
"Ha ha ha Albara, Albara, urusan cinta diputusin saja pakai ngamuk, ngaca siapa kamu, tau diri dong. Dibanding tuan muda Andree Lee kamu kamu tu tak ada apanya" Ajudan Andree Lee tertawa mengejek.
"Mendingan kamu pulang aja, sebelum tuan muda Andree Lee terprovokasi" Ajudan yang lain ikut menimpali.
"Heh sembarangan ngomong kamu" bentak Albara marah.
"Albara kesini karena di undang Mulan tau, tanya aja Mulan nya sepertinya dia yang merindukan Albara, ngerti!" kata Albara sambil mencak mencak.
"Ha ha ha ha, kalian dengar ucapan gembel ini makin ngaco, malah non Mulan di tuduh merindukannya, dasar muka badak sudah jelas sudah di campakkan masih berani penampakan muka di depan non Mulan" ejek pemimpin pengawal Andree Lee.
Muka Albara memerah antara malu dan marah, mendengar ejekan pengawal Andree Lee. Bagaimanapun kebalnya Albara terhadap penghinaan selama ini tapi di katakan muka badak sangat mengena di hatinya dan sangat menyinggung perasaan Albara.
"Jangan banyak cakap kalian, Albara kesini bukan mau berdebat dengan kalian, tapi ingin ketemu Mulan yang telah menghajar adik Albara hingga koma dan dirawat di rumah sakit, jika kalian tetap menghalangi Albara jangan salahkan Albara jika salah tangan memaksa masuk" Ancam Albara.
Para pengawal Andree Lee sebenarnya sudah sangat ciut nyalinya menghadapi Albara, tapi karena mengandalkan lebih banyak orang. Mereka jadi sesumbar merasa jika mereka berlima maju mengeroyok Albara tentu Albara akan dapat di lumpuhkan.
"Ha ha ha siapa takut, ayo majulah jika ingin di gebuki" kata pemimpin pengawal Andree Lee lalu memberi aba aba pada anak buahnya untuk mengepung Albara.
Pemimpin pengawal Andree Lee maklum kalau Albara sangat lihai, jauh di atas kemampuan mereka berlima. Maka cepat memberi aba aba pada bawahannya untuk membentuk lingkaran memainkan dobel steak mereka dengan menggunakan tenaga dalam penuh. Kembali terdengar swiran angin mendengung dengung dobel steak berputar terlihat seperti sinar keperakan meliuk liuk menyambar byambar tubuh Albara dari berbagai pejuru.
Permainan dobel steak mereka hebat luar biasa sambil bergerak mengelilingi Albara hingga terlihat Albara sudah terkurung oleh sinar keperakan yang menggulung gulung, tak mungkin lolos dari gebukan mereka.
__ADS_1
Lima jurus berlalu kelima pengawal Andree Lee yang maju serentak sepertinya bukanlah tandingan Albara, Albara bergerak lebih cepat menyelinap di antara sinar dobel steak kelima pengawal Andree Lee. Terlihat sinar keperakan dari dobel steak makin melemah pertanda kelima pengawal Andree Lee sudah mulai terdesak hebat. Pada jurus berikutnya terlihat pengawal Andree Lee sudah tercerai berai.
"Duk.. duk... duk... duk... duk.." lima kali terdengar bunyi gebukan, disusul mencelatnya lima orang pengawal Andree Lee kebelakang jatuh tetjerambab tumpaang tindih. Muka mereka terlihat pucat dari sudut bibir mereka keluar darah segar pertanda mereka telah terluka dalam. Kelima pengawal Andree Lee berusaha bangkit dengan terhuyung huyung mereka masuk ke warung aneka rasa.
Di sebuah meja di dalam warung aneka rasa terlihat Mulan dan Aza terlihat asik ngobrol, sambil menunggu kedatangan Albara. Aza memperlihatkan chat WA balasan Albara pada Mulan.
"Albara akan menemui Mulan" jawab Albara singkat di chat WA Aza.
"Dua bulan lagi Kak bara kabarnya akan menikahi Laila" kata Aza.
Mulan tak beraksi mendengar cerita Aza, tapi terlihat wajahnya sangat jengkel mendengar Aza bercerita dan tak pernah menyalahkan Albara. Mulan memandangi minumnya seleranya jadi hilang saat Aza bercerita tentang Albara, kegembiraannya bertemu Aza musnah seketika. Rasa rindunya berganti dengan rasa jengkel, bahkan berganti kemarahan yang tak tau harus melepaskan pada siapa.
