
Fahmeed tak menyadari kalau Anita sudah di belakangnya, selagi dia clingak clinguk mencari keberadaan Anita.
"Praak" sebuah tendangan keras Anita mendarat di pantatnya.
"Bruk " Fahmeed jatuh tersukur dengan keras dengan posisi terjerambab.
"Ha ha ha kau tak layak menjadi presiden Pendekar Kuda Besi, sebaiknya mengaku kalah dan turun tahta, masih banyak yang cakap untuk menggantikan mu" Anita makin kegirangan saat menyadari tenaganya juga maju pesat.
Fahmeed yang merasa malu dihajar gadis remaja tentu tidak mau mengalah, dia berusaha berdiri, lalu melompat berdiri bertolak pinggang di depan Anita.
"Puaaah sombongnya" Fahmeed meludah kearah anita, air ludahnya melesat seperti peluru mengincar muka Anita.
"Aiiih joroknyo" Anita mengeser kaki kirinya ke belakang, hingga air ludah Fahmeed lewat di sisi Anita.
"Craaak" air ludah Fahmeed menghantam dinding markas Pendekar Kuda Besi, luar biasa tembok setebal lima belas centi meter telah berlubang sebesar jari telunjuk.
"Aku sudah berlaku lunak pada mu, tapi kau masih berlagak, lihatlah aku akan mencabut nyawamu" Ancam Fahmeed.
Fahmeed kembali menerjang dengan serangan ganas menggunakan tenaga dalam penuh, dengan jurus pukulan iblis mencabut nyawa sebuah jurus yang sangat di andalkannya. Biasanya setiap orang yang menerima pukulan ini berakhir dengan dada hancur tewas di tempat.
Albara yang melihat pukulan Fahmeed mengandung tenaga dalam tinggi segera mengingatkan Anita.
"Anita hati hati! gunakan tenaga dalam untuk melawannya"
Anita yang sempat memperoleh didikan singkat dari Albara segera mengumpulkan tenaga dalamnya lalu menyalurkan ke tangannya yang sudah terkepal. Kali ini Fahmeed bertemu tandingan yang benar benar lihai, setelah mendapat petunjuk dari Albara peringan tubuh dan tenaga dalamnya meningkat sangat pesat.
"Sekali lagi terimakasih kakak Albara" ujar Anita.
Melihat serangan Fahmeed Anita tidak bergerak melainkan menangkis dengan tangan kirinya.
__ADS_1
"Duuuk" dua buah lengan bertemu beradu dengan kuat. Kembali tubuh Fahmeed terjengkang kebelakang mengelosor hingga lima meter, dan berhenti saat menabrak kaki anak buahnya sendiri, sementara Anita hanya berdiri seperti semula.
Terlihat kalau tenaga dalam Fahmeed kalah jauh dari Anita, tapi Fahmeed tidak mau menyerah merasa malu kalau harus dikalahkan gadis masih tergolong remaja, walaupun dia sudah merasa terluka dalam yang hebat dengan darah segar mengalir dari bibirnya, kembali dia bangkit menerjang dengan ganas.
Melihat Fahmeed menerjang dengan dahsyat Anita tidak mau ambil resiko.
"Kau belum mampus" kata Anita sambil mengeser kaki kanannya ke belakang mengelakkan serangan ganas Fahmeed, detik berikutnya kaki kanan Anita telah membuat gerakan kilat. Sebuah tendangan keras disertai tenaga dalam telah mendarat di ******** Fahmeed.
"Bruk" kembali tubuh Fahmeed terlempar hingga lima meter ke belakang mendarat dengan keras dengan kedua pangkal pahanya hancur, Fahmeed diam tak sadarkan diri lagi hanya napasnya yang deras menunjukkan dia masih hidup.
Melihat Presiden mereka diam tak bergerak anggota geng Pendekar Kuda Besi diam mematung.
"Fahmeed urusan kita sudah selesai, kalau masih belum puas saya tunggu di Kota Sabah" kata Anita
"Kakak Bara, Ariel dan teman teman ayo kita kembali" Anita berjalan menuju di mana motor mereka di parkir.
"Albara tunggu" tiba tiba Khoiril telah menghadang di depan mereka.
