Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 92


__ADS_3

"Baru baru ini sebelum menjalankan misi kami, saya sempat mengunjungi museum sejarah di Belanda, di sana saya juga bertemu beberapa orang ilmuan memakai kostum serba hitam dengan hiasan bintang david di dada kiri mereka" Alan makin semangat bercerita.


"Sama seperti saya mereka mempelajari jejak jejak Belanda di wilayah Sumatra, khususnya Sumatra bagian tengah pantai Barat" Alan menggeser korsinya lebih merapat ke meja.


"Menurut mereka sudah puluhan tahun silam satelit Amerika mendeteksi adanya kandungan emas yang sangat besar di wilayah hutan lindung Kerinci Sebelat. Mereka tidak hanya mendeteksi emas, tapi juga mendeteksi keberadaan semacam energi non minyak bumi yang sangat besar, bisa jadi semacam Uranium yang mengandung energi nuklir, yang jelas menurut mereka itu merupakan sumber energi dunia di masa depan" jelas Alan.


"Saya menduga teman kalian Khoiril hanya di manfaatkan oleh ilmuan dari sebuah organisasi, untuk tujuan penelitian kandungan emas dan sumber energi yang sampai saat ini di rahasiakan pihak yang menguasai dunia" ujar Alan.


"I think so" ujar Katerin


"Tidak perlu cemas kita tidak ada hubungan dengan mereka atau dengan emas maupun sember energi di perut bumi. Kita hanya melanjutkan penelitian pendahulu kami tentang situs sejarah. Jika pendahulu kami meneliti tentang situs kepurba kalaan, maka kami mencari situs sejarah khusus di zaman Belanda" Katerin mencoba meyakinkan Riki dan Ardi.


"Benar itu Riki, tidak perlu kita mengurus dan memasalahkan hal sepele diluar juknis mereka" ucap Ardi mengingatkan Riki


"Ok kapan kita pergi?" tanya Riki.


"Jika kamu sudah deal, kita berangkat besok pagi" Katerin ketua rombongan menentukan waktu keberangkatan.


"Ok saya setuju" kata Riki.


"Kamu ngobrol ngobrol aja dulu biar lebih akrab" kata Ardi pada Riki.


"Baiklah untuk sementara saya pamit dulu masih ada urusan yang sangat penting untuk di siapkan saat keberangkatan besok" Pak Ardi bangkit menggandeng tangan Laila.


"Katerin, Alan, Julian dan Claira.. kalian ngobrol dulu ya sama Riki" ucap Ardi


"Ok urus keperluan kalian dan jangan pacaran ya, Ingat Laila sanak betino Riki, kamu jangan macam macam ha ha ha" ujar Riki pada Ardi.


"Jangan khawatir" kata Ardi berlalu meninggalkan mereka.


****


Laila merasa sangat cemburu saat Ardi berpamitan, saling rangkul lalu cium pipi Katerin, mereka berpelukan di depan mata Laila hampir saja Laila nangis menyaksikan adegan mereka, yang sangat tabu di masyarakat Kota Tapus.

__ADS_1


Pak Ardi mengemudikan toyota yaris yang di titipkan Albara pada Laila, tentu saja setelah mereka mendapat izin dari Albara sang pemilik.


"Kamu kenapa yang" tanya Ardi saat melihat air mata Laila meleleh di pipinya.


Laila hanya diam sambil mengusap air matanya.


"Apa kamu belum rela meninggalkan Albara atau masih ada hati untuk Khoiril" pancing pak Ardi.


"Kenapa kak Ardi pelukan dan ciuman sama bule di depan Laila, jangan jangan sepanjang malam selama di hutan nanti kalian akan selalu berpelukan dan berciuman, atau mungkin lebih dari itu. hu hu hu hu hu" tangis Laila meledak.


"Waduhh itu bukan mesum... Kalau di Eropa itu dianggap salaman sama teman akrab" kata Ardi.


"Siapa bilang itu perbuatan gak mesum, kakak tu baru nyenggol Laila aja udah *****, apalagi pelukan dan ciuman sama wanita secantik Katerin" Laila makin emosi.


"Yakin deh lai kakak lakukan bukan karena nafsuan, tapi kakak liat di flm barat mereka begitu saat bertemu atau mau berpisah" sanggah Ardi.


"Flim bukan gambaran kehidupan sebenarnya di Eropa sehari hari, emang kakak famili dekat Katerin?, lagian kenapa juga gituan di depan Laila" Laila masih emosi.


