
Doni, Manto, Laila bertemu Aza di Restoran Aneka Rasa, setelah mendapat keterangan Aza kalau Mulan bersama Albara telah meninggalkan Restoran Aneka Rasa menuju jalanan yang mengarah ke Universitas Kota Tapus, mereka berempat sepakat menuju Universitas Kota Tapus berharap dapat menemukan Mulan dan Albara.
Saat Doni, Manto, Laila dan Aza sampai di Universitas Kota Tapus, pertempuran Devina dan Mulan sedang terjadi dengan seru. Mereka menyaksikan bagaimana Devina menghajar Mulan hingga sekarat, mereka menyaksikan kehadiran sosok manusia kerdil menyelamatkan Mulan menuju hutan di samping Universitas Kota Tapus, mereka juga menyaksikan Devina melesat sangat cepat mengejar mereka ke kedalaman hutan.
Suasana di universitas Kota Tapus jadi heboh oleh kelakuan Andree Lee dan Mulan jadi jadian, bahkan seluruh kota tapus jadi heboh. Anita merasa acaranya di sabotase oleh Andree Lee dan Mulan jadi jadian langsung menelpon KOMBESPOL Bintang. Tentu saja KOMBESPOL Bintang sangat marah mendengar Anita di sabotase, segera di telponnya Polres Kota Tapus.
Mendapat telepon dari KOMBESPOL Binatang, Polres Kota Tapus pun mengerahkan Anggotanya untuk memberikan pengamanan terhadap Acara latih tanding Anita Sabah. Andree Lee segera di amankan, sedangkan Mulan tak bisa di temukan dia menghilang begitu saja seperti di telan bumi.
Yang sangat tertekan oleh kejadian ini adalah Sekda kota tapus dan wakil gubernur terpilih ibu Susanti. Saat itu Sekda Kota Tapus dan ibu Susanti juga menghadiri pembukaan Acara latih tanding yang di adakan oleh Anita, ibu Susanti menjerit histeris lalu pingsan saat melihat Mulan jadi jadian tergeletak mandi darah tubuhnya hancur seperti di cakar binatang buas.
Lena berdiri terpaku menatap Mulan jadi jadi jadian tergeletak mandi darah. Lena tak menyadari kalau Aza, Doni, Manto dan Laila sudah berdiri di sampingnya.
"Lena, Lena, Lena" teriak Aza mengguncang tubuh Lena yang diam seperti patung.
Lena yang masih binggung menjerit saat di kagetkan oleh kehadiran Aza dan teman teman Albara.
"Aza, kak Doni... lakukan sesuatu, lakukan sesuatu" teriak Lena histeris.
"Tenang Lena .. rilek, rilek, rilek" kata Aza membawa Lena menjauh dari kerumunan, di ikuti Doni, Manto dan Laila.
"Apa yang terjadi Len?" tanya Aza.
"Mulan.... Mulan... Mulan, lakukan sesuatu untuk Mulan" kata Lena masih histeris.
"Tenang Lena, kami juga sudah lihat kejadian barusan" kata Manto.
"Bukan bukan itu yang Lena maksud" kata Lena lagi.
"Tadi Lena lihat Mulan di kejar sama kak Bara, pakaiannya beda dengan pakaian yang di kenakan Mulan yang tadi bertarung dengan Devina" kata Lena.
"Apa.... kamu lihat Albara? lalu kemana perginya Albaranya" tanya Doni.
__ADS_1
"Ya kak Doni, tadi kak Bara berkejaran dengan Mulan yang lain mereka lari cepat sekali memasuki hutan di samping Universitas Kota Tapus" kata Lena mulai tenang.
"Iya Aza juga belum cerita sama kalian, kemaren Mulan dengan pakaian yang sangat kumal ke rumah Aza, tapi Aza masih ingat itu pakaian yang di kenakan Mulan saat kami ke goa Tiraw lima bulan yang lewat, Lalu setelah Mulan mandi Aza kasih baju ganti" kata Aza.
"Mulan cerita sambil nangis kalau selama ini dia terkurung di goa Tiraw, tapi saat dia pulang ke rumahnya dia di usir ibu Susanti tidak di akui lagi sebagai putrinya"
"Putri kami baik baik saja, kamu bukan putri kami, ucap ibu Susanti saat Mulan pulang ke rumah Sekda Kota Tapus kemaren" cerita Aza.
