
Sehabis magrib Albara dan Doni mengunjungi prof Lee Su Wan yang tinggal tak jauh dari tempat tinggal Albara. prof Lee Shu Wan merupakan seorang ahli ilmu kebatinan, dia juga telah mendefenisikan dasar dasar ilmu kebatinan. Tadi pagi prof Lee Shu Wan mengundang Albara untuk makan malam di rumahnya, Albara menyetujui undangan prof Lee Shu Wan sekalian ingin konsultasi masalah perasaannya.
Prof Lee Shu Wan di temani istrinya Dr. Vania sangat senang akan kedatangan Albara dan Doni. Seorang pembantu rumah tangga prof Lee Shu Wan sibuk menghidangkan makanan untuk mereka.
"Oooo ya nak Bara, ini Devina anak angkat om, dia merupakan salah satu korban wabah corona" kata prof Lee Shu Wan memperkenalkan Devina.
"Rasanya Bara pernah lihat Devina deh om, kan yang tadi pagi sarapan di rumah Albara" kata Albara.
"Ya benar, tadi tante yang ajak Devina tinggal di sini, orang dia dan keluarganya baru saja di culik orang tak di kenal. Saat ibunya meninggal karena terserang kovid, tiba tiba orang tak di kenal mendatangi rumahnya, dengan alasan mereka sekeluarga harus di isolasi" kata tante Vania.
"Kami sekeluarga di bawa ke sebuah perusahaan perkebunan milik asing lalu di pekerjaan seperti tenaga kerja paksa. Untungnya sekelompok suku anak dalam dengan bersenjatakan kecapet menyerbu perusahan dan terjadi baku tembak yang sengit dengan security perusahaan. saat kekacauan terjadi Devina dan puluhan karyawan tertawan oleh kelompok suku anak dalam, hingga sekarang Devina di bawa salah satu dari mereka dan di anggap bagian dari keluarga mereka" kata Devina.
"Lalu keluarga Devina bagaimana?" tanya Albara.
"Saat masuk keperusahaan kami sekeluarga di beri cincin kendali, kecuali Devina. Setelah sehari kami di tawan suku anak dalam, semua mereka yang telah di pasangi cincin kendali, tiba tiba merasakan panas seperti kesetrum lalu cincin mereka meledak menewaskan pemakainya termasuk keluarga Devina" air mata Devina menetes saat bercerita.
"Luar biasa wabah corona menggemparksn dunia" Prof lee swan membuka topik pembicaraan.
"Sumber penyakit berdasarkan ilmu kebatinan, yang paling berbahaya bersumber dari hati dan pemikiran manusia itu sendiri" kata prof Lee Shu Wan.
"Ada penyakit yang berasal dari kelainan mental yang sangat berbahanya, misalnya rasa takut" kata prof Lee Shu Wan.
"Takut korona misalnya akan merubah tingkah laku masyarakat, bahkan merubah tingkah laku penduduk dunia, orang tidak mau terima tamu lagi, dan rasa takut itu akan menimbulkan ketegangan di mulai dari tegangnya urat mata, akibatnya sangat jelek tidak saja membuat orang memiliki tingkah laku menyimpang tapi juga mengakibatkan struk dan kebutaan" sambung prof Lee Shu Wan.
"Coba lihat penomena sekarang seluruh dunia mengalami perilaku menyimpang, pelaku bisnis mulai di atur Negara, tempat ibadah dan tempat tempat berkerumun di awasi aparat. Negara kita sih masih aman coba lihat Luar Negri orang orang berkerumun saat ibadahpun di pukuli polisi" ucap prof Lee Shu Wan.
"Isu kekinian Negara Negara Eropah seperti swedia akan menanam chip pengendali setiap penduduknya. Bisa saja seperti cincin kendali yang di pasangkan pada kariawan perusahaan yang di katakan Devina" lanjut Prof Lee Shu Wan.
__ADS_1
"Keadaan ketakutan pemerintah terkadang di manfaatkan kelompok tertentu, seperti perusahaan yang ingin tenaga kerja murah. Mereka tingal rekrut korban korona dengan modus menyelamatkan orang banyak, atau merekrut pengusaha kecil yang bangkrut akibat penerapan protokol kesehatan oleh WHO, lalu mereka di iming imingi pekerjaan" lanjut prof Lee Shu Wan.
