
"Nona ... harap menunggu dulu karena tamu di batasi, jika ada tamu yang keluar nona boleh masuk dan ikuti protokol kesehatan" kata seorang petugas kepolisian yang bertugas mengamankan acara.
"Eh apa apaan ini, aku dilarang masuk kerumah sendiri... situ waras gak" bentak putri Mulani.
Petugas SATPOL PP dan anggota kepolisian saling pandang, mereka ragu dengan sosok putri Mulani yang mengaku sebagai Mulan. Namun mereka patuh akan perintah untuk menghadang Mulan gadungan memasuki acara.
"Maaf nona kami hanya menjalankan tugas mengamankan pernikahan saudari Mulan putri pak Sekda" ucap petugas.
"Keparat kalian... tidak liat orang... akulah Mulan yang seharusnya kalian amankan" bentak putri Mulani.
"Sekali lagi maaf nona, kami hanya tau putri Sekda sedang melaksanakan pernikahan, jangan jangan nona ini adalah Mulan jadi jadian seperti yang di beritakan media" ucap SATPOL PP.
Putri Mulani memperhatikan SATPOL PP yang barusan bicara, lulu dengan gerakan kilat tangannya telah mencengkram leher SATPOL PP tersebut lalu mencekeknya.
"Katakan sama ibu Susanti untuk menemui Mulan di luar, atau ku patahkan leher teman kalian" teriak putri Mulani.
Semua anggota yang berjaga menjadi marah melihat teman mereka di cekek. saat mellihat kalau teman mereka sudah mulai kesulitan untuk bernapas, serentak mereka menyerbu untuk membebaskan temannya.
"Jangan memaksa nona" tiga anggota kepolisian menyerbu kearah putri Mulani.
"Kalian minta mampus rupanya" teriak pitri Mulani.
Dengan gerakan yang enteng tubuh SATPOL PP diputar menjadi senjata untuk mengajar para anggota kepolisian yang menyerbu.
"Plak ... plak .... plak" Tiga kali terdengar benturan keras.
"Bruk.. bruk... bruk"
"Aduhhhh" teriak tiga anggota kepolisian meringis kesakitan, hampir bersamaan saat tubuh mereka terbanting dengan keras.
"Kraaak" terdengar tulang leher SATPOL PP patah oleh cengkraman puri Mulani. Lalu tubuhnya di lemparkan hingga menimpa tiga anggota polisi, dalam keadaan sudah tak bernyawa.
"Ck ck ck ... kejamnya" ucap seorang gadis dengan jaket parka merah marun, yang entah dari mana datangnya telah berdiri menghadang putri Mulani.
Ptri Mulani menghentikan langkahnya menatap gadis di depannya dengan tajam.
"Eh nona, jangan suka ikut campur urusan orang, kalau masih sayang nyawa pergilah dari sini" bentak putri Mulani.
"Putri Mulani... tak cukupkah bagi mu dengan mewarisi kerajaan Dwarfa, hingga masih mengincar kekuasaan di dunia manusia" ucap gadis berjaket merah marun.
__ADS_1
Jawaban gadis berjaket merah marun sangat mengagetkan putri Mulani bagaimana tidak gadis di depannya seperti mengetahui identitas aslinya, merasa seperti di telanjangi di depan umum, tubuhnya segera menerjang kearah wanita berjeket merah marun.
"Keparat... siapa kau sebenarnya" teriak putri Mulani menghantam kearah dada gadis berjaket merah marun, sebuah pukulan yang sangat dahsyat menyambar dengan keras.
Gadis berjaket merah marun bergerak dengan cepat hingga putri Mulani hanya memukul angin. Melihat gerakan gadis di depannya sangat cepat dan ringan putri Mulani tidak mau ambil resiko, segera di kerahkanya tenaga dalamnya secara penuh kembali melakukan serangan jarak jauh.
Gadis berjaket merah marun menerima pukulan putri Mulani dengan gerakan yang enteng seperti mengusir lalat.
"Duar" benturan tenaga sakti tak terhindarkan.
Gadis berjaket merah marun hanya bergoyang seperti pohon di tiup angin sepoi sepoi. sementara putri Mulani terlempar melayang di di udara hingga lima meter. Untungnya putri Mulani saat benturan sudah melincat ke udara kearah rumah dinas Sekda kota tapus.
"Bruuk" putri Mulani jatuh terjengkang.
