
Setelah mengetahui perbuatan ki Jaka Baya melakukan ritual pemanggilan Tiraw, Albara sangat marah hampir saja Albara tidak mampu menguasai dirinya saat melihat ki Jaka Baya. Terbayang olehnya berapa mrnderitanya Mulan istrinya karena ulah Tiraw peliharaan Ki Jaka Baya.
"Biadab kau ki jaka baya, hanya demi uang dan kekuasaan, kau bersekutu dengan mahluk gaib, mengorbankan bangsa sendiri" bentak Albara.
"Apapun den aki tobat" ucap ki jaka baya makin gemetaran.
"Tidakkah kau merasa berdosa terhadap keluarga pak Sekda mertua Albara, tidakkah ki Jaka Baya merasa betapa jahatnya perbuatan ki Jaka Baya?" Devina juga terlihat jengkel atas kejahatan yang di lakukan ki Jaka Baya.
Ki Jaka Baya makin gemetar dia sadar setelah menyaksikan bagaimana buruknya akibat ulah nya sendiri, apalagi setelah menyaksikan bagaimana Tiraw telah mengambil alih kedudukan pak Sekda dan ibu Susanti, dia sadar setelah menyaksikan bagaimana kejinya ratu Ledisya dan putri Mulani terhadap Mulan bahkan mereka tega merusak wajah Mulan untuk memuluskan kedudukan putri Mulani sebagai Mulan.
Ki Jaka Baya memandang Devina dengan memelas minta perlindungan.
"Nona... Aki menyesal telah bersekutu dengan Tiraw, Aki baru menyadari betapa jahatnya mereka" ucap ki Jaka Baya suara nya terdengar gemetar dan parau.
Berbeda dengan Albara kekesalan devina justru disebabkan karena dia sudah tau rencana ratu Ledisya yang bersekongkol dengan ki Jaka Baya, untuk menggantikan kehidupan orang orang yang berkuasa dengan tujuan akhir menjadikan putri Mulani sebagai Gubernur yang berkuasa.
"Ki jaka baya jangan berbohong, Devina sudah tau apa yang kalian rencanakan demi putri Mulani menjadi penguasa di dunia manusia. Devina tau kalau aki sudah menyadari dari awal betapa jahatnya Mulani yang tega mengurung Mulan di goa Tiraw, tapi kenapa aki justru masih brusaha membantu mereka?" tanya Devina.
Wajah ki Jaka Baya memerah saat Devina menyinggung upayanya membantu putri Mulani, mengingat putri Mulani sendiri sudah tewas timbul ke sadaran dari ki Jaka Baya, maka dengan jujur dia ceritakan pada Devina dan Albara.
"Nona Devina dan den Albara, aki lakukan semua ini karena putri Mulani adalah putri aki, dia satu satunya generasi penerus aki" jawab ki Jaka Baya jujur.
"Ha ha ha, tidak adakah wanita di dunia ini yang bersedia menjadi istri aki hingga aki harus menikahi Tiraw" ucap Devina tertawa.
__ADS_1
"Sekarang putri Mulani telah tewas artinya aki tidak perlu lagi bersekutu dengan bangsa Tiraw, lalu kemana perginya Mulan?" Tanya Devina.
Ki jaka baya mengangguk mengiakan ucapan Devina.
"Mulan sedang mengejar ratu Ledisya, tapi saya dengar juga pangeran Khuludan mengajak mulan ke goa harimau" ucap ki Jaka Baya sambil menunjukan arah kemana ratu Ledisya pergi.
Mendengar keterangan ki Jaka Baya Albara meredam kemarahannya.
"Saat ini aki Albara ampuni, tapi di lain waktu jika Albara masih melihat praktek keji ki Jaka Baya maka jangan salahkan Albara, berlaku kejam sama bangsa sendiri" ucap Albara lalu berbalik keluar pondok.
Devina mendekati ki Jaka Baya, lalu tangan nya bergerak pelan.
"Ini sebagai peringatan buat ki Jaka Baya untuk menghentikan ritual persekutuan dengan Tiraw" ucap Devina.