"Suut Suut.. Suut Suut" tendangan Anita bertibi tubi tubi mengincar titik mematikan di tubuh Khoiril, gerakannya sangat lincah dan ringan bergerak seperti bayangan, mengirimkan pukulan dan tendangan yang sangat dahsyat. namun serangan nya tidak pernah menyentuh tubuh Khoiril, sekalipun dia sudah berada di belakang Khoiril. Padahal Khoiril tidak pernah berubah kedudukan dia hanya menggerakkan badannya seperti sedang melakukan pemanasan.
"Anita, Ariel kalian semua kembali, biar saya yang mengurus mereka" kata Albara.
Anita dan Anggota geng peduli sesama menaiki motor mereka masing masing, geng Pendekar Kuda Besi dan Khoiril tidak bereaksi seolah membiarkan mereka pergi.
"Tembak " tiba tiba Fahmeed yang tersadar dari pingsannya memberi komando.
"tar tar tar tar tar" lima kali terdengar tembakan salah seorang anggota geng pendekar kuda besi yang mengarah ke Anggota geng peduli sesama dan Anita.
Secara spontan Anita menggerakkan tangannya hanya sekedar naluri mempertahankan diri, tak dia sangka dari tangannya meluncur angin berputar bergerak dengan cepat menuju anggota Pendekar kuda besi yang duduk di atas motor dengan pistol di tangan. Angin menggulung semua peluru yang di muntahkan kemudian menerjang dirinya. Luar biasa anggota geng kuda besi yang terkena pukulan Anita meledak berkeping keping sedangkan motornya terpental dengan keras berputaran lalu diam.
__ADS_1
"Krak" motor terlihat seperti besi yang di pilin menyerupai tekuyung sejenis siput sungai, meruncing seperti ****** beliung.
"Pukulan Angin sang kuyung" guman Khoiril.
Sebuah pukulan sakti yang di lepaskan Anita merupakan pukulan sakti Angin ****** beliung atau angin sang kuyung. Jika mengenai pohon maka pohon akan di putar seperti gasing hingga hancur berhamburan menjadi kepingan kayu yang lebu.
"Draaaang Draaag" motor Anita melakukan wheel dengan ban depan terangkat.
"Kak Bara Ayo naik" kata Anita memacu motornya. Sebelum berangkat mereka sudah melakukan latihan bagaimana menaiki motor saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Albara yang mulai bergerak terhalang oleh Khoiril. Seperti di ceritakan sebelumnya Khoiril si pencuri sakti merupakan tokoh sakti yang telah mencuri berbagai ilmu kesaktian dari perguruan besar di benua Hindia dan Asia. Dia juga sudah nengelabui si Tajam Hulu Tembesi hingga mewarisi seluruh ilmu kesakitannya.
Albara terus berlari mendahului laju motor Anita dan rombongannya di ikuti Khoiril yang terus menyerangnya dengan pukulan ganas. Terjadilah perkelahian sengit sambil berlarian, Albara sudah menduga kalau Khoiril yang di hadapinya sekarang adalah tokoh sakti dari masa lalu, maka diapun menggunakan segenap kemampuannya untuk melawan.
"Kau mau kemana Albara, ada baiknya kita main main dulu sebelum menyelesaikan urusan kita" Khoiril sudah berdiri di depan Albara.
Kini Albara menyadari kalau ilmu lari cepat Khoiril tidak di bawahnya mungkin sudah di atasnya.
"Lihat serangan" bentak Albara melancarkan pukulan.
"Duuuk" Khoiril tidak mengelak justru membalas pukulan dengan jurus yang sama, dua tangan bertemu masing masing mereka, terlempar hingga lima langkah ke belakang. Sepertinya tenaga dalam mereka juga seimbang.
"Albara kau layak untuk bertanding dengan ku" kata Khoiril.
Albara cukup kaget dengan kemajuan Khoiril kesakitannya maju pesat, bahkan dia mengunakan jurus si Tajam Hulu Tembesi dengan baik. Bahkan dulu aksinya sekalu di gagalkan Ratu Mas dan pengawal Raja Sulaiman.
"Khoiril.! ..Kita tak punya perselisihan kenapa engkau selalu menargetkan ku" kata Albara.
"Kau lupa Albara atau memang kau belum tau, kalau saya adalah anggota Agama rahasia, Adalah tugas saya untuk merebut cincin perbendaharan Raja Sulaiman dari mu"
__ADS_1
"Saya cuman meminta engkau berikan cincin tersebut secara suka rela lalu bergabung dengan kami untuk menguasai dunia" kata Khoiril.