
Ki Jaka Baya mengajak Andree Lee menaiki tebing memasuki goa dan dengan susah payah Andree Lee mengikuti ki Jaka Baya sampai ke mulut goa. Ki Jaka Baya lalu duduk bersila di dalam goa di depanya terlihat bekas sesajen sepertinya baru saja di habiskan, sisa sesajen berupa tulang tulang ayam berserakan di depan ki Jaka Baya, sambil mulut ki Jaka Baya berkomat kamit membaca mantra yang tak di mengerti oleh Andree Lee. Tak lama kemudian ki Jaka Baya membakar kemenyan sambil terus membaca mantra. Setelah membakar kemenyan ki Jaka Baya memberi isyarat pada Andri Lee supaya duduk di belakangnya.
Andree Lee dibuat tercengang saat dia duduk bersila di belakang ki Jaka Baya, dari dalam goa di depan mereka terlihat sesuatu yang bergerak sangat gesit menuju mereka. Mahluk dari dalam goa terus mendekat dan berhenti di depan ki Jaka Baya.
Sangat jekas terlihat oleh Andree Lee dalam keremangan senja, mahluk yang mirip dengan anak kecil seperti anak perempuan seusia enam sampai tujuh tahun dengan rambut sebahu tetapi dengan wajah dewasa. persis seperti Nini Tiraw yang di lihatnya di rumah ki Jaka Baya.
"Ayah ... ananda sedang menyempurnakan ajian malih rupa, satu purnama lagi semuanya akan rampung" kata mahluk di depan ki Jaka Baya.
"Ananda Bulan.. ayahanda mohon maaf telah mengganggu, ayahanda kesini karena ada keperluan penting" kata ki Jaka Baya.
"Katakan saja ayahanda .. ananda hanya punya sedikit waktu" kata mahluk yang di penggil Bulan di depan ki Jaka Baya.
"Ini tuan Andree Lee menginginkan jodoh seorang wanita cantik, mohon ananda bersedia membantu lihatlah ini photonya" kata ki Jaka Baya.
Bulan menerima photo dari ki Jaka Baya lalu melirik Andree Lee di belakang ki Jaka Baya, lalu seperti malu dia menjauh hingga hilang dalam kegelapan goa.
"Ananda Bulan sangat setuju datanglah kembali saat purnama berikutnya ke goa Tiraw waktu senja antara siang berganti malam" kata Bulan di kejauhan.
Suasana menjadi sunyi suara binatang malam mulai terdengar pertanda hari sudah memasuki malam, ki Jaka Baya pun mengajak Andree Lee segera pulang.
"Ayo tuan Andree Lee, kita harus segera kembali" kata ki Jaka Baya.
__ADS_1
Seperti saat mereka pergi ki Jaka Baya menggunakan kemampuan lari cepatnya menyeret Andree Lee. Kali ini perjalanan mereka terasa lebih cepat membuat Andree Lee seperti melayang di udara, Andree Lee mulai merasa ngeri lalu memejamkan matanya.
Andree Lee merasa penasaran dengan makhluk yang di lihatnya timbul berbagai pemikiran di kepalanya "mahluk apakah itu?. Apakah benar benar mahluk sakti yang bisa membantu dirinya?". ki Jaka Baya seperti mengerti apa yang di pikirkan Andree Lee menjelaskan akan keberadaan mahluk misterius tersebut.
"Kita baru saja meminta bantuan Bulan Tiraw, sama seperti Nini Tiraw mereka merupakan mahluk purba yang sakti, mereka sangat pemalu dan menyukai makanan panggang, biasanya aki memberi sesajen ayam hitam bakar dengan nasi kunyit" kata ki Jaka Baya.
"Tuan Andree Lee harus datang ke goa Tiraw saat purnama akan datang, saya akan membawa sesajen ke goa Tiraw berupa ayam hitam tiap malam senin, dan saat sesajen terakhir tuan andree lee yang membawanya dan harus datang sendiri, waktu senja saat siang memasuki malam" kata ki Jaka Baya.
Andree Lee mengangguk tanda setuju, sekalupun dia belum yakin dengan kemampuan ki Jaka Baya yang di bantu Tiraw.
