
Kesunyian malam desa Koto Rawang di pecahkan oleh raungan ketakutan beberapa warga, suara binatang malam tak lagi terdengar bahkan binatang malam pun seperti berhenti beraktifitas seolah melihat mahluk yang sangat mengerikan.
Warga yang tadinya berkerumun di tempat para pejabat sekedar mengikuti obrolan beberapa pejabat dan gubernur terpilih, mendengar jeritan ketakutan yang megggema dari berbagai sedut Desa membuat para warga berhamburan tanpa komando mereka berlarian kacau balau kembali ke rumah dalam kondisi mengkhawarikan keadaan keluarganya masing masing.
***
Kita lihat kembali keadaan Albara yang sedang cemas, sudah dua hari istrinya pergi belum pulang pulang. Tiap detik keinginan untuk bersama Mulan makin menguasainya, Albara merasa kalau Mulan memiliki perasaan yang sama dengannya. Albara tidak tau apa yang terjadi dengan istrinya yang dia tau perasaan nya mengatakan kalau istrinya sedang mengharapkan kehadiran Albara di sampingnya.
"Mulan..... harus kemana kak Bara mencarimu, seluruh sudut Kota Tapus sudah kakak telusuri tapi tak ada petunjuk di mana dan apa yang terjadi pada dirimu" ucap Albara dalam hati hanya pada dirinya sendiri.
Di bukanya handphonenya berharap ada petunjuk atau sebuah berita tentang Mulan, namun di handphone juga tidak di temukan sebuah pesan atau berita tentang Mulan.
"Berita online hanya menyajikan berita tentang Anita sabah dan harimau yang di duga sebagai harimau jadi jadian" Albara kembali membatin.
Albara menyimpan handphonenya, sekarang yang terpikir oleh Albara kalau orang yang dapat membantu hanyalah Devina. Sekalipun Albara juga agak ragu dengan Devina setelah mendengar penuturan Riki dan Katerin bahwa Devina kemungkinan salah satu dari bangsa harimau jadi jadian.
"Kak Riki mungkin benar, semenjak pertama melihat Devina penampilan nya juga sangat mengerikan" pikir Albara.
Namun karena tak ada solusi lain selain minta bantuan Devina maka dengan berat hati Albara kembali ke kebun kurma miliknya untuk menghubungi Devina.
*****
Albara duduk di taman belakang rumahnya tak banyak bicara bahkan kopi yang dari tadi terletak di depannya tak juga di minumnya. Pikirannya benar benar galau firasat nya mengatakan kalau Mulan sedang mengalami suatu yang sangat buruk.
"Kak bara kok sendirian? Mulan istri kakak kemana!?" tanya Devina mengagetkan Albara.
Akbara menoleh ke arah datangnya devina mencari asal suara.
"Eh kamu Dev ... ngagetin aja" kata Albara.
Devina mengambil kursi lalu duduk di depan Albara.
"Bukan devina yang ngagetin tapi kak Bara yang melamun, Devina sudah sedari tadi di sini" ucap Devina.
"Kata budiman kakak ada perlu dengan Devina ya?" tanya Devina langsung pada inti masalah.
__ADS_1
"Iya Dev.. kakak mau memberikan peta yang kamu pesan dari Katerin dua hari yang lalu" ucap Albara memberikan sebuah amplop.
Devina membuka amplop dan nebeliti isinya.
"Hmmmm... Cukup jelas" Guman Devina.
"Mau apa kamu dengan peta tersebut" selidik Albara.
"Urusan pribadi kak, Devina perlu bantuan raja Tiraw dan raja Bunian untuk menemukan seseorang" ucap Devina.
"Emang mereka bisa bantu?" tanya Albara.
"Setidaknya di coba kak" ucap Devina.
"Kapan Devina mau kesana?" tanya Albara lagi.
"Hari ini... atau.... setidaknya besok pagi" ucap Devina pasti.
Lalu Devina menyimpan peta yang di terimanya bersiap meninggalkan Albara.
"Terima kasih ya kak Bara ... Devina harus buru buru bersiap siap untuk ke sana" ucap Devina pamit.
"Kenapa lagi kak bara?" tanya Devina kembali duduk.
"Kamu mau pergi dengan siapa?" tanya Albara.
"Iya sendirianlah kak... masa Devina pergi sama suami orang, atau pergi sama Budiman yang baru saja cedera" jawab Devina.
"Dev ... Kakak mau nanya sesuatu kamu jawab dengan jujur ya" pinta Albara.
Devina menatap Albara lalu balik bertanya.
