
Albara makin heran saat mau memasuki rumah dinas yang terlihat sepi tak seperti biasanya, seorang satpol pp mencegatnya hingga Albara terpaksa menghentikan langkahnya.
"Abang ke pos dulu" kata satpol pp yang mencegatnya.
Albara mengikuti satpol pp menuju pos penjagaan rumah dinas Sekda kota tapus.
"Ada apa pak?, kenapa saya di bawa kesini?" tanya Albara.
"Ini rumah pejabat tidak semua orang bebas keluar masuk, kamu harus tulis buku tamu ada keperluan apa... biar nanti di sampaikan... kamu mengerti!!" jawab pak satpol pp.
Dengan hati dongkol Albara menuliskan namanya dan keperluannya, lalu menyerahkan buku tamu pada satpol pp.
"Pak ... Ibu Susanti atau pak sekda ada kan?" tanya Albara.
Satpol pp memperhatikan buku tamu yang baru saja di isi oleh Albara lalu menjawab pertanyaan Albara.
"Tidak ada... pak Sekda sekeluarga baru saja pergi ke desa Koto Rawang" ucap satpol pp.
Albara makin gelisah dia merasa ada sesuatu yang sedang terjadi pada pak sekda sekeluarga.
"Pak kalau boleh tau.. Ada acara apa di desa Koto Rawang?" tanya Akbara penuh selidik.
Satpol pp menanggapi pertanyaan Albara dengan acuh tak acuh.
"Pak sekda dapat laporan ada kejadian kemaren sore di desa Koto Rawang, ada beberapa ekor harimau ngamuk, enam ekor sapi ternak masyarakat jadi korban. Makanya pak Walikota, pak Sekda dan seberapa pejabat lainnya juga Gubernur terpilih mengunjungi desa Koto Rawang untuk melihat kondisi masyarakat pasca kejadian" jawab satpol pp.
"Ooo begitu, kalau begitu saya permisi dulu pak" ucap Albara lalu dengan tergesa gesa meninggalkan rumah dinas.
****
Koto Rawang merupakan desa yang terletak di kedalaman hutan TNKS, akses menuju ke desa tersebut juga sangat sukar, kondisi jalan belum di aspal dengan tanjakan extrim tak memungkinkan bagi Albara ke desa Kota Rawang menggunakan lamborghini yang di desein untuk jalan perkotaan yang mulus.
__ADS_1
Albara belum begitu yakin dengan yang di katakan satpol pp, kalau pak Sekda yang pergi ke Koto Rawang adalah pak sekda dan ibu Susanti yang baru saja meninggalkan rumah sakit. Albara mencoba menghubungi handphone Mulan, terdengar suara handphone Mulan dalam mobil, ternyata tas dan handphone Mulan tertinggal di mobil.
Akhirnya dengan hati dongkol dan penuh penyesalan Albara mencoba menelusuri jalan dan tempat yang mungkin di lewati oleh mobil mereka saat keluar dari rumah sakit. Albara sangat menyesal kenapa membiarkan istrinya bersama ibu Susanti dan pak Sekda tanpa dia iringi.
"Kalaupun ada yang berniat untuk meleyapkan pak Sekda dan ibu Susanti, tentu tak akan mudah selagi Mulan ada bersama mereka" pikir Albara.
Albara mulai merasa tenang saat mengingat kalau Mulan istrinya bukanlah wanita lemah, kesaktian Mulan sekarang sudah tidak jauh beda dengan kemampuan Albara sendiri.
Setelah menelusuri semua tempat dan jalan bahkan Albara nekat mengunjungi rumah Wali Kota dan kantor Wali Kota namun Albara tidak menemukan keberadaan mobil dinas sekda Kota Tapus.
Menurut keterangan yang di peroleh Albara dari berbagai sumber bahwa Sekda beserta ibu, juga Wali Kota mengikuti kunjungan Gubernur terpilih ke desa Koto Rawang, menurut saksi mata juga mengatakan kalau pak sekda pergi tidak menggunakan mobil dinas. Tetapi menggunakan mobil hilux milik Andree Lee beserta sopir yang disiapkan Andree Lee.
"Lalu kemana mobil dinas inova yang membawa Mulan?" tanya Albara pada dirinya sendiri.
Albara kembali ke Albara II hotel setelah tak bisa menemukan keberadaan Mulan istrinya, Albara berharap mulan akan nenbali secepatnya ke hotel, setidaknya menghubunginya jika ada sesuatu terjadi.
