
Demikianlah menurut cerita yang Albara dengar kalau kakek Sultan Murod terkurung di dalam goa, akhirnya selamat keluar melalui sisi goa yang lain. Kakek Sultan Murod keluar di sisi sungai tidak jauh dari kuil batu diri, lalu di selamatkan pamannya dan seseorang yang kebetulan sedang berburu kambing hutan. Juga menurut cerita orang kalau kakek Sultan Murod memperoleh ilmu pengobatan ajaib dan sebilah keris Raja Obat dalam goa Tiraw.
Teringat akan cerita orang kalau kakek Sultan Murod pernah ke goa Tiraw timbullah ide Albara untuk menemui kakeknya untuk menanyakan keadaan goa Tiraw. Albara yakin kalau ada sesuatu di dalam goa Tiraw yang berhubungan dengan Mulan dan dia bertekad menyelidiki goa Tiraw.
Dengan mengerahkan tenaga dalamnya Albara mencoba mendorong sisi belakang goa, namun tidak ada tanda tanda kalau dinding belakang akan terbuka. Albara menjauh hingga kebibir goa lalu dengan mengerahkan seluruh tenaganya melakukan pukulan jarak jauh.
"Buuummmm" seluruh goa bergetar seakan ada gempa bumi, getaran yang terasa hingga kepuncak goa Tiraw. dinding belakang goa bukannya terbuka malah tertimbun reruntuhan.
Albara menghentikan aksinya kala ingat kalau di balik dinding goa ada orang yang sedang menangis, bagaimana kalau itu benar benar Mulan, bagaimana jika Mulan malah akan terkubur dalam goa karena pukulannya. Berpikir demikian Albara menjadi lemas dalam keputus asaan.
Albara kembali ke puncak goa Tiraw dengan membawa tas Mulan yang tercecer di dalam goa. Doni yang merasakan getaran seperti gempa bumi, menjadi cemas lalu menyusul Albara, tepat saat Doni berdiri di bibir jurang Albara muncul dari semak semak di dasar jurang.
"Syukurlah kamu kembali, kamu baik baik saja kan?" kata Doni menyonsong Albara.
"Don Mulan ada dalam goa, aku dengar tangisan Mulan di balik dinding goa" kata Albara memperhatikan tas Mulan yang di temukannya di dalam goa.
Tiba tiba Albara merasakan kesedihan yang luar biasa, yang dia rasakan sebagai kesedihan Mulan. Kesedihan yang membuat Albara menangis seperti anak kecil.
"Don Antar Albara kerumah kakek Albara atau kerumah pak Sekda, ayah Mulan harus di beri tahu kalau Mulan terjebak di goa Tiraw" kata Albara.
Doni sangat kaget dan cemas melihat perubahan Albara seperti kerasukan setan.
"Nyebut Bara, sadar jangan bertingkah yang membuat orang memandang Albara yang bukan bukan, Mulan ada di rumahnya bukan dalam goa" kata Doni.
"Gak pokoknya antar Albara kerumah kakek lalu kerumah pak Sekda, hu hu hu hu" Albara menangis seperti Anak kecil.
"Ok... kita kerumah kakek Sultan Murod, tapi kerumah Sekda kita pikirkan waktu yang tepat, bagaimana?" pinta Doni.
__ADS_1
"Sekarang kamu tenang dulu, istirhat dulu sampe kamu merasa tenang" hibur Doni membawa Albara yang menangis, duduk di tempat yang agak tersembunyi.
****
Apa sebenarnya yang terjadi di balik tembok goa, sesuai dengan apa yang di rasakan Albara. Apa yang di dengar Albara benar merupakan jerit tangis Mulan yang sedang terkurung dalam goa.
Dua bulan sudah Mulan terkurung dalam goa, bertahan hidup dengan memakan sejenis ubi rambat yang tumbuh di pinggir sungai, dan ikan yang hidup di bawah air terjun. Tubuhnya terlihat agak kurus kulit agak pucat, jauh berbeda dengan Mulan dua bulan yang lalu. Wajahnya yang dulu kekanak kanakan sekarang terlihat lebih dewasa, penderitaan yang di alami Mulan selama dua bulan terkurung dalam goa membuat penampilannya terlihat lebih tua dari umurnya.
Awalnya Mulan menangis siang dan malam memanggil ibunya, atau Albara kekasihnya. Tiap hari Mulan menelusuri setiap tempat di dalam goa berharap menemukan jalan keluar, namun sampai saat ini Mulan tidak menemukan apa apa. Mulan hanya berharap keajaiban dari yang maha kuasa untuk selamat dari kurungan goa. Dalam kepasrahannya Mulan menyibukkan diri dengan berdoa dan melatih ilmu silat yang di pelajarinya dari abi Sodik.
