Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 85


__ADS_3

Memasuki gang meunuju markas Pendekar kuda besi, Ariel memperlambat kecepatan motornya. Semakin mendekati markas jalan makin sepi di tembok tembok pinggir jalan terlihat lambang geng Pendekar Kuda Besi. Di beberapa tempat terlihat tulisan "Selamat datang di markas Pendekar Kuda Besi" juga slogan mereka yang di tulis secara mencolok, "KALIAN SOPAN KAMI SENANG, KALIAN MELAWAN KAMI CINCANG"


Ariel dan rombongannya maju terus mendekati markas geng Pendekar Kuda Besi. Walaupun ini Ibu Kota tapi daerah sekitar markas terkesan sepi sunyi, ini pemandangan yang biasa bagi masyarakat di sekitar, jika geng Pendekar Kuda Besi sedang berkumpul di markas mereka, maka penduduk milih tinggal di rumah.


Dari kejauhan sudah tetdegar keriuhan, dibarengi gelak tawa dari anggota geng Pendekar Kuda Besi yang sedang berkumpul di markas mereka. Ariel dan rombongan semakin memperlambat kendaraan mereka saat mereka memasuki gerbang markas Pendekar Kuda Besi. terlihat sepuluh orang pria tegap dan berotot berjaga di samping kedua sisi pintu masuk. di halaman terlihat sekitar Empat puluh motor gede terparkir dengan rapi.


Ariel dan rombongan menju tempat parkiran lalu memarkirkan motor mereka dengan posisi siap keluar meninggalkan markas. Mereka turun dari motor masing masing dengan langkah tenang.


"Kakak Albara.. "Panggil Anita saat mereka berjalan menuju pintu markas geng Pendekar Kuda Besi.


"Ya Anita ada apa?" tanya Albara berbalik menunggu Anita di belakangnya.


"Serahkan kunci motor biar Anita nanti yang bawa motor" pinta Anita mengulurkan tangannya.


"ya.. ni abil" Albara menyerahkan kunci motor pada Anita lalu melanjutkan langkahnya mengikuti rombongan Ariel dan anggota geng Peduli Sesama.


Mereka berhenti lima belas meter di depan pintu markas saat sepuluh pria tegap sudah berdiri menghalangi pintu masuk.


"Hai kalian, para pendekar sombong dan jahat, katakan pada presiden kalian kalau Anita wakil presiden Sabah Mat Rempit menunggu di luar untuk menyelesaikan urusan lama" Anita menunjuk ke sepuh pria tegap di depannya.


"Waah wah wah... punya nyali juga betina ini, wajar presiden di buat tergila gila" guman salah satu pria tegap di depan sambil menunjukkan slogan mereka di atas pintu masuk yang bertuluskan ANDA SOPAN KAMI SENANG, ANDA MELAWAN KAMI CINCANG.


"Eh sombong! semboyan kau boleh untuk menakuti tikus got, bilang sama Presiden mu apa dia berani duel melawan Wakil presiden Sabah Mat Rampit" tantang Anita.


Ucapan Anita ini sebenarnya tak patut di keluarkan seorang gadis seperti Anita, tapi itulah sebagian dari kehidupan Anita selama ini, dia seperti tidak kenal takut dengan siapapun.

__ADS_1


"Heh gadis kecil berani sekali kau bicara di sini, tunggu saja kalau presiden tak bersedia meladenimu maka aku dengan senang hati berjoget denganmu ha ha ha" pria itu lalu masuk ke markas.


Tak lama kemudian Fahmeed di dampingi lima orang berseragam hitam, keluar menemui mereka. Khoiril salah satu dari pria berseragam hitam berjalan di sisi Fahmeed, mereka berhenti di depan pintu masuk menghadapi Anita dan teman temannya. Khoiril seperti tak melakukan gerakan apa apa, tapi tangannya menyambitkan suatu benda, gerakan yang tak terlihat oleh orang biasa, tapi Albara melihat hal itu dengan jelas.


Albara hanya diam saat menyadari benda yang meluncur dengan sangat cepat dari tangan khoiril, tidak mengandung tenaga dalam. Sepertinya di sengaja oleh Khoiril dan sangat terkontrol benda benda tersebut telah masuk ke saku celana Ariel dan anggota geng Peduli Sesama tanpa mereka ketahui, dan tanpa mereka rasakan. Namun tanpa di ketahui Khoiril benda benda tersebut telah di betot Albara dengan tenaga dalamnya, sehingga keluar dari saku mereka hanya hitungan detik telah berada di tangan Albara kemudian di simpan di cincin pintak pinto.