Entah kenapa Albara sangat nengkhawatirkan Mulan. tiap saat keinginan untuk bertemu Mulan menguasai dirinya. Hingga tengah malam Albara tidak bisa tidur kabar yang di tunggu dari Mulan pun tak kunjung datang. Tiap kaki matanya terpejam Albara merasakan seolah Mulan ada di sisinya. Namun kembali dia kecewa saat membuka matanya dia tidak melihat keberadaan Mulan di sisinya.
"Aku harus menyelidiki rumah dinas Sekda" pikir Albara lalu meninggalkan Hotel.
Jam sebelas malam di rumah dinas Sekda terlihat sepi, semua penghuni sepertinya sudah tidur, Albara berkekelebat kearah kamar Mulan namun dari jendela kamar terlihat isi kamar kosong tak berpenghuni, juga kamar ibu Susanti terlihat kosong, hanya ada beberapa pembantu tidur di kamar belakang.
Dari jam sebelas malam hingga Menjelang pagi tiga kali sudah Albara keluar hotel mensyuri tiap sudut kota tapi dia tidak menemukan keberadaan mobil pak sekda yang membawa ibu Susanti dan istrinya. Akhirnya Albara menyerah menunggu pagi, terpikir oleh Albara untuk pulang ke kebun kurma melihat Budiman sekalian minta pertolongan Devina dalam upaya mencari keberadaan Mulan.
****
Sehabis sarapan pagi Albara menghubungi Doni, Manto, Laila dan Yuni tak lupa juga dia memanggil Sarlie untuk datang ke ruang presdir Mall Kota Tapus Indah. Albara mengatakan apa yang terjadi terhadap Mulan istrinya saat mengantar ibu Susanti pulang ke rumah.
"Abang Sarlie, dan teman teman Albara mohon bantuan kalian mencari keberadaan ibu susanti, pak Sekda dan Mulan, yang menghilang semenjak siang kemaren" ucap Albara.
"Mereka meninggalksn rumah sakit sekitar jam sebelas siang menggunakan kijang inova plat dinas milik pak Sekda" lanjut Albara.
__ADS_1
"Setelah Albara cari hingga detik ini mobil inova yang membawa mereka belum ketemu, ada yang mengatakan kalau pak Sekda dan ibu Susanti menghadiri acara kunjungan Gubernur terpilih menggunakan mobil hilux milik Andree Lee. Artinya pak Sekda yang ke desa Kota Rawang bukanlah ayah abang Sarlie, Lalu kemana Mulan dan ibu Susanti?"
"Itulah kenapa kalian saya ajak kesini untuk minta bantuan kalian mencari informasi tentang mereka"
"Kemudian masalah pekerjaan di sini saya serahkan sepenuhnya pada abang Sarlie, selama saya berusaha mencari keberadaan mereka"
"Kalau ada hal hal penting mohon abang Sarlie koordinasi dengan Rolan" ucap Albara.
"Rencana Albara sendiri bagaimana?, Apa tidak membutuhkan tenaga kami?!" tanya Manto melirik Doni dan Laila.
Albara menghela napas panjang.
"Kalian fokus saja dulu dengan pekerjaan cuma kalau ada informasi tentang Mulan atau ibu Susanti, tolong segera hubungi Albara" ucap Albara.
"Untuk sementara Albara akan menghubungi Devina, saya harap devina punya informasi berkenan dengan Mulan" kata Albara.
"Baiklah Bara kami juga tak bisa tenang dengan kejadian ini, kami juga berharap Albara memberikan informasi apapun tentang kalian nantinya" ucap Sarlie.
"Tentu bang Sarlie..." ucap Albara.
Saat itu terlihat Katerin dan Riki memasuki ruangan, mereka minta izin pada Albara untuk menyampaikan sesuatu.
"Izin Albara... bisakah saya menyampaikan sesuatu hanya pada Albara" kata Katerin.
"Ok silahkan... yang lain boleh kembali ke ruang kerja masing masing" ucap Albara.
Albara mengangguk setuju lalu meminta teman teman nya meninggalkan ruangan. Riki langsung menuju tempat Albara dan membisikkan sesuatu pada Albara.
"Bara kemaren saat Riki pulang dari rumah sakit, ada kabar kalau mobil pak Sekda di tembaki orang tak di kenal. Seorang warga menemukan mobil di jalan sepi di luar kota, kondisi mobil cukup memprihatinkan" ucap Riki
"Dimana mobilnya sekarang kak?" tanya Albara.
__ADS_1