Perasaan Mulan makin sensitif khususnya terhadap Albara kekasihnya. Saat dia termenung teringat Albara dia merasa seperti mengetahui apa yang di pikirkan Albara kekasihnya. Demikian juga yang di alaminya pagi ini, Mulan selalu ingat pada Albara, perasaan yang makin kuat menguasai dirinya, makin dia coba melupakan Albara makin kuat perasaan menghantuinya.
"Kak Bara" guman Mulan pedih, saat menyadari kalau dia tak mampu menghindar dari perasaannya.
Makin dia biarkan perasaannya makin jelas bayangan Albara di matanya. seakan semua yang di pikirkan Albara dia tau. Mulan seolah melihat Albara sedang belanja di pasar, penglihatan yang membangkitkan rasa rindu ingin bersama Albara, disisi lain juga membangkitkan kesedihan yang mendalam saat Mulan menyadari kalau dirinya terkurung di dalam goa.
"Aza, kak Bara hu hu hu" tangis Mulan makin menjadi, sambil memanggil temannya Aza dan Albara kekasihnya Mulan.
Dia seperti ikut melihat saat Albara menatap dirinya di kantin kampus. Mulan seperti merasakan perasan Albara dan seperti tau pikiran Albara ketika Albara pasrah mengakui kalau Mulan bukan lagi miliknya, Mulan menjerit sangat kencang dalam tangisnya.
"Kak Bara, itu bukan Mulan kak, Mulan masih milik kak Bara" jerit Mulan.
Mulan juga seperti ikut menatap Aza saat Albara menatap sahabatnya, sehingga bangkitlah kangennya pada Aza tak sadar dia sendiri bangkit ingin memeluk Aza, tapi yang dia peluk hanyalah angin, Mulan tersentak dari lamunannya saat menyadari tak ada Aza sahabatnya di depannya.
Mulan juga seperti mendengar ucapan Mulan dan Andree Lee di kantin kampus saat mencaci maki Albara.
"Sepasang iblis, Awas kalian Roh Mulan akan mencari kalian atas perbuatan kalian mengurung mulan disini" Mulan sangat emosi.
__ADS_1
Mulan juga tau keinginan Albara untuk ke goa Tiraw, timbulah harapanmya untuk bertemu Albara, kegembiraan Mulan memuncak saat seolah olah Albara ada di depan goa.
"Kak Bara tolong Mulan" jeritnya lalu meratap penuh harap.
Mulan juga seolah melihat Albara yang putus asa meninggalkan goa. Kembali Mulan menangis seperti Anak kecil saat merasa kalau Albara meninggalkan goa Tiraw, tangis yang sama dengan tangisan Albara seperti sedang kerasukan di pangkuan Doni.
Albara makin shock saat mengunjungi kakeknya untuk menanyakan jalan memasuki goa Tiraw, bagaimana tidak kakek yang dia harapkan, yang dia rindukan di kabarkan terserang wabah corona dan menghilang di bawa orang misterius. Saat kegalauan Albara memuncak tiba tiba sebuah suara menggema di hatinya.
"Mulan yang ada di rumah Sekda Kota Tapus adalah jelmaan Tiraw" kata suara yang hanya bisa Albara dengar sendiri.
Albara seperti orang kerasukan, kakeknya yang dia harap untuk menunjukan jalan memasuki goa Tiraw kini menghilang. Albara Meronta dia memaksa Doni mengantarnya kerumah pak Sekda Kota Tapus, untuk mengabarkan apa yang di dengar di hatinya. Apa yang terjadi setelah mengatakannya pada pak sekda Albara malah di usir, diteriaki orang gila olah Mulan dan semua yang hadir di rumah Sekda Kota Tapus.
****
Jam enam sore Albara terbangun setelah mengkonssumsi obat tidur yang di belikan Doni sebelum mengantarnya kembali ke perkebunan tempat tinggal Albara. Doni terlihat setia menungguinya dengan cemas, di damping doni terlihat budiman juga duduk dalam cemas.
"Don maaf kalau telah merepotkan dan membuat mu cemas" ucap Albara memandang Doni.
"Gak apa apa.. itu yang seharusnya Doni lakuin sebagai sahabat" ucap Doni.
"Budiman, kamu juga Doni, habis magrib kita kerumah prof Lee Shu Wan, kita diundang makan malam di rumahnya" kata Albara yang terlihat sudah Normal wajahnya tampak berseri.
"Budiman sudah masak untuk kita bertiga, biar Budiman di sini aja bang mubazir, kan sayang kalau masakan Budiman terbuang percuma" kata Budiman.
"Baiklah kamu jaga rumah ya, Abang Doni dan Bang Bara mau ke rumah prof Lee Shu Wan, sekalian ngantar belanjaan pesanan prof Lee Shu Wan" kata Albara.
Kasih support dong, biar semangat penulisnya.
__ADS_1