"Aaaaaahhhhh" ki jaka baya tetbanting lalu jatuh tetjengkang tak sadarkan diri, dari bekas cakaran devina mengalir darah segar yang membasahi wajahnya.
Devina melesat keluar pondok menyusul Albara yang kebingungan berdiri di halaman pondok, dia bingung dan ragu untuk menyusul Mulan sesuai arah yang di tunjukkan ki Jaka Baya.
Bersamaan dengan muculnya Devina di samping Albara, dari arah lain empat sosok manusia kerdil juga berkelebat kearah Albara detik berikutnya ke empat manusia kerdil telah mengepung mereka. Di tangan masing masing empat orang orang kerdil tergenggan senjata kapak sangat mirip senjata kapak 212 milik wiro sableng dalam vido yang pernah Albara tonton semasa kecil dulu.
"Sing sing sing sing" terdengar desingan empat kapak yang di bacokan ke arah Albara dan Devina.
Tanpa bicara keempat manusia kerdil serempak menyerang Albara dan Devina dari empat pejuru mata angin. Dalam sekejap Albara dan Devina telah di kurung oleh sinar keperakan dari senjata kapak manusia kerdil yang di bacokkan mengarah ke seluruh bagian tubuh Albara dan Devina.
__ADS_1
Albara dan Devina telah menguasai ilmu bela diri tinggi, secara repleks gerakan tubuh mereka timbul sendirinya bergerak meliuk liuk di antara sinar kelebatan kapak sehingga semua bacokan manusia kerdil hanya mengenai angin.
Ke empat manusia kerdil melongo melihat betapa Albara dan Devina dengan mudah menghindari serangan mereka. mereka adalah jago pilih tanding di dunia Tiraw jarang sekali ada yang bisa selamat dari gempuran empat kapak pejuru mata angin Angin.
"Tring tring tring tring" keempat manusia kerdil melompat kepinggir arena saat kuku kuku Devina memapaki ke empat kapak mereka. Tangan mereka bergetar terasa kesemutan saat kampak mereka bertemu cakar cakar Devina.
Menyadari kalau tenaga dalam Devina ada di atas tenaga dalam mereka keempat mereka seperti serempak menjauh.
"Suiiiiit" salah satu dari mereka bersuit nyaring.
Misi dari keempat manusia kerdil adalah menyelamatkan jasad putri Mulani, untuk di bawa ke laboratorium di bawah tanah. tugas mereka bukan membunuh Albara atau devina tetapi menyatukan kembali bagian tubuh pitri mulani untuk di aktifkan kembali melalui cincin chip yang masih menpel di tangan putri Mulani.
Setelah mendengar suwitan temannya dua ekor Tiraw bergerak masih dalam posisi mengurung Albara dan Devina. Sementara dua Tiraw lainnya melesat kearah yang berbeda detik berikutnya masing mereka telah membawa tubuh pitri Mulani dan potongan tangan putri Mulani.
"Swiiit swiit" dua kali switan kedua manusia kerdil sudah melesat meninggal kan pondok dengan jasad putri Mulani dan potongan tamgan putri Mulani ada di pundak mereka.
Sementara kedua manusia kerdil lainnya secara bersamaan melemparkan bola pasir beracun kearah Devina dan Albara. dari tangan kedua manusia kerdil melesat dengan cepat masaing dua bola pasir menutup jalan keluar Albara dan devina.
"Awas kak bara... meteka melepaskan pasir beracun" ucap devina waspada.
"Duar duar duar duar" empat kali ledakan terdengar saat ke empat bola pasir tersapok pukulan Albara dan devina.
Untungnya Devina mengingatkan Albara sehingga Albara mengerahkan semua tenaga murninya memapaki semua bola pasir yang melesat kearah mereka. Dorongan pukulan Albara tidak saja menyelamatkan mereka tetapi semua debu pasir beracun hasil ledakan berbalik menghantam dua manusia kerdil.
__ADS_1
"Ahhhhh" cepatnya debu pasir beracun akibat terkena dorongan pukulan Albara menghantam salah satu manusia kerdil yang terlambat melarikan diri.