Menyadari lawan memiliki kesakitan jauh di atasnya putri melani mengurungkan niatnya untuk menculik ibu Susanti. Segera dia berdiri dengan sebuah belati di tangan, tubuhnya melesat ke arah ruang tamu di mana pak Sekda dan ibu Susanti berada.
"Ibu Mulan butuh darah ibu Susanti" ucap putri Mulani lalu belati di tangan kirinya di ayunkan ke dada kiri ibu Susanti.
Melihat bahaya mengancam secara reflek ibu Susanti memerengkan tubuhnya, namun tetap saja belati menusuk lengannya.
"Ahhhhhh" rintuh ibu Susanti.
Tanpa bicara putri Mulani melesat keluar melalui pintu belakang menghindari gadis berjaket merah marun yang menunggu kemunculannya di pintu masuk depan.
****
Pelayan membawakan hidangan ke kamar pengantin lalu meninggalkan Albara dan Mulan yang akan mengganti pakaian.
"Tuan dan Nyonya, makanan sudah tersedia silahkan di santap" ucap pelayan lalu keluar kamar.
Saat pelayan keluar kamar Albara mulai mengganti pakaiannya, demikian juga dengan Mulan. Albara sempat menelan ludah lalu membuang pandangan saat istrinya melucuti semua pakaian dan mengganti dengan pakaian baru.
Albara duduk menunggu istrinya ganti pakaian, di mana hidanganbtelah tersedia buat mereka. Cukup lama menunggu Albara kembali melirik Mulan yang masih berdiri belum ganti baju juga.
"Dek Mulan Jangan mancing mancing deh, orang masih rame" kata Albara.
"Ha Hahaha bukan mancing kak, tapi Mulan bingung mau pake apa, habis semua gaun Mulan bauknya pada aneh" kata Mulan.
"Ya sudah pake yang tadi aja, kan belum setengah hari pakeknya" saran Albara.
__ADS_1
"Iya kak, itu lebih nyaman" ucap Mulan setuju.
Mulan duduk di depan Albara lalu mereka makan berduaan di kamar. setelah makan Mulan mengeluarkan semua peralatan keluar kamar, kemudian duduk kembali di dekat Albara.
Mereka saling tatap lama sekali tanpa bicara, ada keinginan yang sangat kuat menyentuh satu sama lain, tapi tak ada yang berani memulai.
"Kak Bara" ucap Mulan membuka percakapan mereka masih saling bertatapan.
"Iya... " jawab Albara.
Tanpa mereka sadari tubuh mereka saling mendekat lalu berpelukan, Albara menciumi istrinya, saat Mulan membalas ciumannya. Albara merasakan seperti melayang di awan. tangannya berkeliaran seperti ingin memeriksa seluruh tubuh isterinya. Hari makin mendekati senja mereka seperti tak ingin lagi beranjak dari tempat mereka.
"Tok tok tok" pintu kamar di ketok seseorang.
Albara melepaskan pelukannya dan memberi isyarat pada Mulan untuk membukakan pintu kamar. Aza dan Lena muncul di pintu dengan wajah panik saat pintu di buka.
"Ibuk Susanti terluka di tusuk Mulan Andree" kata Aza panik.
"Apa...? di mana?" tanya Mulan.
"Di ruang tamu" kata Aza.
Albara dan Mulan segera menghambur ke ruang tamu, di mana ibu Susanti tergeletak mandi darah.
"Ibukkk......" teriak Mulan.
Suasana rumah dinas menjadi riuh anak anak dan ibu ibu berlarian tak tentu arah. Bapak bapak tumpang tindih di hajar putri Mulani saat berusaha menghentikannya melarikan diri.
Di depan sebuah Ambulan meraung raung membawa mayat SATPOL PP yang tewas di tangan putri Mulani. Polisi yang tadi bertugas terlihat sibuk menghubungi markas melaporkan apa yang baru saja terjadi.
"Pak mobil sudah siap" ucap ajudan Sekda pada pak sekda.
"Albara.. Mulan... Ayo bawa ibu kerumah sakit" kata pak sekda lalu membopong ibu Susanti menuju mobil yang telah di siapkan.
"Ayo kak" Ucap Mulan menghandeng tangan Albara.
Mulan kembali ke kamar mengambil kunci mobil lamborghini, hadiah ulang tahunnya dari Albara, lalu menyerahkan kunci pada Albara.
"Pakek ini aja kak, Mulan kangen sama hadiah kak Bara" ucap Mulan.
__ADS_1
***