"Tiraw itu mahluk yang sakti tetapi sangat pemalu, ribuan tahun yang lalu mereka adalah penduduk asli penganut agama "MANTRA" keahlian mereka dalam mantra mantra tidak di ragukan lagi, hingga mereka juga di sebut suku Mantra, suku Mantre. Salah satu jenis mereka yang keberadaannya di aceh di sebut suku Mante. keberadaan mereka terdesak oleh penganut agama Ketuhanan yang Maha Esa. Dalam mempertahankan agama mantra penganutnya menyingkir ke gunung gunung mendiami goa, saat ini jumlah mereka sangat sedikit dan susah di temui di alam bebas" jelas ki Jaka Baya.
tak terasa mereka sudah berada di kediaman ki Jaka Baya.
"Saya bersedia ki" jawab Andree Lee, yang sudah makin yakin akan kesakitan ki Jaka Baya yang di bantu makhluk sejenis Tiraw.
****
Sebelum jam 8 wib Albara dan Mulan mulai bergerak menuju kampus. Sepanjang perjalanan mereka ngobrol tentang kesiapan pernikahan mereka.
Tiba tiba Mulan membuka topik pembicaraan lain.
__ADS_1
"Kak ada berita perampokan sadis tadi malam, korbannya seorang toke kopi, kerugian uang tunai 2 M raib, dua penjaga rumahnya di temukan tewas 1 terluka serius, dengan pisau berlambang bintang menusuk dadanya" kata Mulan.
Albara menyembunyikan kekagetanya.
"Masak iya.. Kapan kejadiannya?" tanya Albara.
"Menurut saksi mata yakni salah satu penjaga yang selamat, kejadian sekitar jam 3 dini hari. Pelaku kira kira 4 orang, salah satu dari meteka melempar pisau kearah 3 penjaga di pos jaga, cuma satu lemparan, tapi sekejap kemudian pisau menancap di dada masing masing penjaga" kata Mulan.
"Luar biasa, pasti pelakunya sangat profisional dalam melempar pisau" kata Albara.
Sebelum mereka keluar mobil Mulan memperlihatkan photo korban di hp nya, setelah melihat photo pisau yang begambar bintang Albara kaget sehingga berguman. Pisau itu adalah milik perkumpulan rahasia pengikut Samiri, yang angotanya tersebar di seluruh dunia, tapi di zaman Raja Sulaiman mereka tidak berani terang terangan mengungkapkan status mereka sehingga mereka di juluki perkumpulan rahasia. Apa perkumpulan rahasia ini juga ada di zaman now?. Apa ketua mereka juga ada di zaman ini? bermacam pertanyaan timbul di kepala Albara.
"Tidak mungkin...." guman Albara
"Apanya yang tidak mungkin kak?" tanya Mulan.
"Eeh.... Maksud kakak tidak mungkin 1 lemparan mengenai tiga sasaran dengan tepat". kata Albara.
Mulan sepertinya tidak mengerti akan kebingungan Albara, terus mengajak Albara keluar mobil menuju tempat pendaftaran peserta seminar. Saat mereka sampai di tempat pendaftaran terlihat para oeserta sudah rame ngantri memasuki ruangan. Albara menuju meja pendaftaran, menulis nama dirinya dan Mulan lengkap dengan fakultas, tingkat dan kelas mereka.
"Peserta dari fak ekonomi cuma bayar 150 ribu perorang, fasilitas snack, kopi, makan siang dan sertifikat, untuk dua orang kakak bayar 300 ribu" kata panitia.
__ADS_1
Tiba tiba Albara telah memegang uang 300 ribu yang dia ambil dari cincin pintak pinto, kemudian menyerah kan uang tersebut pada panitia. Panitia menatap uang tersebut dengan keheranan, dia tidak melihat Albara membuka dompet bahkan tidak melihat Albara mengaruk sakunya tau tau uang sudah ada di tangannya.
Albara menggandeng Mulan menuju ruang seminar meninggalkan panitia yang masih keheranan. Albara Memperhatikan suasana ruangan mencari tempat duduk di depan, tapi karena bagian depan sudah penuh, mereka terpaksa duduk di baris ke empat agak di pinggir. Acara sudah di mulai moderator sudah mempersilahkan profesor Husen, untuk memaparkan makalahnya.