"Kakak mau nanya apa? ... emang Devina pernah bohong sama kak Bara?" tanya Devina.
Albara menggeser tempat duduknya dan mulai terlihat serius.
__ADS_1
"Iya Devina telah membohongi kak Bara... Devina telah membohongi om Lee Shu Wan... Devina telah membohongi kami semua. Kak Bara mau dengar siapa Devina sebenernya, lalu siapa yang Devina cari?"Tanya Albara.
"Kenapa kakak bertanya seperti itu? Devina balik bertanya.
Kembali Albara bicara dengan exptesi sangat serius.
"Devina... keluarga kakak sudah di hancurkan oleh siluman Tiraw, istri kakak dan mertua kakak menghilang, kakak menduga semua ulah meteka dan devina sangat tau tentang tentang mereka. Apa salah kalau kakak menduga Devina hanyalah salah satu dari mereka" kata Albara.
Jeda sejenak Albara dan devina larut dengan pikiran masing, akhirnya sambil menghela napas dakam Devina pun buka suara.
"Kakak benar... tapi kakak percaya deh sama Devina, memang Devina sebenarnya berasal dari bangsa Marjud di alam kristal, tapi jika Devina katakan pada kalian pastinya Devina akan di anggap kurang waras. Devina beda dengan mereka kak, kalau meteka hadir di dunia manusia karena memiliki misi ingin menguasai bumi kalian, sedangkan Devina hadir di dunia kalian bukan karena keinginan tapi karena di buang" ucap Devina.
"Lalu kenapa devina di buang ke bumi manusia?" tanya Albara.
"Di alam kristal ada dua bangsa yang pada dasarnya saling bersaing yakni bangsa Jarjud dan bangsa Marjud. Mereka susah sekali untuk membaur sehingga ada peraturan secara tak tertulis kalau bangsa Marjud tidak boleh menikahi bangsa Jarjud begitupun sebaliknya" ucap Devina.
"Demikian yang terjadi pada kami saat terjadi perebutan sebuah planet Devina ditugaskan untuk memimpin pasukan untuk merebut planet tersebut dari bangsa Jarjud. Devina berertepur melawan pasukan Bangsa Jarjud yang di pimpin oleh Aditya, dahsyatnya pertempuran menyebabkan semua fasilitas kami di planet tersebut hancur dan pasukan yang Devina pimpin semua tewas kecuali Devina"
"Sebaliknya pasukan yang dipimpin Aditya juga sama hanya menyisakan Aditya, kami akhirnya sepakat menghentikan pertempuran hingga bantuan datang dengan perjanjian jika bangsa Jarjud yang datang maka Aditya akan melindungi Devina, dan jika bangsa Marjud yang datang maka Devina akan melindungi Aditya"
Devina terlihat begitu sedih saat menceritakan kisahnya.
"Karena terlalu lama hidup berdua di planet kosong tersebut kami malah saling jatuh cinta. Hingga saat bangsa Marjud datang Devina mati matian membela Aditya, akhirnya oleh kesepakatan dua bangsa Devina dan Aditya di nikahkan tapi kami harus di buang ke keluar dari alam kristal" ucap Devina.
"Kami tidak terdampar di daerah yang sama, tapi mendengar cerita Katerin kalau Aditya juga ada di bumi kalian nembuat harapan Devina untuk bersama kak Aditya timbul kembali" ucap Devina.
"Kakak pikir kita punya nasib yang sama, kakak juga kehilangan istri saat baru saja menikah. Bagaimana kalau kita pergi bersama, Devina bantu kakak mencari Mulan istri kakak dan kakak membantu Devina mencari Aditya suami Devina" usul Albara.
Devina tidak keberatan dan menyetujui usul Albara untuk melakukan perjalanan bersama.
"Ok ... Devina setuju, tadi Devina memang kepikiran mengajak kak Bara dan Mulan istri kak Bara, karna yang punya urusan dengan bangsa Tiraw adalah keluarga Mulan" ucap Devina.
"Tapi kakak cerita juga kenapa istri kakak bisa hilang" pinta devina.
Albara menceritakan kronologis hilang nya Mulan dan mertuanya saat pulang dari rumah sakit, lalu mobil yang membawa mereka di temukan di sebuah desa dalam kondisi hancur terkena tembakan. Albara juga menceritakan kalau sudah dua hari berusaha mencari keberadaan mereka tapi tak ada petunjuk keberadaan mereka.
__ADS_1
"Hmmmm.. begitu" ucap Devina sambil menghela napas berat.
"Ayo kita berangkat kak ... sepertinya Devina tau kemana mereka di bawa" ucap Devina.