Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 175


__ADS_3

Hebat bukan main serangan Mulan sekalipun putri Mulani luput dari pukulannya, namun pukulan yang berisi tenaga dalam menimbulkan hebembusan angin yang sangat kuat, mendorong Andree Lee yang tadi berdiri di belakang putri Mulani.


"Braaaak" tubuh andree Lee terbanting lalu menabrak dinding pondok dengan keras.


Dinding pondok hancur berkeping keping di timpa tubuh Andree Lee, sementara Andree Lee terbanting dengan keras dengan darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Menyadari keadaan kalau dirinya sedang terluka dalam sangat serius andree Lee berusaha merangkak menjauh dari arena pertempuran.


Mulan diam diam terkejut dengan permainan bola bola pasir beracun putri Mulani, terlihat lebih ganas dan berbahaya di banding ratu Ledisya. Sekalipun dia telah menyalurkan hawa murni dan peringan tubuh sepenuhnya tetap saja Mulan terkurung oleh angin pukulan yang bergelombang datangnya.


"Hebat sungguh pemain bola bola beracun putri Mulani" keluh Mulan dalam hati.


"Pitri Mulani ayo, kita singkirkan wanita penghalang kesuksesan dirimu, sebelum menjadi duri dalam daging dalam kehidupan putri di masa yang akan datang" ratu Ledisya tanpa malu malu jaga dengan senjata bolas telah maju membantu.


Menghadapi putri Mulani dengan senjata bolas sangat merepotkan Mulan apalgi sekarang di tambah dengan pengeroyokan ratu Ledisya.


"Bagus kalian maju bersama tanpa repot repot lagi Mulan membasmi kalian" ucap Mulan,


Mulan mulai hati hati menghadapi dua orang yang memiliki kesakitan tak berbeda jauh dengan dirinya, kalau saja Mulan tidak memiliki peringan tubuh dan tenaga murni yang tinggi maka dalam belasan jurus dia harus mengakui keunggulan lawan.


Ratu Ledisya makin memperhebat serangannya setelah mulai merasa mampu mendesak Mulan.


"Mulan... mampuslah kau" teriak ratu Ledisya bolas di tangannya sudah bergerak mengancam beberapa titik berbahaya di tubuh Mulan.


Tak ingin perirtiwa di rumah ki Jaka Baya terulang kembali, maka Mulan bsrusaha untuk selalu menghindar sehingga dahsyatnya serangan putri Mulani dan ratu Ledisya memaksa Mulan harus melompat mundur. Mulan tidak berani menangkis bola bola di tangan putri Mulani dan ratu Ledisya menggunakan tangannya secara langsung.


Tubuh Mulan mendarat lima langkah menjauhi putri Mulani dan ratu Ledisya, di tangannya sudah menggenggam selendang sutra sorgawi yang di temukannya di goa Tiraw.


"Bangsat ... kalianlah yang harus mampus" bentak Mulan kembali menyerang dengan kemarahan yang meluap.

__ADS_1


Mulan terus mengamuk dengan selendangnya terkadang selendangnya keras seperti baja saat menggunakan jurus ilmu pedang, Terkadang lemas saat dia menggunakan jurus cambuk, terkadang sekendangnya seperti tongkat saat menggunakan jurus ilmu tongkat.


Perunahan jurus jurus Mulan sangat membingungkan putri Mulani dan ratu Ledisya, sehingga hanya dalam lima jurus Mulan sudah bisa keluar dari desakan putri Mulani dan ratu Ledisya.


Bola di tangan putri Mulani mencoba mengincar kaki Mulan sedangkan bola di tangan ratu Ledisya berusaha membelit pinggang, tapi gerakan Mulan lebih cepat lagi, dengan selendang sutra sorgawi Mulan tidak takut untuk menangkis bola bola pasir beracun yang mengancam dirinya.


Dengan menyalurkan hawa murni pada selendang dan menggeser kedudukan kakinya Mulan terhindar dari bola bola putri Mulani yang mengancam kakinya. Sementara ujung sekendang Mulan telah menyapok bola bola yang di arahkan kepinggangnya.


"Duaaaar duar daar" terjadi ledakan saat ujung selendang mengenai bola bola yang di lepaskan ratu Ledisya, bola bola tersebut berbalik arah dan meledak persis di depan muka Mulani.


"Aaaaahk" jerit putri Mulani saat pasir pasir beracun menghantam mukanya.


Sebelum putri Mulani dan ratu Ledisya sadar yang terjadi, selendang Mulan kembali berkelebat mengarah leher ratu Ledisya.