Tiba tiba Mulan tersentak dari lamunannya saat mendengar keributan di luar warung. Mulan memalingkan mukanya memandang keluar warung, terlihat pengawal Andree Lee berjalan terhuyung huyung melewati meja di mana Aza dan Mulan duduk.
"Non Mulan tolong, di luar Albara sedang ngamuk memaksa ingin berjumpa non Mulan" kata pengawal Andree Lee sambil menunjuk ke luar warung Aneka rasa.
Mulan berdiri memandang keluar warung terlihat Albara sedang berdiri dengan wajah garang sambil memanggil namanya dengan makian makian yang membuat hatinya makin mendongkol, emosinya makin memuncak mendapat makian dari Albara.
"Hai Mulan... wanita ******, wanita siluman, jagan cuma berani menghajar anak kecil, ayo hadapi aku Albara, ayo kita bertarung hingga salah satu di antara kita meregang nyawa, keluarlah hari ini kita selesaikan hutang piutang diantara kita" teriak Albara memaki maki Mulan.
Kemarahan Mulan tak tertahankan lagi dengan mengerahkan tenaga dalam dan ilmu peringan tubuhnya, Mulan melesat keluar warung dengan kecepatan luar biasa meninggalkan Aza. Aza melongo tak percaya dengan apa yang di lihatnya tak tau apa yang terjadi tau tau Mulan sudah berdiri di luar warung berhadapan dengan Albara.
__ADS_1
"Mulan tunggu... Aza masih ingin bicara" kata Aza menyusul Mulan ke luar warung.
Albara terpana saat Mulan berdiri hanya dalam jarak lima meter di depannya, mereka saling pandang tak bergerak seperti arca, lama sekali mereka bertatapan dalam diam namun pandangan mata mereka seperti berbicara, masing seperti larut dengan kenengan semasa mereka bersama. Albara memandang Mulan dengan perasaan campur aduk hampir tak percaya kalau Mulan yang berdiri di depannya baru saja menghajar Budiman hingga setengah mati.
"Mulan" guman Albara.
Rindunya terhadap Mulan bangkit kembali saat memandang mata Mulan, kegembiraannya tiba tiba bergejolak seolah baru saja menemukan barang sudah lama hilang. Pandangan mata yang selalu dia rindukan yang membangkitkan gairah hidupnya. Tiba tiba ada sebuah dirongan yang sangat kuat dalam diri Albara untuk memeluk Mulan di depannya.
Hampir saja kaki Albara melangkah menubruk memeluk Mulan, namun bayangan Budiman yang terbaring dirumah sakit menghentikan langkahnya. Sementara itu Mulan hanya diam memperhatikan Albara seperti tak percaya kalau Albara yang selama ini lemah lembut tiba tiba menjadi garang dan kasar.
"Kak Bara" ucap Mulan lembut.
Kembali Albara merasa terguncang mendengar panggilan Mulan, itulah suara yang sudah lama tidak dia dengar suara yang selama ini dia rindukan.
"Ohhh " rintih Albara hampir tak berdaya menguasai perasaan rindunya pada Mulan, tapi tetingat akan Budiman membuat Albara bertekat membuat perhitungan terhadap Mulan.
"Hei Mulan, siluman betina hari ini aku akan mengadu nyawa dengan mu, bersiaplah" bentak Albara.
"Kak Bara kau begitu membenci Mulan kah, kakak ingin bertarung dengan Mulan? baik lah Mulan akan mengikuti keinginan kak Bara" Ucap Mulan lalu secapat kilat tubuhnya telah melesat detik berikutnya Mulan telah berdiri di samping Albara.
Kembali Albara terpukau mendengar ucapan Mulan, entah kenapa tiap Mulan bicara hatinya menjadi luluh, hatinya menjerit pilu, hingga saat Mulan berdiri di sampingnya Albara cuma diam tak mampu berbuat apa apa.
__ADS_1
"Kak Bara ... ikuti Mulan" bisik Mulan di samping Albara.
Tubuh Albara gemetaran saat Mulan berbisik di telinganya, nafas Mulan tersa begitu dekat di telinganya. Hampir saja dia jatuh terduduk, karena kakinya gemetear hebat menahan rasa rindu yang luar biasa.