"Obat dari penyakit ya ada pada sumbernya, perbaiki hati dan pikiran maka tingkah laku akan benar, jika tingkah laku masyarakat benar akan terbentuk pola hidup yang sehat"
Abara teringat tentang nasehat almukarom ustadz sholeh yang hampir senada dengan ungkapan prof lee swan.
"Prof lee su wan kalau menurut ustadz sholeh, .... Apa pun bencana yang menimpa mu itu ulah mu sendiri" Albara menirukan ucapan ustadz sholeh.
"Setiap perbuatan baik akan di balas berlipat ganda sedangkan perbuatan jahat akan di balas setimpal dengan kejahatan".
"Jika kita mengerjakan kebaikan kita akan dapat balasan kebaikan jika kita mengerjakan kejahatan kita akan di balas kejahatan yang setimpal makanya Kenalilah kebaikan ... Kebaikan hakiki hanya datang dari allah"
"itu yang saya dengar dari ustadz sholeh" kata Albara.
"Betul Bara...
Prof lee su wan kembali menegaskan
"Sumber segala kebaikan dan kejahatan adalah ada pada QOLBU"
"RACUN DAN OBAT ITU TIDAK TERLETAK PADA ZAT NYA, TAPI PADA DOSISNYA.
APAPUN ITU..!!"
"Betul sekali.. Prof..Ada segumpal daging dibadan kita yang apabila daging itu baik maka baiklah dia yaitu hati, Semua prilaku manusia bersumber dari qolbu dan fikiran manusia itu sendiri, begitu kan orif" kata Doni
"Masalahnya Apa hati yang baik juga mengenal hakekat kebaikan prof?" Albara ikut bertanya.
__ADS_1
"MANUSIA ITU ADALAH KEBAIKAN.
JADI SEGALA SESUATU YG BUKAN KEBAIKAN ADALAH BUKAN MANUSIA"
"ARTINYA QALBU YANG TIDAK MENGENAL KEBAIKAN SAMA SAJA DENGAN SETAN" kata prof lee su wan.
"Benar sekali bahwa semua kebaikan datangnya dari Allah, maka nya Allah sangat mengutuk dan mengancan setiap orang yang berbuat menyalahi perintah dan larangannya dengan azab yang pedih" prof lee su wan makin bersemangat menjelaskan.
"Kalau kita bicara siapa sebebarnya manusia dari mana asalnya manusia jika dasar pemikiran yang kita gunakan adalah pemikiran islam, untuk saat ini saya meyakini pemikiran islam itu benar, seperti ayat al quran yang artinya seperti ini" prof lee shu wan berhenti sejenak.
"Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut"
"Secara tekstual di sebutkan manusia di sini sebagai insan yang berarti kebaikan. waktu sebelum manusia memiliki ujud yang bisa di sebut artinya waktu itu secara fisik manusia belum ada" kata prof Lee Shu Wan.
"itu dia batin atau jiwa dari kebaikan itu sendiri" kata prof Lee Shu Wan.
Albara dan Doni makin khusuk mendengarkan penjelasan prof Lee Shu Wan.
"Dalam ayat alquran yang lain di sebutkan tentang amanah yang disanggupi hanya oleh manusia, yang artinya" kembali prof Lee Shu Wan nenjeda penjelasanbya.
"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh"
"Apakah tuhan hanya bicara pada Adam manusia pertama? atau manusia seluruhnya? pernahkah tuhan bicara pada kalian? coba jawab" pinta prof Lee Shu Wan.
"Seharunya pada semua manusia" kata Doni.
"Nah kapan tuhan bicara pada manusia?, coba perhatikan kalau ayat tersebut mengatakan sesuatu yang sudah terjadi artinya tuhan sudah bicars, bagaimana dengan yang belum lahir?, atau itu di bicarakan sewaktu manusia akan di lahirkan? kapan kita duduk bersama langit, bumi, Angin dan gunung membicarakan siapa yang sanggup menerima Amanah Tuhan?" tanya prof lee Shu Wan lagi.
__ADS_1
Albara dan Doni diam tak bisa menjawab pertanyaan prof Lee Shu Wan.