"Emang kenapa, apa kami harus melakukan di hutan?" tanya Ardi.


"Lantas kenapa dan kakak harus bagaimana sayang?" tanya Ardi sambil menghentikan mobil di parkiran di daerah pusat pertokoan Kota Tapus.


"Karena aku calon istrimu, yang harusnya dapat pelukan dan ciuman kakak" kata Laila.


Secepat kilat Ardi merangkul lalu memeluk dan menciumi Laila dengan lembut.


"Maaf ya sayang... kakak tidak melakukannya lagi selain sama Laila" ucap ardi minta maaf.


Laila merasakan sesuatu yang sagat indah saat di peluk dengan lembut dan di ciumi Ardi dengan mesra, seperti salam perpisahan untuk mereka untuk berpisah cukup lama. Pelukan sebagai pelepas rindu saat keberangkatan Ardi kekasihnya besok pagi. Laila yang baru kali ini merasakan pelukan dan ciuman lelaki, diam seperti terhipnotis perasaannya sendiri.


"iiiih dasar mesum" laila memberontak dari pelukan Ardi saat melihat ada kelebatan tukang parkir Mencoba mengintip mereka.


"Tapi kakak janji ya tidak melakukannya lagi dengan Katerin, selama menemani expedisi mereka" pinta Laila saat terlepas dari pelukan Ardi.

__ADS_1


"Ya kak Ardi janji" kata Ardi.


Setelah keluar mobil Ardi dan Laila menghampiri pusat pertokoan Kota Tapus, dia harus mencari beberapa barang yang harus di persiapkan untuk keperluanya besok. Disamping itu Ardi juga ingin memanjakan Laila calon istrinya mencari berbagai keperluan yang di butuhkan Laila. Saat Azan zuhur mereka baru selesai dan semua barang sudah ada di mobil, Ardi merasa cukup lelah.


"Kamu capek Lai?" tanya Ardi


"Gak kak" jawab Laila.


"Masih ada yang Laila cari?" tanya Ardi lagi.


"Gak juga cuma Laila lapar" kata Laila.


"Ayo kita cari nasi padang aja, sudah jam setengah satu" ajak Ardi.


"Iya Tapi sholat dulu kak tu sudah azan" Laila mengingatkan.


"Baiklah kita ke masjid dulu" kata Ardi sambil menggandeng tangan Laila menuju sebuah masjid tidak jauh dari tempat mereka memarkirkan mobilnya.


****


Keesokan harinya Katerin, Alan, Julian dan Claira empat orang mahasiswa Fakultas Arkeologi di Universitas ternama di swiss. Sudah bersiap untuk melakukan perjalanan penelitian mereka, objek yang mereka tuju adalah pilar pilar bangunan belanda di beberapa puncak bukit barisan Sumatra. Katerin sebagai ketua tim mengeluarkan sebuah peta lalu di perlihatkan pada Ardi dan Riki.


"Ini adalah peta kuno yang di buat pada zaman pemerintah Hindia Belanda berkuasa di indonesia, Saya pikir rute yang ada di peta sudah tidak cocok dengan kondisi sekarang" Katerin membuka percakapan.


Riki memperhatikan peta setelah dia mengerti gambaran titik yang akan di tuju dia juga barulah dia memberi pendapat.


"Kita menuju daerah hutan lindung dari sini ke arah selatan, jalur yang dekat lewat danau kecik, lalu berjalan selama sehari menuju puncak bukit terdekat" kata Riki.


"Ok kita langsung berangkat" kata Katerin.


Setelah satu jam mengendarai mobil of road mereka sampai di danau tinggi, lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju ke arah barat daya memasuki hutan lebat yang termasuk kawasan hitan lindung taman nasional Kerinci Seblat. Wilayah yang masih perawan belum tersentuh Manusia, hutan yang di anggap angker. Di sini masih banyak juga jenis binatang buas yang sangat di takuti seperti Ular pinton yang kabarnya sebesar pohon kelapa, beruang madu, serigala hutan bahkan harimau juga ada.


baru saja setengah jam perjalanan memaduki hutan lindung, jejak harimau sudah terlihat di tanah yang basah.

__ADS_1


"Olesi tubuh kalian dengan autan" kata Riki mengingatkan saat di depan mereka terlihat banyak sekali pacat (Lintah darat) puluhan binatang menjijikkan seperti di komando, mereka menyerbu setiap yang bergerak di sekitar mereka.


__ADS_2