"Oooooh begitu, Albara benar" kata Doni.
"Aza Kamu ingat kan, saat kamu nelepon kak doni, kamu bilang lihat Albara di kampus, tingkahnya aneh kadang nangis kadang tertawa, lalu kamu meminta kak Doni datang ke kampus Universitas!?" tanya Doni.
"iya ingat lah kak" jawab Aza.
"Waktu itu Albara minta di temani ke Goa Tiraw, karena terakhir kali Mulan bisa di hubungi saat Mulan ada di goa Tiraw" kata Doni.
Lena, Laila, Aza dan Manto menemandang Doni, mereka khusuk mendengarkan cerita Doni.
"Terus bagaimana kak" tanya Aza penasaran.
"Doni tidak berani memasuki goa Tiraw, namun Albara nekat masuk goa Tiraw sendirian sementara Doni hanya menunggu di puncak goa Tiraw" kata Doni menceritakan kejadian di goa Tiraw saat mengantar Albara.
"Saat kembali ke puncak goa Tiraw Albara membawa tas dan handphone Mulan, Albara nagis histeris mengatakan kalau Mulan terkurung di goa Tiraw, lalu mengajak Doni mendatangangi rumah Sekda Kota Tapus, di rumah Sekda Kota Tapus Albara masih nangis"
"pak Sekda... Mulan masih terkurung di goa Tiraw, sedangkan Mulan yang bersama Andree Lee adalah jelmaan Tiraw, kata Albara terus nangis histeris, kalian pasti tau apa reaksi pak Sekda waktu itu?" tanya Doni.
"Manto ingat, saat itu doni dan Albara di usir dari rumah pak Sekda lalu Albara di teriaki orang gila kan?" Manto balik bertanya.
"Benar Doni juga kwatir kalau Albara waktu itu stres, sehingga Doni meminta Albara mengkonsumsi obat tidur" kata Doni.
"Len Kamu yakin Mulan yang berkejaran dengan Albara beda dengan Mulan yang tadi di hajar Devina" tanya Doni pada pada Lena.
__ADS_1
Sebelum Lena menjawab justru Aza menjawab duluan.
"Kak Doni, Aza sangat yakin beda karena Mulan yang di kejar kak Bara adalah Mulan yang mengenakan pakaian yang Aza pinjami tadi pagi, sedangkan Mulan yang di hajar Devina pakaiannya bukan milik Aza" kata Aza meyakinkan Doni.
"Lalu menurut kalian mana Mulan yang Asli?" tanya Doni.
"Aza yakin Mulan yang bersama kak Bara yang asli" kata Aza.
"Doni juga sama... tapi Albara menemui Mulan untuk membalas perlakuan Mulan terhadap Budiman" kata Doni mengeluh.
Saat itu juga terlihat ajudan ibu Susanti menghampiri mereka.
"Non Aza, ibu Susanti ingin ketemu non Aza dan teman teman semua" ucap ajudan ibu Susanti memandang mereka berlima.
"Ooo iya di mana ibu Susanti nya mbak?" tanya Aza.
"Ibu ada di mobil tapi inginnya ibu Susanti bicara sama kalian di rumahnya" kata Ajudan ibu Susanti.
"Baiklah Aza bersama teman teman akan kerumah ibu Susanti" kata Aza
"Bagaimana kak Doni?" tanya Aza setelah ajudan ibu Susanti pergi.
"Bagaimana dengan kanu Manto dan Laila?" tanya Doni pada manto dan Laila.
Manto dan Laila mengangguk setuju.
"Ok kita ikut" kata Doni setuju.
Aza, Lena, Doni, Manto dan Laila beranjak menuju rumah Sekda Kota Tapus, setelah mereka sepakat untuk bersama sama menemui ibu Susanti. Namun saat mereka akan meninggalkan Universitas Kota Tapus, kembali mereka melihat kerumunan banyak orang di gerbang universitas kota tapus. Orang orang berkumpul terlihat dalam keadaan sangat tegang.
Terlihat tiga orang polisi juga hilir mudik di gerbang dalam keadaan siap perang dengan pistol di tangan. Mereka mengamankan orang orang di luar gerbang dan meminta mereka masuk ke gerbang Universitas Kota Tapus. beberapa orang di luar gerbang seperti berlomba memasuki gerbang Universitas Kota tapus, wajah wajah mereka terlihat sangat ketakutan.
__ADS_1