kenalnya sebagai Ki Jaka Baya. Ki Jaka Baya adalah suruhan Andree Lee yang beberapa kali menemui Pak Sekda menawarkan diri untuk memisahkan Albara dan Mulan.


Mulan yang merasa jijik dengan kehadiran dukun sakti ki Jaka Baya, segera mengajak Albara keluar warung pojok Kopi Jangkat.

__ADS_1


****


Di rumah pak sekda terlihat pak Sekda dan Ibu Susanti yang lagi terlihat cemas oleh propvokasi dari orang dekatnya tentang hubungan anaknya, sengaja mengundang ustadz kondang di Kota Tapus. Pak Sekda membawa al mukarom Ustadz Soleh ke ruang tamu khusus untuk memperbincangkan kondisi hubungan anaknya Mulan dan Albara.


__ADS_2