"Hati hati dengan mereka yang berseragam hitam, khususnya yang berdiri di samping Fahmeed" Albara berbisik mengingatkan Anita.


"Akhirnya kau datang nenyerahkan diri, Anita... Anita" ujar Fahmeed tersenyum menang.


"Siapa juga yang mau menyerahkan diri, aku kesini mau menyampaikan pesan istrimu" kata Anita.


Seketika wajah Fahmeed memerah saat mendengar Anita membicarakan istrinya.


"Aku telah bersumpah untuk membunuh siapapun penyebab kematian istriku dengan tangan ku sendiri" napas Fahmeed terdengar kencang.


"Tapi karena kau seorang wanita, aku akan mengampunimu asal kau bersedia menjadi istriku" Fahmeed berjalan mendekati Anita.


"Tapi sayang aku sudah punya pangeran, yang telah memberikan obat saat aku menggeliat penuh ***** waktu kau jebak dengan obat perangsang" Anita menggandeng tangan Albara.


"Ayo kalian mundur Anita akan membuat perhitungan dengan, bandot bau ini" Anita meminta teman temannya mundur.


"Fahmeed kau mau tau apa yang terjadi dengan istrimu sebelum kematiannya?" tanya Anita.


"Apa pun pembelaan mu, tidak akan ku lepaskan dirimu hari ini" Fahmeed makin mendekati Anita.

__ADS_1


"He he Hehehe saya bukan mau membela diri, tapi istrimu minta saya menceritakan kejadian sebelum istrimu kecelakaan" kata Anita.


"Saat istrimu kau utus untuk menemui kami, kalian berencana menjebak kami kan?, lalu istrimu memasukan obat perangsang pada minuman Anita dan minuman Presiden Sabah Mat Rampit. istrimu juga sudah mempersiapkan kamera handphonenya untuk merekam apa yang akan kami lakukan" Anita menarik nafas panjang.


"Tanpa sepengetahuan istrimu Anita menukar minuman Anita dengan minuman istri mu, yah hasilnya istrimu menerkam Presiden Sabah Mat Rampit, dan mereka berbuat mesum di depan Anita"


"Kau mau tau bagai mana istrimu merintih saat di tindih presiden Sabah Mat Rampit?" tanya Anita.


"Huuuh diam kau" bentak Fahmeed sangat marah.


"Anita belum selesai" kata Anita.


"Enak bang..... Teruss bang, enak bang... terus bang, istrimu menggeliat terus merintih saat Presiden Mat Rampit Menggenjotnya" Anita mencibirkan bibirnya membuat Fahmeed makin emosi.


"Anitaaaaaaa. ku bunuh kau" emosi Fahmeed makin memuncak.


Keahlian bela diri Fahmeed sudah setara dengan pengawalnya, dia sangat yakin sangat mampu menaklukkan Anita yang hanya memiliki ilmu bela diri menggunakan tenaga fisik saja. Dalam emosi yang memuncak tubuhnya telah nenerjang menghujani Anita dengan jurus paling ampuh yang dia punya.


"Aiiih" Tanpa sadar Anita menjerit mendapat serangan yang sangat membahayakan. Anita sangat berpengalaman dengan berbagai kejuaraan taekwondo, tapi mendapat serangan dari Fahmeed dia sadar, sedang dalam ancaman yang mematikan. Secara reflek Anita bergerak menghindari serangan Fahmeed yang sangat cepat dan bertenaga.


"Waw" kembali Anita menjerit heran sendiri kala menyadari gerakannya lebih cepet di banding Fahmeed, sehingga semua serangan Fahmeed dapat di elakkan dengan mudah.


"Anita! gunakan napas suci" Albara memperingatkan Anita saat nafasnya terdengar mulai memburu.


"Terima kasih kakak" jawab Anita gerakannya makin cepat dan ringan, sehingga tubuhnya seperti terbang saat menghindari serangan Fahmeed.

__ADS_1


Anita sangat gembira mendapati peringan tubuhnya maju pesat, ini berkat bantuan Albara dan obat ajaibnya. Jika tidak Anita harus melakukan pelatihan selama tiga puluh tahun untuk memperoleh kemajuan seperti ini. Anita bergerak seperti mempermainkan Fahmeed, hanya menghindar berloncatan kesana kemari terkadang sudah berada di belakang Fahmeed lalu menendang pantat Fahmeed dengan keras.


__ADS_2