"Aiiiih" keluh ratu Ledisya saat melihat selendang Mulan sudah sangat dekat dengan lehernya.


Ratu Ledisya kaget sekali melihat bola beracun mental kembali kearahnya, sebelum bola meledak segera ratu Ledisya melompat menjatuhkan diri di tanah. Namun ujung selendang Mulan seperti bermata memburunya.


"Mulani... ayo pergi" teriak ratu Ledisya sambil melompat menghindari ujung selendang Mulan lalu melesat sangat cepat meninggalkan tempat tersebut.


Sementara itu putri Mulani menjerit terkena pasir beracun ibunya sendiri, lalu di susul salah satu ujung selendang Mulan telah membabat kearah pundak Mulani.


"Craaassss" pundak putri Mulani terbabat putus oleh selendang Mulan.


"Anggggggg" jerit putri Mulani roboh mukanya seperti menggelegak mengepulkan asap putih disertai bau daging terbakar, sepertinya pasir beracun sangat telak menghantam mukanya, putri Mulani berkelonjotan sebentar lalu diam tak bergerak.


Mulan mengamati memastikan kalau putri mulani tidak bernyawa lagi, Tubuh Putri Mulani mulai menyusut kembali pada ujud aslinya.

__ADS_1


"Begini rupa asli istrimu Andree Lee" terriak Mulan menendang mayat putri Mulani kearah Andree Lee.


Mulan kembali melesat kearah larinya ratu Ledisya.


"Ledisya ... mau kemana kau, perhitungan antara kita belum selesai" teriak Mulan.


Sementara Andree Lee yang masih kesakitan dakam ketakutan, makin ngeri melihat mayat putri Mulani yang di tendang Mulan lalu jatuh tepat di sampingnya.


"Tolong.. ampuni aku Mulan" teriak Andree Lee berusaha bangun.


Andree Lee memanfaatkan kesempatan meninggalkan tempat tersebut selagi Mulan sedang mengejar ratu Ledisya.


Bersamaan dengan kepergian Andree Lee tangan putri Mulani yang terlepas di babat selendang Mulan tergeletak di halaman pondok, jarinya yang nengenakan cincin seperti bergerak, lalu seperti merangkak menyeret tangan secara berlahan meninggalkan pondok.


*****


Hari mulai senja desa koto rawang di hebohkan dengan nenghilangnya pak sulaiman Gubernur terpilih. Andree Lee adalah orang terakhir yang bersama pak Sulaiman tak dapat di tanyai keterangannya, tubuhnya menggigil ketakutan tak mampu bicara. Andree Lee benar benar shock menyaksikan kejadian munculnya manusia harimau yang menculik Gubernur Sulaiman, munculnya Mulan dengan wajah tengkorak yang gosong lalu mayat putri Mulani yang berubah menjadi manusia kerdil dengan wajah yang sangat menakutkan.


Mulut andree Lee bagai terkunci tak mau bicara, Andree Lee sangat ketakutan setiap ada orang tak di kenal di dekatnya. Andree Lee di bawa ke rumah kepala desa untuk di obati hingga bisa di minta keterangan. Namun sampai sore menjelang malam keadaan andree Lee tidak berubah, sehingga petugas tidak memperoleh keterangan apapun tentang pak sulaiman Gubernur terpilih.


Di pinggir desa Mulan yang merasa puas telah membunuh putri Mulani bersembunyi dari keramayan warga, sambil melihat kemungkinan munculnya ratu Ledisya yang telah luput dari kejarannya.


Saat sepi menunggu perasan Mulan kembali terusik dengan keadaan wajahnya, air matanya kembali menetes saat teringat semua orang lari terbirit birit melihatnya, bahkan ayah ibunya berteriak ketakutan sampai pingsan hanya karena melihat kehadirannya.


"Kak Bara.." keluh Mulan saat teringat Albara suaminya.


Seharusnya mereka sedang berbulan madu sekarang, terngiang kembali ucapan Albara saat dulu dia ingin berbulan madu ke Bali justru Albara berjanji membawanya berbulan madu keuar Negri.

__ADS_1


Mulan rindu ingin di peluk Albara tapi teringat akan keadaan dirinya, timbul rasa minder di hatinya kalau dirinya sudah tak pantas untuk Albara. Mulan malu memperlihatkan wajahnya pada Albara, rasanya dia ingin mati saja saat membayangkan lambat atau cepat pasti Albara akan nencampakkannya.


__ADS_2